
Jangan lupa untuk VOTE ya🥰😍...
Happy Reading Guys🥰😘!!!!
*****
"Ternyata setelah kau menceritakan sekretaris Dim, masakan ku langsung matang"
ucap Vania terkekeh pelan seraya mengangkat masakannya
"Apa kau butuh bantuan?"
"Tidak perlu Anna, ini hampir selesai"
"Baiklah"
"Nah sekarang sudah selesai. Aku kembali ke ruangan Varel dahulu ya. Kapan-kapan kita berkumpul lagi ya"
ucap Vania mengedipkan sebelah matanya
"Suatu kehormatan bagi saya Nona Muda"
ucap Anna menunduk sopan
"Berhenti bertingkah mantan kekasih sekretaris Dim"
teriak Vania yang membuat Anna gelagapan
"Astaga Vania benar-benar sudah gila. Untung saja tidak ada orang yang mendengarnya"
gumam Anna seraya mengelus dadanya
Tiba-tiba seseorang berjalan mendekati Anna dan mengagetkannya
"Siapa dia?"
"Astaga"
"Hei mengapa kau seperti melihat hantu?"
ketus perempuan tersebut
Ya dan kau hantu nya.-Anna
Perempuan itu adalah Eva, sekretaris Tuan Muda Varel yang baru beberapa bulan bekerja di Fernandez Group
"Dia siapa?"
"Dia adalah Nona Muda istri sah dari Tuan Muda mba Eva"
"WHAT??!! Dia istri Tuan Muda?"
Kan sudah kubilang dia istri sah Tuan Muda, mengapa dia bertanya lagi? Dasar aneh.-Anna
"Iya mba, memangnya kenapa jika dia istri Tuan Muda?"
"Mengapa jelek dan kampungan sekali? Cantikan juga aku dari pada dia, apa Tuan Muda selama ini di guna-guna olehnya?"
Astaga mengapa mulutnya kasar sekali? Apa dia merasa sangat cantik? Bahkan kecantikannya tidak bisa menandingi kebaikan hati Vania.-Anna
"Kembalilah ke ruangan mu sekarang"
"Baik mba"
jawab Anna lalu berjalan menuju ruangannya yang tepat berada disebelah ruangan Eva.
*****
Ruangan Presdir
"Permisi Tuan Muda"
__ADS_1
ucap Vania yang berada didepan ruangan suaminya seraya membawa nampan yang berisikan makanan untuk Varel
"Hello apakah ada orang disini? Jika ada tolong jawab lah"
Lagi-lagi Vania dengan usilnya menjahili sang suami
"Berhenti berbicara dan masuklah atau aku akan menghukum mu"
Tiba-tiba suara Varel terdengar di speaker yang berada tepat disebelah pintu ruangan membuat Vania mendengus kesal dan masuk kedalam ruangan tersebut
"Mengapa tidak langsung masuk saja?"
"Itu sangat tidak sopan Tuan Muda"
ucap Vania terkekeh pelan
"Termasuk dengan istri yang masuk ke ruangan suami?"
tanya Varel mengerutkan kening
"Ya, selamat anda benar sekali dan mendapat hadiah berlibur ke alam mimpi"
"Sayang berhentilah menggodaku"
rengek Varel dengan wajah memelasnya membuat Vania tertawa melihatnya
"Selamat makan Tuan tampan"
ucap Vania mengedipkan sebelah matanya lalu duduk disebelah Varel
"Suapi aku"
"Astaga kau sangat manja sekali. Kau sepertinya memang mengalami penyakit aneh"
ucap Vania terkekeh pelan dengan tangannya yang mulai menyuapi Varel sedangkan Varel sedang sibuk berkutik dengan laptop yang ada didepannya
"Kau sedang bekerja?"
"Hem"
"Tidak, karena kau di sampingku"
"Kau sangat tidak cocok dengan gombalan itu Tuan Muda"
cibir Vania mengerucut kan bibirnya dan membuat Varel terkekeh melihatnya
"Apa aku boleh bercerita?"
"Bercerita lah"
"Kau tau? Sepertinya bulan depan aku sudah bisa membeli rumah peninggalan ayah dan ibu, dan uang tabunganku hampir cukup"
ucap Vania bersemangat
"Wah kau sangat hebat dengan uangmu sendiri kau bisa menabung untuk membeli rumah"
ucap Varel antusias
"Aku tidak sabar untuk melihat rumah itu"
"Apa yang akan kau lakukan jika kau sudah membelinya? Apa kau ingin menjadikannya panti asuhan?"
tebak Varel seraya menatap sang istri
"Tidak, aku hanya ingin memilikinya karena hanya itu peninggalan dari ayah dan ibu untukku. Untuk panti asuhan, setelah aku membeli rumah itu aku akan menabung agar bisa membangun panti asuhan dan restoran kecil"
"Restoran? Kau ingin membuka restoran?"
