Menikahi CEO?

Menikahi CEO?
Masalah Baru


__ADS_3

Jangan lupa untuk VOTE dan KIRIM HADIAH ya🥰😍...


Follow Juga IG Author : @d.octrayin_ 😘


Happy Reading Guys🥰😘!!!!


*****


Ruangan Presdir


Hari ini menjadi hari yang begitu melelahkan bagi Varel yang sedang sibuk memeriksa begitu banyak berkas di meja kerjanya


Perusahaan Fernandez Group hampir bangkrut akibat ulah tiga karyawan yang berkhianat dengan memakan begitu banyak uang gaji karyawan sebesar 100 miliar


Ya, memang bagi Varel uang begitu tidaklah sangat banyak tapi Varel tau bahwa akan ada banyak karyawan yang terancam kerja akibat pengkhianatan itu. Varel benar-benar membenci pengkhianat dan sekarang perusahaannya dikhianati oleh orang-orang kepercayaannya


Helaan nafas berat terdengar di ruangan Presdir dimana pemimpin Fernandez Group masih sibuk membolak-balikkan berkas seraya tangannya sibuk mengotak-atik laptop


Tidak ada lagi tatapan teduh dan manja yang selalu ia perlihatkan pada istrinya, yang ada hanya tatapan dingin dan wajah datar menahan amarah hingga akhirnya Tuan Muda menekan remote yang terhubung dengan ruangan sekretaris Dim


"Adakan rapat sepuluh menit lagi"


ujarnya dingin lalu kembali fokus menatap kekacauan perusahaan yang ada dihadapannya


Disaat seperti ini jika boleh jujur Varel benar-benar merindukan sosok lembut istrinya, kata-kata yang menenangkan dan pelukan hangat istrinya benar-benar dibutuhkan saat kepalanya hendak pecah akibat kekacauan ini


Namun bagaimana? Dirinya harus profesional dan fokus menyelesaikan masalah perusahaan terlebih dahulu sehingga membuatnya seperti lupa keluarga dan lupa rumah karena menghabiskan banyak waktu di perusahaan


Baru aja Varel akan beranjak ke ruang rapat, tiba-tiba ponselnya berdering menandakan sebuah notifikasi pesan masuk dari sang istri


Bagaimana Varel bisa mengetahui bahwa itu dari istrinya? Ya, karena Varel sudah menyetel notifikasi khusus untuk sang istri tercinta


Wife ❤️


Sayang, masih sibuk ya? Gimana, perusahaan masih belum beres? Ingat, harus kontrol emosi dan jangan melampiaskan ke orang lain.-Vania


Varel tersenyum membaca pesan dari istrinya yang benar-benar ia rindukan. Pesan singkat yang mungkin tidak berarti untuk orang lain namun sangat berarti bagi Varel


Seakan tidak ada lagi beban pikirannya dan semua tatapan dingin dan wajah datar tersebut digantikan dengan senyum ceria yang tak berhenti


Namun, senyum Varel tiba-tiba hilang saat membaca pesan lagi dari istrinya yang baru saja masuk


Wife ❤️


Jangan biarkan bayi kembar kita melihat wajah Daddy nya yang keriputan dan tidak terurus karena terlalu stres.-Vania


"Apa-apaan dia? Wajahku masih tampan dan tidak ada keriputnya"


gerutu Varel seraya menatap wajah tampannya di kamera ponsel


Saat sedang mengetik sesuatu ingin membalas pesan istrinya, tiba-tiba ponsel kembali berdering dan notifikasi pesan dari istrinya muncul lagi


Wife ❤️


Jangan bercermin, aku hanya bercanda.-Vania


Ceh, apa wajahku masih tampan?-Varel


Tak lupa Varel mengambil potret dan mengirimkannya pada sang istri


Kau yang terbaik, sayang.-Vania


Aku akan pergi rapat sepuluh menit lagi. Apa penampilanku sempurna?-Varel


Terdengar tertawa kecil di ruangan Presdir saat Varel mengirimkan pesan kepada istrinya


