
Aulia yang sudah merasa capek karena seharian berjalan terus dengan Bagas dan juga Indira memilih untuk mengajak mereka berdua pulang, karena biar bagaimanapun di usia kehamilannya yang seperti ini ya benar-benar membutuhkan istirahat yang banyak dan juga memerlukan tenaga yang ekstra jika ingin diforsir seharian.
"Ayo Mas kita pulang dong soalnya aku benar-benar capek nih, kalau misalnya kalian berdua masih mau jalan-jalan ya sudah silakan saja nanti Dimas yang bakalan mengantarkanku!" ajak Aulia.
Bagas mengatur ke arah istrinya yang terlihat memang benar-benar kelelahan membuat pria itu merutupi kebodohannya karena bisa-bisanya melupakan kondisi Aulia, maka dari itu Ia pun segera menarik tangan istrinya itu dan membawanya ke mobil sedangkan Indira mengikuti langkah kakinya dari belakang bersama dengan Dimas.
"kamu Kalau merasa capek tolong Ngomong dong biar kita bisa berhenti dari tadi, dan juga kalau sekarang memang kesulitan untuk berjalan biar aku yang bakal membantu menggendong kamu sampai dalam mobil? "tanya Bagas penasaran bahkan kelihatan Wajah pria itu begitu cemas seolah apa yang terjadi kepada Amira itu akibat Serangan balik dengannya atau mungkin karena dirinya yang saking asyiknya sampai-sampai melupakan keadaan istrinya yang seharusnya mendapatkan perhatian yang begitu ekstra serta mendapatkan waktu istirahat yang begitu cukup.
"Bagaimana keadaan kamu sekarang, Apa masih capek sekali ya? kalau memang merasa tidak nyaman Yuk kita ke rumah sakit di sana biar langsung diberikan vitamin, karena aku tidak ingin kalian kenapa-napa dan juga tidak ingin kamu kesakitan? "tawar Bagas membuat Aulia menatap kesal ke arahnya sebab menurutnya respon pria itu sepertinya terlalu berlebihan melakukan dirinya seperti seorang pesakitan.
"kamu ini aku kan tadi ngomong kalau aku sudah capek dan pengen pulang supaya istirahat bukan malah Mau mengajak kamu ke tempat bengkek semuanya itu, Lagian aku itu mah alasan kalau berurusan dengan yang namanya rusuk rumah sakit karena sudah ribet dan juga bau obatnya itu ngalahin parfum mahal!"Aulia sengaja mengatakan hal itu karena Entah mengapa selama kehamilan dirinya seperti sangat anti berada di fasilitas umum Termasuk rumah sakit dan juga segala sesuatu yang berkaitan dengan hal itu.
Bagas hanya terdiam dan mengikuti saja apa yang diinginkan oleh istrinya itu toh tidak ada salahnya juga kan kalau menolak juga untuk kebaikan istrinya itu, perhatian yang diberikan oleh seorang suami harus lebih ekstra ketika keadaan istrinya bisa dibilang tidak sama seperti kemarin-kemarin dan juga sangat rentan untuk sesuatu hal guncangan atau apapun itu yang sangat tidak nyaman nantinya.
__ADS_1
"Oh ya sudah kalau memang kamu merasa tidak nyaman mas tidak akan pernah memaksakan diri untuk harus sama dengan pemikirannya Mas, hanya saja nanti kalau merasa tidak nyaman dan juga merasa tidak enak di salah satu anggota tubuh kamu tolong jangan diam saja dan usahakan katakan secara langsung kepadaku agar kita segera memastikan keadaannya saat itu juga! "pinta Bagas penuh permohonan karena selama ini Aulia selalu berusaha sendiri-sendiri tanpa ada niatan untuk meminta tolong kepadanya sebagai seorang suami sehingga pria itu bakalan merasakan bahwa ia itu punya istri dan juga segala sesuatu di dalam rumah maupun di luar rumah istrinya bakalan selalu membutuhkan dirinya.
"ya Tuhan bisa tidak jangan terlalu lebay seperti itu Lagian kita sekarang dalam perjalanan pulang karena sampai di rumah aku benar-benar pengen istirahat tidak boleh ada yang mengganggu, dan Indira Kalau sebentar mau manja sama Bunda tunggu dulu setelah Bunda selesai tidur dan merasa nyaman baru kamu mendekati ya oke! "perintah Aulia membuat Indira mencubikan bibirnya karena dirinya ingin sekali selalu bersama dengan Bundanya yang membuat ia merasa nyaman dan juga membuat dirinya merasa bahwa ketika bersama dengan Aulia segala sesuatu itu menjadi lebih nyaman.
