Menikahi CEO?

Menikahi CEO?
Selamatkan Istriku


__ADS_3

Jangan lupa untuk VOTE dan KIRIM HADIAH yađŸ„°đŸ˜...


Follow Juga IG Author : @d.octrayin_


Happy Reading GuysđŸ„°đŸ˜˜!!!!


*****


Saat sudah kembali ke ruangan, Varel selalu menjadi suami yang siaga yang berada disebelah Vania dan tidak akan bergerak sedikitpun menjauh


Jam menunjukkan pukul 00:02 WIB tiba-tiba Vania merasakan bahwa ada dorongan yang begitu kuat hingga tak lama air ketubannya pecah. Dengan panik, Varel berteriak memberikan informasi kepada dokter Ryan yang berada tak jauh dari mereka


Dokter Ryan dan beberapa perawat pun sigap memeriksa dan benar saja, sudah saatnya untuk Vania melahirkan karena ia sendiri sudah memegang ubun-ubun bayi itu, tandanya mereka sudah siap untuk keluar


Vania diminta untuk mengenjan atau mendorong sang baby


“Ayo dorong lagi”


“Rel, sakit sekali” ucap Vania yang hendak mengenjan namun gagal


“Kau kuat, Sayang. Dokter sudah melihat rambut anak kita. Mereka tidak sabar melihat Mommy nya yang begitu luar biasa” bisik Varel pelan seraya mencium kening sang istri beberapa kali


Vania kembali merasakan sakit yang luar biasa, namun ia tak mau berteriak karena hanya akan mengurangi tenaga untuk mengenjan


“Rel, aku tidak kuat..” lirih Vania yang hampir tidak terdengar


“Kau kuat, Sayang. Istriku sangat kuat. Sedikit lagi, bertahanlah sedikit lagi, Sayang”


Berkali-kali Varel membisikkan sesuatu yang membuat Vania bersemangat hingga akhirnya


oekkkk . . . oeeekkkkk . . . oeekkkkkkk . . .


Suara tangisan bayi memenuhi ruangan tersebut


“Selamat, Tuan Muda. Ini yang tertua, jenis kelamin laki-laki” ucap dokter Ryan tersenyum tipis lalu memberikan baby itu kepada perawat agar dibersihkan


Vania merasakan sedikit lega saat anak pertamanya sudah keluar, bahkan rasa dorongan tersebut langsung menghilang membuat dokter Ryan meminta Vania untuk santai sejenak mengambil nafas dan memintanya untuk rileks


“Akhhh”


Kembali, kontraksi tersebut mulai datang lagi membuat Vania kembali merasakan sakit yang amat luar biasa


“Dia ingin segera bertemu kakaknya” ucap Varel tersenyum tipis


Varel beberapa kali menyeka keringat yang mengucur membasahi dahi dan wajah Vania. Ia mencium beberapa kali kening sang istri untuk kembali memberikan dukungan


Saat melihat Varel yang benar-benar berjuang untuknya, akhirnya Vania mengenjan semakin kuat hingga pada kekuatan terakhir


ooeeekkkkk . . . oeeekkkk . . . ooeeeekkkkk . . .


Seketika, Varel terduduk lemas mendengar suara tangisan anak keduanya dan menangis haru


“Terima kasih, Sayang. Terima kasih” ucap Varel berkali-kali


Tak lama, perawat membawa kedua bayi tersebut dan meletakkannya diatas dada Vania agar keduanya dapat bersentuhan kulit


Tuhan, apa inikah balasan dari-Mu karena aku pernah meragukan mereka?-Varel


“Hello baby, welcome to the world” bisik Varel pelan membuat Vania tersenyum tipis


“Kalian ini, bagaimana kalian hanya mewarisi wajahku? Mommy kalian akan mengamuk”


“Kau benar, tidak ada yang mewarisi wajahku” ucap Vania yang baru sadar


“Itu karena bibitku sangat unggul” bisik Varel terkekeh pelan

__ADS_1


Cup.


“Terima kasih sudah bertahan, Sayang”


*****


“Selamat Tuan Muda, ibu dan bayi nya sehat tanpa ada masalah apapun. Untuk bayi pertama yang sudah diberikan tanda ini berat badannya 3,45kg dan panjangnya 52cm dan untuk bayi kedua berat badannya 3,34kg dengan panjang 50cm. Sekali lagi selamat Tuan dan Nona Muda” ucap dokter Ryan menjelaskan


“Bagaimana dengan nama mereka?” tanya Vania menatap sang suami


“Alvino Andreas Fernandez dan Elvano Airlangga Fernandez” ucap Varel tersenyum bangga


“Baby Al dan baby El” jawab Vania tersenyum.


