Menjadi Yang Ke-3

Menjadi Yang Ke-3
Perceraian


__ADS_3

Aulia membiarkan saja Bagas selesai berbicara dengan pengacaranya di seberang baru ia bakalan mempertanyakan Sebenarnya apa yang sedang dipercakapan mereka terhadap seorang wanita.


"Sebenarnya dia sudah menandatangani Dokumen itu kan? Soalnya semua itu yang mengurus adalah Asisten saya karena berhubungan dengan orang yang di masa lalu saya itu paling saya tidak sukai, kalau dia belum menandatangani tolong suruh orang saja pergi ke rumahnya yang nanti akan dikasih tahu oleh asisten saya tetapi intinya dia sekarang sudah tidak tinggal di rumah saya lagi soalnya kan sebentar lagi Bakalan menjadi mantan istri!" jelas Bagas yang sepertinya tidak sadar kalau saat ini ada Aulia yang berada di sampingnya mungkin karena kebiasaan ke mana-mana selalu berduaan dengan Dimas membuat pria itu seolah-olah melupakan kenyataan yang ada.


"kalau soal gugatan cerai yang anda ajukan sudah ditandatangani oleh Nyonya Safira, namun yang menjadi permasalahannya itu dia sekarang sedang menuntut harta gono gini yang nilainya sangat fantastis. maka dari itu saya ingin membicarakan langsung kepada anda kira-kira selama menikah dengan dia, mungkin Nyonya Safira pernah menghasilkan atau mendatangkan aset yang bernilai miliaran agar sesuai dengan gugatan yang diajukan? "jelas Heru di seberang membuat Bagas ingin sekali tertawa karena sejatinya selama Safira menjadi istrinya wanita itu tidak pernah bekerja sedikitpun karena yang ada dalam pikirannya Bagaimana cara menghabiskan uang yang diberikan Bagas untuknya.


"Kalau soal harta gono gini yang minta itu adalah Davina masuk akal tapi itu setelah saya mengajukan gugatan cerai kepada Davina, hanya saja sekarang saya ingin fokus dulu untuk perceraian dengan Safira sebab yang ada dalam pikiran saya itu lebih baik hanya punya satu istri yaitu istri ketiga saya! "jelas Bagas membuat Aulia yang berada di sampingnya bukan bahagia atau tersenyum yang ada wanita itu malah mendengus kesal karena dalam mimpinya pun ia tidak ingin menjadi istrinya Bagas apalagi hanya menjadi satu-satunya istri pria itu.


"Ini orang ngomongnya enak sekali! Aku mau dijadikan istri dia satu-satunya? Wah Dia pikir aku ada keinginan buat menjadi istrinya so sampai seumur hidupku, itu tidak akan pernah terjadi ferguso karena sampai mampus pun kamu tetap tidak akan pernah aku anggap sebagai suami! "batin Aulia Sambil tertawa sini karena menurutnya rasa percaya dirinya Bagas itu terlalu tinggi sampai-sampai tidak sadar kalau jatuh ke bawah itu sakitnya minta ampun.


"Tapi Saya rasa meskipun Nyonya Safira tidak bekerja sama sekali namun Tugas anda sebagai seorang suami ya tetaplah memberikan harta gono gini, kecuali Nyonya Safira tidak menghendaki harta tersebut dari awal maka bisa dipastikan anda tidak perlu harus melakukan kewajiban sebagai seorang suami! " jelas Heru dari seberang membuat Bagas menghembuskan nafasnya kasar soalnya dirinya yakin hanya akal-akalan Safira saja agar membuat mereka berdua tidak jadi bercerai..


"Ya kalau begitu ini juga menjadi tugas dan kewajiban Anda untuk merincikan semua yang saya keluarkan selama ini, dengan begitu wanita itu bakalan paham kalau apapun yang dia minta itu rasanya sudah sangat berlebihan dan juga tidak pada tempatnya. "jelas Bagas selalu memilih untuk mematikan panggilan tersebut dan betapa terkejutnya ketika ia baru sadar bahwa sebenarnya saat ini dirinya satu mobil dengan Aulia.


