
Jangan lupa untuk VOTE ya🥰😍...
Happy Reading Guys🥰😘!!!!
*****
Bakery E&A
"Sayang, aku titip anak-anak sebentar ya, aku harus kembali ke kantor ada pekerjaan yang belum selesai, nanti sore aku kembali kesini lagi" ucap Varel saat mereka sudah berada didepan toko roti sang istri
"Um, Sayang, apa boleh aku mengajak mereka ke mall untuk jalan-jalan sebentar?" tanya Vania ragu
"Pergilah, Dimas akan selalu mengawasi kalian" ucap Varel tersenyum
"Cie-cie Mommy dan Daddy sayang-sayang" goda Varo yang tertawa bersama Lista
"Anak-anak jangan nakal ya, nurut sama Mommy oke"
"Aye-aye Daddy" ucap Varo dan Lista bersamaan membuat Vania bahkan Varel tertawa
"Aku berangkat sekarang" ucap Varel lalu mencium pucuk kepala Vania setelah mencium kedua anaknya
"Mommy dicium cie" teriak Varo menggoda
"Cie Mommy" timpal Lista tertawa
"Sudah-sudah, ayo kita masuk kedalam" ajak Vania lalu berjalan masuk bersama kedua anaknya
"Semuanya, tolong berkumpul sebentar" ucap Vania lalu semua karyawannya pun berkumpul
"Mbak mau memperkenalkan ini kedua anak Mbak, ini Varo dan ini Lista" ucap Vania memperkenalkan Varo dan Lista
"Wah Mbak udah punya anak ya?" tanya Ani terkejut sedangkan Vania hanya tersenyum
"Sayang, ini namanya om Iwan, ini om Seto, ini tante Ani, tante Nita dan tante Tika" ucap Vania lalu memperkenalkan satu per satu karyawannya
"Hai Varo dan Lista"
"Duh ganteng dan cantik banget sih anaknya Mbak"
"Benar-benar perpaduan yang sempurna"
"Mbak Vania ini diam-diam menghanyutkan ya, kemaren diam-diam nikah sama Tuan Muda, sekarang diam-diam udah punya anak, dua lagi"
"Keluarga bahagia"
Dan banyak lagi pujian dari para karyawannya
"Gimana ya Tuan Muda bisa dengan sempurna nya menutup rapat soal keluarganya"
"Nah kalian tau kan Varel tidak pernah mengungkit masalah keluarga didepan media, jadi Mbak minta tolong rahasiakan pernikahan Mbak ya" ucap Vania memohon
"Oke Mbak" jawab mereka bersamaan
"Tapi kok Mbak, Tuan Muda kenapa tidak pernah menyinggung soal keluarga?" tanya Iwan mengerutkan kening
"Varel tidak ingin Mbak dan anak-anak selalu diganggu media, kalau udah sekali berhubungan dengan media hidup itu tidak bakal tenang dan bebas, apa-apa yang dilakuin selalu jadi perbincangan publik" ucap Vania menjelaskan
Itu sih pemikirannya aku aja, maaf ya para karyawan ku yang berhati polos, aku sudah membohongi kalian.-Vania
*****
Rumah Keluarga Fernandez
"Apa lagi yang kurang ya?" tanya Vandi saat mendekor ruang keluarga
"Yang kurangnya kamu belum mandi" celetuk Casandra yang berjalan mendekati sang kekasih
"Sayang, aku udah mandi" bantah Vandi cemberut
"Iya udah tadi pagi" cibir Casandra tertawa lalu menatap sekelilingnya
Tiba-tiba
"Ya ampun Vandi, kamu tau apa yang kurang?" tanya Casandra menatap serius sang kekasih
"Apa?" tanya Vandi mengerutkan kening
__ADS_1
"Tidak ada" jawab Casandra tertawa lalu menjulurkan lidahnya membuat Vandi kesal karena telah dikerjai sang kekasih.
*****
Mall
"Varo dan Lista mau beli apa?" tanya Vania saat mereka sedang berjalan memasuki mall
"Mommy Varo boleh tidak beli ice cream sama dede?" tanya Varo menatap sang Mommy
"Boleh dong, ayo kita beli ice cream" ucap Vania tersenyum
*****
Gedung Fernandez Group
"Dim apa ada pemberitahuan Vania memakai kartu itu?" tanya Varel menatap sang sekretaris
"Tidak ada, Tuan Muda" jawab sekretaris Dim sopan
"Mereka sedang dimana?" tanya Varel mengerutkan kening
"Di mall"
"Huh sudah kuduga, jika tidak ku ancam dia tidak akan memakainya" ketus Varel lalu mengambil ponsel dan menyampaikan pesan singkat kepada sang istri.
*****
Kedai Ice Cream lt. 2
"Varo dan Lista pesan rasa apa Sayang?" tanya Vania menatap kedua anaknya
"Varo rasa mangga ya Mom"
"Lista rasa vanila Mom tapi dikasih cokelat ya diatasnya" pinta Lista dengan cadelnya
"Rasa mangga 1, vanila topping cokelat 1, strawberry topping kacang 1" ucap Vania kepada pelayan
"Mohon ditunggu sebentar ya, Bu" ucap pelayan menunduk sopan
Yang Mulia Raja (nama kontak Varel)
Pakailah black card itu untuk segala keperluan mu, jika kau tidak memakainya aku akan menghukum mu.-Varel.
Vania mendengus kesal membaca pesan sang suami karena ia sudah tau dan hafal hukuman apa yang akan diberikan Varel jika ia tidak menuruti semua kemauannya
Baiklah, Sayang.-Vania.
Lalu ia pun mulai menyantap ice cream nya bersama kedua anaknya yang sudah lebih dahulu menikmati ice cream mereka.
