Menikahi CEO?

Menikahi CEO?
Drama Ice Cream


__ADS_3

Jangan lupa untuk VOTE ya🥰😍...


Happy Reading Guys🥰😘!!!!


*****


Masih di Presidential Suite Hotel VA


Pagi hari sekitar pukul 07:00 WIB cahaya matahari berhasil menembus jendela membuat sang pemilik kamar menggeliat dan mulai mengerjapkan matanya


Itu adalah Vania, ia bangun kesiangan karena pertempurannya dengan Varel tadi malam yang seperti malam pertama bagi pengantin baru


Saat Vania sedang mengumpulkan nyawa dengan mengerjapkan matanya berkali-kali, ia merasakan bahwa ada sentuhan di bibirnya dengan lembut


"Pagi sayang"


ucap Varel tersenyum dengan suara khas bangun tidurnya saat sudah menghentikan ciuman tiba-tiba


"Astaga"


pekik Vania terkejut


Bagaimana tidak? Wajahnya dengan wajah Varel sangat dekat bahkan dirinya belum sepenuhnya terbangun karena nyawanya masih berada di alam bawah sadar


"Hei ada apa sayang?"


tanya Varel tentu saja dengan raut wajah khawatir


"Kau mengagetkanku bahkan disaat nyawaku belum terkumpul sepenuhnya"


ketus Vania mengerucutkan bibirnya membuat Varel terkekeh pelan melihatnya


"Kau sangat menggemaskan saat tidur jadi aku tidak tahan untuk tidak menganggu mu. Maaf membangunkan mu sayang"


ucap Varel tersenyum seraya mengelus pucuk kepala istrinya


"Astaga, jam berapa sekarang? Apa aku bangun kesiangan?"


tanya Vania lalu mengedarkan pandangannya ke seluruh tempat hingga matanya terpaku pada jam dinding yang menunjukkan pukul 07:25 WIB


"Astaga, sayang maafkan aku bangun kesiangan"


ucap Vania yang merasa bersalah kepada sang suami


"Hei tidak masalah. Aku tau kau sangat kelelahan karena malam tadi. Astaga aku benar-benar tidak menyangka"


ucap Varel terkekeh pelan membuat Vania menunduk karena merasa malu


"Kau tidak melihatnya? Hasil pekerjaanmu tadi malam. Ini, ini, ini, ini, dan ini"


ucap Varel seraya telunjuknya menunjuk tanda kemerahan yang ada di dada dan lehernya


Vania bahkan sampai melotot menatapnya karena tanda kemerahan tersebut begitu banyak hingga memenuhi dada bidang dan leher suaminya


"Astaga, itu bukan aku yang melakukannya kan?"


tanya Vania menatap Varel intens

__ADS_1


"Kau kira aku bermain diluar? Lalu dengan siapa aku bercinta kemarin malam? Wanita polos yang ternyata liar di ranjang"


Sontak Vania memukul lengan suaminya dengan keras karena Varel menggodanya


"Itu bukan alam sadar ku yang melakukannya"


kilah Vania yang membuat Varel lagi-lagi terkekeh mendengarnya


"Hahaha...Sudahlah berhenti mengelak, aku menyukainya. Ini akan menjadi sejarah"


"Sayang" ketus Vania kesal


"Aku sudah mengabadikannya dengan ponselku. Kau ingin melihatnya?"


Vania pun langsung menatap suaminya dengan tajam hingga Varel seketika tertawa karena gemas melihat wajah kesal sang istri


"Sekarang mandilah cepat kita sarapan pagi"


Tumben sekali dia tidak mengajak mandi bersama. Astaga, apa yang aku pikirkan? Sepertinya pikiran mesum Varel berpindah di otakku.-Vania


"Kau ingin aku mandi untuk yang kedua kalinya? Mandi bersama?"


"Varel"


teriak Vania dengan kesalnya lalu berlari menuju kamar mandi meninggalkan Varel yang masih tertawa melihat tingkah istrinya


Setelah puas tertawa, Varel pun memesan sarapan pagi dan meminta untuk diantarkan ke kamar mereka. Ia juga berinisiatif memesan ice cream untuk sang istri dengan rasa cokelat dan mangga karena dua rasa itu yang sangat disukai istrinya saat memakan ice cream Varo


Beberapa menit kemudian, Vania pun sudah selesai mandi dan juga berpakaian. Sekarang dirinya sedang duduk di depan meja rias karena sedang mengeringkan rambut


"Cepatlah. Nanti ice cream nya meleleh"


Vania mengira Varel memesan ice cream kesukaannya yaitu rasa strawberry toping kacang, namun pikirannya salah saat melihat dua buah cup ice cream dengan rasa cokelat dan mangga