"Kamu dari tadi di sini ya? Maaf aku lupa soalnya tadi karena saking seriusnya ngobrol tidak sadar kalau ternyata kita satu mobil, kalau kamu merasa tidak nyaman atas percakapan saya tadi maka dari itu saya sampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya!"ujar Bagas penuh penyesalan karena ternyata Aulia sudah mendengar tentang perceraiannya dengan Safira padahal sebenarnya ia ingin menutupi ini semua dari Aulia nanti kalau waktunya sudah pas baru bakalan ia jujur.


"Memangnya ada urusannya dengan saya kalau kamu membahas hal itu? Bukankah itu menjadi urusan kamu dan tidak ada sangkut pautnya dengan saya kan, jadi jangan merasa kalau saya bakalan marah ataupun emosi akibat perceraian kamu dengan Safira? "jelas Aulia dengan wajah yang terlihat emosi karena menurutnya dengan Bagas melakukan hal itu otomatis Semua orang bakalan berpikir kalau dirinya yang mempengaruhi jalan pemikiran pria itu agar menceraikan Safira dengan begitu dirinya hanyalah menjadi istri seutuhnya dan juga satu-satunya dalam kehidupan Bagas.


"Tapi kamu kan istri saya jadi otomatis Apapun yang terjadi bakalan saya kasih tahu kepada kamu, supaya kamu sadar kalau Sebenarnya saya serius menjalani pernikahan ini dengan kamu!"Bagas merasa sebenarnya tidak nyaman ketika dirinya harus berbicara berdua dengan istrinya itu dengan keadaan yang tidak duduk berhadapan Tetapi malah saling membelakangi dan juga ada sopir yang di situ.


Aulia memilih sibuk dengan ponselnya tidak peduli dengan segala macam urusan yang ada karena menurutnya jika dirinya terlalu merespon otomatis Bagas bakalan besar kepala, karena yang ada dalam pikirannya saat ini bagaimana caranya agar hidupnya tenang dan juga damai serta tidak ada masalah yang berarti karena hidup itu hanya sekali bikin apa dibikin ribet.

__ADS_1


Safira saat ini tengah dibuat kesal ketika pengacaranya mengatakan bahwa permohonan gugatan harta gono gini dirinya itu sedang diproses, tetapi kemungkinan besar bakalan ditolak karena selama ini Bagas sudah memberikan nafkah yang begitu besar kepadanya dan juga Safira tidak pernah bekerja sehingga Bagas tidak pernah mendapatkan sepeserpun uang dari wanita itu.


Sudah begitu dari awal Safira sudah tahu kalau sebenarnya Bagas itu merupakan seorang pria yang menganut sistem poligami dalam pernikahannya, dan juga status Safira hanyalah sebagai istri kedua kecuali Bagas mau dengan ikhlas memberikan uang kepadanya maka itu adalah hak yang akan diterima oleh Safira.


"Jadi maksudnya Bapak kalau Bagas tidak ingin memberikan saya uang untuk tunjangan hidup saya ke depannya, tetapi Apa alasannya karena Bukankah dia itu uangnya banyak dan masa hanya menafkahi saya saja tidak bisa? "tanya Safira tidak terima padahal seharusnya wanita itu sadar kalau posisinya sudah sangat tidak penting lagi bagi Bagas.


"kalau soal biaya menafkahi Saya rasa itu sangat tidak masuk akal jika anda sampai meminta hal itu, karena anda itu sudah digugat cerai jadi Apapun alasannya tidak bakalan diterima dan Anda harus siap-siap untuk menjadi seorang wanita yang mandiri! "jelas pengacara tersebut membuat Safira menghembuskan nafasnya kasar karena tidak percaya jika Bagas memang benar-benar menolak dirinya.


