
Nina menatap tak percaya ke arah Andra yang menurutnya sudah sangat keterlaluan karena masa ia menyuruh Aulia untuk mengusir dirinya, terlepas dari tampang pria itu yang begitu mempesona tetapi setidaknya akhlaknya juga harus dipakailah dalam bertutur kata agar tidak membuat orang lain menjadi tersinggung.
Apalagi maksud dan tujuannya sebenarnya baik tidak ingin membuat orang lain merasa tidak nyaman, sebab Ia datang ke sini semata hanya ingin bertemu dengan Aulia dan juga memastikan keadaannya secara langsung dan juga ingin bertemu dengan Andra karena kebetulan ia sudah membuat janji dengan pria itu.
"Kamu maksudnya apa Ya ngomong kayak tadi? Memangnya kamu pikir aku ini wanita apaan sampai-sampai harus kamu over sana over sini, padahal seharusnya yang marah itu aku karena kamu yang mengajakku datang ke sini ya Meskipun terlepas dari niat awalku yang memang ingin berkunjung ke rumahnya Aulia? "email Nina tidak terima Jika harga dirinya dijatuhkan seperti itu dan juga ia merasa tidak suka Ketika Harus dipermainkan Sampai segitu padahal seharusnya Andra responnya biasa saja karena ia juga tidak ada niatan untuk merugikan siapapun saat ini.
"kamu kok malah marah-marah kepadaku, Memangnya ada yang salah dengan semua perkataanku ini atau mungkin membuat kamu merasa tidak nyaman? Aku kan memberi jalan kalau memang kalian merasa cocok ya sudah berkencan saja, bukan Mau mengatakan hal yang tidak tidak Atau mungkin membuat kamu merasa tidak senang!"Andra juga tidak senang kalau misalnya Nina hanya mempermasalahkan apa yang ia katakan sedangkan wanita itu tidak sadar kalau akar permasalahan di sini itu berasal darinya.
Aulia dan suaminya hanya Saling pandang ketika mendengar perdebatan antara dua orang tersebut begitu pula dengan yang dilakukan oleh Dimas, Karena sekarang terlihat pria itu sepertinya sudah mulai merasa tidak nyaman ketika mendengar Andra berbicara secara kasar kepada Nina padahal seharusnya itu merupakan kebiasaannya bukan orang lain apalagi Andra yang jelas-jelas adalah seorang pria yang hobinya tebar pesona ke sana kemari.
"kamu berani berbicara kasar kepadanya, tanpa meminta izin kepadaku ataupun mengatakan sesuatu yang membuat aku membolehkannya? aku dari tadi sudah berusaha untuk tenang dan juga sabar serta tidak marah-marah kepada orang tanpa sebab dan juga alasan yang jelas, Tetapi kalau kamu tingkah lakunya seperti ini jangan menyesal kalau aku sangat tidak menyukai apa yang kamu lakukan itu! "Dimas tidak tahu lagi harus bersikap bagaimana agar Andra bisa mengerti dan juga memahami kalau sebenarnya ia sedang berusaha mendekati Nina soalnya selama ini yang namanya Surga Dunia Belum pernah IA rengguk sedangkan Andra sudah berkali-kali melakukannya Jadi sekarang kalau misalnya gantian terhadapnya sepertinya tidak masalah sama sekali.
Andra hanya menghembuskan nafasnya kasar karena ia tahu maksud dan tujuan Dimas mengatakan semua itu sekarang, karena sebenarnya sahabatnya itu ingin sekali dekat dengan Nina hanya saja bingung caranya harus seperti apa agar Nina mungkin langsung mengerti dan juga paham apa yang dimaksud oleh Andra tadi.
"Ya sudah aku minta maaf karena sudah berbicara kasar kepadanya dan juga minta maaf karena sudah membuat kalian semua di sini merasa tidak nyaman, hanya saja Percayalah kalau aku tidak punya maksud jahat ataupun Maksud lain yang ingin menyinggung perasaan siapapun! "jelas Andra sambil tersenyum sedangkan Nina sudah tidak berminat lagi berbicara kepada siapapun.
Aulia sebenarnya sudah sadar kalau sebenarnya sekarang moodnya Nina sedang tidak baik-baik saja, mungkin oleh karena Nina merasa seperti sedang dipermainkan oleh Andra dan juga sepertinya Nina ingin sekali menangis saat ini soalnya hobinya wanita itu kan selalu mewek kalau sampai keinginannya tidak terpenuhi.
__ADS_1
"Dimas kamu serius tidak mengajak sahabatku ini untuk pergi kencan, Kalau iya Kalian pergi sekarang kalau memang tidak ya sudah kalian berdua yang pulang biarkan sahabatku ini beristirahat! "tegas Aulia yang benar-benar sedang ingin membutuhkan jawaban bahkan tatapan wanita itu begitu tajam tidak menyukai keadaan orang-orang sekitar.
