Menjadi Yang Ke-3

Menjadi Yang Ke-3
Bercerai


__ADS_3

Bagas yang merasa kesal karena sepertinya permintaan yaitu tidak diindahkan sama sekali membuat pria itu mengerahkan begitu banyak uang untuk menyewa beberapa macam pengacara perceraian yang terkenal di negeri ini, untuk segera mengurus perceraiannya supaya tidak dalam waktu satu kali 24 jam semua urusannya itu beres karena Biar bagaimanapun dirinya sudah muak melihat wajah Safira yang sangat menyebalkan dan belum lagi rasa percaya bahwa wanita itu yang meminta berbagai macam harta gono gini yang selama ini hanya Bagas sendiri yang berusaha.


"Kamu kenapa sih tidak bisa sabaran sedikit kalau memang mereka menyuruh untuk mediasi Ya sudah Sidang mediasi saja kan, lagi hanya seperti begitu saja kok rasanya tersiksa sekali kalau begitu dulu Tidak usah saja mengambil dirinya sebagai istri keduanya kamu supaya tidak usah ribet kayak gini kan? "kesal Aulia ketika melihat Bagas yang begitu bersemangat untuk segera bercerai dengan Safira dalam waktu dekat.


Bagas menghembuskan nafasnya secara perlahan lalu menatap ke arah Aulia berharap agar wanita itu memberikan dukungan untuknya, Bagas melakukan ini semua bukan untuk dirinya sendiri melainkan untuk Aulia dan juga kenyamanan wanita itu karena menurutnya Safira itu adalah wanita yang nekat.


"aku hanya ingin kamu tahu kalau semua ini aku lakukan hanya semata untuk kebaikan kamu tidak ada untuk orang lain dan juga tidak akan menguntungkan siapapun, Jadi aku harap kamu paham dengan apa yang aku maksudkan ini dan juga tolong hargai keputusan yang sudah aku ambil! "tegas Bagas membuat Amira menghembuskan nafasnya secara perlahan sebab menurutnya Bagas itu memang orang yang sangat keras kepala dan juga susah sekali diatur Padahal maksudnya tadi itu baik.


"Ya sudah terserah kamu saja mau ngapain dan juga mau berbuat apa karena aku juga sudah capek ngomong sama orang-orang seperti kalian yang tidak pernah dengar dengan apa yang orang lain inginkan, keputusan awal kalian yang mengambilnya kemudian setelah merasa bosan langsung kalian mengubahnya sewaktu itu juga Memangnya hidup ini di dunia hanya kalian berdua saja! "omel Aulia sepanjang perjalanan mereka pulang kembali ke rumah karena tadi Nella sempat menelpon kalau Indira panas tinggi akibat mengigau Memanggil nama Aulia.


"Ya sudah aku minta maaf habisnya bagaimana lagi semua sudah terlanjur terjadi maka dari itu aku meminta dukungan kamu sebagai istriku, kalau semuanya tidak terlanjur seperti begini Aku juga malas loh untuk bertele-tele dan menghabiskan waktu dengan sesuatu hal yang sangat tidak penting! "tegas Bagas berharap agar Aulia paham dengan keputusannya.


"Ya aku tahu memang kamu itu pengusaha kaya dan waktu kamu itu tidak bisa terbuang percuma begitu saja tanpa melakukan sesuatu yang tidak ada faedahnya, tetapi yang aku sesalkan kamu terlalu memaksa keadaan agar sesuai berjalan dengan keinginan kamu padahal semuanya itu ada ritmenya dan juga alur yang harus kamu jalankan! "Aulia benar-benar merasa gemas dengan sikap suaminya yang selalu saja sudah salah tetapi berbuat seolah Ia yang paling benar di dunia ini.


kalau Bagas itu pribadi yang gampang diatur dan juga setiap kali orang memberikan masukan dia mendengarkan dia tidak masalah, tetapi ini sangat berbeda pria itu merasa paling benar dan kata-katanya itu mutlak harus diikuti oleh siapapun tanpa terkecuali.


peraturan yang diciptakan oleh manusia terkadang dilanggar oleh manusia itu juga dan Hal inilah yang membuat terkadang orang lemah merasa bahwa hak mereka diinjak-injak, ya karena salah satu contohnya seperti Bagas ini yaitu lebih mengedepankan uangnya sampai-sampai peraturan yang sudah dibuat dianggapnya itu seperti sebuah barang permainan yang tidak pantas harus dihargai apalagi diikuti.


Bayangkan saja kalau Semua orang punya pemikiran sepi cek Bagas ya Habis sudah peraturan di dunia ini habis sudah segala macam keamanan yang ada, karena semakin engkau berduit semakin engkau nyaman dan semakin engkau miskin semakin engkau akan tertindas.


Bagas yang melihat wajah cemberut istrinya Iya tahu kalau Aulia sebenarnya tidak menyukai apa yang ia katakan dari tadi, hanya saja Entah mengapa kalau menyangkut yang namanya Safira dirinya itu ingin sekali segera lepas dari wanita itu dan juga tidak memiliki hubungan sama sekali dengannya.

