Menikahi CEO?

Menikahi CEO?
Rumah Sakit VA&F


__ADS_3

Jangan lupa untuk VOTE ya🥰😍...


Happy Reading Guys🥰😘!!!!


*****


"Sayang, apa kau tidak mencintai Varel?" tanya Mama Melinda menatap Vania penuh harap


Mencintai? Sungguh aku tidak mengerti perasaanku. Bahkan aku saja tidak pernah menjalin hubungan dekat sebelumnya dengan lawan jenis.-Vania


"Apa kau ragu?"


Vania pun mengangguk pelan


"Mama mengerti perasaanmu Nak, Varel selalu berbuat kasar terhadapmu bahkan ia tidak pernah menyatakan perasaannya namun Mama melihat cinta dimatanya saat ia menatapmu"


Tolong Mama jangan membual hanya untuk membuatku bahagia.-Vania


"Mama ingin memastikan lagi, apa kau benar-benar tidak mencintai Varel?" tanya Mama Melinda lalu mengelus pelan pucuk kepala Vania


"Apakah pantas jika seorang perempuan yang dijual oleh bibinya mencintai seorang Tuan Muda, Ma?" lirih Vania menunduk yang membuat Mama Melinda terkejut


"Dijual?" ulang Mama Melinda mengerutkan keningnya


"Iya Ma, perusahaan Paman Bram diambang kebangkrutan dan ia meminta bantuan Varel. Varel ingin membantu dengan balasan Vania akan menikah dengannya" ucap Vania menjelaskan


"Ya Tuhan, Mama tidak pernah tau hal itu Sayang, Varel pasti sudah menutup rapat hal itu bahkan Mama yang selalu mengawasinya saja tidak pernah tau" ucap Mama Melinda terkejut


"Ma, tapi Varel sekarang ada dimana?" ucap Vania menatap Mama Melinda


"Jangan khawatir Sayang, Varel pasti sedang berada di apartemennya atau bersama sahabatnya Bas" ucap Mama Melinda menenangkan


Karena ia tau jika Varel sedang menghadapi masalah, Varel akan pergi dari rumah dan berdiam diri di apartemennya atau akan menginap di rumah Sebastian


"Tapi Ma—"


Ucapan Vania terpotong karena ponselnya berdering tanda panggilan masuk


"Sekretaris Dim?" gumam Vania pelan lalu mengangkat telfon dari Sekretaris suaminya tersebut


"Halo?"


"No-Nona Muda, Tuan Tu-Tuan Muda terluka"


Deg


Jantung Vania seakan terhenti saat mendengar ucapan Sekretaris Dim


"A-apa yang kau katakan, Sekretaris Dim?" tanya Vania gugup bahkan tangannya sudah bergetar


"Tu-Tuan Muda tertusuk oleh seseorang, Nona"

__ADS_1


Tiba-tiba tubuh Vania terasa lemas hingga akhirnya ia jatuh pingsan


"Vania" teriak Mama Melinda terkejut


"Halo, Nona Muda?" ucap sekretaris Dim khawatir


"Halo Dim, ada apa?" tanya Mama Melinda yang mengambil ponsel Vania


"Tuan Muda sedang berada di rumah sakit, Nyonya" ucap sekretaris Dim berhati-hati


"Apa? Rumah sakit?" ucap Mama Melinda terkejut


"Tuan Muda tertusuk Nyonya, sekarang sedang berada di ruang UGD rumah sakit milik Tuan Muda" ucap sekretaris Dim pelan


"Ya Tuhan, mengapa semua terjadi?" tanpa terasa air mata Mama Melinda mengalir deras


"Nyonya, saya benar-benar minta maaf untuk hal ini, Nyonya tenanglah, saya sudah memerintahkan pengawal untuk mencari orang yang sudah berani menyentuh Tuan Muda" ucap sekretaris Dim merasa bersalah


"Baiklah, kami akan ke sana" ucap Mama Melinda lalu memutuskan panggilan


Lalu Mama Melinda pun menekan remote yang terhubung dengan Pak San


"Panggilkan dokter untuk kemari sekarang, Vania pingsan. Dan panggil Vandi dan Sandra untuk ke kamar saya"


Tak berapa lama Vandi dan Casandra bahkan seorang dokter wanita pun sudah berada di kamar Mama Melinda


"Bagaimana keadaannya?" tanya Mama Melinda khawatir


Samar-samar Vania mendengar ucapan mereka, namun ia tidak bisa membuka matanya hingga beberapa saat ia berusaha membuka mata dan menatap sekelilingnya


"Vania" ucap Casandra saat melihat Vania sudah sadar


"Kak Vania baik-baik saja?"


"Apa yang sakit Sayang?"


"Van, lo gapapa?"


