Menikahi CEO?

Menikahi CEO?
Semakin Berjarak


__ADS_3

Jangan lupa untuk VOTE ya🥰😍...


Happy Reading Guys🥰😘!!!!


*****


Masih di Kamar Anak


"Sekarang tidurlah sayang, jangan memikirkan apapun yang terjadi hari ini"


"Baiklah Ma"


"Kau tidur disini?"


"Iya Ma, Vania tidur disini saja"


"Baiklah sayang, Mama keluar dahulu ya"


"Terima kasih makanan nya Ma, maaf merepotkan Mama"


"Hei jangan berkata seperti itu, kau putri kesayangan Mama jadi wajar Mama memanjakan mu terlebih kita jarang menghabiskan waktu berdua"


"Vania sayang Mama, terima kasih sudah mau menerima Vania di keluarga ini"


"Kau sudah terlalu banyak berjuang di umurmu yang masih muda sayang. Maaf Mama sempat kehilangan mu"


"Tidak Ma, Vania yang menghilang dan tidak tau bahwa Mama dan Papa bahkan kak El mencari Vania"


"Sekarang tidurlah dan selamat malam sayang"


"Selamat malam Ma"


Setelah berpamitan, Mama Kusuma pun keluar dari kamar kedua cucunya dengan Vania yang menatapnya penuh haru.


*****


Kamar Anak


Pagi ini Vania terbangun dari tidurnya pukul 05:00 WIB, terlihat lah kedua anaknya yang masih tertidur dengan pulas


Setelah membersihkan diri tanpa mandi, Vania pun turun ke bawah karena ingin menyiapkan bekal untuk kedua anaknya


"Mama?"


panggil Vania saat melihat Mama Kusuma dan Mama Melinda yang hendak menyiapkan sarapan pagi


"Hei sayang mengapa kau bangun cepat?"


"Vania ada kelas pagi Ma"


"Lalu mengapa kau kemari? Bersiaplah"


"Vania ingin menyiapkan bekal untuk anak-anak dahulu Ma"


jawab Vania terkekeh pelan lalu bergabung dengan Mama Kusuma dan Mama Melinda.


*****


"Morning Mama sayang"


"Pagi tante"


"Pagi Vandi"


"Eh ada kak Vania juga, pagi kak"


"Tumben sekali pagi-pagi langsung ke dapur?"


tanya Mama Melinda saat melihat putranya tiba-tiba berada di dapur dan sedang menonton mereka memasak

__ADS_1


"Aroma masakan Mama sangat wangi dan menuntun Vandi berjalan sampai ke sini"


jawab Vandi cengengesan


"Kak Vania ada kelas pagi?"


"Iya, ada apa Van?"


"Tidak ada apa-apa, Vandi hanya ingin meminta kak Vania untuk mengantar Vandi ke mall"


"Membeli apa?"


"Biasa lah, miniatur terbaru"


"Astaga kau ini, bisa saja setelah kakak selesai kelas atau apa kau tidak sibuk pagi ini?"


"Tidak kak, hanya menunggu jadwal piket sore nanti"


"Bisakah kau mengantar kakak ke kampus?"


"Sayang, mobilmu kenapa?"


"Eh tidak ada apa-apa Ma, rasanya Vania menginginkan waktu berdua bersama Vandi"


"Oh ya? Syukurlah jika tidak ada apa-apa"


"Oke deh jam 7 kan? Vandi siap-siap dulu kak"


ucap Vandi lalu berpamitan dan kembali ke lantai atas untuk bersiap-siap mengantar kakak ipar nya.


*****


Kamar Utama


Vania dengan berhati-hati membuka pintu kamar dengan maksud agar tidak membangunkan Varel namun sayang semuanya hanya sia-sia karena Varel sudah bangun dari tidurnya dan sedang berdiri menatap pemandangan luar dari balkon


"A-aku ada kelas pagi"


"Hem"


Karena tidak mendapat respon baik, akhirnya Vania melangkah kan kaki nya menuju walk in closet untuk menyiapkan pakaian kerja Varel lalu menuju kamar mandi untuk mandi dan bersiap-siap berangkat


Beberapa menit kemudian, keluar lah Vania dari kamar mandi menggunakan jubah mandi seraya menatap Varel yang sudah berubah posisi menjadi duduk di balkon namun tetap tidak mengubah pandangannya yang menatap pemandangan luar


Vania pun berjalan dengan hati-hati menuju lemari pakaian dan dengan tergesa-gesa bersiap-siap karena ia merasa sesak jika harus berlama-lama berada di satu ruangan dengan Varel terlebih saat kata-kata Varel terngiang-ngiang di pendengaran nya


Setelah selesai bersiap-siap, tanpa mengucapkan apapun Vania lalu berjalan menuju kamar anak untuk membangunkan kedua anaknya.