"ya Mana bisa saya menjadi seorang wanita Mandiri kalau tiap hari sudah disediakan makan minum secara gratis dan juga kehidupan yang mewah, paling harta yang saya miliki sekarang itu hanya mobil itu juga tergantung kalau Bagas tidak mengambilnya Ya syukur tetap kalau ambil ya mau bagaimana lagi! "ujar Safira yang tidak ada niatan untuk berubah ataupun menunjukkan kepada Bagas bahwa dirinya bisa hidup tanpa pria itu.


pengacara tersebut merasa heran karena selama dirinya berkarir di dunia hukum Baru kali ini ia bertemu dengan seorang wanita yang diceraikan suaminya tetapi tidak mau mencoba bangkit, mungkin karena terbiasa hidup enak dan apa-apa itu selalu dilayani maka dari itu Safira memilih sebagai pengemis untuk menuntut harta gono gini milik suaminya yang diyakini pria itu tidak bakalan bangkrut kalau memberi dirinya uang sedikit milik pria itu.


"Saya hanya menjalankan tugas untuk mendampingi anda ketika berada di meja persidangan nantinya, Jadi kalau Nyonya ingin menuntut harta gono gini lebih baik pergi ke kediaman Tuan Bagas secara langsung dan berbicara Empat Mata dengannya supaya bisa dengar kira-kira apa alasannya sampai tetap pada pendiriannya! "jelas pria yang tidak mudah lagi itu lalu segera pergi dari hadapannya Safira karena menurutnya terlalu lama dengan Safira membuat otaknya yang pintar jadi tidak berfungsi sama sekali.


padahal dulu Budi selalu berjanji kalau akan memberikan nafkah kepadanya ketika Bapak sudah menceraikan Safira, ternyata janji yang diucapkan ketika ada maunya itu terkadang sangat susah untuk dibuktikan dan juga tidak bisa dipegang.


padahal hubungan mereka berdua itu bisa dibilang bukan lagi hanya sebatas pelarian tetapi sudah menjadi teman ranjang bertahun-tahun, untung juga Safira tidak hamil kalau tidak entah nanti Bagaimana wujud anaknya dan juga Bagas akibat terlalu banyak perkawinan silang yang terjadi.


"aku harus cari Budi ke mana lagi supaya bisa memberikan aku uang, soalnya aku sedang bingung karena di dalam rekeningku itu Sisanya hanya 10 juta mana cukup biaya hidup selama satu minggu?" batin Safira frustasi padahal tanpa dirinya sadari kalau uang 10 juta itu jika hidup di kampung sudah bisa digunakan selama 3 bulan atau lebih.


Bukankah dirinya berasal dari kampung ya otomatis bisa kembali ke sana dan memulai hidup dari nol tidak masalah kalau menjadi bahan gunjingan, yang penting Intinya bisa bangkit dari masalah yang ada dan juga bisa belajar menjadi wanita Mandiri agar kelak pasti bakalan disiapkan jodoh yang terbaik oleh Tuhan.

__ADS_1


Budi saat ini benar-benar stres karena rencana kerjasamanya dengan Arsen benar-benar ditolak mentah-mentah oleh pria itu, padahal Budi yakin bisa menjatuhkan Bagas dengan cara mendekati orang yang menjadi musuh abadi keponakannya itu.


"Kamu sudah temukan wanita yang aku suruh kalian untuk mencarinya itu, karena aku tidak bakalan memikirkan perusahaan sebelum calon istriku bisa ditemukan dan kami harus segera menikah? "tanya Arsen penasaran sampai-sampai dirinya sudah tidak ada niatan lagi mengurus Bagas.


"Sepertinya dia ada di Bandung Tuan, soalnya sempat saya cek di penerbangan ke luar kota dan ternyata hari itu juga saat Anda menyuruh kami menangkap wanita itu ternyata mereka sedang dalam perjalanan menuju ke bandara! "jelas salah satu anak buah arsen yang selama ini ditugaskan oleh pria itu untuk mencari tahu keberadaan Aulia di mana saat ini.


