
Kini Aulia memilih untuk menikmati hidup dengan menginap di salah satu hotel mewah di daerah itu, meskipun tak bisa ia pungkiri ada perasaan cemas takutnya nanti Bagas bisa menemukan dirinya jika terlalu lama berada ditempat itu.
Nina dari tadi terlihat santai saja meskipun ia tahu jika sewa kamar hotel itu bukan harga yang murah namun apapun bakalan lakukan demi bisa membahagiakan sahabatnya itu, karena Biar bagaimanapun uang itu bisa dicari tetapi seorang sahabat sangat susah untuk ditemukan apalagi yang mengerti kita bertahun-tahun tidak pernah menusuk kita dari belakang.
"Apa kamu tidak merasa kalau ini terlalu berlebihan, soalnya aku yakin biaya sewa kamar ini pasti bukan kaleng-kaleng ? "tanya Aulia yang memang dari tadi sudah sedikit merasa khawatir karena Ia memang tidak bisa membantu Nina sama sekali sebab apa sih yang dirinya punya selain isi ATM yang tidak sampai 5 juta di dalamnya.
Nina ingin sekali tertawa mendengar pertanyaan dari sahabatnya itu, memang dirinya tahu dari tadi Aulia sudah terlihat wajah khawatirnya.
"Aku itu cek dulu isi Atm-ku kalau memang bisa menunjang makanya aku bawa kamu untuk menginap di sini, soalnya tidak mungkin juga kan aku super nikah yang ada nanti kita berdua bakalan dijadikan viral satu kabupaten. "ujar Nina sambil tertawa membuat Aulia sedikit merasa kelegaan.
"Maafkan aku ya karena dari kemarin hanya bisa menyusahkan kamu saja, padahal jelas-jelas kamu itu masih numpang hidup dengan orang tua! Tapi aku janji deh nanti bakalan menjadi TKW saja, soalnya kalau menjadi TKW penghasilan pasti bukan menjadi seorang istri pengusaha kaya tetapi tetap kere seperti ini."Aulia sebenarnya hanya bercanda dirinya tidak ada niatan melakukan pekerjaan itu bukan karena merasa pekerjaan itu tidak menjanjikan melainkan orang tuanya pasti tidak akan mengizinkan hal itu terjadi dan juga lagian ada Abizar yang bisa dirinya minta tolong sebab pria itu terlihat begitu peduli terhadap dirinya.
"Aku kalau jadi kamu selagi menjadi istri dari pria kaya itu Bah bakalan aku porotin hartanya sampai habis, soalnya rugi dong masa iya sudah menyandang gelar Nyonya Sanjaya tetapi masih terlihat seperti orang yang tidak berguna kemudian tidak ada bagus-bagusnya di dunia ini! "ejek Nina tetapi Aulia Mah santai saja karena memang menurutnya apa yang dikatakan oleh sahabatnya itu tidak ada yang salah.
"Gengsi lah kalau sampai aku harus minta hidup sama dia padahal dari awal aku menolak pernikahan ini, jadi mau aku hanya makan pakai garam Sekalipun Aku tidak akan pernah mau meminta nafkah dari pria itu!"tegas Aulia sebab menurutnya harga dirinya itu merupakan hal yang utama tidak peduli meskipun ia miskin dan tidak punya apa-apa tetapi harus yang ia punya dalam hidupnya hanya satu yaitu harga diri yang masih tetap terkandung di dalam tubuhnya.
__ADS_1
"Bukan apa sih tetapi sepertinya aku lihat-lihat kamu sama dia sudah begituan kan, soalnya kemarin itu aku sempat melihat gaya jalan Kamu itu seperti bebek loh? Jadi karena aku bukan wanita polos yang memang sih masih utuh belum tersentuh istilahnya masih tersegel, tapi kalau soal begituan aku sudah paham lah soalnya zaman sekarang kan apa-apa pasti selalu di posting di medsos!"ujar Ninas membuat Aulia menatap sini ke arah sahabatnya itu menurutnya Wanita itu sudah terlalu percaya diri sekali meskipun semua yang ia katakan itu sangat benar tetapi masa iya soal urusan ranjang dirinya Harus Jujur.
"Kenapa tidak sekalian kamu request tanya kira-kira Gaya apa yang selalu kami pakai, biar maksudnya itu kan sudah basah ya sekalian mandi daripada ditanya hanya setengah-setengah doang?"tanya Aulia membuat Nina ingin sekali tertawa karena wajah cemberut sahabatnya itu terlihat begitu lucu Padahal tadi itu ia hanya memberi umpan ternyata umpannya langsung kemakan oleh wanita itu.
"Wah kamu ini gimana sih Katanya menolak Perjodohan kemudian terpaksa menikah tetapi kok diajak begituan kamunya mau saja, ya sudah kalau begitu jangan coba-coba ingin bercerai dari pria itu soalnya masa iya suami kamu dikasih barang bekas?"Aulia membulatkan matanya sempurna karena tidak percaya perkataan dari sahabatnya itu yang menurutnya terlalu tega masa iya bukannya mendukung masa depan Aulia lebih Cemerlang Tetapi wanita itu sudah mematahkan semangatnya sebelum mulai bertanding.
"Yah Kamu jadi temanku tidak setia kawan sekali sih, seharusnya kamu itu mendukungku agar bisa mempunyai suami yang lebih keren kedepannya kemudian penuh kasih sayang dan intinya hanya aku satu-satunya ratu dalam rumahnya!"Aulia terlihat begitu lemas karena sepertinya sahabat itu tidak mendukung dirinya.