Kamar Anak


"Loh anak-anak sudah siap?"


"Sudah Mom"


teriak Lista lalu mencium wajah sang Mommy


"Varo piket pagi ini Mom"


ucap Varo yang juga mendekati Vania dan mencium wajah nya


"Kalau sudah selesai cepat sarapan ya lalu berangkat dengan Bi Ijah dan Pak Adi"


"Siap Mommy"


teriak kedua nya bersamaan


Setelah membantu kedua anak nya menyiapkan alat tulis dan menunggu mereka memasang sepatu, Vania pun kembali berjalan menuju kamar utama dengan maksud untuk mengambil tas dan mengajak Varel untuk sarapan pagi


Karena walaupun mereka sedang bertengkar atau sedang berjauhan, Vania tidak harus melupakan tugasnya sebagai istri.

__ADS_1


Kamar Utama


Saat ini Vania sudah kembali ke kamar utama dan melihat Varel yang sedang mengancing kemeja nya tanpa melihat ke arah Vania


Dia bahkan tidak memakai pakaian yang ku sediakan. Ya Tuhan mengapa sesakit ini?-Vania


"Mama mengajak sarapan bersama"


ucap Vania pelan lalu berjalan menuju tempat tidur untuk membersihkan nya


Setelah selesai bersiap-siap Varel pun turun ke bawah tanpa mengajak atau bahkan berbicara kepada sang istri membuat air mata Vania lagi-lagi keluar


Aku benar-benar tidak tau siapa yang seharusnya di salahkan di sini tapi apa kah dia tidak mengerti perasaan ku? Aku benar-benar membutuhkan pelukan nya di saat ribuan orang menghujat ku tapi nyata nya dia malah semakin menjaga jarak dengan ku.-Vania


Tak berapa lama, Vania pun sudah selesai membersihkan tempat tidur lalu berjalan menuju lantai bawah dengan maksud ikut sarapan bersama


Namun baru saja rasanya ia melangkahkan kaki nya ke meja makan, tiba-tiba Varel menatap nya


Bukan, itu bukan tatapan cinta atau pun tatapan lembut seperti biasa, itu tatapan acuh dan dingin


Hingga akhirnya Varel beranjak dari tempat nya padahal sarapan nya masih tersisa banyak bahkan mungkin ia hanya memakan sedikit saja


Itu membuat Vania menyadari bahwa sang suami memang benar-benar ingin menjauhi nya


Untung saja anak-anak sudah berangkat tadi, jika tidak aku tidak tau harus menjawab apa dari berbagai macam pertanyaan melihat Mommy dan Daddy nya berjarak.-Vania


Setelah Varel berpamitan dan pergi, Vania pun berjalan gontai menuju meja makan


"Ma, Pa, kak El, Vania akan sarapan di kampus saja nanti. Vandi, kakak tunggu di depan ya. Semuanya Vania berangkat"


ucap Vania pelan lalu mencium tangan Mama Kusuma, Papa Lyno, dan Mama Melinda


Setelah kepergian Vania


"Besan, maafkan anak ku, aku tidak tau apa yang ada di pikiran Varel saat itu. Anak itu benar-benar jahat sekali"


ucap Mama Melinda kepada kedua orang tua Vania karena merasa tidak enak akan sikap Varel


"Kami tidak masalah dengan itu, yang menjadi masalah di sini anak kami Vania, sedang hamil muda membutuhkan suami di sampingnya tapi malah Varel tidak menghiraukan keberadaannya"


ucap Papa Lyno dengan tegas


"Sejak awal Daniel tidak pernah setuju dengan ini, entah itu benar atau hanya bercanda tapi Varel tidak bisa melakukan nya saat ini karena situasi nya sedang tidak baik"


Daniel pun ikut berbicara membuat Mama Melinda tak bisa berkata apa pun lagi


"Ehm permisi semuanya, Vandi sudah selesai, Vandi berangkat sekarang"


Tiba-tiba Vandi beranjak dari tempat nya dan mencium tangan Mama Melinda, Mama Kusuma, dan Papa Lyno seperti hal nya Vania tadi.


*****


Ruang Keluarga


Setelah berpamitan, Vania berjalan dan duduk di ruang keluarga dengan maksud ingin menunggu Vandi yang akan mengantar nya ke kampus pagi ini


Lagi dan lagi perlakuan Varel kembali teringat olehnya hingga tanpa sadar air mata pun lolos keluar dan membasahi wajah cantiknya


"Kak Vania?"


panggil Vandi saat telah sampai di ruang keluarga


"Eh-Vandi"


"Ayo berangkat"


ucap Vandi lalu pergi dan disusul oleh Vania.


*

__ADS_1


*


*


__ADS_2