
Eum, readers boleh tidak jika author minta tolong untuk like cerita author, setidaknya bayar tulisan author dengan like kalian karena satu like itu begitu berarti untuk author. Author lihat banyak readers yang membaca tanpa meninggalkan jejak, jadi author minta tolong ya tinggalkan jejaknya dengan like setiap episode ceritanya🥰.
#MaafCurhatWkwkwk
*****
Jangan lupa untuk VOTE dan KIRIM HADIAH ya🥰😍...
Happy Reading Guys🥰😘!!!!
*****
Dan seperti yang dikatakan Varel bahwa hari ini dia sudah bisa keluar dari rumah sakit dengan izin dokter Hendra. Tentu saja dirinya sudah mengancam dokter Hendra agar memberikannya izin tanpa sepengetahuan Vania karena sejak tadi malam Vania mengancamnya
Flashback On
"Sayang, apa kita harus memanggil Hendra sekarang?"
"Sebentar, aku ingin pergi ke cafe bawah untuk membeli ice cream"
"Pengawal bisa membelikannya untukmu, sayang"
"Tapi aku yang ingin pergi sendiri, boleh ya bersama pengawal juga"
ucap Vania menampilkan wajah memelasnya membuat Varel menghela nafas berat karena tau bahwa dirinya akan selalu kalah saat Vania beraksi
"Baiklah"
"Hore terima kasih sayang"
ucap Vania bersemangat lalu mencium pipi kiri sang suami
"Awas saja jika kau berani mengancam dokter Hendra tanpa sepengetahuanku"
ucap Vania menatap Varel dengan tajam
Apa? Bagaimana bisa dia seperti itu? Baru saja bersemangat dan sekarang malah mengancam ku.-Varel
"Jangan menyumpahi ku"
"Astaga tidak, sayang. Aku tidak melakukannya"
"Kenapa rasanya aku tidak percaya?"
"Hei kemari lah jika kau tidak percaya. Aku ingin memelukmu"
"Tidak, aku akan pergi. Bye"
ucap Vania lalu pergi membuat Varel menatapnya heran
"Apa karena hormon kehamilan?"
gumam Varel menggelengkan kepala lalu menelpon dokter Hendra untuk mengancamnya.
Flashback Off
*****
__ADS_1
Di Perjalanan
Dan disinilah mereka berada didalam mobil bersama dengan sekretaris Dim yang mengemudi sedangkan pasangan suami istri berada di belakang dengan tangan yang saling menggenggam membuat sekretaris Dim menghela nafas berat
"Kenapa Dim? Kau juga ingin? Makanya nikahi Anna sekarang"
ucap Varel yang membuat sekretaris Dim gelagapan
Dan ini pertama kalinya sekretaris Dim sedikit risih dengan sikap manja Tuan Muda yang selalu ingin dekat dengan Nona Muda, padahal yang hamil kan Nona Muda lalu mengapa Tuan Muda yang terlihat seperti bayi? Mungkin itu yang ada di pikiran sekretaris Dim saat ini
Bagaimana tidak? Bertahun-tahun menjadi asisten pribadi Varel dengan mengetahui semua hal tentang majikannya bahkan dalam urusan percintaan
Saat bersama Dinda dulu saja sekretaris Dim selalu menjadi obat nyamuk bahkan tidak pernah dirinya mencari wanita karena memang nama Anna masih terukir jelas di lubuk hati sekretaris Dim yang paling dalam
Hingga saat Varel memulai hidup bersama Vania pun sekretaris Dim masih tetap setia menjadi obat nyamuknya, namun saat kedatangan Anna lah yang membuat hati sekretaris Dim sedikit goyah untuk tidak mencari kebahagiaannya sebelum Varel benar-benar bahagia karena itu janji terakhir sekretaris Dim kepada Ketua
"Kebahagiaan Tuan Muda adalah kebahagiaan saya"
ucap sekretaris Dim yang membuat Varel menghela nafas berat
"Dim, kau lihat bukan? Aku sudah bahagia bersama keluargaku. Jadi, jangan menunda lagi atau kau akan kehilangan Anna selamanya"
"Tunggu setelah bayi kembar hadir, Tuan"
jawab sekretaris Dim sopan
Ya, sekretaris Dim selalu mempunyai alasan untuk membuat Varel berhenti memintanya mencari wanita dan menikah karena menurut sekretaris Dim, kebahagiaan Varel juga kebahagiaannya dan karena hanya keluarga Varel lah yang menjadi keluarganya saat ini
"Astaga, dia benar-benar selalu punya alasan untuk membuatku tak berkutik"
"Jangan paksa sekretaris Dim untuk menikah, sayang. Karena mungkin saja masih banyak yang harus dipikirkannya sebelum ke jenjang itu. Terlebih hubungannya dengan Anna juga belum jelas, bukan?"
