Menikahi CEO?

Menikahi CEO?
Berkumpul


__ADS_3

Jangan lupa untuk VOTE dan KIRIM HADIAH ya🥰😍...


Follow Juga IG Author : @d.octrayin_


Happy Reading Guys🥰😘!!!!


*****


"WHAT?!"


Para pria benar-benar terkejut melihat diri merang masing-masing dimana mereka benar-benar menggunakan kemeja yang sama.


"Hei, siapa yang merencanakan ini?" tanya Sebastian panik.


Bagaimana tidak? Kumpulan pria itu menjadi tontonan gratis pelanggan restoran, bahkan tak jarang mereka menertawakan ekspresi para pria ini.


"Sayang" panggil Varel yang membuat Vania menoleh kearahnya.


"Lucu" ucap Vania tersenyum tipis.


Tak lama kemudian, Daniel yang memang baru sampai pun langsung mendekat.


"Oh ****!"


"Hahahaha."


*****


Para pria masih tidak habis pikir bagaimana bisa mereka diberikan kemeja couple, bahkan warnanya benar-benar sangat wah.


"Pantas saja aku bingung mengapa Vania memaksa untukku menggunakan ini" ucap Daniel saat mereka sudah berkumpul semua.


Vania tertawa. "Kasihan Ale tidak punya pasangan."


"Ayo menikah saja. Lihat, hanya kau yang tidak mempunyai pasangan disini" ucap Sebastian menanggapi.


Plak


"Kau kira menikah itu mudah? Aku tidak punya uang untuk memberi makan anak orang."


Daniel memang selalu mempunyai cara agar menghindar dari topik pernikahan. Ia belum cukup yakin apakah luka hatinya sudah benar-benar sembuh atau hanya sekedar tertutup dalam-dalam.


Ia tidak mau menyakiti siapapun terlebih ia tau bahwa Alea adalah sahabat dekat adiknya. Jika luka hatinya belum sembuh dan dirinya masih terbayang dengan masa lalu bersama Susan, wanita mana pun akan sakit.


Ia bahkan tidak tau apakah ia melihat Alea benar-benar dengan dirinya yang seperti itu atau hanya karena ia sedikit mirip dengan mendiang Susan.


"Sudah-sudah, dari pada meminta Daniel untuk menikah, mengapa tidak meminta Dimas untuk segera menghalalkan Anna saja?"


"Hei, kau kira aku haram?" gerutu Anna menatap Hendra dengan kesal.

__ADS_1


Hal itu tentu mengundang gelak tawa semua orang.


"Berkacalah Hen, kau yang perlu menikah sekarang. Jangan membuat Elin kami merasa digantungi" ucap Alea membuka suara.


"Kau mau membiayainya?"


"Persiapkan saja."


Malah Varel yang menjawab. Tentu saja membuat semua orang terkejut termasuk Angeline dan Hendra yang tidak percaya.


"Sultan memang beda" bisik Clara yang duduk disebelah Vania.


"Varel benar, kau cepatlah persiapkan semuanya karena Varel akan membantu. Saat aku menikah dulu saja diberikan rumah mewah" ucap Sebastian.


"Aku juga." Reza pun ikut menanggapi.


Mereka benar, saat itu Varel memang langsung memberikan kunci rumah dan sertifikatnya kepada mereka sebagai hadiah pernikahan. Untuk Sebastian, karena tau bahwa dirinya hanya tinggal di apartemen, maka dari itulah Varel memberikannya rumah agar bisa pindah bersama sang istri. Dan untuk Reza, sebenarnya tanpa diberikan pun ia sudah punya rumah sendiri namun karena memang Varel tidak tau harus memberikan apa, jadilah ia juga memberikan rumah kepada Reza.


Bukan rumah sembarangan. Rumah yang diberikan Varel adalah rumah mewah bertingkat yang ada di kompleks perumahan elite. Harga satu rumah dengan furniture lengkap didalamnya saja mencapai 1M lebih. Sultan Fernandez Group memang beda.


"Jangan lupakan saat si kembar banjir hadiah" ucap Clara tertawa.