Hal itu membuat mata Vania berkaca-kaca karena sebelumnya ia membayangkan betapa manisnya rasa strawberry dan betapa gurihnya kacang mete diatasnya


"Mengapa rasa cokelat dan mangga?"


tanya Vania menatap Varel


"Aku tidak tau rasa kesukaanmu. Saat pulang memeriksa kehamilan dulu kau sangat menyukai ice cream Varo bukan? Jadi aku berinisiatif memesan dengan rasa yang sama"


ucap Varel panjang lebar namun tanpa menoleh kearah sang istri


Dari banyak penjelasan sang suami, yang hanya ditangkap Vania adalah aku tidak tau rasa kesukaanmu. Itu benar-benar membuat hati Vania sakit hingga air mata sudah berhasil membasahi wajah cantiknya


Namun lagi-lagi karena Varel sedang fokus makan dan memeriksa laporan di laptop yang sedang dipangkunya membuatnya tak bisa melihat sang istri yang sedang bersedih


Vania mengira Varel membohonginya, Varel tidak mencintainya bahkan sampai tidak tau ice cream kesukaannya terlebih saat dirinya melihat Varel yang tidak menghiraukannya membuat tangis Vania pecah seketika


"Huuuaaaaaaaa"


teriak Vania dengan sisa air mata yang ada di pelupuk matanya membuat Varel sontak terkejut


"Astaga sayang, ada apa? Mengapa kau menangis? Ada yang salah dengan makanannya?"


tanya Varel dengan raut wajah yang benar-benar khawatir dan sesekali menghapus sisa air mata dengan jari jempolnya

__ADS_1


Sebelum menjawab, Vania memakan sarapannya sekali suap dan berbicara dengan mulut yang penuh makanan


"Kau tidak mencintaiku"


ucap Vania yang masih terisak


Hal itu bukannya membuat Varel bersalah tapi bahkan membuatnya tertawa seketika. Wajah Vania benar-benar menggemaskan saat itu seperti anak kecil yang menangis karena orang tuanya salah membelikan mainan


Tapi lagi-lagi Vania dengan mood yang berantakan mengira Varel menertawakan dirinya yang percaya bahwa Varel benar-benar mencintainya


"Lihat, kau bahkan menertawakan ku"


teriak Vania dengan air mata yang lagi-lagi membasahi wajahnya


"Sayang, hei maafkan suami bodoh mu ya"


ucap Varel dengan wajah memelasnya yang juga sedang berusaha menahan tawa


"Kau mengaku juga bahwa kau benar-benar jodoh"


cibir Vania disela-sela isak tangisnya


"Apa kau memaafkan ku?"


tanya Varel yang lagi-lagi menampilkan wajah memelasnya


"Pesan untukku ice cream kesukaanku"


"Rasa strawberry toping kacang?"


tanya Varel yang membuat Vania berhenti menangis


"Itu kau tau kesukaanku tapi kenapa tidak memesannya?"


ketus Vania dengan kesalnya


Aku kan hanya sembarang menebak.-Varel


"Baik, sekarang ku pesan ya tapi sayang makan dulu setelah itu baru bisa makan ice cream"


Tanpa menjawab ucapan Varel, Vania pun mulai memakan sarapan paginya dengan wajah yang tentu saja masih kesal karena sang suami yang memesan ice cream dengan rasa yang tidak ia suka


Sebenarnya, saat itu Vania bukannya menyukai ice cream Varo rasa cokelat dan mangga, namun entah karena sedang mengidam atau apa Vania tiba-tiba saja ingin memakannya dan saat itu dua cup besar habis olehnya. Mungkin itulah yang membuat Varel mengira bahwa Vania menyukai ice cream rasa cokelat dan mangga padahal itu hanya tak sengaja


Tak berapa lama pintu kamar diketuk dari luar dan bisa dipastikan bahwa itu adalah pelayan yang mengantarkan pesanan Vania


Varel pun membuka pintu dan menyuruh pelayan mengantarkan dan menyimpannya di atas meja. Pelayan pun menurutinya dan permisi pergi saat telah menyelesaikan pekerjaannya


Varel pun sudah kembali ke tempat duduknya setelah kembali menutup pintu sedangkan Vania tentu saja sedang menghabiskan sarapannya dengan cepat dan dengan wajah berbinar sambil sesekali menatap kearah ice cream dengan cup besar yang menggugah seleranya


Hingga beberapa menit kemudian, Vania telah menyelesaikan sarapannya dan mulai memakan ice cream dengan wajah yang sangat bahagia seperti memenangkan hadiah 1 milliar saja membuat Varel yang melihatnya benar-benar gemas


Drama ice cream pagi-pagi sudah selesai.-Varel


*


*

__ADS_1


*


__ADS_2