
Jangan lupa untuk VOTE dan KIRIM HADIAH yađ„°đ...
Follow Juga IG Author : @d.octrayin_
Happy Reading Guysđ„°đ!!!!
*****
Tak lama kemudian Bi Ijah masuk ke dalam kamar utama dengan beberapa pelayan yang membantunya membawa peralatan mandi untuk baby Al dan baby El. Sebenarnya, Varel ingin mempekerjakan perawat khusus untuk menjaga kedua anaknya namun Vania menolak karena ia ingin mengurus semuanya sendiri dan hanya dibantu oleh Bi Ijah dan Nike saja. Karena saat ini Nike sedang bersiap-siap untuk sekolah, jadilah Bi Ijah sendiri yang akan memandikan bayi kembar itu.
âPermisi, Tuan Mudaâ ucap Bi Ijah karena ia akan membuka pakaian baby Al dan mulai memandikannya.
Varel hanya diam namun matanya tak lepas dari baby Al yang sangat tenang bahkan ketika dimandikan. Karena melihat suaminya yang benar-benar fokus melihat proses pemandian bayi, Vania terkekeh pelan.
âSayang, berilah jarak agar Bi Ijah bisa memandikan Al dengan tenangâ tegur Vania ketika suaminya semakin mendekat.
âAh, maaf Biâ ucap Varel terkekeh pelan.
Bi Ijah pun tersenyum. âTidak masalah, Tuan. Tuan Besar juga seperti ini ketika Bibi memandikan Tuan Mudaâ
âPapa sangat penasaran? Bukannya Papa takut menggendong ku dulu?â tanya Varel antusias.
âTuan Besar memang takut menggendong Tuan Muda dan Tuan Vandi namun Tuan Besar akan sangat antusias melihat Bibi memandikan bayi nyaâ
âSayang, bisa tolong dorongkan aku agar mendekat?â
Dengan segera Varel mendekati istrinya dan mendorong kursi roda dengan baby El yang ternyata sudah kembali tidur.
âKenapa Papa takut menggendong bayi?â
âKatanya takut jatuhâ jawab Varel karena ia mengingat cerita Mama Melinda yang mengatakan bahwa Papa Hendrik memang tidak pernah menggendong anak-anaknya ketika berumur 0 bulan.
âBi, apa wajar jika Al jarang menangis?â tanya Varel seraya menatap Bi Ijah yang sedang fokus memandikan baby Al.
âSebenarnya wajar-wajar saja, Tuan. Karena umur Tuan Kecil belum satu minggu, masih suka tidur.â
âBagaimana dengan El?â. Vania terkekeh karena mendengar suaminya yang sangat antusias bertanya.
âTuan Kecil El juga wajar menangis karena mungkin saja ia merasa sedang tidak nyaman dengan posisi tidurnya atau karena lapar dan belakangnya basah.â Bi Ijah dengan sabar menjelaskan kepada suami yang baru saja menjadi seorang Ayah itu.
âHei, dia membuka mata.â Varel heboh ketika melihat baby Al membuka mata saat dimandikan.
Bi Ijah tersenyum tipis. âMungkin Tuan Kecil Al tau bahwa Tuan Muda sedang menanyakan tentangnya.â
âTidak, Bi. Dia tidak bisa mendengar ucapan kuâ ucap Varel tertawa.
Plak
Refleks Vania yang berada disebelahnya langsung memukul bahunya pelan.
âAku bercanda, Sayang.â
__ADS_1
Vania mendengus kesal. âKau ini, selalu saja membully anakkuâ
âAnak kita, Sayangâ protes Varel tak terima.
âAnak kita anak kita, tapi kau selalu membully nyaâ
âHei, aku hanya bercanda.â
âSudah sana.â
âAku belum melihat proses si bontot mandiâ rengek Varel ketika Vania mengusirnya.
âProsesnya sama saja. Sana, lihat Koko dan Cici.â
Akhirnya, mau tak mau Varel mengikuti ucapan sang istri untuk melihat kedua anaknya apakah sudah siap berangkat ke sekolah.
*****
Pagi ini, suasana di meja makan sangat meriah karena semua orang sudah berkumpul untuk sarapan bersama. Sepertinya hanya Varel dan Vania yang belum berkumpul.
