Menikahi CEO?

Menikahi CEO?
Ketakutan Varel


__ADS_3

Jangan lupa untuk VOTE dan KIRIM HADIAH yađŸ„°đŸ˜...


Follow Juga IG Author : @d.octrayin_


Happy Reading GuysđŸ„°đŸ˜˜!!!!


*****


Entah karena dirinya yang terlalu bersemangat atau hanya karena ia ingin menutupi semua kesedihannya, Varel bahkan tidak tau sedang dibawa ke ruangan mana karena yang ia tau bahwa sekarang ia akan bertemu dengan istrinya dan akan segera memeluk istrinya dengan penuh kasih sayang.


Hingga tiba dimana langkah kaki Sebastian dan Daniel berhenti membuat Varel juga menghentikan langkahnya.


“Bersiaplah bertemu dengan istrimu” ucap Sebastian pelan membuat Varel menghela nafasnya beberapa kali.


Semakin dekat dengan ruangan, semakin hati Varel tiba-tiba merasakan sakit yang amat luar biasa karena semakin dekat dirinya bertemu dengan Vania, semakin nyata pula fakta yang harus ia terima sekarang.


Dengan jantung yang berdetak sangat cepat, Varel perlahan membuka pintu ruangan yang sedetik kemudian ia langsung menutup mata karena belum siap akan apa yang harus ia lihat selanjutnya


“Happy birthday to you.. Happy birthday to you.. Happy birthday.. Happy birthday.. Happy birthday Varel..”


Seketika, Varel membuka mata dan menatap kedepan dimana tak pernah ia sangka akan terjadi seperti ini. Vania yang berada di atas ranjang rumah sakit dengan baby Al dan baby El yang tertidur di box bayi, juga Lista dan Varo yang berada disebelah Vania dengan memegang balon, dan semua orang pun sudah berkumpul bersama di dalam ruangan tersebut untuk ikut serta dalam merayakan ulang tahun Varel yang ke-24 tahun. Tak lupa dengan Vandi yang sejak tadi berdiri dibelakang pintu dengan memegang kue ulang tahun untuk sang kakak.


Varel benar-benar tidak percaya akan apa yang dilihatnya hingga detik kemudian tanpa sadar air mata sudah mengalir membasahi wajahnya terlebih saat tatapannya terkunci menatap manik mata indah milik istrinya yang juga sedang menatapnya lekat


“Jadi?” ucap Varel dengan suara bergetar


Vandi pun berjalan mendekati Varel yang masih terdiam melihat situasi yang ada. “Make a wish dahulu, kak. Setelah itu akan kami jelaskan” ucap Vandi menyodorkan kue yang sudah siap dengan lilin yang menyala


Varel pun menutup mata dan mulai meminta kepada Sang Pencipta


Aku hanya minta, keluargaku bahagia dan baik-baik saja.-Varel


Setelah mengucapkan doa dalam hatinya, Varel dengan lemah meniup lilin tersebut lalu terdengar tepuk tangan yang meriah hingga memenuhi ruangan.


Varel yang masih tidak mengerti dengan apa yang terjadi hanya diam dan mematung seperti orang bodoh hingga Papa Lyno berjalan mendekatinya. “Apa kau tidak ingin memeluk istrimu, nak?”


Seketika Varel tersadar akan istrinya yang sedang tersenyum kearahnya, membuatnya langsung berlari menuju ranjang rumah sakit dan memeluk Vania dengan erat


Sebastian dan Daniel kembali menyaksikan bagaimana bahu itu bergetar hebat saat Varel merasakan pelukan yang nyata yang ia dapatkan dari istrinya.


“Sayang..” panggil Vania pelan saat merasakan bahunya sudah basah karena air mata Varel


Varel yang mendengar sang istri memanggilnya pun kembali mengeratkan pelukannya. “Biarkan seperti ini dulu”

__ADS_1


Suara yang terdengar menahan tangis membuat Vania tak kuasa hingga ia pun menangis dalam diam seraya mengelus pucuk kepala sang suami berkali-kali


Setelah merasakan pelukan tersebut sedikit melonggar, Vania pun menatap Varel yang sedang menunduk lalu menyentuh wajah suaminya dan mengangkatnya agar Varel bisa menatap manik mata Vania.


“Aku.. aku takut kehilanganmu..”. Pelan, air mat aitu kembali keluar membuat Vania tersenyum tipis seraya menghapus jejak air mata sang suami


“Maaf.. Maaf, karena membuat memori itu kembali” ucap Vania tulus karena sebenarnya ia sendiri pun tidak setuju dengan kejutan yang direncanakan oleh Bryan detik-detik setelah Varel keluar membawa baby Al dan baby El untuk memamerkan pada keluarga yang menunggu diluar ruangan.


