Menikahi CEO?

Menikahi CEO?
Perkumpulan Keluarga Besar 2#


__ADS_3

Jangan lupa untuk VOTE ya🥰😍...


Happy Reading Guys🥰😘!!!!


*****


Setelah melewati acara kangen-kangen an dan peluk-pelukan, sekarang Vania sedang duduk bersama keluarga besar di ruang keluarga tak terkecuali Sebastian yang ikut bergabung


"Hei sayang mengapa tidak berkenalan dengan Oma dan Opa?"


tanya Vania kepada kedua anaknya yang sedang sibuk bermain lesehan


"Mama sudah mengenal kedua cucu Mama bahkan siang tadi Mama kemari karena ingin bertemu mereka"


"Astaga Mama serius? Mama dan Papa benar-benar memberikan kejutan kepadaku"


"Siapa lagi kalau bukan kakak mu yang merencanakannya"


"Apa? Kak El yang merencanakan ini semua?"


"Tentu saja"


jawab Daniel dengan bangganya


"Benar-benar jahat"


cibir Vania dengan wajah kesalnya


"Kau tau sayang? Keluarga Airlangga akan tinggal disini selama Mama dan Papa berlibur"


"Papa serius? Mama? Papa? Dan Kak El?"


"Bahkan aku juga akan tinggal disini"


ucap Sebastian dengan santainya


"Siapa yang mengizinkanmu?"


protes Varel menatap Sebastian dengan tajam


"Mama tidak bisa membayangkan jika ketiga lelaki ini akan tinggal di satu atap bersama"


"Memangnya kenapa Ma?"


tanya Vania seraya menatap Mama Melinda


"Rumah akan roboh sayang hanya dengan mendengar perdebatan mereka"


ucap Mama Melinda yang membuat semua orang tertawa mendengarnya


"Makan malam sudah siap Nyonya"


ucap Pak San yang sudah ada di hadapan Mama Melinda


"Terima kasih Pak. Ayo besan kita makan malam bersama"


"Baiklah"


Mereka pun bersama-sama berjalan menuju meja makan tentu saja dengan Varel yang selalu merangkul pinggang istrinya katanya agar Vania tidak menghilang.


Hahaha...Ada-ada saja Tuan Muda.


*****


"Astaga begini kah rasanya berkumpul ditengah-tengah keluarga Fernandez dan keluarga Airlangga?"


tanya Sebastian saat mereka baru saja menyelesaikan makan malamnya


"Bas kapan-kapan ajaklah Mami dan Papi mu ke Indonesia agar kita berkumpul bersama"


"Tidak Ma tolong jangan lakukan itu"


rengek Sebastian lalu berjalan dan memeluk Mama Melinda


"Kenapa? Kau takut Mami dan Papi mu menjodohkan mu karena kau tak kunjung menikah?"


"Astaga Mama sayang, aku masih ingin bermain-main diluar"


"Bas kau sudah semakin tua, apa kau tidak ingin memberikan cucu kepada Papi dan Mami mu?"


"Mama, aku hanya tua setahun dari Daniel dan Varel. Daniel juga tidak dituntut menikah oleh Om Lyno"

__ADS_1


"Itu karena Lyno sudah memiliki cucu dari Vania, sedangkan kau? Anak tunggal Bas"


"Ma tolong berhentilah, aku takut mendengar kata nikah"


ucap Sebastian pelan yang membuat semua orang tertawa mendengarnya.


*****


Ruang Keluarga


Disinilah mereka berada, diruang keluarga setelah melewati acara makan malam bersama tentu saja dengan dihadiri Sebastian dan sekretaris Dim


"Rel apa kau bisa bermain catur?"


tanya Papa Lyno menatap menantu nya


"Sedikit Pa"


jawab Varel terkekeh


"Ayo bermain bersama Papa, dan kita para pria pergilah ke teras depan biarkan para wanita berkumpul disini"


ajak Papa Lyno lalu berjalan keluar diikuti yang lainnya


"Tentu saja"


jawab Varel lalu mengikuti langkah Papa mertuanya setelah mencium pucuk kepala istrinya dan memerintahkan Pak San untuk membawakan bidak catur ke teras depan


Sepeninggalnya para pria, Mama Melinda pun menatap Vania dengan tajam seolah sedang menyelidik sesuatu


"Apa kau dan Varel sedang menyembunyikan sesuatu dari Mama?"


tanya Mama Melinda


Untung saja Vania bisa dengan mudah menyembunyikan raut wajah terkejutnya hingga ia bisa menjawab pertanyaan dari Mama mertuanya dengan santai


"Tidak Ma, kami tidak menyembunyikan apa-apa dari Mama"


"Mengapa Varel seakan tidak mau lepas darimu?"