Kau terlihat sempurna dan ingin menunjukkannya pada siapa di ruang rapat? Apa sekretaris cantik mu kembali bekerja?-Vania


Varel benar-benar tak bisa mengontrol tertawa nya saat membaca pesan sang istri yang bisa dipastikan sedang kesal karenanya


Hahaha, tidak sayang. Di rapat kali ini tidak ada wanita jadi kau tenanglah karena aku tidak memamerkan ketampanan ku.-Varel


Ceh, terserah kau. Pergi rapat sana. Tunjukkan yang terbaik, sayang❤️.-Vania


Varel lagi-lagi tersenyum tipis membacanya


Tentu, cantik.-Varel


Saat memastikan bahwa tak ada lagi balasan dari sang istri, Varel kembali mengontrol tatapan dan wajahnya lalu keluar dari ruangan menuju ruang rapat dimana para orang penting di perusahaan sudah menunggunya dengan wajah pucat.


*****


Ruang Rapat


Semua orang sudah berkumpul di ruang rapat dengan wajah pucat dan tangan yang gemetar hebat karena mereka sangat takut melihat kemarahan Tuan Muda yang akan meledak


Bagaimana tidak? Ini untuk pertama kalinya Fernandez Group dikhianati oleh orang kepercayaan Varel


Klek


Pintu terbuka dan ketakutan mereka semakin bertambah melihat tatapan tajam Varel yang menatap orang di ruangan tersebut satu per satu

__ADS_1


Brakkkkk


Varel memukul meja dengan sangat kencang membuat semua orang terkejut namun tidak berani protes bahkan mereka hanya menunduk


"Apa yang terjadi? Bagaimana bisa ketiga pengkhianat itu bisa melakukannya?"


bentak Varel dengan suara meninggi


"Maaf Tuan Muda, sepertinya mereka sudah merencanakan ini sejak lama dan mereka melakukannya tanpa sedikit kesalahan yang meninggalkan jejak selama setahun terakhir"


ucap Pak Derry menunduk sopan


"Apa yang diinginkan mereka?"


"Menghancurkan perusahaan Tuan Muda"


"Cih, mereka salah bermain-main denganku"


ucap Varel tersenyum menyeringai


"Anna, cocokkan berkas yang ada di tanganmu dengan berkas milik Pak Derry"


Dengan cepat Anna berjalan mendekati Pak Derry untuk mencocokkan berkas itu


"Cari tau semua kesalahan mereka dalam bekerja di perusahaan ini"


Setelah mengatakan itu, Varel keluar dari ruangan rapat meninggalkan semua orang yang menghela nafas berat.


*****


Bakery V&A


Saat ini Vania sedang berada di toko roti bersama Varo karena bocah lelaki itu merengek untuk ikut dan meninggalkan Lista yang sedang sibuk bersama Echy


"Mba Vania"


panggil Tika yang masuk ke ruangan Vania


"Kenapa, Tik?"


"Mba, Tika boleh minta izin?"


"Minta izin? Kau sakit?"


"Tidak Mba, yang sakit itu Mas Bas dan sendirian di apartemen, jadi Tika mau kesana"


"Oh ya? Kak Bas sakit apa, Tik?"


"Katanya hanya demam biasa, Mba. Tapi Tika khawatir karena tidak ada siapa pun di apartemennya"


ucap Vania terkekeh pelan


"Mba mau mengantar Tika?"