__ADS_1


"Sudahlah jangan marah-marah seperti itu kalau memang tadi aku salah terlalu keras dan juga terlalu memaksa keadaan aku minta maaf, tetapi tolong pahami juga Posisiku sekarang sebab wanita seperti Safira jika engkau mengikuti alurnya saja Percayalah dia bakalan merasa diri di atas angin dan alhasil aku sebagai seorang pria tidak akan pernah dihargai sama sekali!" membuat Aulia Jengah.


kini mereka sudah sampai di kediaman Bagas karena tadi Aulia sudah sempat mengabarkan kepada kedua orang tuanya kalau mereka pulang ke rumah, tidak jadi menginap lagi soalnya Indira menangis dan mencari kuliah dan ketika tidak ketemu anak itu langsung mendadak jadi demam mungkin karena terlalu memikirkan dan juga ketakutan nanti Aulia bakalan pergi dari rumah.


"Bunda ke mana saja sih kok bisa-bisanya aku ditinggalkan sendiri, Lain kali kalau mau pergi ajak-ajak dong Terus kalau mau nginep bilang biar aku nyusulin deh sama Om sopir! "ujar Indira sambil menitikan air matanya dengan kata-katanya yang penuh kesedihan soalnya dirinya lebih memilih Aulia dibandingkan itu Davina ke rumah orang tuanya karena anak kecil itu merasa lebih nyaman bersama dengan Aulia dibandingkan dengan Mamanya sendiri.


"Astaga Nak, Maafkan Bunda ya soalnya kemarin itu baterai ponselnya Bunda habis terus chargernya tidak di bawah, ya alhasil tidak aktif deh sampai sekarang Tapi kan Bunda sekarang sudah ada di hadapan kamu jadi artinya Bunda tidak kemana-mana lagi dong. "bujuk bujuk Aulia agar Indira tidak menangis lagi soalnya kasihan juga sih kalau anak sekecil itu harus terus tertekan di dalam rumahnya sendiri.


"Aku tidak bakalan marah lagi kalau Bunda janji Nanti ke depannya mau ke mana saja harus ngomong dulu ke Indira, soalnya kan di sini itu Indira tidak punya teman sama sekali kalau mau main sama Nenek rasanya tidak mungkin loh soalnya Nenek itu jalan terus! " jelas Indira pelan.


"Ya itu Neneknya pergi karena ada urusan di luar sebab kamu kan tahu kalau orang dewasa itu jika hanya di rumah ya Otomatis pasti tidak ada kerjaan sama sekali, tapi tidak masalah kalau kamu bosan nanti Bunda bakalan temani kamu dong mulai dari sekarang yang penting Intinya jangan sakit lagi Ya," jelas Aulia berharap agar Indira paham sedangkan Bagas Ya tentu saja Bahagia dong kalau istrinya di rumah terus.


Mereka semua sekarang sudah berada di dalam rumah sedangkan Nella benar-benar merasa terkejut ketika melihat anak dan menantunya itu sudah pulang, padahal dirinya ingin sekali menelpon Aulia lagi dan memastikan kira-kira mereka kapan pulangnya Soalnya idenya dari tadi sudah merengek menanyakan keberadaan mereka.


"Iya Mah maaf kemarin nginap di rumahnya abah sama Umi tidak sempat kasih kabar ke sini, dan juga tidak tahu sama sekali Kalau akhirnya Indira bakalan sakit seperti ini. " ujar Aulia tak enak hati meskipun dirinya tidak menyukai anak dari wanita itu tetapi Biar bagaimanapun Nella adalah orang yang lebih tua di rumah itu dan ia sudah memanggilnya dengan sebutan Mama ya otomatis harus dihargai sebab Umurnya pun sangat beda jauh dengan Aulia.


Bagas tadi sudah memberitahu kepada pengacaranya untuk bagaimanapun caranya pokoknya harus membuat dirinya dan juga Safira bercerai dalam waktu satu atau dua hari ke depan, karena dirinya tidak ingin berlarut-larut dengan masih menyandang status sebagai suaminya Safira karena kesabarannya sudah habis menghadapi wanita itu.


Safira di kontrakannya benar-benar kebingungan dari mana lagi dirinya harus bisa mendapatkan uang, karena kiriman dari Bagas sudah dihentikan sama sekali oleh pria itu sehingga membuat wanita itu kini Nelangsa.


Safira sebenarnya menyalah Artikan pemberian Bagas selama ini karena dirinya mengira bahwa pria itu bakalan mengirimkan uang untuknya seumur hidup, padahal jumlah 50 juta itu merupakan jumlah yang fantastis Tetapi wanita itu bisa menghabiskan hanya dalam beberapa hari saja dan alhasil sekarang menjadi gembel tidak punya apapun.

__ADS_1


Kalau uang itu dari awal sudah dibelinya barang-barang mahal untuk investasi yang tidak masalah tetapi kalau dihamburkannya hanya untuk menyewa brondong dan juga menyewa klub malam untuk party, ya sama saja bohong karena hasil akhirnya semuanya bakalan ludah tidak tersisa apalagi orang-orang di sekitarnya yang mau berteman dengannya kalau wanita itu punya uang banyak saja.