"Entahlah aku juga tidak mengerti dengannya"


"Belum Ma"


"Periksalah besok pagi, Mama dan Mama Kusuma akan menemani kalian"


"Memeriksa apa?"


tanya Mama Kusuma yang baru kembali dari dapur


"Varel seperti orang yang mengidam sejak pagi tadi makanya aku menyarankan mereka untuk memeriksa Vania ke dokter kandungan"


"Jangan terlalu berharap Ma, Vania tidak ingin membuat Mama kecewa"


ucap Vania menundukkan kepalanya


Maafkan Vania Ma, Vania berbohong kepada Mama dan Mama Kusuma.-Vania


"Tidak akan mengecewakan jika kita berharap kepada Tuhan"


ucap Mama Kusuma tersenyum seraya mengelus pucuk kepala Vania


Sedangkan keadaan di teras depan Papa Lyno yang sedang bermain catur bersama Varel, Daniel yang juga bermain catur dengan sekretaris Dim, dan Sebastian dan Vandi yang sedang bermain game online


"Pa, Varel ingin memberikan ini"


ucap Varel seraya memberikan sebuah kotak kecil


"Apa ini?"


"Buka saja Pa"


Papa Lyno pun mulai membuka kotak kecil tersebut yang berisikan sebuah foto hasil USG kandungan Vania


Tanpa sepengatahuan Vania, Varel juga menyiapkan foto USG dan memberikannya kepada Papa Lyno dan Mama Kusuma sebagai hadiah kedatangan mereka ke Indonesia


"Vania hamil?"


tanya Papa Lyno terkejut membuat Vandi yang tidak mengetahui hal tersebut bahkan menghentikan game nya


"Anak kembar"

__ADS_1


jawab Varel tersenyum


"Kak Varel serius?"


"Astaga Puji Tuhan, ini benar-benar berita yang sangat luar biasa"


"Mengapa kak Varel tidak mengatakannya saat makan malam tadi?"


"Vania memintaku untuk merahasiakan ini karena dia ingin memberi kejutan untuk Mama tepat di jam 12 nanti"


"Mama mu ulang tahun besok? Wah Papa dan Mama Kusuma akan ikut merayakannya nanti malam"


"Iya Pa. Jadi berikan kepada Mama Kusuma tanpa sepengetahuan Mama Melinda ya"


"Tentu saja nak. Papa benar-benar senang mendengarnya"


"Usia kandungannya 8 minggu Pa"


"Apa Melinda membuat pesta besok?"


"Sepertinya tidak Pa, hanya makan-makan keluarga saja"


"Ajaklah juga Paman dan Bibi Vania"


"Astaga memikirkan mereka membuatku kesal"


"Kau masih kesal dengan mereka? Belajarlah untuk memaafkan Rel, Vania akan sedih jika kau masih membenci keluarga kandung satu-satunya yang ia punya"


ucap Papa Lyno memberikan pengertian


"Akan kucoba Pa"


"Daddy"


Tiba-tiba Lista berteriak dan berlari ke arah Varel


"Hei ada apa cantik?"


"Dad, apa boleh Lista dan abang bangun jam 12 malam nanti?"


"Untuk apa?"


"Besok ulang tahun Oma, Lista dan abang sudah menyiapkan hadiah"


"Kau tau dari mana Oma ulang tahun besok sayang?"


"Kalender Lista. Boleh ya Daddy?"


"Oke baiklah. Mommy dimana?"


"Mommy pergi ke kamar sepuluh menit yang lalu"


"Pergilah tidur sekarang agar kalian bisa memberikan Oma kejutan nanti dan jangan lupa suruh abang setel alarm"


ucap Varel seraya hendak bangun dari tempat duduknya namun Lista menghalanginya


"Daddy mau kemana?"


"Daddy ingin mendatangi Mommy"


"Tidak boleh. Mommy tadi berpesan agar Daddy tidak pergi ke kamar sekarang, bermain lah sepuasnya dengan Opa, Papi, Papa, Ayah, dan om Dimas"


"Anak pintar"


ucap Daniel tiba-tiba yang membuat Varel menghela nafas berat


"Baiklah sayang pergilah tidur sekarang"


"Lista sayang Opa"


teriak Lista lalu berlari masuk kembali ke rumah membuat para pria di teras depan menatapnya gemas


"Astaga anak itu benar-benar menggemaskan"


ucap Papa Lyno terkekeh pelan.


*


*


*

__ADS_1


__ADS_2