Dimas sebenarnya tentu saja ingin mengajak Nina jalan-jalan hanya saja Ia juga merasa malu ketika wanita itu tadi sepertinya tidak fokus kepadanya, maka dari itu dirinya memilih untuk diam saja sambil menatap ke arah Nina menanti jawabannya kalau memang Nina mau Ya tidak masalah kalau tidak ya juga tidak akan memaksa.
Nina sebenarnya sadar dengan arti Tatapan yang diberikan oleh Dimas kepadanya itu hanya saja ia merasa sedikit berat, akan tetapi kalau memang terus seperti begini ya tetap hidupnya tidak akan pernah ada perubahan sama sekali karena hanya terpaku pada suatu peristiwa dalam hidupnya.
"Jadi gimana Nina, kamu mau atau tidak pergi kencan dengan Dimas? kalau memang tidak mau ya sudah ngomong saja tidak perlu memasang tatapan keheranan begitu? Kamu pikir orang lain bakalan punya waktu untuk menunggu jawaban dari kamu, padahal kamu sendiri sadar kan kalau kesibukan semua orang itu sangat banyak dan tidak mungkin hanya berdiri di satu tempat saja ?" Aulia sebenarnya sengaja melakukannya itu agar sahabatnya itu segera bergerak dan juga menentukan pilihan karena tidak mungkin kan hanya seperti itu saja dan juga tidak ada kemajuan sama sekali di dalam kehidupannya.
"Om Apa benar mau kencan denganku? kalau iya ya sudah kita pergi sekarang juga, tetapi ingat ya kalau memang sampai sana kita tidak nyambung lebih baik kita pulang saja!"Nina sengaja mengatakan semua itu karena ia ingin menunjukkan kepada Andra bahwa sebenarnya dirinya bukan merupakan wanita gampangan yang mau saja mengikuti perintah dari orang lain dan juga mau saja melakukan apapun yang ingin ia lakukan.
Dimas tersenyum sambil memberikan kode kepada Andra maksudnya agar pria itu jangan merana ketika sekarang Nina lebih memilihnya daripada pria itu, padahal sebenarnya Nina sengaja melakukan hal ini karena tidak ingin harga dirinya dijatuhkan oleh Andra di hadapan semua orang dan juga ia ingin menghargai apa yang dikatakan oleh Aulia sebab Biar bagaimanapun sahabatnya itu lebih penting dibandingkan segalanya.
"Betul sekali itu sayang soalnya memang kasihan kalau sahabat kamu yang sudah tua itu tetapi tidak memiliki pasangan hidup sama sekali, dan kelihatannya begitu miris sebab sepertinya sangat ketinggalan sesuatu hal yang sangat penting di dalam kehidupannya dan juga sepertinya dia akan terus merasa iri kepada kamu karena jelas-jelas sudah ada aku dan juga calon anak kita di dalam perut kamu! "Bagas begitu percaya diri memperkenalkan anaknya yang masih di dalam kandungan Aulia dan Percayalah Kalau pria itu sekarang tidak pernah mempermasalahkan jika istrinya itu nanti mau melahirkan anak perempuan atau laki-laki yang penting intinya mereka dalam keadaan sehat dan juga merupakan darah dagingnya.
"Eh kamu jangan ngomong seperti gitu dong Emangnya kamu pikir aku bakalan terima kalau Aulia itu menikah dengan kamu sampai sekarang, aku tuh kasihan sama dia mau tidak mau harus mengakui pernikahan ini dan juga mau tidak mau mengakui kamu sebagai suaminya karena jika tidak aku yakin dia pasti bakalan stres! "omel Nina yang tidak terima sama sekali ketika melihat Bagas begitu percaya diri mengatakan Semuanya seolah-olah dari awal memang Aulia menerima pernikahan mereka itu tanpa mengeluh sedikit pun.
"Ya ampun Nina Kamu kenapa sih malah mempermasalahkan hal itu lagi, karena menurutku aku saja sudah melupakan hal sepenting itu masa iya kamu masih harus mengungkitnya kembali? Lihat kan wajah Mas Bagas jadi tidak sedap untuk dipandang Soalnya kamu sih mau cari perkara di saat seperti ini, maafkan sahabatku ya mas Soalnya memang mulutnya itu selalu lemes seperti itu tidak ada yang namanya mengerti dengan siapapun! "bujuk Aulia yang berharap agar Bagas tidak mempermasalahkan apapun yang dikatakan oleh Nina nantinya sebab terlihat sahabatnya itu sedang ingin balas dendam dan juga ingin agar mungkin Bagas yang dari tadi wajahnya yang sangat lebay itu langsung berubah drastis supaya terlihat kembali ke habitatnya yaitu merupakan pria yang irit bicara dan juga sangat menyebalkan!