"aku ke mana lagi harus cari uang yang banyak supaya bisa bertahan hidup dan juga bisa pergi party lagi seperti biasanya, Ini Budi juga menghilang begitu saja tidak kembali-kembali setidaknya Teleponlah diriku biar aku tahu di mana keberadaannya ya mungkin setidaknya bisa membantu keuanganku. "omel Safira dalam hati dan kini wanita itu hanya memilih untuk pasrah kalau memang Bagas akan menggunakan kekuatannya untuk membuat perceraian mereka bisa berjalan dengan begitu cepat maka ia harus melakukan apa sebab kalau mau melawan itu merupakan suatu hal yang mustahil karena dirinya saat ini tidak punya apapun untuk membayar pengacara yang handal.


Budi sudah tidak ingin berurusan dengan Safira ketika mendengar bahwa wanita itu dibuat cerai oleh keponakannya sendiri yaitu Bagas, sebab dari awal ia mendekati Safira hanya ingin mengetahui di mana kelemahannya Bagas bukan karena semata memang menyukai ataupun Mencintai Wanita itu.


Skip


Bagas yang pagi itu sudah berangkat ke kantornya langsung tersenyum sumringah ketika mendapat kabar dari Dimas bahwa surat perceraiannya dan juga Safira sudah keluar dari pengadilan, membuat pria itu benar-benar merasa begitu lega karena salah satu beban hidupnya sudah mulai menghilang dan dengan begitu Tinggal dirinya mengurus Aulia dan juga Davina.


Devina sudah lebih dari seminggu memilih untuk pergi dan tinggal di rumah kedua orang tuanya tanpa saling memberi kabar satu sama lain dengan Bagas, wanita itu tetap pada pendiriannya kalau ingin agar Bagas yang menjemputnya di rumah orang tuanya bukan dirinya yang malah kembali pulang karena kedua orang tuanya memang benar-benar melarang.


"Wah Selamat bos anda sekarang sudah menjadi Pria beristri dua bukan beristri 3 lagi, saya harap kedepannya tidak usah ada niatan untuk menambah lagi ya soalnya perceraian itu selalu membuat kita kehabisan waktu dan juga uang seperti saat ini! "ujar Dimas sambil menyerahkan amplop coklat dari pengadilan untuk majikannya itu namun Bagas malah menatap tajam ke arahnya karena pria itu merasa tersindir saat ini padahal memang sesuai kenyataan sih.


"kamu itu seharusnya tidak boleh berkomentar soal hidupnya karena kamu ada di samping saya itu bukan gratis tetapi saya bayar dengan uang, jadi apapun yang saya lakukan di luaran sana mau kamu setuju atau tidak mau kamu terima atau tidak yang penting Intinya kamu harus diam!" jelas Bagas dengan nada suaranya yang begitu meninggi karena tidak suka jika Dimas membawa-bawa masalah pribadinya dengan urusan kantor dan juga urusan kantor itu urusannya Dimas Tetapi kalau urusan pribadi pria itu hanya cukup mendengarkannya saja tidak boleh berkomentar.


"Oh iya Bagaimana dengan wanita itu kira-kira dia masih mau buat drama lagi tidak di dalam kehidupanku nantinya, karena kalau sampai dia mengganggu ketenanganku dan istriku Aulia maka bisa Aku pastikan kalau dia bakalan aku buang ke pedalaman terpencil tanpa alat komunikasi sedikitpun?" tanya Bagas memastikan soal respon Safira ketika mendapatkan surat perceraian dari pengadilan.


"Sepertinya dia biasa saja atau mungkin dia sedang mencari mangsa yang baru saya juga kurang tahu, hanya saja harapan saya semoga Anda tidak terjebak lagi dengan wanita seperti itu jika akhirnya bakalan kesulitan! " Bujuk Dimas .


Bagas terlihat menghela nafasnya berkali-kali karena memang di dalam pikirannya saat ini ya seperti itu sudah cukup terjebak dengan wanita seperti Safira dan semoga kedepannya tidak akan terulang lagi, namun ya seperti itu terkadang manusia bisa merencanakan merencanakan apa yang diinginkan tetapi tergantung lagi kepada sang pencipta yang lebih mengaturnya dari awal.

__ADS_1


Aulia belum tahu sama sekali soal keputusan dari pengadilan yang sudah keluar tentang perceraian antara Bagas dan juga Safira, begitupun dengan Davina yang juga belum tahu tentang itu semua kalau soal perceraian mereka Ya sudah ia ketahui tetapi untuk putusannya Dirinya belum tahu sama sekali soal itu.


Apalagi kedua orang tuanya yang melarang keras soal Davina agar Jangan berhubungan kembali dengan Bagas sebelum pria itu menceraikan Aulia, padahal yang mereka tidak ketahui kalau setiap hari Bagas dan juga Aulia sangat lengket seperti perangko tidak pernah terpisahkan sama sekali di manapun ada Bagas di situ pasti ada Aulia dan pria itu selalu saja ingin ditemani oleh istrinya sendiri.


__ADS_2