
Jangan lupa untuk VOTE dan KIRIM HADIAH yađ„°đ...
Follow Juga IG Author : @d.octrayin_
Happy Reading Guysđ„°đ!!!!
*****
Saat sudah kembali ke ruangan, Varel selalu menjadi suami yang siaga yang berada disebelah Vania dan tidak akan bergerak sedikitpun menjauh
Jam menunjukkan pukul 00:02 WIB tiba-tiba Vania merasakan bahwa ada dorongan yang begitu kuat hingga tak lama air ketubannya pecah. Dengan panik, Varel berteriak memberikan informasi kepada dokter Ryan yang berada tak jauh dari mereka
Dokter Ryan dan beberapa perawat pun sigap memeriksa dan benar saja, sudah saatnya untuk Vania melahirkan karena ia sendiri sudah memegang ubun-ubun bayi itu, tandanya mereka sudah siap untuk keluar
Vania diminta untuk mengenjan atau mendorong sang baby
âAyo dorong lagiâ
âRel, sakit sekaliâ ucap Vania yang hendak mengenjan namun gagal
âKau kuat, Sayang. Dokter sudah melihat rambut anak kita. Mereka tidak sabar melihat Mommy nya yang begitu luar biasaâ bisik Varel pelan seraya mencium kening sang istri beberapa kali
Vania kembali merasakan sakit yang luar biasa, namun ia tak mau berteriak karena hanya akan mengurangi tenaga untuk mengenjan
âRel, aku tidak kuat..â lirih Vania yang hampir tidak terdengar
âKau kuat, Sayang. Istriku sangat kuat. Sedikit lagi, bertahanlah sedikit lagi, Sayangâ
Berkali-kali Varel membisikkan sesuatu yang membuat Vania bersemangat hingga akhirnya
oekkkk . . . oeeekkkkk . . . oeekkkkkkk . . .
Suara tangisan bayi memenuhi ruangan tersebut
âSelamat, Tuan Muda. Ini yang tertua, jenis kelamin laki-lakiâ ucap dokter Ryan tersenyum tipis lalu memberikan baby itu kepada perawat agar dibersihkan
Vania merasakan sedikit lega saat anak pertamanya sudah keluar, bahkan rasa dorongan tersebut langsung menghilang membuat dokter Ryan meminta Vania untuk santai sejenak mengambil nafas dan memintanya untuk rileks
âAkhhhâ
Kembali, kontraksi tersebut mulai datang lagi membuat Vania kembali merasakan sakit yang amat luar biasa
âDia ingin segera bertemu kakaknyaâ ucap Varel tersenyum tipis
Varel beberapa kali menyeka keringat yang mengucur membasahi dahi dan wajah Vania. Ia mencium beberapa kali kening sang istri untuk kembali memberikan dukungan
Saat melihat Varel yang benar-benar berjuang untuknya, akhirnya Vania mengenjan semakin kuat hingga pada kekuatan terakhir
ooeeekkkkk . . . oeeekkkk . . . ooeeeekkkkk . . .
Seketika, Varel terduduk lemas mendengar suara tangisan anak keduanya dan menangis haru
âTerima kasih, Sayang. Terima kasihâ ucap Varel berkali-kali
Tak lama, perawat membawa kedua bayi tersebut dan meletakkannya diatas dada Vania agar keduanya dapat bersentuhan kulit
Tuhan, apa inikah balasan dari-Mu karena aku pernah meragukan mereka?-Varel
âHello baby, welcome to the worldâ bisik Varel pelan membuat Vania tersenyum tipis
âKalian ini, bagaimana kalian hanya mewarisi wajahku? Mommy kalian akan mengamukâ
âKau benar, tidak ada yang mewarisi wajahkuâ ucap Vania yang baru sadar
âItu karena bibitku sangat unggulâ bisik Varel terkekeh pelan
__ADS_1
Cup.
âTerima kasih sudah bertahan, Sayangâ
*****
âSelamat Tuan Muda, ibu dan bayi nya sehat tanpa ada masalah apapun. Untuk bayi pertama yang sudah diberikan tanda ini berat badannya 3,45kg dan panjangnya 52cm dan untuk bayi kedua berat badannya 3,34kg dengan panjang 50cm. Sekali lagi selamat Tuan dan Nona Mudaâ ucap dokter Ryan menjelaskan
âBagaimana dengan nama mereka?â tanya Vania menatap sang suami
âAlvino Andreas Fernandez dan Elvano Airlangga Fernandezâ ucap Varel tersenyum bangga
âBaby Al dan baby Elâ jawab Vania tersenyum.
