
Arsen Tentu saja tidak terima ketika perdana memperlakukannya seperti itu, harga dirinya merasa seperti diinjak-injak saat ini juga padahal Ia tidak melakukan hal itu terhadap Nina kecuali memang kalau mengancam ya itu terjadi tetapi untuk membuktikannya sepertinya tidak pernah.
Hanya saja melihat perdana wajahnya yang tidak bersahabat seperti itu membuat Arsen sedikit Waspada, karena Biar bagaimanapun bisa dibilang ya masih merupakan orang baru di dunia bisnis maka dari itu ia harus bisa mencari teman bukan lawan maka sekarang biarlah ya disuruh pergi maka pergi saja untuk mencari aman.
Bagas tersenyum penuh kemenangan ketika melihat Arsen pergi tanpa banyak berbicara dan bisa dibilang sepertinya sedang ketakutan, padahal Percayalah kalau sebenarnya pria itu sedang ingin melakukan sesuatu yang tidak pernah dipikirkan oleh para pengusaha itu sebelumnya.
"kalian pikir aku kalah, kalian pikir aku bakalan menyerah dengan semua yang kalian lakukan kepadaku di tempat umum seperti itu? pokoknya aku bakalan melakukan sesuatu yang tidak pernah kalian duga sebelumnya, dan dengan begitu kalian bakalan menyesalinya karena sudah mempermalukanku Sampai sebegitunya! "ujar Arsen lalu memberikan kode kepada Savera agar membawanya kepada markas mereka yang berada di pinggir kota untuk segera menyerang kediaman Bagas kebetulan pengusaha itu sedang ada di luar Jadi otomatis akan lengah dengan keadaan di rumah.
"kita pergi menemui Matteo dan katakan kepadanya untuk stand by di tempat serta membawa semua anak buah kita tanpa terkecuali, hari ini kita bakalan berperang dan juga aku akan mendapatkan istriku bagaimanapun caranya karena mereka sudah membuat aku merasa malu tadi! "perintah Arsen tegas membuat Savero langsung Segera melaksanakannya.
Mateo yang merupakan seorang Sniper dan juga pembunuh berdarah dingin merasa terkejut ketika mendapat panggilan dari Savero yang merupakan asisten dari majikan mereka, karena selama ini jarang sekali Safira menghubungi mereka jika tidak ada sebuah operasi yang sangat penting dan juga merupakan operasi besar-besaran yang harus mereka lakukan.
"kamu siap-siap karena kita bakalan berperang saat ini juga dan usahakan kumpulkan anak buah sebelum kami sampai di situ, dan Ingat jangan sampai ini bocor kepada siapapun termaksud mata-mata yang sedang ada di situ karena aku yakin mata-mata itu adalah suruhan dari bos Arsen!"jelas Savero lalu segera mematikan panggilan tersebut karena memang dari awal mereka sudah mencurigai kalau Bagas itu sebenarnya menyelipkan seorang mata-mata yang entah siapa mereka juga tidak tahu sama sekali tetapi pergerakannya sudah mulai terbaca namun mereka masih mencoba untuk mengabaikannya berpura-pura seolah kejadian ini tidak diketahui sama sekali.
"Bagaimana keadaan wanita itu, Lebih Baik nanti setelah selesai urusanku dengan Aulia kamu pertemukan dia dengan Budi tanda seru karena aku yakin mantannya Bagas itu pernah affair sama si Budi jadi otomatis kalau mereka bertemu ya pasti bakalan tidak akan terpisahkan, daripada dia mengejar seseorang yang tidak berminat sama sekali kepadanya itu kan sama saja membuang tenaga dan juga tidak berguna sama sekali untuk kehidupannya! "ujar Arsen sebab Biar bagaimanapun ia tidak ingin bertemu ataupun bersinggungan dengan yang namanya Safira karena hanya akan membuat dirinya malu Tetapi kalau untuk Aulia beda ceritanya karena dari awal wanita itu memang menolak Perjodohan yang dilakukan dengan Bagas.
__ADS_1
"Baiklah Tuan saya akan mengusahakan untuk membuat mereka bertemu karena saya juga merasa tidak nyaman dengan keberadaan Budi di sekitar kita, apalagi tingkahnya yang suka memberikan perintah seolah-olah para anak buah kita ini merupakan suruhannya dan pantas hanya mendengarkan perintah darinya tidak usah mendengarkan perintah dari Anda. "jelas saveroh yang ingin sekali menghajar kepala Budi karena sudah berani berbuat lancang tetapi mau bagaimana lagi ketika Arsen belum memberikan perintah ya hanya bisa duduk dan diam tetapi Percayalah hatinya itu begitu terasa dongkol.
