Menikahi CEO?

Menikahi CEO?
Kesalahpahaman


__ADS_3

Jangan lupa untuk VOTE dan KIRIM HADIAH ya🥰😍...


Follow Juga IG Author : @d.octrayin_ 😘


Happy Reading Guys🥰😘!!!!


*****


"APA YANG KALIAN LAKUKAN??!!"


Tiba-tiba pintu terbuka dan terdengar teriakan Varel saat melihat posisi Sebastian yang menunduk menyelimuti Vania yang sedang menutup mata


Vania dan Sebastian tentu saja terkejut mendengar teriakan Varel hingga membuat Vania bergegas berdiri dan berjalan mendekati sang suami


Namun Varel malah berjalan mendekati Sebastian yang sedang menatapnya heran lalu


Bughhhhh


Pukulan keras di wajah Sebastian hingga membuat bibirnya pecah dan mengeluarkan darah


"Sayang"


teriak Vania terkejut


"Apa-apaan kalian? Berani sekali mengkhianati ku dibelakang"


"Sayang, apa maksudmu? Kau salah paham"


"Cih, apa yang perlu kau jelaskan lagi?"


"Rel, kau gila? Untuk apa aku mengkhianatimu?"


"Lalu apa yang perlu kalian jelaskan dengan apa yang kulihat tadi?"


teriak Varel menjadi-jadi


"Aku bahkan ragu bahwa anak yang dikandungan mu itu adalah anak kandungku"


Deg


Vania benar-benar tidak menyangka dengan ucapan Varel yang begitu menusuk


Plakkkk


Dengan tatapan sendu Vania menampar keras wajah Varel membuat Sebastian terkejut melihat pertengkaran mereka yang berawal dari kesalahpahaman Varel


"Benar-benar murahan"


ucap Varel tersenyum sinis


"VAREL"


teriak Daniel yang juga baru saja sampai di kamar Sebastian


"Apa? Kau ingin mengalahkan ku juga?"


tanya Varel yang membuat Daniel terkejut


"Kau gila? Apa maksudmu?"


"Tanyakan pada adik kecil dan sahabat terbaikmu ini"


"Sayang, kau salah paham-"


"APA YANG INGIN KAU JELASKAN HAH??!! KAU INGIN MENJELASKAN BAHWA KAU DAN BAS MEMILIKI HUBUNGAN GELAP?"


bentak Varel yang membuat air mata Vania tak tertahan lagi

__ADS_1


"SHIT!! Percuma kau jadi Presdir jika menyimpulkan sesuatu yang kau bahkan tak tau apa-apa"


ucap Sebastian yang membuat Varel benar-benar naik darah


Tika dan Varo yang mendengar teriakan-teriakan dan melihat Daniel yang berlari ke kamar Sebastian pun ikut berlari kesana hingga melihat Vania yang sudah menangis dan wajah penuh amarah dari ketiga pria disana


"Mommy?"


panggil Varo lalu berlari memeluk Vania namun Varel menarik tangannya


"Daddy, aku ingin memeluk Mommy. Mommy kenapa menangis?"


tanya Varo heran


"Ikut Daddy dan pulang ke rumah"


"Mommy bagai-"


"KAU DENGAR DADDY?"


bentak Varel yang membuat Varo benar-benar ketakutan lalu dengan cepat Vania menariknya dan memeluk Varo erat


"Bagaimana kau bisa memikirkan bahwa aku dan Kak Bas memiliki hubungan gelap? Di apartemen ini tidak hanya kami berdua, Tika dan Varo juga ada"


ucap Vania yang membuat Tika terkejut


"Dan jika kau memang ragu untuk menganggap bayi ini anakmu tidak masalah. Aku bisa menghidupi mereka dengan tanganku sendiri"


Daniel benar-benar terkejut saat mengetahui fakta bahwa Varel meragukan anak di kandungan Vania


Buugghhh


Pukulan keras Daniel melayang di wajah Varel hingga mulutnya mengeluarkan darah


"BRENGSEK!! ADIKKU TIDAK MURAHAN"


"Van, ikut Kak El dan jangan pernah kembali dengan pria egois sepertinya"


"Varo sayang, tinggal dengan Daddy ya. Kasihan Dede Lista"


"Varo ikut Mommy"


"Bawa Varo"


Daniel pun mengajak Vania dan Varo pergi dari apartemen Sebastian meninggalkan Varel, Sebastian dan Tika yang hanya diam tanpa berani mencegah kepergian Vania


Tanpa mengatakan apapun, Varel pergi dari apartemen Sebastian menuju kantornya.


*****


Didalam Mobil Varel


Varel benar-benar marah terhadap Vania dan bahkan mungkin Varel membenci istrinya yang berkhianat dibelakangnya terlebih dengan sahabat baiknya sendiri


"Bagaimana bisa? Kau mengkhianati ku, Vania"


ucap Varel dingin seraya mencengkeram kuat setir mobil.


