Menjadi Yang Ke-3

Menjadi Yang Ke-3
Sedih


__ADS_3

Mendengarkan tawaran yang diberikan oleh Rahayu itu membuat Aulia begitu tersentuh, karena menurutnya Wanita itu sangat tulus menyayanginya layaknya ibu kandungnya sendiri padahal Santi terlihat biasa saja ketika bersikap dengannya.


Bagas Tentu saja tidak terima ketika mendengar tawaran yang diberikan oleh Rahayu barusan, sebab menurutnya ia ingin menyelesaikan masalahnya itu hanya dengan berduaan saja dengan Aulia tanpa ada orang ketiga ataupun selanjutnya.


Lagian dapat peraturan dari mana ketika menyelesaikan masalah dalam rumah tangga di rumahnya orang lain, Padahal mereka bukan keluarga dekat apalagi merupakan orang yang selama ini berhubungan dengan mereka dan juga tahu tentang segala masalah yang dialami.


"sepertinya tidak perlu dan juga terima kasih sekali atas tawaran yang diberikan, hanya saja kami berdua memang harus benar-benar pergi dari sini karena saya ingin menciptakan momen yang tidak bisa dilupakan dengan istri!"Bagas terpaksa mengatakan hal-hal vulgar yang nantinya bakalan disalah pahamkan oleh orang lain.


"Waduh ini Bos kok sampai tidak punya malu sama sekali mengatakan semua itu di depan orang, apa dia sudah tidak tahan lagi karena selama beberapa hari tidak berhubungan badan dengan Nyonya Aulia?"batin Dimas frustrasi ketika melihat kegilaan yang dilakukan oleh Bagas.


Andra hanya menggelengkan kepalanya tidak berani menyelak ataupun berpikir aneh-aneh karena sebenarnya dirinya pun merasakan hal yang sama seperti Bagas, soalnya kemarin dia sudah membayar wanita malam tetapi tidak sempat mencicipinya akibat panggilan yang diberikan oleh Dimas atas perintah dari Bagas.


"Sembarangan deh kamu itu kalau ngomong! Memangnya kamu pikir siapa yang ingin berduaan dengan kamu saja tidak ada orang lain di dalamnya, aku tidak akan pernah mau berhubungan dengan pria yang tidak pernah menghargai wanita seperti kamu." ujar Aulia tegas yang benar-benar sudah tidak ingin lagi ada hubungan apapun itu dengan Bagas yang menurutnya Percuma saja untuk membayar bersama jika tapi yang pria itu tidak pernah berubah terus dari awal.


"Nah itu baru betul Aulia tidak usah kembali dengan pria yang tidak tahu bersyukur seperti dia itu, yang ada hanya mau menyakiti istri sendiri padahal jelas-jelas yang doyan kawin kan dia?"jelas Nina yang begitu bahagia ketika mendengar penolakan yang dilakukan oleh sahabatnya itu .


Rahayu menatap jengah ke arah putrinya yang menurutnya sangat tidak kooperatif tersebut, seharusnya Nina memberi izin agar Aulia menyelesaikan masalahnya itu dengan suaminya karena Biar bagaimanapun yang lebih berhak terhadap Aulia di sini adalah Bagas.


"Kamu itu kenapa sih kalau ngomong sembarangan saja, Aulia itu punya suami jadi seharusnya yang dia dengarkan yaitu suaminya bukan kamu! "ujar Rahayu yang tidak terima ketika putrinya itu sangat tidak memahami masalah yang telah dihadapi oleh orang lain.


"Justru saya senang kalau Nina bantu saya seperti tadi Tante, dengan begitu saya yakin kalau di sini Saya tidak sendirian karena ada yang lebih peduli dengan keadaan saya! maka dari itu tolong jangan marahin Nina karena nanti saya bakalan pergi dari sini, dan juga terima kasih atas perhatiannya selama ini sudah diberikan kepada saya tetapi Percayalah niatan hati saya tidak ingin membuat kalian merasa tidak nyaman!"jelas Aulia yang benar-benar tidak enak hati kepada Perdana dan juga Rahayu yang sudah menerimanya sepenuh hati mereka.