"Iya, Tika. Ayo bersiap-siap"


Tak lama kemudian mereka pun sudah siap dan sedang dalam perjalanan menuju apartemen Sebastian


Diperjalanan, Vania tak lupa untuk mengabari sang suami yang mungkin masih sibuk bekerja


❤️


Ps : Sebenarnya nama kontak Varel di ponsel Vania sudah diganti dengan nama Suami Tampanku, tapi karena Vania malu membacanya hingga akhirnya diganti hanya dengan emoji love (❤️)


Sayang, aku sedang dalam perjalanan menemani Tika ke apartemen Kak Bas karena Kak Bas sedang sakit. Varo bersama ku, Dika dan Ziva juga.-Vania


*****


Apartemen Sebastian


Tika, Vania, dan yang lainnya langsung masuk ke dalam apartemen Sebastian karena memang Sebastian sudah memberikan password nya kepada Tika


"Kenapa sepi, ya?"


gumam Tika pelan


"Tika, Kak Bas kan tinggal sendiri"


ucap Vania yang membuat Tika menepuk keningnya


"Tika lupa, Mba"


ucap Tika tertawa


"Cari kamarnya Kak Bas"


Mereka pun mulai berpencar memasuki setiap ruangan untuk mencari keberadaan Sebastian yang dipastikan sedang berada dikamar


Akhirnya Vania dan Varo menemui kamar Sebastian dengan pemiliknya yang sedang berbaring lemah


"Sayang, panggil Tante Tika kesini"

__ADS_1


Varo pun berlari keluar memanggil Tika dan yang lain sedangkan Vania berjalan mendekati Sebastian yang ternyata menggigil hebat


"Kak Bas?"


panggil Vania pelan


"Kak? Kak Bas bisa buka mata?"


tanya Vania dengan raut wajah khawatir seraya tangannya menggoyang lengan Sebastian pelan


"Mas?"


Terdengar suara Tika yang sudah berlari mendekati Sebastian membuat pria itu membuka mata dan tersenyum tipis melihat kedatangan tunangannya


"Mas, kita ke rumah sakit ya?"


pinta Tika yang membuat Sebastian menggeleng pelan


"Kata Varel, Kak Bas benci rumah sakit, Tik"


ucap Vania pelan


"Dika, pergi ke klinik bawah mencari obat demam untuk Kak Bas"


Tanpa disuruh dua kali, Dika pun bergegas pergi ke klinik yang ada dibawah


"Ziva, bisa bantu aku cari alat kompres untuk Kak Bas?"


tanya Vania yang mengajak Ziva untuk mencari alat kompres Sebastian


"Mas, sebentar ya Tika masakin bubur"


ucap Tika yang membuat Sebastian lagi-lagi menggeleng pelan


"Kenapa, Mas?"


"Sini saja"


gumam Sebastian pelan


Tak lama Vania kembali lagi ke kamar Sebastian seorang diri karena mereka tidak menemukan alat kompres jadinya Ziva disuruh ke klinik bawah untuk membeli alat kompres


"Mba, Tika titip Mas sebentar ya, Tika mau masakin bubur"


ucap Tika yang membuat Vania mengangguk


"Kak Bas harus makan biar cepat sembuh"


"Mom, Varo ikut Tante ya"


"Iya, sayang"


Sepeninggalnya Tika dan Varo, Vania menatap Sebastian yang sedang berbaring lemah di tempat tidur


"Kak, kenapa bisa sakit?"


"Tandanya aku manusia, bukan robot"


"Ceh, dasar Kak Bas"


ucap Vania terkekeh lalu tiba-tiba ia merasakan kram di perutnya


"Aw"


"Kenapa Van?"


Dengan sigap Sebastian beranjak dari tempat tidur walaupun kepalanya masih sakit


"Hanya kram, Kak. Vania menumpang berbaring di sofa sebentar ya"


Vania pun berjalan menuju sofa dan mulai membaringkan dirinya untuk bisa menahan kram di perutnya


Tak lama Sebastian berjalan mendekat lalu menutupi tubuh Vania dengan selimut


"APA YANG KALIAN LAKUKAN??!!"


Tiba-tiba pintu terbuka dan terdengar teriakan Varel saat melihat posisi Sebastian yang menunduk menyelimuti Vania yang sedang menutup mata.


*


*


*


Maaf baru bisa up karena author memang lagi sibuk banget😘.


*


Author kasih bocoran, setelah ini akan ada masalah baru yang menimpa rumah tangga Varel dan Vania hanya karena kesalahpahaman🤭.


*

__ADS_1


*


*


__ADS_2