
Jangan lupa untuk VOTE dan KIRIM HADIAH ya🥰😍...
Follow Juga IG Author : @d.octrayin_
Happy Reading Guys🥰😘!!!!
*****
Mari kita kembali pada beberapa minggu yang lalu.
Saat ini Sebastian dan keluarga termasuk istrinya baru saja kembali dari rumah sakit menuju ke hotel dimana pestanya berlangsung.
Di dalam lift, Tika benar-benar tidak bisa menahan rasa gugupnya ketika ia dan sang suami sedang bersiap menuju ke kamar hotel yang sudah disiapkan untuk kedua pasangan pengantin baru tersebut.
Berkali-kali Sebastian harus menahan tawa ketika melihat Tika meremas tangannya karena gugup.
"Sayang, ada apa denganmu?" tanya Sebastian mengerutkan kening.
Tika tersenyum canggung. "Um, rasanya aneh saja karena akan berbagi tempat tidur dengan orang lain" ucap Tika jujur.
Sebastian pun hanya diam namun tangannya segera menggenggam erat tangan Tika lalu berjalan menuju kamar hotel mereka.
Rasa gugup Tika kembali muncul ketika ia melihat kamar hotel yang sudah dihiasi dengan sangat indah untuk mereka berdua.
"Um, Mas?" panggil Tika pelan yang membuat Sebastian benar-benar harus menahan diri untuk tidak tertawa.
Sungguh, wajah Tika yang saat ini gugup sangat menggemaskan.
"Ada apa hm?"
Astaga, aku benar-benar merinding. Bagaimana ini?!-Tika.
Sebenarnya, bukan Tika merasa belum siap memberikan mahkotanya, hanya saja ini benar-benar pertama kali untuknya terlebih semenjak ini ia tak pernah dekat dengan pria mana pun membuatnya sedikit takut dan gugup walaupun dihadapannya adalah suami sah nya sekarang.
Sedangkan Sebastian benar-benar senang karena Jerry nya bisa melepas dahaga setelah hampir satu tahun tidak bermain. Astaga, Sebastian sangat mesum.
Sebastian berjalan mendekati Tika dan mengelus pelan wajahnya membuat Tika memberanikan diri untuk menatapnya.
"Jika kau belum siap, jangan dipaksakan" ucap Sebastian pelan.
Tika menghela nafas. "Bukan itu, Mas. Hanya saja rasanya benar-benar baru dan Tika tidak memiliki pengalaman untuk ini."
"Tenang saja, Mas punya seribu pengalaman" ucap Sebastian terkekeh membuat Tika menatapnya dengan kesal.
"Oh, jadi Mas bangga?!"
Mati aku.-Sebastian.
Sebastian segera menggeleng cepat. "Tidak, bukan begitu, Sayang."
Tika segera berjalan menuju meja rias namun matanya tetap menatap Sebastian dari cermin. Tatapannya sungguh mematikan membuat Sebastian hanya bisa menelan ludah dengan kasar.
__ADS_1
"Sayang?" panggil Sebastian memberanikan diri.
Tika hanya diam namun tetap fokus untuk membersihkan make up nya.
Kalian tidak akan menyangka bahwa ini adalah Sebastian yang dikenal suka bermain wanita malam. Saat ini, ia benar-benar sudah bertobat dan akan berlutut dihadapan istri tercintanya yang berhasil membuatnya menjadi pria yang lebih baik.
Sebastian memberanikan diri untuk memeluk sang istri dari belakang. Ketika melihat tidak ada respon dari Tika, Sebastian pun mulai melancarkan aksinya dengan mencium pelan bahu polos istrinya.
Tika yang tidak tau harus berbuat apa hanya diam mengikuti permainan sang suami hingga tanpa sadar bibir keduanya sudah saling bertemu.
Sebastian benar-benar memperlakukan Tika dengan sangat lembut membuat sang istri pun terbuai dengan perlakuannya.
Dengan segera, ia mengangkat istrinya lalu membaringkannya dengan hati-hati di tempat tidur membuat Tika tanpa sadar mengeluarkan suara-suara aneh.
Dalam hatinya, Sebastian bersorak senang karena Jerry akan menemukan sarang abadinya.
"M-mas?" panggil Tika pelan.
Sebastian menghentikan ciumannya seraya menatap sang istri dengan tatapan penuh arti.
"Pelan-pelan ya.." ucap Tika yang membuat Sebastian tersenyum tipis.
Baru saja dirinya kembali melancarkan aksi, tiba-tiba
"Aaaa!" Tika yang sedang memejamkan matanya berteriak membuat Sebastian terkejut.