Berbagai macam pertanyaan keluar dari mulut Mama Melinda, Vandi, dan Casandra namun tak satu pun kata keluar dari mulut Vania


Hingga akhirnya ia mengingat sesuatu, ia ingat terakhir kali sebelum ia tak sadarkan diri, ia juga ingat suaminya sekarang sedang berjuang untuk bangun


Tanpa pikir panjang ia pun bangkit dan hendak pergi namun Mama Melinda menahannya


"Ma, Vania harus ke rumah sakit sekarang" ucap Vania memohon


"Tapi keadaanmu belum membaik Sayang" tolak Mama Melinda halus


"Ma, Vania mohon" ucap Vania menunduk lalu mengeluarkan air mata


"Yasudah kita ke rumah sakit sekarang" ucap Vandi lalu berjalan terlebih dahulu sedangkan Vania, Casandra, dan Mama Melinda mengikutinya

__ADS_1


Setelah berpamitan dan minta tolong kepada Alea dan Angeline untuk menjaga Varo dan Lista, akhirnya mereka pun melajukan mobil menuju rumah sakit milik Varel, rumah sakit VA&F.


*****


"Nona Muda" panggil sekretaris Dim saat melihat Vania, Vandi, Casandra, dan Mama Melinda berjalan kearahnya


"Varel dimana?" tanya Vania yang sudah menangis di pelukan Casandra


"Tuan Muda masih di ruang UGD, Nona" ucap sekretaris Dim menunduk


"Apa yang terjadi pada Kak Varel, Kak?" tanya Vandi mendekat lalu duduk di sebelah sekretaris Dim


"Beberapa jam yang lalu Tuan Muda sedang berada di klub miliknya bersama Tuan Bas dan sepertinya Tuan Muda mabuk berat namun Tuan Muda masih bisa memaksakan mengemudikan mobilnya menuju ke apartemen. Tapi setelah berada di jalan sepi sepertinya Tuan Muda dihadang oleh seseorang yang mungkin mempunyai dendam terhadap Tuan Muda. Maafkan saya Nyonya, Nona Muda dan Tuan Vandi, ini kelalaian saya karena saya tidak memperhatikan pelacak lokasi di ponsel dan mobil Tuan Muda saat saya sedang memeriksa beberapa berkas" ucap sekretaris Dim menjelaskan seraya menunduk karena merasa bersalah


Tiba-tiba pintu terbuka dan keluarlah seorang dokter pria


"Bagaimana keadaan Varel, dok?" tanya Vania lalu berjalan mendekati sang dokter yang menatapnya heran


Siapakah Nona ini yang dengan santainya menyebut Tuan Muda dengan sebutan nama, mungkin seperti itulah pikiran sang dokter saat itu


"Ini Nona Muda istri sah dari Tuan Muda" ucap sekretaris Dim yang mengerti raut wajah sang dokter


"Ya ampun maafkan saya Nona Muda, saya tidak mengetahui bahwa Nona Muda adalah istri dari Tuan Muda" ucap si dokter menunduk


"Tidak masalah, sekarang bagaimana keadaan Varel?" tanya Vania khawatir


"Tuan Muda mendapat luka tusukan di bagian perutnya, walau pun tidak terlalu dalam namun Tuan Muda sudah kehilangan banyak darah sehingga Tuan Muda harus di rawat di ruang ICU malam ini dan Tuan Muda juga belum bisa untuk dijenguk sekarang. Besok pagi Tuan Muda baru bisa dipindahkan ke ruang rawat intensif" ucap sang dokter menjelaskan


"Apa dia baik-baik saja?" lirih Vania menunduk berusaha menahan tangisnya


"Tuan Muda baik-baik saja Nona Muda, namun karena pengaruh obat bius saat ini Tuan Muda belum sadarkan diri" ucap si dokter


"Nona Muda pulanglah, saya akan menjaga Tuan Muda disini" ucap sekretaris Dim menunduk


"Tidak tidak, aku harus menjaganya dan aku akan tetap disini" ucap Vania menggeleng cepat


"Kak Dimas, biarkan saja Kak Vania disini, Kak Vania akan tidur di kamar keluarga bersama Sandra" ucap Vandi mengalah


Karena ia sudah sangat hafal sifat Vania, jika Vania sudah menolak berarti sebaiknya harus mengalah saja karena Vania sangat keras kepala dan hanya di depan Varel dan keluarga saja Vania bisa mengalah walaupun di dalam hati ia sangat ingin menolak dan membantah


"Baiklah" ucap sekretaris Dim lalu menelfon orang suruhannya agar bisa membersihkan kamar keluarga Fernandez


"Mama pulang saja, jika Varel sudah sadar Vania akan kabari Mama" ucap Vania tersenyum kepada sang Mama


"Jaga Varel ya Sayang, Mama pulang dulu" ucap Mama Melinda berpamitan lalu pergi bersama Vandi yang mengantarnya pulang lalu akan kembali lagi ke rumah sakit untuk menemani Vania dan Casandra.


*


*


*

__ADS_1


__ADS_2