Arsen mengerutkan keningnya ketika mendengar penjelasan dari para anak buahnya itu, karena yang membuat dirinya tidak habis pikir Kenapa saat mereka tahu bahwa Aulia ada di Bandung tetapi tidak memberi kabar kepadanya.


"Kalian Sejak kapan Mendengarkan berita ini? Kenapa tidak memberitahukan aku dari kemarin-kemarin agar kita bisa segera menyusul dia dan membawa pulang, karena takutnya jangan sampai dia terlalu lama di sana dan alhasil bakalan betah dan tidak akan ingat pulang lagi? "ujar Arsen dengan tatapan matanya yang nyalang karena tidak terima jika anak buahnya itu terlalu lambat dalam bergerak.


Semua orang yang ada dalam ruangan itu hanya bisa berdiam diri tidak ada yang berani menjawab apalagi membantah, sebab melihat tatapan Arsen saat ini sepertinya sangat marah besar kepada anak buahnya yang sudah membuat dirinya kecewa.


"Maaf Tuan jika lancang tetapi kami hanya ingin memberitahu kalau sebenarnya Wanita itu sudah menikah dengan salah satu Pengusaha terkenal di tempat ini, dan Kalau tidak salah namanya Itu Bagas Sanjaya. Wanita itu sudah menjadi istri ketiga dari pengusaha tersebut!"jelas salah satu anak buahnya membuat Arsen mengepalkan tangannya menahan emosi sebab menurutnya kenapa dari dulu sampai sekarang dirinya selalu saja kalah dari pria itu.


"Maksud kalian wanita yang ku taksir itu merupakan istri ketiga dari pria Kurang ajar dan juga sangat sombong itu, terus kalian Kenapa tidak menculik saja wanita itu agar kita bisa melihat respon dari suaminya nanti Seperti apa dan juga kira-kira dia bakalan melakukan apa? "tanya Arsen yang benar-benar tidak suka ketika apa yang ia inginkan selalu lebih dahulu didapatkan oleh Bagas tanpa harus bersusah payah.


Padahal kalau di pikirkan Bagas itu kan sudah mempunyai dua orang istri, Kenapa harus mengambil wanita yang ia sukai dan yang membuat dirinya jatuh cinta pada pandangan pertama?


Bukankah wanita di luaran sana itu masih banyak tidak perlu harus Aulia dan juga tidak perlu harus menjadikan wanita itu istri ketiganya, karena Arsen bisa menjadikan Aulia satu-satunya ratu di rumahnya dan juga satu-satunya Ratu pemilik hatinya.


"Nanti kami bakalan mengecek kira-kira wwanita tersebut masih ada di Bandung atau sudah kembali ke sini, kalau memang sudah kembali ke sini kami bakalan memberi kabar kepada anda secepatnya tuan!"sahut mereka membuat arsen langsung menendang perut mereka karena sudah berani memanggil Aulia dengan sebutan wanita itu.

__ADS_1


"Jangan pernah memanggil dia dengan sebutan wanita itu! Karena dia itu merupakan calon Nyonya kalian jadi otomatis kalian harus menghormati dia apapun keadaannya, jika Sekali lagi saya mendengarkan kalian memanggil dia dengan sebutan yang tadi Maka jangan harap nyawa kalian bakalan tetap di tubuh kalian!"ancam Arsen lalu memilih pergi dari situ Sedangkan para anak buahnya itu hanya bisa menundukkan kepala mereka tidak berani membantah sedikitpun sebab Biar bagaimanapun wajah majikan mereka kali ini terlihat begitu tidak bersahabat mungkin karena kabar yang baru saja ia dengar barusan.


"Bagas dan Bagas lagi yang selalu saja lebih dulu di hadapanku, Kenapa pria itu harus ada dan juga hidup di dunia ini? "batin Arsen sambil memukul kemudian mobilnya akibat saking merasa kesalnya.


__ADS_2