
Jangan lupa untuk VOTE ya🥰😍...
Happy Reading Guys🥰😘!!!!
*****
Pagi hari sekitar pukul 05:00 WIB sekretaris Dim menjalankan mobil menuju kediaman majikannya yang tak lain adalah Tuan Muda Varel. Karena sekitar pukul 06:00 WIB kedua majikannya harus pergi honeymoon maka dari itu sekretaris Dim akan mengantarkan mereka menuju bandara
Setelah mengantarkan kedua majikannya ke bandara, sekretaris Dim pun membawa Varo dan Lista menuju mall terbesar di kota itu. Milik siapa lagi kalau bukan milik Daddy mereka.
*****
Mall
"Kita kemana Nona Kecil?"
tanya sekretaris Dim saat mereka baru saja menginjakkan kaki di mall
"Om Dimas antar Lista main ya"
pinta Lista dengan cadelnya
"Baiklah Nona Kecil"
"NO!!! Jangan panggil Nona Kecil"
ketus Lista kesal
"Baiklah Lista sayang"
ucap sekretaris Dim tersenyum membuat Lista menatapnya intens sedangkan Varo hanya mendengus kesal melihat kecentilan sang adik perempuannya.
*****
"Om Dimas ini bagaimana mainnya?"
tanya Varo mengerutkan kening
Sekretaris Dim pun dengan senang hati mengajari Varo untuk memainkan salah satu permainan yang tidak dimengerti oleh anak majikannya itu
"Apa sudah puas anak-anak?"
tanya sekretaris Dim saat mereka telah memainkan berbagai macam permainan
"Om Dimas Lista mau roti bakar"
"Oke sekarang kita cari roti bakar ya"
ucap sekretaris Dim tersenyum yang membuat Varo maupun Lista kegirangan
"Hore"
teriak keduanya bersemangat sedangkan sekretaris Dim hanya terkekeh pelan melihatnya
Astaga begini kah rasanya jalan-jalan bersama anak-anak? Aku merasa seperti seorang Ayah yang sesungguhnya hihihi.-Sekretaris Dim
*****
Resto
"Anak-anak mau pesan apa?"
tanya sekretaris Dim seraya membolak balikkan buku menu
"Hihihi om Dimas seperti Daddy saja"
ucap Varo terkekeh yang membuat Lista cemberut
Sekretaris Dim pun menyadari bahwa perubahan raut wajah Nona Kecil nya sedang kesal
"Lista sayang kenapa cemberut?"
tanya sekretaris Dim lembut
"Oh iya Varo lupa om, Lista kan tidak mau menganggap om Dimas seperti Daddy karena Lista kan naksir om Dimas"
ucap Varo terang-terangan membuat Lista memukul lengannya
"Aw"
ringis Varo pelan
"Abang Varo jangan memfitnah Lista"
bentak Lista kesal
"Apa? Memfitnah? Kau yang selalu mengatakan bahwa kau menyukai om Dimas"
ucap Varo tidak mau kalah
"Abang Varo"
teriak Lista kesal
"Sssttt Lista sayang jangan marah dong"
ucap sekretaris Dim menenangkan
"Tapi abang Varo bohong om, om Dimas jangan percaya ya"
ucap Lista menunduk
__ADS_1
"Tidak apa-apa kok jika yang dikatakan Varo benar, kan om Dimas sayang Lista"
Sekretaris Dim pun mengelus pucuk kepala Lista dengan pelan
"Jadi Varo dan Lista jangan berantem oke"
"Baik om Dimas"
jawab Varo dan Lista bersamaan
"Ayo anak-anak pesan apa?"
"Lista mau roti bakar dan susu strawberry"
"Varo breakfast sandwich aja om Dimas"
"Minumnya?"
