Menikahi CEO?

Menikahi CEO?
Honeymoon 2# (Kau Mengurungku!!)


__ADS_3

Jangan lupa untuk VOTE ya🥰😍...


Happy Reading Guys🥰😘!!!!


*****


Four Seasons Hotel Seoul


06:00 waktu setempat


"Astaga tubuhku lelah sekali"


lirih Vania pelan saat ia baru saja bangun dan hendak berjalan menuju kamar mandi namun ia benar-benar tidak bertenaga


Aku sudah menduga dia benar-benar membuatku tidak bisa berjalan bahkan tidak bertenaga hingga sekarang. Apa dia memakan obat perangsang? Astaga maafkan hamba Tuhan karena sudah berprasangka buruk terhadap suami hamba.-Vania


Setelah cukup lama melamun akhirnya Vania pun berjalan dengan sangat hati-hati menuju kamar mandi untuk membersihkan diri


Beberapa menit kemudian Vania sudah selesai mandi dan berpakaian, dia berjalan mendekati sang suami yang tertidur dengan dengkuran halus


Saat tidur saja kau sangat tampan.-Vania


"Apa kau sudah puas menatap wajah tampan suamimu ini?"


Tiba-tiba Varel bersuara dengan mata yang masih tertutup membuat Vania refleks mundur selangkah karena terkejut


"Kemari lah aku ingin memelukmu"


ucap Varel yang membuat Vania lagi-lagi refleks menggelengkan kepalanya


"Hei"


ketus Varel lalu membuka mata


"Kau pasti akan memakan ku"


gumam Vania pelan yang membuat Varel tertawa


"Mengapa kau tertawa?"


tanya Vania mengerutkan kening


"Apa kau ingin menjadi sarapan pagi ku?"


goda Varel yang tersenyum penuh arti


"Tidak. Jangan menggodaku dasar kau menyebalkan"


ketus Vania kesal lalu berjalan menuju balkon kamar


Tak lama kemudian Vania lagi-lagi terkejut merasakan tangan Varel yang memeluknya erat dari belakang


"Damai"


gumam Varel pelan seraya menyandarkan kepalanya di bahu sang istri


"Ini benar-benar indah sekali, cahaya pagi di Seoul benar-benar membuatku terpukau. Terima kasih sayang"


ucap Vania terkagum


"Cahaya matahari kalah dari cahaya mu yang sangat terpukau membuatku ingin menjadikanmu sarapan pagi ku saja"


goda Varel terkekeh pelan


"Huh apa kau ingin menyiksaku? Aku sudah lelah Varel, mari kita beristirahat hari ini"


ucap Vania pelan


"Baiklah kita beristirahat dan jangan keluar dari kamar"


jawab Varel santai


"Apa? Tidak-tidak, aku ingin berjalan-jalan Varel!!"


"Dari tempat tidur sampai ke balkon juga kau sudah berjalan"


lagi-lagi Varel menjawab dengan santainya


"Huh dasar menyebalkan"


ketus Vania kesal

__ADS_1


"Aku akan menyuruh pihak hotel mengantar makanan"


"Apa? Lagi-lagi kau mengurungku dikamar?"


teriak Vania kesal


"Hei mengapa kau berani meneriaki ku?"


ketus Varel menatap Vania dengan tajam


"Kau sangat menyebalkan"


gumam Vania mendengus kesal


"Mengapa kau sangat berani sekarang membantahku? Apa kau lupa adikku bisa bangun setiap saat dan menerkam mu?"


bisik Varel pelan lalu mencium leher Vania dan meninggalkan stempel kepemilikannya


Vania pun berbalik dengan cepat dan mengelus wajah tampan sang suami agar Varel menghentikan aksinya


"Sayang aku sedang lapar jadi kita sarapan sekarang ya"


ucap Vania tersenyum manis seraya tangannya masih mengelus pelan wajah tampan milik Varel


"Kau menolak ku dengan sangat manis membuatku tidak ingin melepaskan mu"


ucap Varel terkekeh pelan


"Tapi aku sedang lapar, apa kau tega membiarkanku mati kelaparan? Kau tega melihat istrimu kurus kering tidak berdaging? Bagaimana jika kau menjadi duda muda?"


Berbagai macam pertanyaan dan ocehan dari mulut Vania yang membuat Varel gemas karenanya


"Sayang meng-"


Cup.


Cup.


Cup.


Cup.


Cup.