*****


Varel dengan hati-hati menggendong baby Al sedangkan baby El digendong oleh sang Oma yaitu Mama Kusuma dan mereka akan membawanya keluar untuk memperlihatkan pada semua orang yang sudah menunggu kehadiran baby kembar tersebut


“Hei, nak. Ayo sapa Opa dan para Uncle mu” ucap Varel kepada baby Al


“Siapa namanya?” tanya Papa Lyno mendekat


“Alvino dan Elvano”


“Wow, bagus sekali nama mereka”


“Jadilah anak yang baik” ucap Papi Sebastian mengelus tangan baby Al


“Dia benar-benar mirip Varel”


“Hei, tentu saja aku yang menanam bibit”


“Astaga, kau berbicara kotor dihadapan anakku” gerutu Daniel kesal seraya menutup telinga baby Al


“Sepertinya baby Al. Lihatlah dia sangat pendiam”


“Itu karena dia masih beradaptasi, bodoh”


“Varel” gerutu Daniel yang lagi-lagi kesal karena Varel berbicara seenaknya dihadapan baby Al


“Daniel akan menjadi Papa yang siaga”


“Sayangnya belum mempunyai calon”


“Sial”


*****


Semua orang benar-benar terharu melihat baby Al dan El yang sangat tampan, tak heran jika mereka banyak mendapat ucapan selamat dan doa-doa dari semua orang yang berada di rumah sakit tersebut


“Bas, maaf jika kau gagal malam pertama” ucap Varel terkekeh pelan


“Tidak masalah, masih ada lain waktu”


“Tika, bersiaplah”


“Bodoh.”


Seketika, semuanya tertawa ulah Varel dan Sebastian terlebih saat mereka melihat Tika yang menunduk malu


“Kak”


Tiba-tiba Bryan keluar dari ruang bersalin dengan raut wajah sedih


“Ada apa?” tanya Varel menoleh sebentar lalu kembali menatap sang anak

__ADS_1


“K-kak Vania-“


“Ada apa dengan istriku?” tanya Varel cepat


“Kemari lah, biarkan Papa menggendong Al”


Papa Lyno segera cepat tanggap untuk mengambil baby Al dari Varel membuat Varel segera berlari masuk ke dalam ruang bersalin dengan rauh wajah khawatir


Deg.


Hal pertama yang ia lihat adalah Vania yang tiba-tiba ditutupi kain putih oleh perawat


“APA YANG KALIAN LAKUKAN TERHADAP ISTRIKU?!” teriak Varel menjadi-jadi


Daniel segera masuk dan menahan Varel agar tidak memberontak


“Rel, kakak ipar sudah pergi..” ucap dokter Hendra menunduk


“HAHA KAU GILA?! ISTRIKU BAIK-BAIK SAJA, HEN!!”


Karena mendengar teriakan Varel, semua orang berlari masuk untuk melihat keadaan di dalam ruangan


“Vania..”


“Saya sangat minta maaf karena tak bisa menolong nyawa Nona Muda” ucap dokter Ryan merasa bersalah


“APA?!”


“Tidak, kau bercanda kan, dok?”


“Kak Vania..”


“Tidak, aku salah dengar kan? Anakku baik-baik saja, kan?”


“Ya Tuhan”


“Maafkan saya, Tuan Muda”


“Tidak, tidak mungkin”


“Rel, tenanglah”


“Tidak, aku ingin melihat istriku” ucap Varel yang masih memberontak


“Varel!!” teriak Daniel dengan suara nyaring


“KAU GILA, EL?! MEMPERCAYAI ITU?! ISTRIKU BAIK-BAIK SAJA” teriak Varel tak kalah nyaring


“Rel.. Semuanya pun merasa kehilangan.. Tolong kontrol dirimu”


“Istriku baik-baik saja, El. Dia bahkan baru saja memberikanku hadiah yang luar biasa..” lirih Varel pelan dengan tubuh yang sudah lemas hingga dirinya terduduk di lantai


“Kau bisa mengambil nyawaku, tolong selamatkan istriku”


Daniel memeluk Varel, menyalurkan perasaan yang sama-sama mereka rasakan yaitu kehilangan sosok yang sangat berarti untuk mereka


Suara tangisan mulai terdengar, hingga ruangan itu penuh dengan air mata kehilangan. Bahkan baby Al dan baby El tiba-tiba menangis dengan kencang membuat siapapun yang mendengarnya sungguh akan terluka.


Tidak, tolong selamatkan istriku.-Varel


*


*


*

__ADS_1


__ADS_2