"Tenang saja karena saya sudah tahu dari awal tetapi masih melihat pergerakannya Seperti apa kira-kira dia bakal menguntungkan kita atau tidak serta mau bisa membocorkan rahasia tentang perusahaan Bagas Sanjaya atau tidak, tetapi sepertinya tidak sama sekali maka dari itu silakan membuangnya Terserah mau bawa dia ke mana saja yang penting intinya dengan wanita itu sekaligus supaya aku tidak mencemari mataku dengan melihat sesuatu hal yang sangat menjijikan!"perintah Arsen lagi karena dirinya memang sudah merasa tidak nyaman ketika Safira harus berkeliaran di mana-mana padahal keinginannya adalah hanya satu yaitu wanita itu bisa segera menjauh dari kehidupannya saat ini juga tidak perlu harus muncul terus dan juga tidak perlu harus mengganggu kehidupannya lagi.
"anda tenang saja pokoknya Setelah dari ini saya bakalan melakukan perintah yang seperti Anda katakan tanpa mengurangi sesuatu pun ataupun melebihkannya, karena Biar bagaimanapun wanita itu saya rasa sudah kapok karena ancaman yang saya lakukan kemarin membuat dia sepertinya mati kutu dan tidak bisa bergerak sama sekali dan Hal itu merupakan keuntungan bagi kita. "jelas Savero tersenyum.
Mereka sudah berkumpul di markas dan sedang mengatur strategi yang paling tepat untuk membuat Bagas dan juga perdana tidak terlalu sombong lagi seperti kemarin-kemarin, apalagi tadi kesalahan Perdana itu bisa dibilang sudah sangat keterlaluan dan juga berada pada puncaknya membuat kesabaran seorang Arsen benar-benar sudah habis.
"kalian sudah Siapkan alat-alatnya sekarang kita bergerak Ingat jangan pernah meninggalkan bukti apalagi barang yang merupakan milik kalian, dan usahakan lagi jangan pernah menjawab apapun Pertanyaan jika menyangkut diriku karena ini semua merupakan risiko pekerjaan dan kalian sudah disumpah jadi otomatis tidak boleh mempermainkanku satupun orang-orang dari antara sini! "perintah Arsen karena memang Sebagai seorang pemimpin ia harus bisa mewaspadai pergerakan anak buahnya jika akhirnya tidak ingin dirugikan dan juga mereka tidak boleh melakukan kesalahan apapun itu sebab nantinya segala macam bukti dan juga prasangka akan begitu muncul dan mereka juga yang bakalan dirugikan.
Bagas tidak pernah menyangka bahwa ada kejadian seperti ini di kediamannya karena saat ini ia Tengah berbincang dengan begitu santai bersama perdana dan juga Bambang, mereka bahkan sesekali tertawa kecil karena obrolan mereka yang bisa dibilang sangat nyeleneh dan juga tidak sesuai dengan jas yang mereka pakai saat ini.
"Jadi ceritanya istri anda sedang hamil kemudian Awalnya dia minggat dulu ke rumahnya Tuan Perdana Karena Anaknya Tuan Perdana dan juga istri anda itu merupakan sahabat dekat, Wah ternyata kisah cinta Anda begitu miris ya padahal saya kira orang yang sudah menikah tiga kali itu bakalan lebih pintar dan juga lebih Gesit tetapi ternyata sama saja lebih baik belajar sama saya saja?"ledek Bambang bukannya membuat Bagas tersinggung pria itu malah tertawa ngakak karena memang seperti begitulah kenyataannya jika awal-awal dirinya bisa menghamili Aulia itu permasalahannya karena ada di rumahnya Perdana.
"nah saya kan memang punya istri lebih dari satu tetapi istri saya semua itu kan bisa diatur kehidupannya dan juga pola pikirnya itu sesuai dengan harapan saya, tetapi istri yang ini Aduh susahnya minta ampun bahkan bisa dibilang orangnya keras kepala dan juga susah diatur sampai-sampai apapun kemauannya tidak akan pernah berhenti memintanya kalau kita belum menurutinya sampai saat ini."jelas Bagas membuat perdana begitu senang karena akhirnya apa yang menjadi khawatirkan Nina selama ini benar-benar sudah hilang.
__ADS_1
"maka dari itu istri saya ngotot sekali ingin bertemu dengan Aulia karena merasa cemas takutnya Anda bakalan melakukan KDRT kepadanya kan nanti Apa kata dunia ini, kalau seorang pengusaha sukses malah menyakiti istri nomor 3 nya dan itu semua karena kemauannya yang jelas-jelas sulit diatur dan juga setiap kali berpakaian pasti nyeleneh. "jelas perdana membuat Bagas mendengus kesal karena istri nomor 3nya itu merupakan wanita yang modis kemudian berpakaian yang sopan serta bisa dibilang paling cantik dari segala-galanya soalnya kan Aulia masih muda kemudian darah muda itu kan lagi segar-segarnya tinggal dipetik saja.
"ah Anda bisa saja Tuan, karena saya merasa istri saya itu biasa-biasa saja tidak ada yang spesial sebab kalau misalnya dia spesial takutnya orang lain bakalan mengambilnya! untuk mendapatkan hatinya saja susahnya minta ampun kami harus berkeliling kota dulu masa iya sekarang sudah mendapatkannya malah membiarkan dia kecewa, nantinya bukan keliling kota Tetapi malah keliling kantor pengadilan akibat dianya yang menggugat lebih dahulu!"jelas Bagas membuat semua orang di situ tertawa karena mereka belum pernah yang namanya sampai di pengadilan Karena sudah tua itu pernikahan mereka tetap anteng dan juga tenang serta tidak ada masalah sama sekali.