Rahayu Tentu saja tidak masalah jika Aulia datang dan menetap di rumahnya karena ia sudah Mengenali wanita itu dari dulu, hanya saja Santi dan juga Deni membawanya pergi dari tempat itu dari sekarang akhirnya mereka baru bertemu lagi dalam keadaan yang benar-benar tidak terduga.


"Ya sudah nanti Lain kali kalau memang kamu benar-benar membutuhkan bantuan, Datanglah ke sini Jangan pernah merasa sungkan atau pun malu dengan semua yang terjadi! Tante tidak akan pernah membiarkan kamu sendirian dan juga tidak akan pernah membiarkan kamu mengalami kesedihan, karena kami inginkan adalah semua yang terbaik untuk kamu dan juga semua yang paling indah di dunia ini!"jelas Rahayu membuat Aulia benar-benar benar tersentuh dengan perhatian yang diberikan oleh wanita paruh baya itu.

__ADS_1


"Makasih banyak Tante! Aku janji akan mengingat semua kebaikan kalian selama aku berada di sini, dan juga aku janji bakal menyelesaikan masalah kami berdua dengan sebaik mungkin tidak ada yang namanya saling menyusahkan!"Aulia mengatakan hal itu lalu segera pergi kembali ke dalam kamarnya Nina untuk membereskan pakaiannya karena memang ia tidak enak hati harus menyusahkan keluarga mereka lebih lama lagi.


Bagas tersenyum penuh kemenangan padahal dirinya itu seperti melupakan kata-kata Aulia dari awal, kalau wanita itu tidak akan pernah kembali ke rumahnya Bagas lagi sampai kapanpun dan itu memberi sinyal kalau Aulia ingin pisah darinya.


Nina yang melihat Aulia sudah bertingkat pergi dari rumahnya langsung memilih mengejar sahabatnya itu ke dalam kamar, karena ia ingin memastikan Apakah Aulia benar-benar ingin pulang atau hanya sekedar keluar dari rumah itu karena merasa malu dengan mereka.


Perdana mendekati Bagas selalu menepuk bahu pria itu karena dirinya adalah orang yang lebih tua di situ, maka sudah seharusnya memberikan arahan dan juga jalan yang terbaik agar para anak muda di bawahnya itu lagi lebih paham soal masalah rumah tangga.


"masalah dengan istri itu sebenarnya ada jalan keluar yang sangat banyak yang bisa dipilih untuk menyelesaikan masalah tersebut, hanya saja tergantung suaminya mau membawa masalah itu ke arah mana dengan kekerasan ataupun dengan cara yang harus dan juga lembut. Aulia itu tipe anaknya yang keras, makanya ia paling tidak suka kalau sampai ada yang melakukan hal yang tidak tidak kepadanya."ujar perdana mengingatkan Bagas bahwa yang dibutuhkan oleh Aulia itu adalah kelembutan dan juga perhatian yang ekstra sebab dirinya yakin Deni dan juga Santi tidak pernah memberikan perhatian yang lebih kepada wanita itu.


Dimas sebenarnya setuju dengan apa yang dikatakan oleh Perdana tadi, kalau sebenarnya Respon yang diberikan Bagas saat bertengkar dengan Aulia itu terasa begitu berlebihan.


Namun sebagai seorang bawahan ia tidak punya wewenang untuk mengatakan semua itu apalagi menasehati majikannya sendiri, dirinya hanya mencoba untuk menemani Bagas di setiap suasana hati pria itu dan juga memilih untuk lebih bersikap dewasa.


"Kamu Beneran bakalan pulang beb? Apa kamu tidak bisa lebih lama lagi di sini, soalnya aku ragu jangan sampai pria itu tidak berubah yang ada malah menyakiti kamu? "tanya Nina pelan sambil mengikuti langkah-langkah bagi Aulia yang sedang memasuki semua barang-barangnya di dalam koper.


