Menjadi Yang Ke-3

Menjadi Yang Ke-3
Positif


__ADS_3

Nella Bukannya ingin menjadi seseorang yang tidak sopan terhadap mantan menantunya sendiri, hanya saja Bukankah Davina waktu pertama kali datang ke rumah itu tidak membawa apapun jadi seharusnya saat pergi pun tidak boleh membawa segala sesuatu tanpa izin dari Bagas yang notabene merupakan suaminya.


ya Meskipun sebenarnya sangat tidak masuk akal Kalau pemberian suami kepada istrinya itu disebut hutang, hanya saja jika dipikirkan secara baik-baik apa yang didapatkan oleh Davina selama ini sudah bisa dibilang lebih dari cukup Jadi jika wanita itu mengambil semuanya Bukankah itu namanya serakah?


"kamu datang barusan tadi hanya ingin membuat masalah di rumah ini maka lebih baik kamu pergi dengan tangan kosong saja, karena Takutnya nanti Bagas bakalan membuat tuntutan yang berlebihan kepada kamu soalnya kan kamu tahu sendiri bagaimana sikapnya kalau sedang emosi!"jelas Nella berharap agar Davina paham tetapi sepertinya wanita itu Tengah emosi terhadapnya sampai-sampai setiap perkataannya pun dianggapnya hanya angin lalu saja tidak ada niatan untuk menjawab atau mungkin memberikan rasa hormat kepada wanita yang pernah menjadi mertuanya itu.


"Aku tidak peduli apapun itu keadaannya Ke depannya harus seperti apa, yang penting intinya sesuatu barang yang kubeli dengan uangku ya Otomatis aku akan tetap memilikinya meskipun Mas Bagas mau melarangnya seperti apapun! "tegas Davina yang tetap menarik koper tersebut membuat Dimas memberikan kode kepada Nella agar tidak usah mencegah wanita itu demi menjaga kenyamanan di dalam rumah tersebut sebab mengingat sampai sekarang Aulia belum sadarkan diri.


Bagas yang berada di dalam kamar terlihat begitu gelisah karena menurutnya dokter tersebut terlalu lelet memeriksa kondisi keadaan istrinya, masa iya sudah setengah jam lebih dokter tersebut seperti Tengah berputar dengan sebuah porselen yang Begitu Berharga Takutnya nanti bakalan pecah ataupun hancur berantakan padahal nilainya itu sangat fantastis.


"Kamu itu sebenarnya lagi sedang melakukan apa sih sampai-sampai dari sekarang aku berada di sini, belum ada satupun diagnosis yang kamu berikan kepada istriku dan juga apa yang seharusnya dilakukan supaya dia cepat sadar? "tanya Bagas tidak terima membuat Dokter yang masih muda tersebut hanya bisa menghembuskan nafasnya secara perlahan karena memang dari dulu sampai sekarang orang awam itu selalu merasa kalau dirinya sangat benar padahal sebenarnya hakikatnya tidak tahu Apapun Yang Terjadi.


"Apakah anda punya minyak angin untuk bisa membantu agar Nyonya segera sadar, karena sepertinya dia lebih nyaman dengan posisi seperti ini entah apa yang membuat alam bawah sadarnya enggan untuk kembali ke dunia nyata?"penjelasan Dokter tersebut membuat Bagas menatap tak percaya ke arahnya karena sungguh sangat tidak masuk akal sebab Memangnya ada alasan apa sampai-sampai Aulia tidak mau kembali ke dunia nyata.


"Kamu itu sebenarnya mengatakan apa sih sampai-sampai tidak masuk akal seperti itu, Memangnya kamu punya bukti kalau dia benar-benar ingin menghindar dari kehidupannya saat ini? "pertanyaan Bagas itu sebenarnya terbalik harusnya dokter tersebut menanyakan hal itu kepada Bagas Ada hal apa yang menyebabkan istri dari pria tersebut tidak ada niatan untuk sadar.