"Susu cokelat dong"
jawab Varo bersemangat
"Roti bakar, breakfast sandwich, roti crocroissant, susu strawberry dan cokelat, dan coffelate"
ucap sekretaris Dim kepada pelayan
"Silahkan ditunggu sebentar ya Tuan"
ucap pelayan sopan lalu berlalu pergi
Tak berapa lama pesanan pun sudah tiba dimeja sekretaris Dim lalu mereka pun mulai menyantapnya
"Astaga Lista sayang kalau makan itu pelan-pelan dong, lihat kan belepotan"
ucap sekretaris Dim lalu mengusap ujung bibir Lista yang terkena cokelat membuat Lista senyam-senyum sendiri
"Om Dimas lihat Lista"
ucap Varo
"Apa?"
tanya Lista seakan tidak terjadi perubahan raut wajahnya
"Aku melihatmu tersenyum kepada om Dimas"
ketus Varo kesal
"Memangnya aku harus menangis? Abang tidak ingat apa yang dikatakan Mommy? Mommy mengatakan bahwa kita harus selalu tersenyum kepada orang lain"
jawab Lista tidak mau kalah membuat sekretaris Dim menghela nafas berat menghadapi kedua anak majikannya
Astaga mereka seperti kak Varel dan Vandi yang tidak bisa akur.-Sekretaris Dim
"Memangnya kenapa? Aku cantik seperti Mommy, om Dimas juga sayang kepadaku. Bilang saja kau iri"
lagi-lagi Lista tidak mau kalah
"Aku tidak iri. Untuk apa aku iri terhadapmu?"
tanya Varo mendengus kesal
Apa begini rasanya mengurus anak yang tidak bisa akur? Aku bisa gila jika mereka selalu berkelahi.-Sekretaris Dim
"Anak-anak dengerin om Dimas ya, Varo dan Lista jangan berantem terus oke"
"Tapi abang yang duluan om"
"Itu karena kau kecentilan"
"Sudah-sudah, jika Varo dan Lista tidak saling meminta maaf maka om Dimas tidak mau mengajak Varo dan Lista jalan-jalan lagi"
ancaman sekretaris Dim yang sukses membuat Varo maupun Lista terdiam seketika dan kembali memakan pesanan mereka.
*****
Setelah selesai dengan sarapan pagi mereka, sekretaris Dim pun membawa mereka untuk kembali ke rumah karena Varel memang mengijinkan sekretaris Dim untuk membawa mereka ke mall saja
Hingga tiba-tiba langkah sekretaris Dim terhenti dan ia mematung saat menangkap sosok seorang perempuan yang juga mematung setelah menatapnya
"Anna?"
"Dimas?"
ucap mereka bersamaan
"Ka-kau benar-benar Anna?"
tanya sekretaris Dim terkejut sedangkan perempuan yang disebut Anna itu hanya menunduk dan mengangguk pelan
"Anna maafkan aku"
lirih sekretaris Dim pelan
"Tidak ada yang perlu dimaafkan Dim. Oh iya ini siapa?"
tanya Anna mengalihkan pembicaraan lalu menatap Varo dan Lista bergantian
"Varo tante"
jawab Varo tersenyum
__ADS_1
"Lista. Om Dimas apa masih lama?"
tanya Lista cemberut
"Sebentar ya sayang"
ucap sekretaris Dim mengelus pucuk kepala Lista
"Adiknya Elsa"
gumam sekretaris Dim pelan yang membuat Anna mematung
"Ba-bagaimana kau masih bisa mengingatnya?"
tanya Anna terkejut
"Aku merindukanmu Anna, sangat-sangat merindukan adik Elsa"
ucap sekretaris Dim tersenyum kecut
Flashback On
Diumur Dimas yang ke 16 tahun, ia bertemu dengan seorang gadis cantik yang tak lain adalah Anna, siswi terpintar di sekolahnya dan termasuk teman pertama Dimas saat ia baru pertama kali masuk sekolah.
Hari-hari selalu mereka lewati bersama, Dimas dengan kepribadian ganda menurut Anna karena saat didekat Anna, Dimas akan menjadi penurut dan lembut namun saat dihadapan orang lain Dimas akan berubah menjadi dingin dan acuh membuat Anna sering kali menegurnya
Suatu ketika Dimas menyatakan perasaannya terhadap Anna dan tentu saja si gadis cantik menerima karena bagaimana pun Anna sudah terbawa perasaan dengan segala perlakuan Dimas
Dua tahun telah berlalu dimana tepat di hari kelulusan SMA, Dimas memutuskan Anna secara sepihak bahkan tanpa alasan.
