
Jangan lupa untuk VOTE dan KIRIM HADIAH ya🥰😍...
Follow Juga IG Author : @d.octrayin_
Happy Reading Guys🥰😘!!!!
*****
Vania tersenyum tipis melihat kedua anaknya yang kembali ceria seperti biasa terutama Varo yang sudah kembali seperti dulu.
"Oh iya, dimana Oma?" tanya Vania karena memang setelah mereka pulang dari rumah sakit, ia belum melihat Mama mertuanya.
"Sayang, hari ini kan jadwal Mama arisan."
"Ah, aku lupa. Jadi bagaimana dengan kedatangan Vandi?"
"Kita harus memberikan kejutan."
"Kejutan seperti apa?" tanya Varel seraya mengerutkan keningnya heran.
Lista berpikir keras. "Bagaimana jika kita menghukum Ayah karena lama pergi? Kita akan pergi dari rumah dan membuat rumah menjadi sangat sepi saat Ayah kembali."
"Spesialnya dimana?" tanya Varo mengerutkan keningnya heran.
Lista mendengus kesal. "Karena itu Ayah pasti akan kesal."
"Mengapa tidak mengadakan pesta outdoor saja?" usul Varo yang membuat Varel dan Vania saling tatap.
Ide dari kedua anaknya cukup menarik hingga akhirnya mereka memutuskan untuk mengosongkan rumah hingga Vandi kembali dan akan mengadakan pesta di dekat kolam renang karena bisa dipastikan Vandi memang jarang melewati area tersebut, apalagi jika dirinya baru saja pulang dari luar kota.
Varel pun segera menekan remote yang terhubung dengan Pak San untuk memberitahukan ide yang akan mereka lakukan.
"Pak San, tolong katakan kepada Mama untuk tidak langsung pulang dan pergi saja ke apartemen ku. Dan juga tolong bawa Pak Alex, Bi Ijah, Dika, Ziva, Nike, dan Echy ke ruangan ku sekarang."
Setelah mengatakan itu, Varel pun pamit untuk menuju ke ruang kerja bersama dengan Lista yang mengekorinya di belakang.
"Apa kira-kira idenya akan berjalan lancar?"
"Tentu, Ayah kan sedikit lemot."
"Astaga."
*****
__ADS_1
Ruang Kerja
Semua orang yang diminta untuk berkumpul di ruang kerja pun sudah berkumpul hingga membuat Varel memulai perintahnya.
"Semua sudah berkumpul, Tuan Muda" ucap Pak San dengan sopan.
"Pak Adi sedang bersama Mama, kan?" tanya Varel yang membuat Pak San mengangguk sopan.
"Baiklah, karena hari ini Vandi akan pulang setelah cukup lama pergi ke luar kota, saya ingin mengadakan sebuah kejutan kecil untuknya dengan ide dari Varo dan Lista. Setelah ini, saya minta semuanya untuk pergi dari rumah dan kosongkan rumah ini lalu kembali pada malam harinya. Malam nanti saya ingin mengadakan pesta kecil-kecilan di kolam renang. Pak San, tolong atur pelayan untuk mempersiapkan semuanya dan jangan sampai ketahuan oleh Vandi."
"Tuan Muda, mohon maaf sebelumnya, apakah saya boleh berpendapat?" tanya Ziva memberanikan diri.
"Silahkan."
"Saran saya, akan ada satu atau dua orang yang memonitor dari rumah ini melaporkan semua kegiatan Tuan Vandi saat kembali nanti agar semuanya bisa berjalan dengan lancar dan tidak menimbulkan kecurigaan karena takutnya saat malam nanti ada yang berbarengan kembali ke rumah ini. Untuk lokasi pesta nantinya juga bisa ditutup menggunakan tirai yang kusam seolah-olah kolam renang sedang direnovasi agar tidak terlihat oleh Tuan Vandi."
"Benar juga yang dikatakan Ziva."
"Saya bisa tetap tinggal di sini, Tuan Muda" ucap Dika menawarkan diri.
"Tidak, saya saja yang akan tetap tinggal di sini, Tuan Muda. Saya akan bersembunyi agar tidak ketahuan oleh Tuan Vandi."
"Pak San, apa tidak mau berjalan-jalan keluar?" tanya Varel yang membuat Pak San menggeleng pelan.
