Menikahi CEO?

Menikahi CEO?
Pesta Ulang Tahun Vandi


__ADS_3

Jangan lupa untuk VOTE ya🥰😍...


Happy Reading Guys🥰😘!!!!


*****


Tak terasa waktu berjalan dengan sangat cepat dan hari ini adalah hari tepat dimana seorang Vandi Andika Fernandez berusia 21 tahun. Tentu saja akan ada pesta mewah yang menunggunya sore ini di salah satu hotel ternama miliknya


Mengapa Vandi memilih pesta di sore hari? Karena hanya di sore hari ia bisa bebas dari berbagai tugas mengingat dirinya yang sudah menjadi mahasiswa akhir dan akan melanjutkan s-2 nya


Saat ini semua keluarga, teman-teman dan tamu undangan sudah mulai berdatangan untuk menghadiri undangan pesta ulang tahun Vandi. Rasanya sangat tidak pas karena Varel dan sekretaris Dim akan terlambat datang karena ada perjalanan dinas ke luar kota yang harus dihadirkan olehnya


"Rasanya tidak lengkap karena kak Varel tidak bisa datang"


gumam Vandi pelan


"Kau dengar kan tadi kakakmu akan berusaha untuk datang ke pestamu. Ayolah tersenyum hari ini adalah hari kebahagiaanmu"


ucap Vania tersenyum lalu menepuk pelan bahu sang adik ipar


"Terima kasih kak Vania"


jawab Vandi tersenyum


"Yasudah kakak ke sana dulu ya takutnya Nike ribet ngurus anak-anak"


Setelah berpamitan Vania pun berjalan mendekati Nike yang sedang bersama anak-anak


"Hei anak Mommy cantik dan tampan sekali"


ucap Vania lalu kedua anaknya memeluknya erat


"Mom kenapa Daddy tidak datang sih? Ini kan pesta ulang tahun Ayah"


gerutu Lista kesal


"Daddy sedang kerja sayang, Lista jangan ngambek dong nanti jelek loh"


"Mom, Lista pinjam ponsel dong mau tanya Daddy sekarang dimana"


Tanpa menunggu jawaban Vania, Lista pun mengambil ponsel dari tas Vania lalu menelfon sang Daddy


"Halo Daddy dimana sih? Kenapa tidak ada? Daddy kan harus datang di ulang tahun Ayah"


cerocos Lista tanpa memberikan kesempatan untuk Varel menjawab


"Maaf Nona Kecil, ini saya sekretaris Dim"


"Oh om Dimas toh, om Daddy mana?"


"Daddy sedang rapat Nona Kecil"


"Om, Lista itu udah gede bukan kecil lagi"


gerutu Lista kesal karena sekretaris Dim selalu menyebutnya Nona Kecil


"Om belum pulang ya?"


"Hem Lista, om tidak bisa pulang sekarang karena sedang sibuk bekerja"


"Nah gitu dong jangan panggil Lista Nona Kecil lagi"


Mungkin sekretaris Dim diseberang sana akan menggeleng kepala mendengar ucapan demi ucapan yang keluar dari mulut kecilnya Lista


"Om bilang ke Daddy pulang sekarang ya"


"Kenapa sayang?"


"Lista mau ketemu Daddy sekarang"


"Yasudah nanti om sampaikan ke Daddy ya. Sekarang om matikan dahulu ponselnya karena disini sedang hujan deras"


"Okey om"


Panggilan pun terputus.


*****


"Maaf Tuan Muda"


ucap sekretaris Dim yang kembali masuk ke dalam ruangan lalu membisikkan sesuatu di telinga majikannya


"Apa sudah selesai?"

__ADS_1


tanya Varel menatap sang sekretaris


"Belum Tuan Muda, Nona Feli masih belum mengerti bagian yang ini"


jawab sang sekretaris dengan sopan


Huh tidak mengerti apanya? Bilang saja jika dia ingin mencari celah untuk menggodaku. Astaga aku harus kembali sekarang, jika tidak Lista akan mendiami ku lagi.-Varel


"Maaf Nona Feli apa tidak bisa diselesaikan sekarang? Saya harus kembali"


"Mengapa terburu-buru Tuan Varel? Kita bahkan belum minum kopi bersama"


ucap Nona Feli tersenyum seraya memajukan tubuhnya sehingga bagian dadanya terbuka dan terlihat dengan jelas karena ia memakai pakaian yang sangat minim


Kau kira aku tergoda dengan caramu? Istriku saja lebih cantik darimu.-Varel


"Diluar juga sedang hujan deras, jet pribadi tidak akan bisa melakukan penerbangan"


"Nona Feli apakah sudah selesai? Jika sudah, saya akan kembali ke kamar untuk beristirahat sebentar seraya menunggu hujan reda"


"Oh baiklah Tuan Varel saya rasa ini sudah lebih dari cukup dan kita bisa memulai kerja samanya"


jawab Nona Feli tersenyum manis


Tunggulah aku dikamar sayang, aku akan melakukan trik yang biasanya aku lakukan dengan pengusaha muda sepertimu.-Feli


"Baiklah kalau begitu saya permisi. Senang bekerja sama dengan anda"


ucap Varel sopan lalu pergi diikuti sekretaris Dim dan sekretaris barunya tanpa berjabat tangan dengan Nona Feli karena ia sangat tidak suka disentuh ataupun menyentuh orang lain


Berjabat tangan saja kau tidak mau, kau sangat menjaga tubuhmu ya Tuan Varel.-Feli


*****


"Bagaimana sayang? Apa Vandi terlihat sangat tampan?"


goda Mama Melinda menatap Casandra


"Tentu saja Ma, lihatlah Sandra bahkan tidak berkedip menatapnya"


Vania pun ikut menggodanya yang membuat semuanya tertawa


Hingga tiba-tiba


"Astaga Elin, Alea mengapa kalian baru datang?"


tanya Mama Melinda lalu mencium satu per satu keduanya


"Maaf Ma sempat macet dijalan"


ucap Angeline


"Tidak masalah, pesta baru saja dimulai"


"Loh yang berulang tahun dimana? Kok kekasihnya ditinggal?"