Sedangkan Didalam Mobil Daniel


"Mommy, jangan nangis. Daddy marah ya, Mom?"


tanya Varo pelan seraya menghapus sisa air mata Vania


Ya, saat ini Daniel mengajak Vania dan Varo ke rumah keluarga Airlangga untuk menyiapkan diri dalam penerbangan sore ke Amerika


Daniel benar-benar sudah berpikir matang bahwa dirinya akan menjauhkan Vania dan Varel karena Daniel benar-benar kecewa pada Varel karena tidak ingin mendengar penjelasan terlebih dahulu dan langsung menyimpulkan sesuatu yang berujung pada perkelahian seperti ini

__ADS_1


Entah sampai kapan Daniel akan menjauhkan mereka tapi yang penting sekarang Daniel ingin Vania tidak stress mengingat kehamilannya yang semakin membesar. Maka dari itu Daniel mengajak Vania kembali ke Amerika agar Mama Kusuma bisa memantau perkembangan kehamilan Vania dan tentu saja agar Varel tidak menemukan mereka


Daniel bahkan akan memutus semua kontak yang terhubung dengan Varel agar pria itu tidak bisa melacak keberadaan mereka dan tentunya agar Vania bisa berhenti memikirkan tentang kesalahpahaman ini


Bukan maksud Daniel ingin meminta Vania lari dari masalah tapi saat ini benar-benar tidak pas jika diselesaikan sekarang karena Daniel tau Varel stress akibat masalah perusahaan yang kacau sehingga membuatnya emosi terhadap beberapa hal termasuk kejadian tadi


Daniel juga meminta agar Varel dan Vania bisa menjernihkan pikiran masing-masing terlebih dahulu sebelum mereka kembali menyelesaikan masalah kesalahpahaman ini.


*****


Ruangan Presdir


Varel masuk ke dalam ruangannya tentu saja dengan penampilan yang sangat kacau dimana dirinya benar-benar memikirkan apa yang terjadi hari ini


Benar-benar berat bagi Varel untuk menjalani hari ini karena pikirannya sudah sangat kacau karena masalah perusahaan ditambah lagi dengan masalah yang terjadi dengan istrinya


Sekretaris Dim masuk membawa beberapa berkas ditangannya lalu melihat sang majikan yang benar-benar kacau membuat sekretaris Dim mengerutkan kening heran karena tadi Varel mengatakan bahwa ingin menyusul istrinya ke apartemen Sebastian tapi saat kembali kenapa wajah Varel seperti orang yang menahan marah? Mungkin itu yang ada di pikiran sekretaris Dim saat ini


Aku tidak akan dibunuh bukan karena mengganggunya?-Sekretaris Dim


"Tuan Muda, anda harus menanda tangani beberapa berkas"


ucap sekretaris Dim sopan seraya menyerahkan beberapa berkas di hadapan Varel


"Dim, apa kau pernah berpikir bahwa Vania dan Bas memiliki hubungan gelap?"


tanya Varel pelan yang membuat sekretaris Dim benar-benar terkejut


"Maaf, Tuan Muda. Sepertinya tidak mungkin jika Nona Muda berhubungan dengan Tuan Alexandre"


"Bagaimana kau bisa menyimpulkannya?"


"Tidak ada yang khusus di hubungan mereka, hanya sebatas istri dari sahabat Tuan Alexandre dan sahabat dari suami dan kakak kandung Nona Muda. Jika mereka memang memiliki hubungan gelap pun tidak mungkin saya tidak mengetahuinya, Tuan"


jawab sekretaris Dim sopan


"Tapi aku melihatnya sendiri dengan mata kepalaku bahwa mereka sedang bermesraan"


"APA??!!"


"Mereka sedang berada di kamar Bas dengan Vania yang sedang tertidur dan Bas menatapnya dalam bahkan menyelimutinya"


"Mungkin Tuan Muda salah paham"


ucap sekretaris Dim pelan


"Kau berpikir bahwa aku yang salah?"


bentak Varel yang membuat sekretaris Dim menghela nafas


"Saya akan mencari tau hal itu, Tuan"


"Tidak perlu, Dim. Aku tidak akan memikirkannya lagi, biarkan saja mereka bahagia dengan hubungan gelap itu. Vania bahkan sudah dibawa pergi oleh Daniel"


ucap Varel yang terlihat jelas bahwa dirinya tidak bisa menerima jika Vania pergi dari hidupnya


Dan sekretaris Dim mengetahui itu hingga akhirnya sekretaris Dim merencanakan untuk mencari tau semua itu dan mencari keberadaan Vania bahkan mungkin akan menyelesaikan kesalahpahaman yang bisa membuat rumah tangga mereka hancur sebelum bayi kembar lahir.


*


*


*


Setelah ini beberapa part tentang kehidupan Varel yang ditinggal sang istri dan kehidupan Vania di Amerika bersama kedua orang tuanya, kakak lelakinya dan anak lelakinya.


*

__ADS_1


*


*


__ADS_2