âApaââ
Ucapan Bryan terpotong ketika ia melihat Angeline, Alea, dan Clara juga Raja masuk ke dalam rumahâ
âWow, Kakak Cantik. Kita bertemu lagiâ ucap Bryan mengedipkan sebelah matanya ketika melihat Alea.
âUncle, jangan merebut milik Papa El. Apa Uncle sudah bosan hidup?â
Astaga, ini salahnya jika mempunyai circle seperti circle ku.-Daniel.
âAyo, Sayang. Duduklahâ
Mereka pun mulai duduk bersama mengisi beberapa kursi yang memang kosong.
Tak lama kemudian, Varel dan Vania pun turun dari lantai dua dengan Vania yang masih berada di kursi roda. Sebenarnya Vania sudah boleh berjalan apalagi sudah beberapa hari yang lalu ia melahirkan. Namun, suaminya adalah Tuan Muda Varel.
âVaniaâ
âHei, kalian sudah lama?â tanya Vania setelah mencium satu per satu sahabatnya.
Angeline dan Alea memang sedang sibuk mengurus bisnis mereka jadi baru bisa berkunjung sekarang sedangkan Clara juga sedang mengurus pernikahannya bersama Reza terlebih lagi kemarin Raja tiba-tiba demam membuatnya juga baru bisa berkunjung.
âDimana anakku?â tanya Angeline antusias.
âKan belum dibuat dengan Kak Hendraâ celetuk Vandi yang membuat Sandra memukul lengannya.
âMaksudku baby Al dan Elâ ucap Angeline tersenyum canggung.
âMereka masih tidur. Makan saja duluâ
Akhirnya mereka pun makan bersama dengan tenang. Ah ralat, dengan beberapa celetukan Lista, Bryan, dan Billy.
__ADS_1
âMommy ku selalu tidak bisa berkumpul bersamaâ ucap Billy setelah mereka baru saja menyelesaikan sarapan paginya.
âMaksudmu Kak Cherry?â
âMemangnya Mommy ku ada berapa?â gerutu Billy yang membuat Bryan terkekeh.
âBodoh, Kak Cherry kan sebentar lagi melahirkan. Kau ingin adikmu keluar saat di pesawat?â
âTidak masalah, aku akan menamainya Sky karena dia keluar saat berada diatas langit.â
âUmur 16 punya anak no, umur 16 punya adek yesâ ucap keduanya bersamaan.
Varel menggeleng melihat kelakuan Adik dan keponakannya itu yang benar-benar tidak bisa diam dan selalu berdebat namun mereka tidak bisa dipisahkan.
Melia mempunyai dua anak yang bernama Cherry dan Bryan. Anak perempuannya memang menikah muda sehingga saat ia melahirkan Bryan, anaknya juga melahirkan Billy, cucunya yang membuat Bryan dan Billy sekarang seumuran. Siapa sangka banyak yang mengira mereka adik dan kakak padahal faktanya mereka itu adalah uncle dan keponakan.
âWow baby twinsâ ucap Alea ketika melihat Bi Ijah dan salah satu pelayan menggendong baby Al dan baby El.
âVan, aku ingin menggendongnya tapi takut karena aku tidak pernah menggendong bayi 0 bulanâ ucap Alea yang selalu menatap kearah bayi.
Vania yang mendengarnya pun tertawa. âCoba saja, hitung-hitung belajarâ
Akhirnya, Alea pun belajar menggendong baby Al yang sangat nyenyak dalam tidurnya.
âWow, seperti ini?â
âTanganmu harus berada dibawah pantatnya agar dia tidak jatuh.â
Semua terdiam ketika mendengar suara Daniel yang mengajarkan Alea cara menggendong bayi.
âSayang, kau dengar kan?â bisik Vania tersenyum tipis.
Varel terkekeh pelan seraya mengelus pucuk kepala istrinya dengan kasih sayang. âApa Mommy ingin menjodohkan mereka hm?â
âSepertinya begitu. Jangan jauh-jauh mencari jodohâ ucap Vania tertawa.
Cup.
âHei, kââ
âTidak ada yang melihat, mereka fokus kepada baby Al dan baby Elâ ucap Varel seraya mengelap bibir sang istri membuat Vania tersenyum tipis.
Tanpa mereka sadari bahwa ada sepasang mata yang melihat pergerakan mereka.
âOh My God, My Eyes!â
Skakmat.
*
*
__ADS_1
*