"Aku yakin kok bukan karena ingin kembali dengan pria itu atau karena melihat perubahan sikapnya tadi, melainkan Aku yakin kalau tempatku itu bukan di sini sebab Di Jakarta ada kedua orang tuaku dan juga ada Indira Yang pastinya sedang menungguku !" jelas Aulia membuat Nina mengerut keningnya karena merasa penasaran dengan nama terakhir yang disebutkan oleh Aulia barusan.


"Indira itu anaknya pria yang di bawah itu kan bersama istrinya yang lain? Kenapa kamu perhatian sekali dengan dia, Padahal selama ini dia sudah terlalu bersikap kasar kepada kamu dan juga tidak pernah mengerti dengan keinginan kamu? "ujar Nina yang masih tidak terima jika sahabatnya itu pergi dan disakiti lagi oleh suaminya sendiri.


"pokoknya kamu tenang saja karena aku tidak ingin membiarkan tubuhku disakiti oleh dia lagi, meskipun dia itu adalah suamiku yang pantas untuk aku hormati Tetapi kalau dia macam-macam ya aku bakalan ladeni! "janji Aulia dengan penuh keseriusan membuat Nina menghela nafasnya kasar dan merasa bahwa membiarkan sahabatnya itu pergi mungkin merupakan jalan yang terbaik biar semuanya jelas tidak mandet di tengah jalan seperti saat ini.


"Ya sudah kalau kamu pulang nanti dan dia melakukan hal yang tidak tidak kepada kamu ataupun menyakiti kamu secara tidak langsung, Jangan lupa kasih kabar ke aku karena aku bakalan pergi menjemput kamu pulang ke sini dan tidak akan membiarkan kamu bersama dengan dia lagi! "tegas Nina sambil menatap ke arah Aulia berharap agar wanita itu mau berjanji dengannya sesuai dengan apa yang ia inginkan seperti barusan ini.


"Iya pokoknya kamu percaya saja denganku kalau aku tidak akan pernah memberikan diriku disakiti oleh dia, dan kalaupun Aku Tersakiti kamu adalah orang pertama yang bakalan aku beri kabar soal hal ini! "Jelas Aulia agar Nina tidak terlalu cemas.

__ADS_1


Nina memeluk erat tubuh sahabatnya itu sambil menahan agar air matanya tidak boleh keluar karena Takutnya nanti Aulia juga bakalan merasakan hal yang sama, dari dulu sampai sekarang Nina selalu berusaha menjaga Aulia dan juga ingin agar sahabatnya itu selalu bahagia maka dari itu ketika sekarang Aulia pergi dengan keadaan seperti begini membuat wanita itu rasa-rasanya sangat tidak tega dan juga tidak ikhlas.


"Ah sahabatku yang satu ini sangat aku sayangi di dunia ini kenapa malah pergi meninggalkanku, Padahal aku masih punya banyak rencana berdua dengan dia untuk keliling alun-alun kota Bandung kemudian mencari pria tampan di sini!" jelas Nina Sambil tertawa membuat Aulia pun ikutan tertawa.


"Akhirnya aku terbebas dari sahabatku yang sikapnya sangat nyeleneh dan tidak menyenangkan ini, Entah nanti kapan baru kami bisa bertemu lagi dan juga semoga Kalau bertemu nantinya dia sudah mempunyai gandengan biar tidak menggangguku terus-menerus! "sahut Aulia membuat keduanya tertawa tetapi Percayalah tanpa permisi air mata mereka sudah keluar begitu saja.


"Aku benci kalau menangis Aulia! Nanti dikira Aku ini wanita cengeng dan juga selalu saja pengen diperhatikan, ini semua itu gara-gara kamu yang mengeluarkan kata-kata menyebalkan itu!"ujar Nina sambil melepaskan pelukannya dan menghapus air matanya yang dari tadi tinggal kerjaannya hanya turun terus.