"Sayang hentikan"


teriak Vania menahan bibir Varel dengan tangannya


"Mengapa kau berteriak?"


tanya Varel dengan polosnya


Astaga ingin sekali aku meremas wajah polosnya itu.-Vania


"Sayang aku ingin makan"


rengek Vania dengan manjanya


Mengapa sikapnya sering berubah-ubah akhir-akhir ini?-Varel


"Yasudah aku akan menelfon pihak hotel"


Setelah mencium pucuk kepala sang istri Varel pun berjalan menuju meja disebelah tempat tidur untuk menelfon pihak hotel agar mengantarkan sarapan pagi mereka lalu ia berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


*****


Beberapa menit kemudian keluarlah Varel dari kamar mandi dengan menggunakan jubah mandi bersamaan dengan bel hotel berbunyi


"Sepertinya itu sarapan kita, aku akan membukanya"


ucap Varel lalu berjalan mendekati pintu namun langkahnya terhenti oleh ucapan Vania


"Jangan, kau ingin mereka melihatmu seperti itu?"


ketus Vania lalu berjalan mendahului Varel dan membuka pintu


Dan benar saja, itu adalah sarapan pagi mereka yang diantar oleh dua orang perempuan pihak hotel


Tentu saja kedua perempuan itu sempat melongo melihat Varel dengan jubah mandi terlebih lagi dengan rambut yang masih basah dan air yang menetes dari rambutnya membuat kedua perempuan itu menatapnya kagum, tentu saja hal itu membuat Vania menatap mereka dengan kesal


"Tolong taruh di sana"

__ADS_1


ucap Vania dingin


Lalu kedua perempuan itu pun menaruh sarapan mereka didekat sofa seraya sesekali melirik kearah Varel yang masih diam dibelakang Vania


"Bisakah kalian tidak menatap suami saya?"


tanya Vania dengan kesalnya membuat kedua perempuan itu maupun sang suaminya terkejut


"Ma-maafkan kami Nona"


ucap salah satu perempuan lalu berpamitan dan pergi namun matanya tidak lepas menatap Varel sesekali


Varel hendak berjalan menuju lemari namun lagi-lagi Vania menghentikannya


"Jangan bergerak"


ketus Vania kesal yang membuat Varel juga menurutinya


Ternyata kedua perempuan tersebut masih berada diarea depan kamar Varel dan tentu saja masih mencari kesempatan untuk sekedar melirik Varel


Setelah kedua perempuan pelayan itu benar-benar pergi, Varel memeluk erat sang istri dari belakang


"Kenapa istriku sangat cemburu?"


goda Varel terkekeh pelan


"Pasang baju sana cepat kita sarapan"


ucap Vania dingin lalu berjalan menuju sofa


Karena melihat istrinya sedang tidak mood Varel pun bergegas menuju lemari pakaian dan tak berapa lama ia kembali lalu duduk disebelah sang istri


"Selamat makan"


ucap Vania tersenyum senang membuat Varel terkekeh pelan melihatnya


Mereka pun mulai menyantap sarapan pagi tanpa berbicara hanya benturan sendok dan piring yang bersuara.


*****


Ini benar-benar membunuhku, dia tidak mengijinkan ku untuk keluar kamar bahkan berjalan-jalan sedangkan dia bisa saja keluar kamar semaunya.-Vania


"Dasar Varel jahat, kau ingin mengurungku hah?"


teriak Vania kesal karena Varel meninggalkannya sendirian dikamar


"Andai saja ku tau jika honeymoon akan seperti ini aku-"


"Kau akan apa hah?"


Tiba-tiba Varel membuka pintu kamar


"Kenapa diam?"


Lagi-lagi Varel bertanya namun Vania hanya diam menunduk karena merasa takut


"Jika kau tidak menjawab aku akan menerkam mu sekarang"


Tentu saja ancaman itu membuat nyali Vania ciut


"Sayang apa kau lelah setelah bertemu klien?"


tanya Vania lalu menghampiri sang suami


"Aku lelah sekali namun aku masih sanggup untuk menerkam mu"


bisik Varel pelan lalu mencium daun telinga Vania


"Sayang aku sangat lelah apa kita bisa tidur siang saja?"


tanya Vania yang berusaha untuk menolak


"Huh kau selalu saja pandai menolak ku"


ketus Varel kesal namun tetap saja ia mengikuti kemauan sang istri untuk tidur siang.


*


*


*

__ADS_1


__ADS_2