"Aku itu bukannya tidak mau mendukung kamu sahabatku tersayang tercinta Termanis terkece badai membahana, tapi coba kamu pikir secara logika Apa alasan orang tua kamu memaksa kamu menikah dengan pria yang jelas-jelas mereka sudah tahu kalau punya istri lebih dari satu! Kalau memang mereka punya sesuatu tujuan yang mulia, Ya seharusnya kamu lakukan dong apa yang mereka inginkan! Bukannya sebagai seorang anak itu mematuhi keinginan orang tua di saat seperti itu bisa masuk surga?"tanya Nina yang santai saja Percayalah Aulia sampai gedeg sendiri karena tidak menyangka bahwa sahabatnya itu memang tidak berguna kalau memberikan saran karena hanya akan menjatuhkan semangatnya.
"Aku kalau dikasih pilihan mau cari sahabat baru atau meninggalkan sahabat lama aku bakalan memilih cari yang baru saja deh, soalnya yang lama itu terlihat sangat menyebalkan tidak berguna dan juga hanya memancing emosiku. "keduanya tertawa ngakak karena tidak menyangka pasti akhir-akhirnya bakalan berbeda pendapat seperti ini Namun itulah sebuah persahabatan perbedaan dijadikan untuk membuat sebuah kesatuan bukan perbedaan malah menjauhkan mereka berdua.
"By the way kita malam ini ngobrol doang tidak ngapa-ngapain gitu, Mungkin kita bisa jalan-jalan menikmati udara segar dengan begitu pikiran kan lebih tenang?"tanya Nina memberikan saran kepada sahabatnya itu siapa tahu jangan sampai Aulia bakalan setuju.
"Boleh lah kalau begitu Soalnya aku yakin hari pertama Aku minggat pasti dia belum sadar kalau aku ada di sini, sekarang Pasti dia lagi mencari di daerah-daerah yang dekat-dekat saja!"Aulia tidak menolak permintaan dari Nina..
__ADS_1
Akhirnya kedua wanita itu memilih untuk jalan-jalan di sekitaran area hotel yang menurut mereka malam itu terlihat sangat begitu ramai, apalagi di seberang jalan itu disediakan pasar malam yang menyediakan aneka Kuliner Nusantara yang begitu menggugah selera Dan intinya sangat cocok di lidah mereka berdua.
"Kali ini aku yang traktir soalnya masa iya hanya kamu semua semua yang memberikan apapun kepadaku, sedangkan aku rasa-rasanya seperti benalu Dalam hidup kamu kan jadi malu! "tawar Aulia tidak ada bantahan sedikitpun dalam diri Nina karena dirinya tahu jika Aulia sudah mengatakan itu artinya wanita itu dari tadi sudah merasa tidak enak hati kepadanya.
"Ternyata negeri kita ini begitu banyak kuliner yang membuat orang lain bakalan betah ya, tetapi aku sampai miris dengan keadaanku sendiri dan juga merindukan Umi kalau sampai melihat masakan yang ada di sini karena ini semua itu seperti Umi yang memasak mulai dari penampilannya dan juga pasti rasanya juga sama tidak beda jauh!"Aulia merindukan kedua orang tuanya apalagi dirinya minggat tidak memberitahukan sama sekali kepada Deni dan juga Santi yang pastinya bakalan merasa begitu khawatir.
Aulia berharap agar Bagas tidak pergi menemui kedua orang tuanya karena jika sampai pria itu menemui mereka, otomatis Santi dan juga Deni lagi dan lagi harus memikirkan dirinya yang entah di mana karena selalu saja bermasalah dengan suaminya sendiri.
Nina mengusap pelan baru sahabatnya itu karena dirinya tahu jika Aulia saat ini pasti Tengah merindukan orang tuanya, sebab dari dulu Aulia paling tidak pernah meninggalkan orang tuanya tidak seperti dirinya yang suka travelling kemana-mana alhasil rumah itu hanya menjadi tempat singgah sebentar saja.
"Kamu sabar ya sayangku cintaku, Bukankah semua masalah di dunia ini ada jalan keluarnya?"Aulia bergidik ngeri bukannya terharu dengan perkataan Nina barusan sebab menurutnya dirinya takut jangan sampai orang-orang di situ berpikiran kalau mereka berdua itu merupakan wanita-wanita yang tidak beres.
"kamu itu saat kita berdua saja tidak ngomong kata-kata yang nyeleneh seperti itu, Nanti giliran di depan orang banyak menurut kamu sok main drama ih lama-lama aku plintir lidah kamu biar tidak usah ngomong sekalian!"omel Aulia tetapi nada bicaranya terdengar Hanya seperti berbisik soalnya malu kalau sampai didengar orang lain.
"hahaha, Habisnya dari tadi kamu Melow terus padahal sekarang di depan kita itu lagi banyak makanan loh bukannya dinikmati?"Nina pun tidak mau kalah memarahi Aulia karena katanya ingin pergi dari kehidupan Bagas untuk menenangkan diri kenapa sampai sudah sejauh ini masih saja tetap memikirkan hal-hal yang tidak perlu dipikirkan.
__ADS_1
"suatu saat ketika kamu berada di posisi yang sama sepertiku aku yakin kamu pasti bakalan merasakan hal yang sama, dan mungkin lebih parah daripada yang kurasakan saat ini karena setiap manusia itu kan sifatnya beda-beda ada yang penyayang tetapi mungkin juga ada yang arogan tetapi punya Sisi romantis?"jelas Aulia.
"Eh asal kamu tahu ya siang malam aku selalu berdoa kepada Tuhan agar diberikan jodoh yang merupakan pria romantis sekaligus penyayang dan juga intinya kaya raya , soalnya zaman sekarang kalau makan ganteng sama cinta doang yang ada perut bakalan kelaparan dan juga lama-lama bisa kena gizi buruk!" Ujar Nina.