Indira yang kebetulan tetap berada di sisinya Aulia mengambil inisiatif untuk memberikan apa yang diinginkan oleh dokter tadi, soalnya kalau menunggu Papanya yang bertindak rasanya hal itu sangat tidak masuk akal karena pria itu lebih memilih untuk berdebat dibandingkan untuk melakukan sesuatu seperti yang diperintahkan kepadanya.


Setelah menerima pemberian dari Indira wanita yang masih muda memakai seragam kedokterannya tersebut langsung mendekatkannya ke arah hidungnya Aulia, dan ternyata sukses karena selang beberapa menit kemudian Wanita itu sudah mulai bergerak membuat Bagas tersenyum bahagia dan memilih untuk mendekati istrinya untuk memastikan keadaannya namun dicegah oleh Dokter tersebut.

__ADS_1


"Maaf Tuan karena ada hal penting yang harus saya bahas dengan Nyonya saat ini juga, Kalau anda ingin memeriksa keadaannya nanti setelah saya melakukan tugas saya sebagai seorang Dokter! "jelas Dokter yang name tag nya bernama Olivia itu.


"kamu berani mencegah saya untuk mendekati istriku sendiri, sudah siap hilang pekerjaan kamu karena..


Aulia yang merasa jenuh dengan sikap suaminya itu meskipun dirinya masih terasa begitu lemas, mau tidak mau harus mengeluarkan suaranya agar pria itu menghentikan segala macam kegilaan yang baru saja ia lakukan.


"Kamu itu sebenarnya maunya apa sih, Biarkan saja dia bekerja yang penting intinya tidak merugikan siapapun kan? "tanya Aulia kesal membuat Bagas yang tadi memasang tatapan membunuhnya kepada dokter Olivia langsung menghentikan tindakannya itu dan memilih untuk berdiri di samping Indira yang sebenarnya ingin sekali tertawa ketika melihat wajah Papanya Itu yang sudah seperti kerbau yang dicucuk hidungnya.


"Maaf Nyonya Sebenarnya saya ingin menyarankan Anda menggunakan tespek saat ini juga, hanya karena keadaan yang tidak mendukung maka saya hanya ingin menanyakan kepastiannya Lalu setelah itu bakalan saya Arahkan ke dokter yang seharusnya Anda temui! "penjelasan Olivia tersebut membuat Aulia merasa seperti stok oksigennya sudah semakin berkurang di dalam paru-parunya karena dirinya sangat hafal dan juga tahu apa kegunaan dari benda yang disebutkan oleh wanita itu.


Bagas mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan dari dokter tersebut sebab dirinya sudah pernah menikah dan juga punya anak ya Otomatis paham, pria itu ingin bereuforia bahagia Hanya saja Takutnya nanti Aulia bakalan emosi kepadanya makanya dirinya Memilih Untuk santai saja meskipun hatinya berkata lain.


"Kalau boleh tahu kapan terakhir anda menstruasi, sebab sepertinya menurut diagnosis awal saya kalau anda itu sekarang tengah berbadan dua? "pertanyaan Dokter tersebut malah membuat dunia Aulia terasa ingin runtuh karena tidak sesuai dengan hak ekspektasi dirinya selama beberapa bulan terakhir ini.


Aulia enggan menjawab kalau dirinya sebenarnya sudah telat Selama 2 bulan ini, hanya saja ketika melihat wajah Bagas yang sepertinya ingin senyum-senyum sendiri membuat wanita itu rasa-rasanya ingin bangun dan juga mengajak Bagas duel saat itu juga.


Hanya saja ketika melihat wajah penasaran dari Dokter Olivia membuat dirinya mau tidak mau harus mengakui hal itu, sebab kalau sampai Dokter tersebut pergi ya sudah bebas urusannya dan dirinya bisa beristirahat dengan tenang.


"Aku sudah telat Selama 2 bulan, tetapi syukurlah tidak merasakan muntah ataupun hal-hal yang sangat mengecewakan dan intinya bawaan nya selalu ingin emosi terhadap orang-orang di sekitar! " jelas Aulia membuat Dokter tersebut menganggukkan kepala pertanda paham.