__ADS_1
"Biarkan saja sayang dia mau berbicara apa soalnya kan memang sahabat kamu dari awal seperti itu mulutnya, jadi aku sebagai suami kamu yang hari ini sedang berbahagia Tentu saja tidak akan pernah mempermasalahkan hal itu sampai batas waktu yang ditentukan! kalau misalnya batas waktu itu sudah lewat dan dia masih Mengulangi kesalahan yang sama ya jangan menyesal kalau aku bakalan membungkam mulutnya dengan menggunakan caraku, karena bukan kah dia itu merupakan orang yang selalu saja ceroboh dan juga melakukan kesalahan jadi otomatis pasti banyak kelemahannya yang bisa diungkitkan! "sahut Bagas sambil tertawa mengejek ke arah Nina karena menurutnya wanita itu memang pantas untuk dikerjai soalnya Siapa suruh mulutnya begitu lemes sampai-sampai membuat orang lain merasa tidak nyaman.
"Ya ampun Astaga kok bisa-bisanya si Aulia kamu punya suami yang merk seperti itu, aku yang baru beberapa jam saja merasa tidak nyaman Apalagi kamu yang harus menjalani hidup selama bertahun-tahun dengannya? "ujar Nina yang mendramatir keadaan soalnya Ia benar tidak menyangka kalau bahas itu sebenarnya orangnya sangat menyebalkan lebih dari apapun yang pernah ia pikirkan dan juga merupakan pria yang menurutnya sangat tidak konsisten.
"Ya sudah pergi sana itu Dimas sepertinya sudah tidak sabar ingin berduaan dengan kamu, ingat ya pesanku Jangan pernah mempermalukan diri sendiri hanya ingin terlihat beda di hadapan orang lain! "ujar Aulia yang secara tidak sengaja menatap ke arah Andra yang dari tadi menatap tidak berkedip ke arahnya membuat dirinya mengerutkan keningnya karena merasa heran.
"Kamu kenapa melihat ke arah istriku seperti itu? memangnya ada yang salah setiap perbuatannya hari ini ataupun apa yang ia katakan, kalau memang salah ya sudah katakan kepadaku kesalahannya itu terletaknya di bagian mana? "tanya Bagas yang ternyata dari tadi juga sudah menyadari tatapan tidak biasa yang diberikan oleh Andra kepada Aulia.
"Astaga Tuan Tolong jangan salah paham dengan apa yang saya lakukan karena memang saat Nyonya berbicara saya fokus mendengarkannya, bukan ada niat seperti udang dibalik bakwan begitu karena memang saya juga sangat menghormati Anda dan tidak mungkin melakukan sesuatu yang tidak tidak nantinya! "sahut Andra yang terlihat begitu gugup entah apa yang ada di dalam pikirannya.
"ingat ya Andra kalau Aulia itu awal menikah dengan Bagas saja sudah menjadi istri ketiga jadi jangan coba-coba kamu melamar diri untuk menjadi yang kesekian kalinya, Karena yang aku inginkan adalah kebahagiaan sahabatku dan juga senyumnya tetap ada di wajahnya tidak boleh diganggu gugat apalagi diambil oleh orang-orang sekitarnya! "tegas Nina karena Biar bagaimanapun ia sudah melihat ada gelagat yang aneh dari Andra tetapi Percayalah kalau Bagas itu merupakan suami yang selalu siaga dengan keadaan istrinya.
Andra Salah Tingkah ketika semua orang memunculkannya seperti itu Sedangkan Aulia hanya menggelengkan kepalanya karena merasa aneh, kalau bersama dengan Abizar dan pria itu menatap ke arahnya seperti yang dilakukan oleh Andra Mungkin ia bakalan merasa biasa saja karena memang dirinya selama ini dekat dengan pria tersebut tetapi kalau dengan Andra rasa-rasanya Itu sudah merupakan sebuah kelainan yang tidak bisa ditoleransi.
"Ya sudah kalau begitu Jika kamu memang mau pergi dari sini silakan saja Soalnya kami masih mau mengobrol, dan juga untuk kalian berdua ingat ya jalan sih boleh tetapi jangan coba-coba sampai mengarah ke tempat lain seperti ke hotel ataupun ke semak belukar gitu! "Sindir Aulia karena memang seperti begitu kenyataannya ya Meskipun seorang Dimas mampu menyewa hotel yang berbintang sekalipun dan juga Nina pun sanggup melakukannya hanya saja mewaspadai sesuatu itu kan tidak ada salahnya sama sekali sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dan juga bisa membuat Perdana merasa emosi.
"ih Memangnya kamu pikir kita berdua ini ABG labil apa? "omel Nina lalu segera bangkit dan disusul oleh Dimas yang dari tadi hanya memasang wajah datarnya karena pria itu lebih memilih stay cool di hadapan semua orang tidak terlalu menunjukkan perasaannya karena nantinya orang-orang bakalan terlalu curiga berlebihan dan belum lagi mulut majikannya itu yang terasa begitu jujur.
__ADS_1
"Have fun ya Ingat tidak boleh melakukan seperti yang aku waspada kan tadi, karena Biar bagaimanapun dunia ini semakin tua dan juga orang-orang kalau mau melakukan kesalahan sepertinya tidak menyadari hal sepenting itu Dan juga maunya Terasa seperti ingin menang sendiri! "ujar Aulia sambil tersenyum karena menurutnya ledekan yang ia berikan sukses membuat Nina merasa emosi.