“Aku sungguh tidak bisa memaafkan diriku jika aku harus kehilanganmu..” lirih Varel pelan menatap sang istri


“Aku tidak kemana-mana. Bagaimana mungkin aku pergi meninggalkan suami ku yang sangat tampan ini?” ucap Vania yang berusaha mencairkan suasana seraya terkekeh pelan


“Katakan, siapa yang mempunyai ide gila itu?”


“Siapa lagi kalau bukan--- loh? dia menghilang” ucap Vandi yang mencari keberadaan Bryan namun tidak bisa menemui adik sepupunya itu


“Bry bersembunyi dibelakang Uncle Bas” ucap Billy dengan polosnya membuat Bryan menatapnya kesal


“Apa kau tidak bisa diam, Billy? Kau membuatku menjadi makanan singa” gerutu Bryan kesal karena ia tak akan bisa kabur dari Varel kali ini


“Jadi? Kau pelakunya, Bryan?” tanya Varel yang membuat Bryan hanya diam karena ia tau kejutan ini sungguh keterlaluan dengan membawa-bawa kematian


“Yup, dan Bry mengatakan ini akan menjadi balasan untuk Uncle Varel agar tidak bodoh lagi seperti beberapa bulan yang lalu”


“Dan semuanya setuju?”


“Siapa yang bisa menolak Bry yang akan---”


Seketika, mulut Billy dipenuhi dengan roti yang disumpal dengan sengaja oleh Bryan agar dirinya bisa diam


“Bryan, mana tanggung jawab mu?” tanya Richard yang melihat sang anak ingin kabur setelah membuat keributan


“I am sorry, brother..” ucap Bryan pelan


”Do you know that your idea is really outrageous?”


“Yes, I know”. Bryan menunduk.


“Dus? Hoe kunnen ze het eens zijn met uw idee?”


(Lalu? Bagaimana bisa mereka setuju dengan ide mu?)


Bukan hanya Bryan, semuanya sangat terkejut mendengar Varel tiba-tiba berbicara menggunakan bahasa asing

__ADS_1


“Moet je Nederlands gebruiken?” celetuk Varo tiba-tiba yang membuat semua orang benar-benar terkejut


(Apa harus menggunakan bahasa Belanda?)


“Hei, bagaimana kau bisa mengerti?” tanya Billy heran


“Itulah sebabnya aku bersekolah, kak Billy” ucap Varo santai


“Dia benar-benar keturunan Uncle Varel”


*****


Setelah mendengarkan penjelasan Bryan yang mengatakan entah kenapa dirinya ingin sekali menghukum Varel namun hanya itu ide yang tersisa pada otak cerdasnya dan dengan mudahnya ia membuat semua orang ikut berakting, akhirnya Varel kembali menuju ranjang rumah sakit untuk menemani sang istri dan meninggalkan seluruh keluarga yang sedang berbincang-bincang bersama


“Maafkan aku” ucap Vania pelan


Varel yang mendengarnya langsung mengelus wajah sang istri. “Tidak, Bryan benar. Aku harus diberikan sedikit pelajaran agar tidak menjadi bodoh seperti sebelumnya. Namun, aku masih belum terima jika kejutan ini menyangkut hidup dan mati” ucap Varel tersenyum tipis


“Maaf, karena kau harus merasakan rasa sakit seperti saat kehilangan Papa”. Vania masih merasa bersalah terlebih ketika ia tau bahwa suaminya sangat membenci perpisahan dan kehilangan, membuatnya sungguh menyalahkan dirinya atas semua kejutan itu


“Sayang, aku yang harusnya minta maaf karena kau harus tinggal bersama suami yang bodoh sepertiku”. Varel mencium punggung tangan sang istri berkali-kali


“Dan terima kasih, terima kasih sudah kembali mengijinkanku untuk menatap wajahmu”


“Hari ini adalah hari yang sangat indah dengan hadirnya kedua buah hati kita”


“Dan kita akan merayakan ulang tahun mereka bersamaan dengan ulang tahun Daddy nya”


“Kau benar. Astaga, mereka benar-benar mewarisiku bahkan untuk tanggal lahir saja mereka ingin bersamaan denganku”


“Hei, jangan lupakan bahwa mata El mirip denganku”


“Hanya mata, mereka akan mewarisi 95% diriku”


“Tidak. Aku tidak sanggup jika akan bertambah dua lelaki dingin di rumah” ucap Vania yang langsung menggelengkan kepalanya berkali-kali


“Bagaimana jika memang seperti itu nantinya?”


“Dan aku akan menjadi kedinginan”


*


*

__ADS_1


*


__ADS_2