"Hanya ingin mengembangkan ilmu yang kudapat saat berkuliah ini sayang"
"Wow calon wanita pebisnis ini sudah pandai berbicara ya. Bagaimana jika kau tergoda dengan pria lain saat kau memulai bisnis mu?"
__ADS_1
"Jangan memulai sayang. Untuk apa aku tergoda jika suamiku saja sudah hampir sempurna"
ucap Vania mengedipkan sebelah matanya
"Jangan menggodaku saat sedang bekerja sayang"
Tiba-tiba terdengar suara ketukan yang berasal dari luar, saat sedang mengecek cctv melalui tablet ternyata yang sedang mengetuk adalah Eva, sekretaris baru Tuan Muda Varel dengan membawa beberapa berkas ditangannya
"Siapa?"
tanya Vania yang juga sedang melihat tablet ditangan Varel
"Sekretaris baru ku sayang"
"Oh ya? Suruh masuk segera kasihan berkas yang ditangannya"
"Masuk"
ucap Varel seraya menekan remote yang ada disebelahnya
Kemudian masuklah Eva dengan membawa beberapa berkas ditangannya. Tentu saja saat melihat Vania yang duduk disebelah Varel membuat raut wajah Eva berubah seketika dan perubahan raut wajahnya terlihat jelas oleh Vania namun tidak oleh Varel yang kembali menyibukkan diri dengan laptop
"Ini laporan bulan kemarin yang Tuan Muda ingin lihat"
"Hem"
jawab Varel acuh
"Sayang"
tegur Vania mencubit keras perut Varel
"Aw sayang sakit"
rengek Varel dengan mengelus perutnya
"Kau ingin mendengar berita terbaru lagi minggu ini?"
tanya Vania dengan tatapan tajam nya
"Hahaha...Tentu saja tidak sayang"
ucap Varel bergidik ngeri seraya meletakkan laptopnya dan memeluk sang istri dengan erat
Vania hanya ingin Varel lebih menghargai sekretarisnya yang rela membawa beberapa berkas dihadapannya bukannya malah sibuk dengan laptopnya dan mengacuhkan karyawannya. Namun Eva mengira bahwa Vania memang sengaja ingin menunjukkan keromantisan mereka didepannya dan membuat Eva semakin membencinya
Lihat saja aku pasti akan bisa merebut Tuan Muda darimu wanita jelek.-Eva
"Baiklah Eva berikan laporannya"
ucap Varel lalu Eva pun memberikan laporan tersebut dan dengan sengaja sempat mencuri kesempatan dengan memegang tangan Varel seraya tersenyum mengejek menatap Vania
Jadi dia ingin mencoba menggoda Varel? Baiklah kuberikan kesempatan untukmu sekretaris cantik.-Vania
Setelah selesai Eva pun pamit keluar dan Varel kembali melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda
"Sial, apa dia kira bahwa dirinya sangat cantik sehingga Tuan Muda memilihnya? Cih lihat saja aku akan memakai segala cara agar Tuan Muda melihatku, memilihku dan meninggalkanmu perempuan bodoh"
gerutu Eva sepanjang perjalanan
Eva benar-benar marah dan tidak terima saat melihat kedatangan istri sah dari Tuan Muda Varel karena sejak awal tujuannya bekerja di Fernandez Group hanya untuk mencuri hati Varel padahal dirinya tau berita tentang pernikahan Tuan nya
Entah karena kekuasaan, ketampanan, atau kekayaan Varel lah yang membuat Eva benar-benar tergila-gila padanya bahkan berambisi untuk merebut Varel. Dengan segala cara akhirnya Eva berhasil diterima di Fernandez Group sebagai sekretaris Varel dan tentu saja hal itu mempermudah tujuannya yang ingin menjadikan Varel miliknya
Sudah berbulan-bulan ia berusaha mendekati Varel dengan segala macam cara namun Varel tetap tidak melihatnya bahkan Varel sangat dingin dan acuh terhadapnya. Melihat Varel yang sangat lembut terhadap Vania tadi membuat Eva semakin berambisi untuk merebut Varel terlebih saat ia melihat Vania tidak seperti wanita kaya pada umumnya yang memakai barang-barang branded, Eva pun mengira bahwa Vania bukan dari keluarga kaya raya karena ia tidak melihat berita tentang anak kedua keluarga Airlangga.
*
*
*
__ADS_1