
Jangan lupa untuk VOTE dan KIRIM HADIAH ya🥰😍...
Follow Juga IG Author : @d.octrayin_
Happy Reading Guys🥰😘!!!!
*****
Hari ini adalah hari Minggu dimana Lista sudah siap dengan baju renangnya karena Bi Ijah berjanji untuk menemaninya berenang pagi
Lista berlari ke lantai bawah dengan membawa susu cokelat yang ia ambil dari kulkas mini di kamarnya. Namun, langkahnya terhenti saat melihat seorang wanita yang duduk di ruang tamu sepertinya sedang menunggu Daddy nya
“Kamu siapa?”
tanya Lista berjalan mendekat
“Ah, ini siapa? Anak Varel ya? Perkenalkan nama Tante Jessi”
“Tante siapa?”
tanya Lista sekali lagi dengan raut wajah yang terlihat sangat kesal
“Apa Daddy mu ada?”
“Kenapa bisa kesini?”
“Mommy Lista dimana?”
“Kenapa menanyakan Mommy ku?”
“Jika tidak ada, Tante akan menggantikan posisi Mommy mu”
ucap wanita tersebut tersenyum tipis
“No, Tante tidak akan pernah bisa menggantikan Mommy”
teriak Lista yang membuat Pak Adi yang sedang berada di depan pintu langsung berlari mendekat
“Apa apa Nona Kecil?”
“Kakek, usir dia. Lista tidak ingin melihatnya”
“Tapi Nona Jessi akan bertemu dengan-“
“Tidak, Lista tidak ingin melihatnya”
Lagi-lagi Lista berteriak sangat keras
Tiba-tiba
“Lista!!”
Suara berat Varel menggelegar di seluruh ruangan membuat Lista, Pak Adi, bahkan wanita yang bernama Jessi terkejut
“Daddy tidak pernah mengajarkanmu tidak sopan dengan tamu!!”
tegur Varel dengan suara meninggi membuat Lista meneteskan air mata lalu menatap Daddy nya dengan wajah kesal
“Daddy memarahi Lista karena Tante ini?”
tanya Lista dengan air mata yang sudah bercucuran membuat Varel terdiam
“Mommy bahkan tidak pernah memarahi Lista seperti ini. Daddy jahat!!”
Lista melempar susu cokelatnya lalu berlari ke lantai atas dengan tangisan yang memilukan hati
Setelah sampai di kamarnya, Lista segera mengunci kamar, menutup jendela, dan membuat dirinya sendirian didalam kegelapan ruangan tersebut dengan memeluk lututnya dan menunduk
“Hiks..Lista rindu Mommy..”
“Lista mau ikut Mommy saja..Daddy jahat hiks..”
__ADS_1
Tangisan gadis kecil yang sungguh memilukan ditelinga setiap orang yang mendengarnya
“Lista tidak suka semuanya..tidak suka rumah ini tanpa Mommy..tidak suka Daddy..dan tidak suka Tante jahat itu”
“Mom..bawa Lista pergi..”
Ucapan terakhir Lista sebelum ia tertidur setelah banyak menangis.
*****
Hingga siang hari pun Lista tidak keluar dari kamar membuat Pak Adi dan Bi Ijah sangat khawatir terlebih Nona Kecil mereka bahkan belum menyentuh nasi sejak pagi.
Bi Ijah memberanikan diri untuk naik ke lantai atas dan berjalan menuju kamar Lista untuk mengajaknya keluar, namun sudah lama Bi Ijah memanggilnya tidak ada sahutan sedikit pun membuat sang pelayan tersebut sangat khawatir lalu meminta tolong kepada Pak San untuk mengambil kunci cadangan dan membuka kamar tersebut
Saat sudah terbuka, semuanya terkejut melihat keadaan kamar yang sangat gelap dengan cahaya yang masuk hanya melalui ventilasi terlebih saat melihat Nona Kecil mereka menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut membuat Bi Ijah segera berlari mendatangi Lista
“Non..Nona Kecil..”
panggil Bi Ijah berkali-kali namun Lista tidak menjawab
“Astaga”
pekiknya saat merasakan tubuh Lista yang sangat panas
“Pak, Nona Kecil demam tinggi”
Tak butuh waktu lama, Pak San langsung menelpon Pak Adi agar menyiapkan mobil lalu memberitahukan kepada semua orang dirumah bahwa Nona Kecil mereka demam tinggi
Nike dan Echy yang mendengarkan hal itu langsung berlari keluar untuk melihat keadaan Lista sebelum dibawa ke rumah sakit
“Nek, apa aku boleh ikut?”