Tentu saja hal itu membuat Anna terpuruk, apalagi selama dua tahun hubungan selalu baik-baik saja. Setiap hari Anna meminta waktu agar Dimas mau menemuinya namun Dimas seakan tidak ingin melihatnya lagi bahkan membencinya
Hingga suatu ketika Anna tidak sengaja bertemu dengan Dimas, dengan segala paksaan akhirnya Dimas mau menuruti Anna dan mereka berbicara serius disebuah kedai
Hari itu Anna sangat senang karena Dimas masih ingin menemuinya, ia sangat-sangat merindukan mantan kekasihnya itu. Namun tiba-tiba perasaannya kembali jatuh saat mendengar alasan Dimas memutuskannya. Dimas termakan omongan Mikha, gadis yang selalu mengejar Dimas.
Mikha mengatakan kepada Dimas bahwa Anna telah berselingkuh dengan Rangga, musuh terbesar Dimas bahkan Mikha memberikan beberapa bukti kedekatan Anna dan Rangga
Dimas benar-benar menatap Anna dengan tatapan benci, ia benar-benar membenci seorang pengkhianat. Anna sudah berusaha sekuat tenaga membantah bukti itu bahkan Anna mengatakan bahwa dirinya dan Rangga tidak ada hubungan apa-apa. Namun Dimas tetap tidak mempercayainya
Hubungan Anna dan Rangga hanya sebatas teman, namun Rangga ternyata menaruh harapan kepada Anna tanpa diketahui siapapun. Setiap Anna membutuhkan bantuan, Rangga selalu datang. Bahkan disaat Anna membutuhkan bahu Dimas, Rangga selalu siap menggantikannya
Saat itulah Anna benar-benar kecewa terhadap Dimas karena Dimas lebih mempercayai orang lain daripada kekasihnya selama dua tahun itu
Setelah bertemu dengan Dimas untuk terakhir kalinya, Anna memantapkan hati untuk pindah dari kota itu. Meninggalkan Dimas dengan segala kesalahpahaman nya, meninggalkan teman baiknya Rangga, dan meninggalkan semua kenangan yang ada
Beberapa tahun kemudian, setelah Anna memulai kembali hidupnya tanpa Dimas, ia bertekad untuk kembali ke kota itu, kota dimana ia dilahirkan.
Orang pertama yang ia datangi adalah teman baiknya Rangga. Saat ini Rangga sudah bertunangan dengan seorang wanita yang membuat Anna sangat turut bahagia terlebih karena Rangga sudah menghapus perasaannya untuk Anna
Hampir seminggu ia menetap kembali di kota kelahirannya hingga ia tidak sengaja bertemu lagi dengan Dimas. Laki-laki yang pernah membuatnya tertawa dan menangis sekaligus. Tidak ada yang berubah, tatapan Dimas yang penuh cinta untuk pertama kali ia lihat kembali. Itu benar-benar membuat Anna semakin gundah dengan perasaannya terlebih saat Dimas mengatakan bahwa ia merindukan Anna. Ingin rasanya Anna berlari memeluknya dan berteriak mengatakan bahwa ia juga sangat merindukan Dimas, namun itu tidak mungkin terlebih ia dan Dimas baru saja bertemu setelah bertahun-tahun lamanya. Keadaan hanya canggung.
*****
"Anna ak-"
"Anna"
tiba-tiba seorang lelaki berteriak memanggil Anna dan memotong ucapan sekretaris Dim
"Hei sayang kau sudah selesai?"
tanya Anna lalu merangkul lelaki tersebut yang membuat lelaki itu terkejut dan sekretaris Dim sempat melihatnya
Kau ingin membohongiku Anna? Baiklah aku akan mengikuti permainanmu hingga aku yang akan mengejar mu lagi.-Sekretaris Dim
"I-iya"
jawab lelaki itu
"Sayang perkenalkan ini temanku Dimas.
Dim kenalkan dia kekasihku Eki"
Teman? Lihat saja nanti kau akan memperkenalkanku sebagai suamimu.-Sekretaris Dim
"Dimas"
"Eki"
ucap mereka bersamaan.
"Dim sepertinya kami harus pulang sekarang"
ucap Anna yang berusaha menolak untuk berlama-lama dengan sekretaris Dim
Setelah berpamitan, mereka pun pergi meninggalkan sekretaris Dim yang menatap mereka
"Om Dimas bertemu mantan ya?"
tiba-tiba ucapan Varo membuat sekretaris Dim menoleh
"Kalau cinta itu diperjuangkan om"
celetuk Varo lalu berjalan dahulu diikuti Lista dibelakangnya
Astaga anak itu tau apa tentang cinta?-Sekretaris Dim
*
*
__ADS_1
*