Ucapan Clara membuat semua orang tertawa. Mereka kembali pada beberapa bulan yang lalu dimana Vania mengadakan pesta syukuran atas kepulangannya dan kedua anak kembarnya bersamaan dengan hari ulang tahun suaminya.


Si kembar yang umurnya baru beberapa hari saja sudah banjir hadiah branded bahkan tak segan-segan Daddy nya sendiri menghadiahkan mobil untuk mereka.


Flashback on


"Aku membelikannya untuk si kembar, Mommy" ucap Varel memotong pembicaraan Vania.


"Hei, mereka bahkan belum bisa berjalan. Untuk apa kau membeli mobil? Astaga, sudah cukup aku dibuat pusing dengan hadiah dari yang lainnya, sepeda motor, rumah, apartemen, bahkan kapal pesiar. Ditambah dengan mobil lagi?"


Vania benar-benar tidak habis pikir bagaimana bisa mereka menghabiskan uang hanya untuk memberikan si kabar barang-barang yang bahkan ia tidak bisa memakainya.


"Sayang, mereka akan memakainya suatu saat nanti."


"Aku tau, tapi memberikan hadiah seperti itu di umur yang bahkan belum mencapai satu bulan, bukankah itu sangat aneh? Mereka akan memakainya bertahun-tahun lagi tapi kenapa dibeli sekarang? Apa sultan memang sudah tidak tau bagaimana cara menghabiskan uangnya?"


Varel hanya terkekeh pelan mendengar sang istri yang mengomel.


Flashback off.


"Berapa bulan sudah umur kandungan Clara dan Tika?"


"Aku dua bulan. Lebih cepat sedikit dari Tika" ucap Clara menanggapi pertanyaan Anna.


"Bayangkan jika anak Bas laki-laki" ucap Hendra tertawa.


"Dia akan menuruni sifat Ayahnya yang playboy cap badak. Ayo kita berdoa agar anak itu perempuan saja." Vandi ikut menanggapi.

__ADS_1


"Vandi benar, aku tidak bisa membayangkan jika anak Bas laki-laki."


Plak


"Kau pun sama. Astaga, amit-amit jika Raja menjadi playboy sepertimu" ucap Clara yang mengundang gelak tawa semuanya.


"Benar, disini Bas dan Reza yang brengsek."


"Mantan brengsek" ucap Sebastian meralatnya.


Hendra tertawa. "Akhirnya ada juga yang bisa mengubah duo playboy ini."


"Berkaca, Hen. Kau juga harusnya bersyukur karena Elin bisa membuatmu tidak dimarahi oleh Oma lagi."


Ah, semuanya benar-benar menikmati kebersamaan ini dimana mereka seolah sedang berpacaran tanpa diganggu oleh sang anak kecuali Daniel dan Alea yang sedikit canggung dengan keadaan.


"Kalian ingin menikah kapan?"


"Hei, Dim. Kami menikah setelah mendapat undangan darimu. Kau sudah merasakan jas basah karena ulah Al, itu tandanya Al sudah memintamu untuk melamar Anna."


"Penerus Fernandez juga sudah lahir, apa yang kau tunggu lagi?"


"Kalian tidak ingin dibalap oleh ku, kan? Aku kapan pun bisa mengatur pernikahan tapi ingin menunggu Kak Hendra dan Kak Dimas dulu."


"Anak ini benar-benar. Dia tidak sabar untuk menikah dari dulu."


"Ah, andai ada kedua calon pengantin ikut bergabung. Mereka terlalu sibuk mengurus pernikahan."


"Benar, mengapa kalian tidak menikah massal saja? Hendra, Dimas, dan Vandi bersamaan dengan pernikahan Dika."


Semuanya tertawa mendengar usulan dari Sebastian.


"Jangan lupakan sahabatmu yang masih jomblo ini."


Plak


Daniel memukul kepala Varel dengan cukup keras.


"Aku bergabung bukan untuk menjadi bahan ejekan kalian."


"Makanya cari pasangan."


"Tidak tertarik."


"Astaga."


*


*

__ADS_1


*


__ADS_2