
Jangan lupa untuk VOTE ya🥰😍...
Happy Reading Guys🥰😘!!!!
*****
"Kau hamil tapi Tuan Muda tidak memperhatikan mu dan malah bermesraan dengan wanita di sana padahal katamu mereka memperlakukan mu dengan baik"
ketus Bibi Tya dengan kesalnya
Vania pun memutar pandangannya dan menatap Varel sedang berbicara dengan beberapa orang dengan wajah bahagianya. Tentu saja ucapan sang Bibi benar, Varel sedang berdiri sangat dekat dengan seorang wanita cantik, melihat itu Vania merasakan api cemburu yang hendak keluar
Astaga, ada apa denganku? Itu mungkin hanya rekan bisnisnya dan aku tidak berhak cemburu.-Vania
"Benar-benar menyedihkan"
timpal Dita dengan senyum mengejek
"Bisakah kalian berhenti berbicara?"
tanya Paman Bram menahan amarahnya
"Ayah apa-apaan sih"
ketus Dita dengan kesal sedangkan Dewi dan Vania hanya diam
Hingga tiba-tiba Varel berjalan mendekat berhenti disebelah sang istri dan tak lupa untuk merangkul pinggangnya
"Selamat siang Tuan Muda"
ucap Paman Bram menunduk sopan
"Selamat siang Pak"
jawab Varel tersenyum singkat hingga membuat Dita melongo menatapnya
Astaga, bagaimana bisa Tuan Muda sangat tampan walau hanya tersenyum singkat? Vania benar-benar beruntung bisa menjadi istrinya bahkan selalu tidur setiap malam dengannya.-Dita
"Bolehkah saya membawa istri saya?"
"Silahkan Tuan Muda"
Lagi-lagi Paman Bram menjawab dengan sopan
Bukan karena apa, walaupun Varel adalah menantunya tapi Varel tetap orang yang sangat berpengaruh di kota ini hingga semua orang harus menghormatinya
Setelah berpamitan, Varel pun mengajak Vania untuk menerima tamu-tamu yang berdatangan
"Sayang, ada apa dengan mu? Mengapa wajahmu terlihat kesal?"
tanya Varel menatap sang istri yang selalu memalingkan wajah nya seolah ingin menghindari kontak mata dengan Varel
"Aku ingin menemui anak-anak"
ucap Vania pelan lalu berjalan menjauhi Varel yang menatapnya heran
Ada apa dengannya? Aku salah apa? Astaga, ibu hamil membuatku bingung, mood nya berubah-ubah dengan sangat cepat.-Varel
*****
"Tian"
ucap Varo saat melihat sahabatnya juga datang ke pesta ulang tahun Mama Melinda
"Varo"
ucap Tian senang lalu berlari mendekati sang sahabat
"Bagaimana kau bisa sampai kesini?"
"Tentu saja bersama Mama dan Papa ku"
"Oh ya? Om dan tante juga ada disini?"
"Iya, Daddy mu yang mengundang kami"
"Daddy memang pengertian. Oh ya apa kau tau bahwa aku akan memiliki adik?"
__ADS_1
"Adik? Wah selamat Varo, aku juga ingin memiliki adik"
"Hei anggap lah adikku juga sebagai adikmu termasuk Lista dan Echy"
"Kau serius?"
"Tentu saja"
"Wah terima kasih ya. Aku senang mendengarnya".
*****
"Tuan Muda"
ucap Pak Deri dan istri
"Pak Deri, dimana Tian?"
"Di sana Tuan Muda, bersama Tuan Kecil dan Nona Kecil"
"Hahaha...Sudah kuduga mereka akan terus bersama. Oh iya Pak Deri, aku ingin nantinya Varo dan Tian akan bersekolah ditempat yang sama"
"Sungguh suatu kehormatan bagi keluarga kami Tuan Muda"
ucap Pak Deri tersenyum sopan
"Bahkan jika kita merencanakan perjodohan antara Tian dan Lista pun aku menyetujui nya"
"Astaga, itu masih sangat lama Tuan Muda"
ucap Pak Deri terkekeh pelan
"Tidak masalah, aku mempercayakan Tian untuk menjaga Lista maka dari itu mereka harus tetap bersekolah ditempat yang sama. Bahkan aku merencanakan akan menjadikan Tian sebagai asisten pribadi Varo nantinya"
"Astaga Tuan Muda, saya benar-benar bersyukur dan sangat berterima kasih jika hal itu akan terjadi namun keluarga saya tidak pantas untuk mendampingi keluarga Tuan Muda"
"Hei jangan berbicara seperti itu Pak Deri, kau sudah mengabdi dengan keluarga kami selama berpuluh-puluh tahun bahkan sejak Papa mendirikan perusahaan itu. Aku benar-benar berterima kasih karena kau tidak pernah mengkhianati keluarga kami"
"Saya sangat menghormati Tuan Besar karena beliau sangat berjasa di keluarga saya maka dari itu saya bersumpah akan mengabdi kepada keluarga Tuan Besar"
"Terima kasih banyak Pak Deri"
"Itu sesuai dengan kerja kerasmu Pak".