"sebenarnya semua wanita itu sama saja pola pikirnya yaitu tidak ingin suaminya menduakan mereka apalagi Jadi bertiga, Jadi kalau misalnya mereka selalu merajuk ataupun meminta sesuatu yang tidak jelas yaitu efek dari perbuatan yang suaminya lakukan! jadi saya sarankan istighfar dan juga berhenti untuk mencoba-coba sesuatu yang baru Cukup jaga istrimu yang satu itu dan bahagiakan dia, soal keturunan atau apapun itu sudah ada diatur meskipun engkau menikah sampai 1000 kali pun kalau memang sudah diatur segala macamnya maka tetap seperti begitu tidak akan ada perubahannya sama sekali! "Bambang dikenal sebagai seorang pembicara yang bisa dibilang sangat humble dan juga tidak ada yang namanya berat sebelah maka dari itu ketika memberikan saran ya Sesuai dengan jalurnya tidak merasa diri paling benar dan juga tidak merasa diri paling tua kan di tempat itu.
Dimas masih stand by di situ tidak ingin menimpali apa yang dikatakan oleh para Bos Besar soalnya nanti dirinya bakalan Dikerjain lagi oleh Bagas seperti tadi, karena terbukti tadi dirinya yang diam saja tidak membicarakan Apapun saja sudah dijodohkan oleh Bagas dengan anaknya Tuan Perdana tetapi syukurnya pria tua itu tidak terlalu menimpali apa yang ia katakan kalau tidak ya Tuhan malunya minta ampun.
"Kalau boleh tahu anaknya situ sekarang umurnya berapa tahun, kok bisa berteman dengan istrinya Tuan Bagas tetapi dianya belum menikah sampai sekarang? Kebetulan saya punya seorang anak yang masih bujangan yang katanya belum ada niatan untuk menikah karena ingin melanjutkan bisnis keluarga, Bagaimana kalau kita menjodohkan saja mereka soalnya Siapa tahu nyambung di mana-mana kan kita coba dulu tuh kalau memang mereka jalani terus tidak cocok ya kita bisa apa? "tawar Bambang membuat Bagas ingin sekali tertawa ketika melihat wajah Dimas yang mengalami perubahan mungkin karena merasa terkejut dan juga merasa posisinya paling kecil ketika harus berhadapan dengan keluarga Bambang itu.
Perdana tidak bisa menjawab Tetapi hanya tersenyum saja karena menurutnya ini bukanlah zaman Siti Nurbaya ketika orang tua yang harus menentukan pilihan hidup untuk anaknya, apalagi Nina itu sudah besar dan jiwa pembangkangnya itu sangat mengerikan Takutnya nanti bukan jawaban yang enak didengar tetapi anaknya itu bakalan kabur dan tidak akan pernah pulang lagi.
"Ayolah Tuan Perdana yang baik hati dan juga tidak sombong tolak saja Perjodohan ini karena anak anda itu sudah disiapkan untuk saya, kalau misalnya dikasih sama orang lain terus pertanyaannya sayanya bakalan dapat apa Masa iya hanya ampas doang?"batin Dimas seraya memohon berharap agar doanya bisa terkabulkan dalam hitungan detik.
"Aduh maaf ya bukannya saya menolak melihat baiknya itu tetapi ini semua kan soal anak-anak dan mungkin anda tidak tahu saja bagaimana kelakuan putri saya itu di luaran sana, maka dari itu saya selalu membebaskan dia untuk menentukan pilihan hidupnya Entah dari golongan manapun yang penting intinya bertanggung jawab dan juga tidak main tangan! satu lagi anak saya itu orangnya keras kepala dan juga susah diatur takutnya jangan sampai suaminya merasa bosan dan langsung berpaling kepada orang lain, maka saya tidak akan pernah mentoleransi dan jika sampai hal itu terjadi nanti Bagaimana nasib bisnis kita yang selama ini sudah bekerja sama selama berpuluh tahun?"tolak perdana membuat Dimas ingin sekali goyang salto hari itu juga soalnya dia merasa bahagia ketika doanya langsung terkabulkan dalam hitungan detik padahal permintaannya tadi itu dalam hitungan menit loh.
__ADS_1
"Oh kalau begitu lebih bagus lagi dan saya juga tidak jadi menjodohkan anak saya soalnya anak saya itu juga susah sekali diatur loh, jangan sampai dua orang keras kepala tidur dan satu rumah lama-lama itu rumah yang megah langsung roboh saat itu juga karena egoisnya mereka dan juga keras kepala mereka yang memang sama-sama susah sekali untuk diatur."Bambang pun sama ketika mendengar definisi Sikap yang dimiliki oleh Nina yang disampaikan oleh Perdana tadi.