"Baik, Tuan Muda" ucap semuanya bersamaan.
Akhirnya, semuanya pun kembali ke tempat masing-masing tidak lupa dengan perintah yang baru saja diberikan oleh Tuan Muda Varel.
"Echy, kau ikut Kakek Alex?" tanya Lista kepada Echy.
Echy menggeleng pelan. "Aku tidak tau."
"Bagaimana jika kita ikut saja? Aku ingin bertemu dengan Gerry" ucap Lista bersemangat.
"Kau harus izin dengan Daddy dulu."
"Daddy akan mengizinkannya."
"Aku mengikut saja."
"Baiklah, aku akan segera mendatangi mu lagi."
Lista pun segera berlari menghampiri Varel untuk meminta izin pergi bersama Pak Alex karena ingin bermain dengan Gerry, anak kedua Pak Alex yang usianya sekitar dua tahun. Lista cukup sering mendengar cerita tentang Gerry karena jika ia bertemu dengan Pak Alex, ia selalu minta diceritakan tentang Gerry karena sangat gemas dengan bocah gembul itu.
__ADS_1
Pak Alex pun jarang membawa keluarganya untuk diperkenalkan kepada Tuan Muda. Hanya beberapa kali saja mereka bertemu saat Varel mengadakan pesta dan saat istrinya melahirkan.
Kalian tidak akan pernah percaya bagaimana Varel memperlakukan semua orang yang bekerja padanya. Saat ia melakukan pesta besar, gak jarang dirinya meminta seluruh pengawal dan pelayan untuk membawa keluarga mereka agar bisa ikut menikmati pesta yang ia buat. Saat mendengar dari Pak San bahwa ada anggota keluarga dari pengawal dan pelayan yang sedang sakit, hamil, atau melahirkan pun Varel akan langsung turun tangan untuk menjenguknya. Bahkan, saat ada anggota keluarga dari pengawal dan pelayan yang sedang berulang tahun, Varel tidak pernah absen untuk memberikan hadiah dari keluarga Fernandez.
Ia benar-benar majikan yang sangat langka yang tidak pernah membeda-bedakan kasta antara dirinya dan para pekerja yang bekerja padanya. Varel akan selalu mengatakan bahwa hidupnya tidak akan semudah itu jika tanpa bantuan dari seluruh pekerja yang mengabdikan dirinya pada keluarga Fernandez.
Ah, Varel memang sangat mendekati kata sempurna.
*****
Saat itu Mama Melinda baru saja keluar dari rumah salah satu teman arisannya dan menghampiri Pak Adi yang memang sudah menunggunya.
"Nyonya, Tuan Muda meminta saya untuk mengantarkan Nyonya menuju ke apartemen Tuan Muda" ucap Pak Adi sopan.
Mendengar hal itu Mama Melinda pun terkejut karena ia mengira bahwa mereka akan menjemput Vandi di bandara.
"Loh? Mengapa ke apartemen Varel, Pak? Bukannya kita langsung ke bandara menjemput Vandi?" tanya Mama Melinda mengerutkan keningnya heran.
"Maaf, Nyonya. Tuan Muda sedang merencanakan kejutan untuk Tuan Vandi."
"Astaga, baiklah ikuti saja rencana Varel."
Mobil pun segera melaju ke apartemen Varel yang dimana ternyata Varel sekeluarga sudah ada disana kecuali Lista, Echy, dan Nike yang akhirnya diizinkan Varel untuk menjadi ekor Pak Alex sekeluarga hari ini.
"Hei, apa yang kau rencanakan?" tanya Mama Melinda saat ia sudah bergabung dengan anak dan menantunya.
"Cucu Mama yang merencanakan kejutan untuk Vandi. Mengosongkan rumah dan mengadakan pesta kecil-kecilan di kolam renang."
"Loh?! Rumah sekarang kosong?!"
"Bukan kosong, hanya sebagian kecil yang ada disana."
"Yang lain kau bawa kemana?!" tanya Mama Melinda sedikit panik.
Varel tertawa. "Tenanglah, mereka pergi sendiri-sendiri, Ma. Aku tidak tau harus mengumpulkan mereka dimana jika pergi bersama" ucap Varel yang mengundang gelak tawa semuanya.
Bagaimana tidak? Ia sendiri pun tidak tau ada berapa banyak orang yang bekerja padanya.
*
*
*
__ADS_1