"Sayang, Jerry belum masuk" ucap Sebastian heran.
"Astaga, kau mengacaukan konsentrasi Mas saja."
Tika terkekeh pelan. "Silahkan dilanjutkan, Mas."
Setelah hampir saja konsentrasi nya terganggu, Sebastian pun kembali melancarkan aksinya hingga malam itu Tika memberikan mahkota yang selama ini ia jaga kepada suami sah nya.
*****
Pagi menjelang siang sekitar pukul 11.29 WIB dimana Tika baru saja bangun dari tidurnya setelah tidur sekitar pukul 08.00 WIB saat matahari sudah mulai memperlihatkan dirinya.
Ia dan sang suami beserta keluarga suaminya baru pulang dari rumah sakit sekitar pukul 04.01 WIB sehingga menjelang pagi dirinya dan Sebastian baru saja tertidur.
Tika yang masih setengah sadar mulai meraba ruang disebelahnya. Tangannya tiba-tiba menyentuh dada sang suami hingga membuat matanya melotot seketika.
"Astaga, Tuhan!" teriak Tika tanpa sadar.
Ia benar-benar terkejut ketika menyadari bahwa dirinya sudah mempunyai teman berbagi tempat tidur.
"Ya Tuhan, aku lupa. Aku kemarin sudah menikah" ucap Tika pelan seraya memukul pelan keningnya.
Tika menatap lekat wajah suaminya yang sedang tertidur pulas. Dengan memberanikan diri, ia mengelus pucuk kepala Sebastian sehingga membuat suaminya menggeliat pelan.
"Aku benar-benar belum bisa menerima fakta bahwa aku sudah mempunyai suami sekarang. Astaga, ternyata suami ku sangat tampan. Aku harus menjaga wajah ini agar tidak ada yang merebutnya" gumam Tika pelan.
__ADS_1
"Bagaimana jika dia tergoda dengan wanita yang lebih cantik dan seksi diluar sana? Aku harus menghukumnya."
Lagi-lagi Tika bergumam yang membuat Sebastian sungguh tak bisa menahan tawa lagi sehingga gelak tawanya memenuhi kamar hotel.
"M-mas, sudah bangun?!" tanya Tika terkejut.
Sebastian mengangguk pelan. "Sejak ada yang lupa bahwa dirinya sudah menikah" ucap Sebastian disela-sela gelak tawanya.
Cup.
Dengan segera, Sebastian mencium bibir sang istri yang sedang malu.
"Good morning, Sayang" ucap Sebastian pelan.
Tika hanya diam karena dirinya sungguh malu sekarang dan wajahnya mungkin sudah memerah.
"Hei, mengapa kau menutup wajah mu?" tanya Sebastian terkekeh.
Tika mendengus kesal. "Tika malu, harusnya Mas membuka mata jika sudah bangun. Bagaimana jika Tika mengatakan sesuatu yang aneh?"
Sebastian tak bisa menahan tawa melihat istrinya yang benar-benar polos. "Mas hanya ingin mengerjai mu. Tadi, Mas dengar ada yang diam-diam menyebut suaminya tampan" ucap Sebastian yang membuat Tidak refleks memukul lengannya.
Plak
"Mas!"
Pagi-pagi ah bukan, pagi menjelang siang sang suami sudah menggodanya.
"Sudahlah, Tika mau mandi" ucap Tika yang hendak beranjak namun Sebastian menahan tangannya sehingga ia kehilangan keseimbangan lalu terjatuh diatas suaminya.
Cup.
Tentu saja pria itu tidak menyia-nyiakan kesempatan. Ah, untung saja ada selimut tebal yang menjadi jarak untuk mereka. Jika tidak, author saja tidak tau bagaimana kelanjutan Jerry jika terbangun.
"Mas! Tika mau mandi" ucap Tika kesal.
Sebastian terkekeh pelan. "Mandi bersama?" usulnya yang membuat Tika membulatkan matanya.
"Hei?! Mas ingin membunuh Tika?! Tika saja tidak yakin bisa jalan atau tidak sekarang. Astaga, Mas tidak sadar tadi pagi sudah seperti singa yang kelaparan?! Dan sekarang?! Ingin mandi bersama?! Tidak-tidak, Tika masih ingin hidup tenang!"
Ucapan Tika membuat Sebastian tertawa terlebih ketika melihat wajahnya yang memerah.
"Mas hanya mengajak untuk mandi bersama. Apa yang kau pikirkan?"
Astaga, mengapa otakku?!-Tika.
*
*
*
__ADS_1