"Terima kasih ya karena kamu sudah mau membantuku dan juga sudah mau meringankan beban pikiranku selama ini, kalau tidak ada kamu entah bagaimana nanti diriku yang tidak punya teman dan juga orang untuk bisa berbagi suka dan duka. "Aulia mengatakan semua itu dengan penuh ketulusan tidak ada yang namanya kepura-puraan hanya ingin mendapatkan sebuah perhatian.


"justru aku senang kalau kamu mengalami kesusahan dan Aku adalah orang pertama yang kamu cari, dan juga aku sangat beruntung karena kesusahan kamu itu aku juga merasakannya. "Nina mengatakan hal itu sambil membersihkan wajah Aulia dari sisa-sisa air matanya berharap agar saat keluar kamarnya nanti Aulia tetap tersenyum.


Bagas di lantai bawah benar-benar tidak enak hati terhadap Perdana, Karena sudah mengetahui masalah yang ia dan juga Aulia hadapi saat ini.


"Maafkan saya tuan perdana, Karena sudah membuat anda tidak nyaman dengan masalah yang saya dan juga istri alami. Karena memang dari awal saya tidak tahu sama sekali kalau Nina itu merupakan anak anda. Tujuan saya datang ke sini bukan untuk membuat Anda dan sekeluarga merasa tidak nyaman, atau mempermalukan diri saya sendiri karena murni saya datang ke sini hanya untuk membawa istri saya pulang! "jelas Bagas yang selama ini tidak pernah menundukkan wajahnya kepada siapapun tetapi saat bersama perdana pria itu benar-benar merasa malu dan juga entah mau taruh di mana Lagi mukanya nanti kalau bertemu.


"Santai saja Tuan Bagas! Justru saya merasa bahagia Ketika anda datang ke sini dan dengan begitu saya tahu siapa sebenarnya suami Aulia, Jangan pernah merasa malu kepada saya karena Aulia itu sudah saya anggap seperti anak sendiri soalnya dia dengan Nina itu sudah bersahabatan dari kecil. "jelas Perdana Tetapi entah bagaimana Bagas tetap saja merasa malu.


"Ayo aku sudah siap disana kita pergi sekarang! "ujar Aulia dengan wajah datarnya.


"kamu mau pergi nak? Ingat ya hati-hati saat sudah kembali ke Jakarta, apapun masalah yang kamu hadapi kalau terlalu berat jangan lupa untuk memberi kabar kepada Nina biar tante Juga Tahu!"Pinta Rahayu penuh permohonan bahkan wanita itu kini hendak menangis karena dirinya sangat tahu bagaimana kehidupan Aulia dulu.


sebelum Aulia menjawab Bagas sudah memotongnya terlebih dahulu, karena dirinya tidak ingin istrinya menyelesaikan masalah dengan cara begini lagi yaitu kabur dan juga curhat kepada orang lain.


"Saya janji dia tidak akan pernah melakukan hal ini lagi dan saya juga janji akan merubah kebiasaan buruk saya, terima kasih atas perhatian yang diberikan kepada istri saya tetapi Percayalah saya yang lebih berhak segalanya!"jelas Bagas yang Bukannya ingin tidak sopan tetapi memang begitulah harus kenyataannya Kalau pria itulah yang bertanggung jawab terhadap Aulia dan juga menjaga wanita itu agar jangan menangis serta meraih kebahagiaannya sempat tertunda di dalam kehidupannya.

__ADS_1


Rahayu tidak peduli dengan jawaban yang diberikan oleh Bagas, karena menurutnya terserah pria itu statusnya lebih tinggi daripada suaminya ataupun kekayaan yang melebihi dunia ini tetapi intinya jika menyangkut Aulia dirinya juga bakalan ikut campur di dalamnya.


"Tentu saja Tante apapun keadaanku di sana aku bakalan memberitahukan kepada Tante di sini!"janji Aulia sambil tersenyum tidak peduli jika saat ini Bagas menatap tak percaya ke arahnya.


__ADS_2