*****
Acara pesta pun telah selesai diakhiri dengan tawa bahagia dari wajah anak-anak panti asuhan karena mendapat begitu banyak hadiah dari Mama Melinda
Semua orang sudah kembali ke kamar mereka masing-masing termasuk Varel dan Vania yang masih tidak mood terhadap sang suami
"Sayang"
panggil Varel pelan saat sang istri baru saja keluar dari kamar mandi membuat Vania menoleh sebentar lalu berjalan menuju walk in closet
Aku benar-benar bisa gila, dia bahkan tidak mau menjawab panggilanku dan hanya menoleh sebentar, itu pun terlihat seperti terpaksa. Aku melakukan kesalahan apa lagi?-Varel
*
Astaga, aku benar-benar jahat mendiami Varel selama ini. Tapi saat melihat wajahnya, membuatku sangat kesal dan mengingat senyuman manisnya terhadap wanita tadi.-Vania
*****
Masih di Kamar Utama
"Sayang mengapa kau mendiami ku sejak tadi?"
tanya Varel lalu memeluk erat sang istri dari belakang
"Tidak ada apa-apa"
jawab Vania tersenyum kecil
"Apa aku membuat kesalahan?"
"Mandi lah sekarang, aku sudah menyiapkan air untukmu"
Varel hendak kembali membuka suara namun tiba-tiba ponselnya berdering menandakan sebuah panggilan masuk, itu dari sekretaris Dim yang berada di kamar tamu
__ADS_1
"Kak bacalah e-mail yang baru saja ku kirimkan"
"Hal mendesak?"
"Iya kak"
"Baiklah"
ucap Varel lalu memutuskan panggilan
Ia pun membuka e-mail yang dikirimkan sekretaris Dim sekitar lima menit yang lalu. Di sana terlihat sekretaris Dim mengirim berita yang sedang trending dengan berbagai macam judul dan topiknya tentang Vania
"Ada hubungan apa antara Putri Airlangga dan Tuan Muda Fernandez?"
*
"Diantar ke kampus bahkan di teriaki dengan panggilan "sayang", kedekatan Putri Airlangga dan Tuan Muda Fernandez menjadi buah bibir"
*
"Setelah dikabarkan menikah, Tuan Muda Fernandez terlihat dekat dengan Putri Airlangga"
*
"Apakah Putri Airlangga pelakor?"
*
"Evivania memposting foto seorang pria dengan latar belakang foto yang di posting Tuan Varel beberapa saat setelahnya. Apa mereka berlibur bersama?"
Tentu saja semua berita dikirim sekretaris Dim membuat Varel naik darah bahkan terlihat sangat marah
"Sayang, boleh ku pinjam ponselmu?"
Tanpa mengatakan apapun, Vania menyerahkan ponselnya
"Aku akan ke ruang kerja sebentar"
ucap Varel lalu berpamitan seraya mencium pucuk kepala sang istri.
*****
Ruang Kerja
"Bagaimana kak?"
"Jangan biarkan istriku mengetahui berita ini. Biarkan saja dan aku tidak akan mengklarifikasi kan nya"
"Kak Varel serius? Lalu bagaimana dengan nama baik kakak dan kak Vania?"
"Biarkan saja media berpikir negatif tentang berita ini"
Tanpa sepengetahuan Varel, Vania yang hendak masuk karena ingin meminta maaf dengan membawa nampan berisikan kopi hitam dan kue kering pun mematung mendengar nya
Vania pun berjalan menjauhi ruang kerja sang suami dan untung lah Varel bahkan sekretaris Dim belum menyadari kedatangannya.
*****
Kamar Utama
"Berita apa yang ia sembunyikan?"
gumam Vania pelan lalu mulai mencarikan berita yang sedang trending
Setelah mencari tau, Vania sangat terkejut karena semua berita tersebut adalah berita negatif tentang dirinya
Tanpa terasa air matanya pun lolos membasahi wajah cantiknya terlebih saat mengingat ucapan Varel yang tidak ingin mengklarifikasi kan berita tersebut bahkan Varel membiarkannya saja berita itu simpang siur
"Mengapa sangat menyakitkan rasanya? Aku dihujat oleh semua orang Indonesia bahkan semua komentar mereka benar-benar memojokkan ku"
gumam Vania pelan disela-sela isak tangisnya
Aku benar-benar terlihat menyedihkan bahkan berita ini bisa merusak nama baik ku terlebih nama baik keluarga Papa Lyno.-Vania
*
*
__ADS_1
*