*****
Varel dengan hati-hati menggendong baby Al sedangkan baby El digendong oleh sang Oma yaitu Mama Kusuma dan mereka akan membawanya keluar untuk memperlihatkan pada semua orang yang sudah menunggu kehadiran baby kembar tersebut
âHei, nak. Ayo sapa Opa dan para Uncle muâ ucap Varel kepada baby Al
âSiapa namanya?â tanya Papa Lyno mendekat
âAlvino dan Elvanoâ
âWow, bagus sekali nama merekaâ
âJadilah anak yang baikâ ucap Papi Sebastian mengelus tangan baby Al
âDia benar-benar mirip Varelâ
âHei, tentu saja aku yang menanam bibitâ
âAstaga, kau berbicara kotor dihadapan anakkuâ gerutu Daniel kesal seraya menutup telinga baby Al
âSepertinya baby Al. Lihatlah dia sangat pendiamâ
âItu karena dia masih beradaptasi, bodohâ
âVarelâ gerutu Daniel yang lagi-lagi kesal karena Varel berbicara seenaknya dihadapan baby Al
âDaniel akan menjadi Papa yang siagaâ
âSayangnya belum mempunyai calonâ
âSialâ
*****
Semua orang benar-benar terharu melihat baby Al dan El yang sangat tampan, tak heran jika mereka banyak mendapat ucapan selamat dan doa-doa dari semua orang yang berada di rumah sakit tersebut
âBas, maaf jika kau gagal malam pertamaâ ucap Varel terkekeh pelan
âTidak masalah, masih ada lain waktuâ
âTika, bersiaplahâ
âBodoh.â
Seketika, semuanya tertawa ulah Varel dan Sebastian terlebih saat mereka melihat Tika yang menunduk malu
âKakâ
Tiba-tiba Bryan keluar dari ruang bersalin dengan raut wajah sedih
âAda apa?â tanya Varel menoleh sebentar lalu kembali menatap sang anak
__ADS_1
âK-kak Vania-â
âAda apa dengan istriku?â tanya Varel cepat
âKemari lah, biarkan Papa menggendong Alâ
Papa Lyno segera cepat tanggap untuk mengambil baby Al dari Varel membuat Varel segera berlari masuk ke dalam ruang bersalin dengan rauh wajah khawatir
Deg.
Hal pertama yang ia lihat adalah Vania yang tiba-tiba ditutupi kain putih oleh perawat
âAPA YANG KALIAN LAKUKAN TERHADAP ISTRIKU?!â teriak Varel menjadi-jadi
Daniel segera masuk dan menahan Varel agar tidak memberontak
âRel, kakak ipar sudah pergi..â ucap dokter Hendra menunduk
âHAHA KAU GILA?! ISTRIKU BAIK-BAIK SAJA, HEN!!â
Karena mendengar teriakan Varel, semua orang berlari masuk untuk melihat keadaan di dalam ruangan
âVania..â
âSaya sangat minta maaf karena tak bisa menolong nyawa Nona Mudaâ ucap dokter Ryan merasa bersalah
âAPA?!â
âTidak, kau bercanda kan, dok?â
âKak Vania..â
âTidak, aku salah dengar kan? Anakku baik-baik saja, kan?â
âYa Tuhanâ
âMaafkan saya, Tuan Mudaâ
âTidak, tidak mungkinâ
âRel, tenanglahâ
âTidak, aku ingin melihat istrikuâ ucap Varel yang masih memberontak
âVarel!!â teriak Daniel dengan suara nyaring
âKAU GILA, EL?! MEMPERCAYAI ITU?! ISTRIKU BAIK-BAIK SAJAâ teriak Varel tak kalah nyaring
âRel.. Semuanya pun merasa kehilangan.. Tolong kontrol dirimuâ
âIstriku baik-baik saja, El. Dia bahkan baru saja memberikanku hadiah yang luar biasa..â lirih Varel pelan dengan tubuh yang sudah lemas hingga dirinya terduduk di lantai
âKau bisa mengambil nyawaku, tolong selamatkan istrikuâ
Daniel memeluk Varel, menyalurkan perasaan yang sama-sama mereka rasakan yaitu kehilangan sosok yang sangat berarti untuk mereka
Suara tangisan mulai terdengar, hingga ruangan itu penuh dengan air mata kehilangan. Bahkan baby Al dan baby El tiba-tiba menangis dengan kencang membuat siapapun yang mendengarnya sungguh akan terluka.
Tidak, tolong selamatkan istriku.-Varel
*
*
*
__ADS_1