"Sayang, kalian ingin membeli apa setelah ini?" tanya Vania menatap kedua anaknya
"Mommy apa Lista boleh beli boneka untuk teman tidur?" tanya Lista ragu
"Tentu saja, yasudah nanti setelah ini kita ke toko mainan, oke?" ucap Vania yang membuat Lista kegirangan
*****
Setelah menghabiskan ice cream masing-masing, akhirnya Vania dan kedua anaknya berjalan memasuki toko mainan
"Lista mau beli boneka apa?" tanya Vania menatap sang putrinya
"Boneka beruang Mom yang warna pink" ucap Lista bersemangat
Lalu mereka bertiga pun berjalan menyusuri rak boneka untuk mencarikan boneka yang diinginkan Lista.
Tiba-tiba datanglah seorang pria bertubuh tinggi tegap mendekati Vania
"Permisi, Nona Muda" sapa nya menunduk sopan
"Ada yang bisa dibantu, Tuan?" tanya Vania sopan
"Saya kepala pengawal utusan Tuan Muda Nona, saya disini untuk mengawal Nona Muda, Tuan Kecil dan Nona Kecil" ucap pria tersebut lalu memperlihatkan tanda pengenalnya
Wow, dia kepala pengawal Fernandez Group?-Vania
"Nona Muda boleh memanggil saya Pak Alex, Tuan Muda telah mengutus saya dan beberapa pengawal untuk menemani dan mengawasi Nona Muda" ucap Pak Alex sopan
__ADS_1
"Benarkah? Saya bahkan tidak menyadarinya" ucap Vania terkekeh
"Jika Nona Muda membutuhkan bantuan tidak perlu sungkan karena ada banyak pengawal yang berjaga disekitar Nona Muda"
"Mom, Lista mau ini" ucap Lista tiba-tiba
"Baiklah Pak Alex, terima kasih" jawab Vania tersenyum
"Varo mau beli apa, Sayang?"
"Memangnya boleh ya, Mom?" tanya Varo dengan polosnya
"Tentu saja Abang Varo" ucap Vania mencubit gemas pipi putranya
Lalu Varo pun mengambil sebuah robot mainan dan memberitahukannya kepada Vania
"Hanya ini?" tanya Vania terkejut
Bagaimana ia tidak terkejut? Varo hanya mengambil sebuah robot mainan dan Lista hanya menginginkan sebuah boneka beruang. Vania tau mereka berdua sangat menginginkan banyak mainan di toko tersebut namun sepertinya mereka enggan untuk memintanya kepada Vania
"Pilihlah mainan yang kalian suka" perintah Vania yang membuat Varo dan Lista terkejut
"Boleh, Mom?" tanya Varo ragu
"Iya pilihlah, itu hadiah dari Mommy buat anak-anak Mommy yang pintar" ucap Vania tersenyum
"Apa Daddy tidak marah?" tanya Lista dengan cadelnya
"Tentu saja tidak, bahkan Daddy akan memberikan mainan yang banyak untuk kalian" ucap Vania lalu mengelus kepala anak-anaknya
"Pak Alex saya minta tolong antar kan Varo untuk memilih mainan di bagian anak lelaki"
"Sayang, nanti Pak Alex yang mengantarkan Varo ya"
"Iya, Mommy" jawab Varo bersemangat
"Nona Muda, jangan khawatir nanti untuk masalah barang belanjaan, ada pengawal yang akan membawanya" ucap Pak Alex lalu pamit permisi mengantarkan Varo memilih mainannya sedangkan Vania menemani Lista yang kegirangan mencari mainan-mainannya.
*****
Setelah beberapa jam berkeliling mencari mainan lalu membayarnya dengan kartu pemberian Varel, akhirnya Vania, Varo dan Lista pun berhenti di sebuah cafe untuk menyantap makan siang
"Pak Alex, ajaklah yang lain untuk makan siang bersama" pinta Vania kepada kepala pengawal
"Terima kasih banyak Nona Muda atas tawarannya, namun kami sebagai pengawal tidak pantas makan bersama Nona Muda" tolak Pak Alex sopan
"Hei mengapa begitu? Kita masih sama-sama manusia. Memangnya kalian tidak lapar?" tanya Vania mengerutkan kening
"Tidak Nona Muda, para pengawal sudah makan siang" jawab Pak Alex menunduk
"Yasudah, kami makan siang dulu ya Pak.
Ngomong-ngomong ada berapa sisa pengawal yang berada disini?"
"Anak buah yang sedang berjaga tersisa lima orang Nona Muda, karena empat orang sedang mengantarkan barang-barang" ucap Pak Alex sopan
Setelah berpamitan, akhirnya Vania dan kedua anaknya pun mencari tempat duduk dan mulai memesan makan siang mereka.
*****
"Pak Alex ini tadi saya beli kopi panas, tolong diterima dan jangan menolak" tegas Vania yang mau tak mau Pak Alex dan beberapa pengawal menerimanya
"Terima kasih banyak, Nona Muda" ucap Pak Alex menunduk sopan
"Pak, saya dan anak-anak akan kembali ke toko" pamit Vania
"Kami akan mengikuti Nona Muda dari belakang" jawab Pak Alex sopan
"Terima kasih ya Pak Alex, semoga kita bertemu lagi" ucap Vania tersenyum lalu berpamitan dan berjalan menuju mobil bersama kedua anaknya.
Apa Nona Muda tidak pernah menyadarinya? Kita bahkan selalu bertemu Nona, terlebih saat Nona Muda keluar dari halaman rumah Tuan Muda kami selalu mengawasi Nona.-Pak Alex
*
*
*
__ADS_1