__ADS_1


"Oke Baik kalau begitu nanti bakalan saya Arahkan ke Dokter Obgyn, kalau bisa mungkin saat ini juga pergi ke sana karena takutnya tadi benturan yang terjadi Mungkin ada hal-hal yang kita takutkan bakalan terjadi! "jelas Dokter tersebut membuat Aulia mendengus kesal mengingat Sikap yang ditunjukkan oleh Davina kepadanya tadi.


"Nanti saja deh setelah mood ku sedikit bagus soalnya aku lagi ingin melakukan sesuatu kepada seseorang yang membuat aku terbaring di sini, Ya mungkin terkesannya sangat berlebihan tapi di mana-mana itu rasa sakit harus Dibalas dong Masa iya hanya aku saja merasakannya sedangkan dia tidak. "Aulia sedang mencurigai Bagas takutnya mungkin pria itu merasa kasihan kepada istrinya dan alhasil tidak melakukan apapun.


"Baiklah kalau begitu ini saya resepkan vitamin usahakan diminum secara teratur nanti baru diatur jadwalnya baiknya harus seperti apa, hanya saja Saran saya usahakan hindari benturan seperti tadi kemudian juga jangan sampai stres berlebihan karena nanti anda sendiri yang bakalan ke walahan! "jelas Olivia lalu memilih untuk segera pamit undur diri sebab dari tadi wajah Bagas itu benar-benar tidak bersahabat kepadanya seorang.


"Saya permisi dulu Tuan, kalau memerlukan bantuan apapun itu Silahkan hubungi saja karena saya akan datang setiap saat! "jelas Olivia tetapi Bagas memilih untuk tidak peduli karena fokusnya sekarang telah tertuju kepada istrinya yang telah terbaring di atas ranjang.


Olivia tersenyum kecut ketika tahu bahwa perkataannya itu ternyata tidak digubris sama sekali oleh Bagas, namun dirinya bisa apa tidak mungkin kan langsung melayangkan protes sebab masa depan pekerjaannya itu terletak pada pria yang tengah menatap ke arah Aulia tanpa peduli bahwa di ruangan itu bukan hanya mereka berdua saja.


Aulia bukannya menulis ke arah Bagas ini pandangannya tertuju kepada Indira yang hanya berdiri saja tidak ada niatan untuk mendekat dengannya, dan ini semua pasti ada hubungannya dengan Bagas membuat wanita itu semakin membenci pria itu sebab sikapnya Dan juga wajahnya yang sangar membuat semua orang di sekitarnya pasti bakalan merasa takut.


"Indira sini Nak! Mendekatlah Kepada Bunda dan setelah itu kita istirahat saja Soalnya Bunda ngantuk banget loh, kalau bisa usahakan suruh orang yang di samping kamu itu pergi karena kita berdua itu ingin tidur bukannya ingin diganggu! "padahal sebenarnya Aulia bisa membicarakan hal itu langsung kepada Bagas karena jarak mereka berdua yang dekat.


Indira memilih mengikuti perintah yang diberikan oleh Aulia kepadanya tadi, sesekali ia melihat ke arah perut ratanya Aulia yang tadi sempat dilihatnya Dokter sempat memegang tempat itu.


"Bunda di dalam sini ada apa sih sampai-sampai tadi dokter itu aku lihat terus Memegang perutnya Bunda, aku kan jadi penasaran takutnya jangan sampai Bunda itu kesakitan kalau dipegang terus seperti tadi? "tanya Indira pelan.


"Lagi ada cacing nakal di dalam dan juga tidak usah pedulikan nanti biar Bunda yang mengurusnya, yang penting intinya mulai dari sekarang kamu harus menjadi anak yang penurut ya! "jelas Aulia ambigu ya Otomatis sebatas tidak terima karena Aulia terkesan seperti sedang ingin menyembunyikan kehamilannya itu.

__ADS_1


__ADS_2