Dengan sengaja Vania menekankan bahwa hubungan sekretaris Dim dengan Anna memang belum jelas membuat sekretaris Dim kembali menghela nafas berat karena mendengar ucapan Nona Muda nya
Memang benar jika jodoh adalah cerminan sendiri, lihat saja Nona Muda dan Tuan Muda begitu cocok mengejekku.-Sekretaris Dim
*****
Kantor Kepolisian
"Sayang, apa kau siap?"
tanya Varel khawatir saat merasakan genggaman Vania semakin erat jika langkah mereka semakin mendekati ruangan Andri
"Aku tidak akan sampai kesini jika tidak siap, sayang"
ucap Vania tersenyum tipis
Mereka kembali berjalan hingga sampailah didepan ruangan Andri, dimana Vania bisa berbicara dengan Andri bebas tanpa halangan pembatas kaca atau apapun
"Va-Vania?"
lirih Andri pelan saat melihat siapa yang mengunjunginya
"Kak Andri, bagaimana kabarnya?"
ucap Vania berusaha untuk mengendalikan rasa takutnya
__ADS_1
"Seharusnya aku yang bertanya padamu Van. Bagaimana keadaanmu? Apa bayimu baik-baik saja? Maafkan Kak Jashon"
lirih Andri yang membuat Varel terkejut
"Apa? Jashon kakakmu?"
tanya Varel menahan amarah sedangkan Andri hanya mengangguk pelan
"Sayang, kau sudah berjanji, bukan?"
ucap Vania mengelus pelan lengan Varel membuat suaminya berhasil mengontrol emosi
"Kak Jashon adalah anak dari selingkuhannya Papa, bisa dibilang Kak Jashon anak yang tidak dianggap oleh Mamanya sedangkan Papa benar-benar menyayangi Kak Jashon karena itu darah dagingnya. Kak Jashon tumbuh dengan kebencian dan iri, benci karena menurutnya Papa sangat menyayangi Ibuku dibandingkan Mamanya dan iri karena Papa selalu memperhatikanku.
Aku tidak tau pasti bagaimana pertumbuhan Kak Jashon hingga sekarang karena dia memilih pergi dari rumah dan aku yang diasingkan karena kesalahpahaman-"
"Berhenti menjelaskan tentang Jashon, jelaskan tentang kesalahpahaman yang sangat ingin kau jelaskan pada Vania"
ucap Varel karena mengingat tujuan mereka kemari bukan masalah Jashon dan Andri yang memiliki hubungan keluarga
"Vania, maafkan Kak Andri"
lirih Andri pelan seraya menggenggam erat tangan Vania membuat Varel menatapnya tajam dan Vania mengetahui bahwa suaminya sedang cemburu namun Vania memberi pengertian kepada sang suami melewati tatapan teduhnya
"Sungguh Kak Andri tidak pernah punya niat untuk mencelakai mu, saat itu Kak Andri juga terjebak dalam rencana jahat Kak Jashon"
"Apa? Ja-jadi maksud Kak Andri yang, yang ingin memperkosaku itu Jashon?"
"Kak Jashon juga menjebak Kak Andri saat itu dengan memakai jaket yang kau tau betul bahwa itu milik Kak Andri. Karena rasa iri yang ada didalam hati Kak Jashon saat melihat Kak Andri berteman baik denganmu lah yang membuatnya melakukan rencana jahat itu. Kak Jashon tau bagaimana dekatnya hubungan kita dan bagaimana bahagianya Kak Andri saat mengenalmu, jadi Kak Jashon ingin menghancurkan semua yang menjadi kebahagiaan Kak Andri"
Vania tidak bisa berkata-kata dan hanya air mata yang menjadi jawaban atas penjelasan Andri tersebut
"Kak Andri tidak bisa menjelaskannya padamu saat itu karena Kak Andri tau rencana busuk Kak Jashon sehingga saat kau melihat Kakak dengan tatapan benci mu, sungguh hati Kak Andri sakit. Tapi saat melihat Daniel dan Vandi yang begitu sangat mengkhawatirkan mu hingga memukul Kak Andri dengan membabi-buta membuat Kak Andri bersyukur bahwa kau dikelilingi oleh orang-orang yang tulus mencintaimu.
Kak Andri rela menahan kesalahpahaman ini selama bertahun-tahun bahkan hidup disebuah desa terpencil yang jauh dari kota ini menjadi hukuman Kak Andri dengan kesalahan yang tak pernah Kak Andri buat pun Kakak rela. Saat Kakak tidak sengaja mendengar kabar bahwa kau menikahi orang berpengaruh di kota ini, ada rasa yang bergejolak di hati Kak Andri untuk menemui mu dan menjelaskan semua padamu karena Kak Andri yakin bahwa suami mu akan menjagamu dan Kak Jashon tidak akan merencanakan hal jahat lagi"
"Kak Andri, maafkan Vania"
lirih Vania pelan
"Tidak, sayang. Berhentilah meminta maaf. Kau tidak salah, kau hanya korban sama halnya denganmu. Kita hanya korban kebencian Kak Jashon. Aku meminta maaf telah membawamu menjadi korban dalam keluarga kami"
"Ma-maafkan Vania untuk kesalahpahaman yang telah terjadi, maafkan Vania yang tidak memberikan Kak Andri kesempatan untuk menjelaskan semuanya. Saat, saat itu hidup Vania benar-benar hancur, Kak Andri yang Vania kenal baik selama dua tahun dengan teganya melakukan hal jahat, sungguh tahun itu menjadi tahun yang begitu mengerikan hingga membekas sampai sekarang sebelum Kak Andri menjelaskan semuanya"
ucap Vania disela-sela isak tangisnya
"Tuan, bolehkah aku memeluk istrimu?"
tanya Andri lalu menatap Varel yang dijawab dengan anggukan kecil suami penyemburu itu
"Terima kasih sudah bertahan hingga sekarang. Kau akan tetap menjadi Adik kecilnya Kak Andri yang selalu merengek minta ice cream"
*
*
*
__ADS_1