tanya Nike dengan raut wajah khawatir
“Nike, masuklah dan Echy tolong dirumah saja bersama Pak San, ya”
ucap Bi Ijah lalu mobil pun melaju ke rumah sakit milik Tuan Muda Varel
Sepanjang perjalanan Bi Ijah tidak berhenti menangis karena kasihan dengan Nona Kecil nya yang sekarang kurang terurus semenjak perginya Vania dan Varo dari rumah membuat Bi Ijah tidak tahan melihat betapa menderitanya Lista yang ditinggalkan sendiri
“Ya Tuhan”
ucap Bi Ijah dengan air mata yang lagi dan lagi mengalir
“Kenapa Lista harus menderita seperti ini, Sayang?” gumam Nike pelan seraya mengelus bekas gigitan berkali-kali.
*****
Rumah Sakit VA&F
“Tuan, bagaimana keadaannya?”
tanya Bi Ijah saat Dokter Hendra selesai memeriksa Lista
“Lista hanya mengalami demam”
“Dan bagai-“
“Bi, apa boleh kita bicara berdua?”
tanya Dokter Hendra yang membuat Nike paham apa yang akan dibicarakan mereka
“Nek, aku akan menunggu di dalam”
ucap Nike lalu pamit masuk ke dalam ruangan Lista
Setelah kepergian Nike, Dokter Hendra pun mulai berbicara serius
“Apa Lista baru kali ini melakukannya?”
tanya Dokter Hendra yang mendapat anggukan kecil dari Bi Ijah
__ADS_1
“Bibi terkejut melihat tangannya, Tuan. Dan Bibi yakin ini pertama kali untuknya”
“Saya takut, Bi. Karena jika Lista sudah berani menyakiti diri sendiri, saya takut nantinya malah menjadi kebiasaan yang buruk untuknya”
ucap Dokter Hendra pelan
“Ya Tuhan, apa tidak ad acara untuk mengatasinya, Tuan?”
tanya Bi Ijah dengan air mata yang sudah menetes deras
“Hanya satu” gumam Dokter Hendra seraya menghela nafas berat
“Kembalikan kebahagiaan yang pernah dirasakannya”.
*****
Fernandez Group
Sekretaris Dim berlari sekuat tenaga menuju ruangan Presdir dimana Varel sedang bertemu dengan Lucky
Brakkk
Pintu ruangan Presdir terbuka secara tiba-tiba membuat Lucky bahkan Varel sangat terkejut apalagi melihat Sekretaris Dim yang ngos-ngosan
“K-kak..”
“Atur nafas dulu, Dim”
“Lista di rumah sakit”
“APA??!!”
Varel berlari meninggalkan Lucky dan juga Sekretaris Dim yang masih mengatur nafas
Dengan perasaan khawatir, Varel menyusuri tangga darurat dengan maksud agar cepat sampai menuju parkiran karena rasa khawatir dan rasa takutnya akan sang anak yang berada di rumah sakit
“Sayang, anak Daddy sakit apa?”
lirih Varel pelan
Setelah sampai di halaman gedung, Varel segera melajukan mobil yang memang sudah disediakan oleh Dika setelah mendapat perintah dari sekretaris Dim
Varel melajukan mobil diatas rata-rata bahkan tidak memikirkan keselamatan diri sendiri karena saking khawatirnya dengan sang anak, dirinya juga melarang Dika untuk mengemudikan mobil karena ia berpikir jika ia sendiri yang mengemudikan akan sampai dengan cepat
“Tolong..jangan Lista lagi”
lirih Varel pelan.
*****
Ruang VVIP no.1
“Bagaimana bisa kalian tidak menjaga anak saya?!”
Suara Varel menggema di ruangan membuat semua orang hanya bisa menunduk tanpa berani mengeluarkan suara sedikit pun
“Tidak berguna”
Varel berlari kecil kearah ranjang rumah sakit dimana sang putrinya sedang tertidur dengan nyenyak. Hati Varel benar-benar sakit melihat anaknya yang periang dan manja tiba-tiba berbaring tak berdaya diranjang rumah sakit
“Sayang, maafkan Daddy”
“Maaf, maaf Daddy selalu mengacuhkan mu”
“Maaf, Daddy tidak pernah menjagamu dengan baik. Tolong, bangunlah”
Berkali-kali Varel mencium punggung tangan Lista hingga tatapannya berhenti pada salah satu punggung tangan yang mempunyai luka gigitan
“Brengsek.”
*
__ADS_1
*
*