"ih Bunda Kok gitu sih Aku kan pengen banget bareng sama bunda terus menerus tidak terpisahkan sama Sekali, tapi ya sudah deh aku bakalan istirahat tidak akan pernah nakal sambil menunggu Bunda sampai tidak merasa kecapean lagi! "ingin sekali Indira melayangkan protes hanya saja ketika melihat tatapan Bagas kepadanya membuat anak kecil itu seketika nyalinya langsung menciut dan tidak bisa berbicara banyak lagi.
"nah gitu kan kamu harus jadi orang itu menjadi manusia yang pintar dan juga tidak pernah memaksakan kehendak hanya untuk menyenangkan diri sendiri, Bunda itu sayang banget sama kamu Nak hanya untuk saat ini Bunda itu benar-benar merasa capek sekali loh dan tidak ingin diganggu. "jelas Aulia.
sesampainya di sana terlihat mobil Devina pun terparkir menghalangi jalan masuk menuju ke area garasi, membuat Bagas menyuruh Dimas menghentikan mobil tersebut disitu lalu dirinya turun ingin menemui kira-kira manusia gila siapa yang berada di dalam mobil Davina sampai-sampai tidak sadar diri jika parkirnya itu menghalangi jalan yang ingin dipakai oleh mobilnya Bagas.
tok tok tok
Andara yang sedang serius menonton video di tok tok menjadi kebingungan ketika melihat papanya yang tiba-tiba muncul dan mengetuk jendela mobil itu, tetapi wanita itu segera menguasai pikirannya dan lalu memasang tatapan tajamnya kepada anak sendiri.
__ADS_1
"Kenapa, kaget melihat aku di sini? atau tidak menyangka Jika ternyata masih punya anak dari istri yang lain, atau mungkin merasa terkejut karena ternyata status masih menjadi seorang ayah Tetapi malah menelantarkan anak sendiri? "tanya Andara tanpa jeda membuat Bagas hanya bisa menggelengkan kepalanya karena memang Perangai anak itu seperti keluarga suaminya mungkin karena terlalu lama tinggal di sana sampai-sampai lupa cara menghormati orang tua itu harusnya seperti apa.
"Jadi ceritanya kamu datang ke sini mau mencari masalah dengan papa, atau mempermasalahkan sesuatu yang sudah Papa lakukan terhadap Mama kamu? asal kamu tahu saja ya Semua orang itu ingin hidupnya selalu bahagia tidak ada yang namanya kekurangan ataupun ada namanya perpisahan, tetapi keputusan itu terpaksa diambil jika memang sama-sama tidak sudah tidak saling nyaman! kamu sebagai anak harusnya menjadi anak yang bisa membanggakan orang tua agar kami bisa sadar Kalaupun kamu berpisah tetapi anak kami masih berguna, Tetapi kalau sikap kamu seperti begini seolah-olah Kamu mendukung jika mama kamu itu memang benar-benar tidak boleh percaya dari papa padahal sifatnya sudah sangat keterlaluan! "tegas Bagas membuat nyali Andara benar-benar menciut.
"ini semua gara-gara wanita ****** yang tidak berguna yang sudah berani-beraninya mengambil Papaku dari Mama, pokoknya aku tidak terima Mama harus kembali ke rumah sini dan tidak boleh diceraikan sama sekali!"teriak Andara yang tidak peduli jika saat ini wajah bagus benar-benar tidak bersahabat karena tersinggung dengan apa yang dikatakan oleh anaknya itu.
plak
"wanita yang kamu sebut jalan itu merupakan istriku jadi otomatis kamu harus menghormatinya, jika ingin hidup dengan baik dan juga tenang serta tidak memikirkan uang dan juga biaya sekolah lebih baik sadar diri dan tidak melakukan kesalahan yang sama! "tegas Bagas lalu segera membukakan pintu mobil untuk membawa anak dan istrinya segera masuk untuk beristirahat.
Andara Nelangsa ketika melihat Papanya itu memang benar-benar tidak menghiraukan kehadirannya di situ sama sekali, bahkan terlihat Bagas menyimpan rasa kecewa yang begitu sangat terhadapnya seolah-olah apa yang ia lakukan itu memang benar-benar tidak pantas dipertontonkan.
Aulia benar-benar terkejut ketika ada bandara di situ maka dari itu ia ingin menarik tangan Gadis itu tetapi langsung dicekal oleh Bagas, sebab menurutmu tidak peduli ada namanya baik-baik kan dengan anak yang tidak terasa sopan santun dan menghargai orang yang lebih tua seperti Andara itu.
__ADS_1