"Tuh sana sedang berbincang-bincang dengan rekan bisnis kakaknya"


jawab Mama Melinda


"Oh iya Ale gimana persiapan butik?"


tanya Vania


"Sudah 80% dan dua minggu lagi akan dibuka, semuanya harus datang ya, Mama juga datang ya"


ucap Alea antusias


"Dua minggu lagi? Nanti Mama pikirkan dulu"


"Loh kok gitu sih Ma?"


rengek Alea cemberut


"Hahaha iya sayang Mama akan datang dan ingin berkenalan dengan kedua orang tuamu, Elin juga harus ajak kedua orang tuamu juga ya Mama ingin bertemu dengan mereka"


"Iya Ma tentu saja Mami dan Papi akan datang di acara pembukaan butik Ale, bahkan mereka menunda liburan demi acara itu"


sindir Angeline


"Mengaku saja Lin, Mami dan Papi lo lebih sayang ke gue"


jawab Alea yang membuat semuanya tertawa

__ADS_1


"Semuanya, Vania permisi ke toilet sebentar ya"


"Jangan lama-lama Van"


Vania pun berjalan menuju toilet setelah berpamitan.


*****


"Astaga baru saja aku berbaring, siapa sih yang datang?"


gerutu Varel lalu berjalan menuju pintu kamar hotel


Nona Feli? Oh jadi begini cara kerjamu? Kau ingin menggoda klien mu hingga bertamu ke kamar hotelnya? Kau pikir aku dengan mudahnya tergoda? Tidak akan kubiarkan kau melangkahkan kakimu ke kamar ini.-Varel


Dengan santainya Varel kembali berjalan ke tempat tidur untuk melanjutkan istirahatnya meninggalkan Nona Feli yang sedang menggerutu kesal karena Varel tidak membuka pintu kamarnya.


*****


"Vania?"


"Nona Dinda?"


"Kau disini rupanya. Ayo keluar aku akan memperkenalkan mu kepada teman-temanku saat di bangku SMA"


Untuk apa aku berkenalan dengan mereka? Dan mengapa Nona Dinda bersikap biasa saja dan tidak merasa bersalah setelah ia mencoba untuk mengganggu pernikahanku? Apa lagi yang ia rencanakan? Astaga aku tidak boleh menuduhnya seperti ini.-Vania


Setelah beberapa kali dipaksa akhirnya Vania berjalan mengikuti Dinda untuk berkenalan dengan teman-temannya


"Hai Din kemana saja? Loh ini siapa?"


"Teman-teman kenalkan ini Vania temanku"


Lalu Vania pun berkenalan dengan teman-teman Dinda dengan perasaan yang canggung. Setelah berbincang-bincang singkat tiba-tiba salah satu teman Dinda menanyakan tentang Varel yang membuat Vania terkejut


"Oh iya bagaimana hubunganmu dengan Varel? Kulihat Varel sudah menikah ya?"


"Menikah apanya? Varel mengubah statusnya agar tidak ada perempuan penggoda yang mendekatinya karena sebentar lagi kami akan bertunangan"


ucap Dinda tersenyum menatap Vania yang hanya menunduk


Astaga, apa aku tidak salah mendengar? Mereka akan bertunangan? Huh untuk apa lagi kehadiranku disini?-Vania


"Wah kau sangat beruntung akan menjadi Nona Muda Fernandez"


"Ngomong-ngomong kok aku tidak melihat Varel?"


"Dia sudah mengabari ku akan datang terlambat"


Aku akan menyadari mu bahwa tidak ada yang pantas bersanding dengan Varel kecuali aku. Dan hanya aku yang pantas menjadi Nona Muda Fernandez.-Dinda


"Maaf saya permisi sebentar"


ucap Vania lalu pergi meninggalkan Dinda dan teman-temannya.


*****


Saat ini sekretaris Dim sedang berada di kamar Varel karena ada hal yang harus mereka bahas, tiba-tiba ponsel sekretaris Dim berbunyi menandakan ada sebuah pesan masuk. Setelah membukanya, raut wajah sekretaris Dim berubah membuat Varel menatapnya heran


"Ada apa Dim?"


"Tu-Tuan Muda lihatlah ini"


Sekretaris Dim pun memberikan ponselnya kepada Varel


"Sial, berani sekali ia memperkenalkan dirinya sebagai calon istriku. Dim, kita harus kembali sekarang"


"Tapi Tuan Muda cuaca sedang hujan deras dan semua penerbangan ditunda, jika kita tetap melanjutkan perjalanan resikonya berbahaya"


"Istriku sedang membutuhkanku di sana"


bentak Varel kesal


"Tap-"


"Kembali sekarang"


ucap Varel penuh penekanan


Mau tidak mau sekretaris Dim menyetujuinya dan akan kembali sekarang ke kota asal menggunakan jet pribadi dengan resiko yang sangat berbahaya.


*


*

__ADS_1


*


__ADS_2