
Aulia sebenarnya ingin sekali memilih untuk pulang dari situ Soalnya kalau berlama-lama di tempat itu rasa-rasanya harga dirinya sudah habis diinjak-injak oleh orang lain, karena semua orang itu merasa diri paling pintar dan juga benar sampai-sampai menilai orang lain tanpa mau mendengarkan penjelasan dan juga tanpa mau melihat barang bukti terlebih dahulu.
Hanya saja sangat tidak masuk akal kalau ia harus membungkam mulut mereka satu persatu dan menjelaskan semuanya, berharap agar mereka menghilangkan semua pikiran aneh yang sedang bersarang dalam benak mereka dan juga tidak melakukan sesuatu yang nantinya akan merugikan diri mereka sendiri dan juga orang-orang di sekitar.
Bagas sebenarnya menyadari ketidak nyamanan yang sedang dirasakan oleh Aulia ketika orang-orang mencibirnya seperti itu, akan tetapi tadi juga Dimas sudah mewakilinya dengan membungkam semua mulut yang ada di situ agar berhenti mengucapkan sesuatu hal yang sangat tidak masuk akal.
__ADS_1
"Dimas kamu tolong masuk ke dalam ruangan dokter itu kemudian usahakan nomor antrian istriku Berada di posisi yang terdepan, karena kalau berlama-lama di tempat ini rasa-rasanya kupingku sudah terlalu gatal untuk mendengar mulut-mulut kurang ajar yang tidak bertanggung jawab ini mengatakan sesuatu yang tidak tidak kepada istriku! "perintah Bagas dengan tatapan matanya yang mengintimidasi semua orang yang ada di situ sebab menurutnya kesabarannya akan habis jika terus-menerus dipaksa untuk bertahan tetapi sebenarnya ia tidak ingin melakukan hal itu.
Dimas tentu saja mengikuti apa yang disarankan oleh Bagas sebab menurutnya memang ibu-ibu zaman sekarang itu hobinya menggosipkan orang lain tepat di hadapannya, padahal belum tentu yang mereka katakan itu benar karena bisa saja itu fitnah yang akhirnya merugikan diri mereka sendiri.
"baik Tuan saya akan melakukan Seperti yang anda katakan karena memang untuk apa berlama-lama di sini Jika dikelilingi oleh orang-orang yang tidak berguna, sebab terlihat seperti mereka ini lagi sedang ingin bergosip jadi mau berapa lama pun berada di tempat ini rasa-rasanya sangat tidak masalah untuk mereka lakukan! "jelas Dimas sambil tersenyum mengejek sedangkan ibu-ibu di situ sudah tidak berani membantah ketika melihat aura yang dikeluarkan oleh kedua pria itu Sedangkan Aulia memilih untuk Cuek bebek daripada harus sibuk dengan sesuatu yang tidak perlu.
__ADS_1
Bagas menggenggam erat tangan istrinya itu Sedangkan Aulia dari tadi berusaha mati-matian ingin melepaskan pegangan dari suaminya itu, sebab menurutnya jika Bagas dengan sengaja menunjukkan kemesraan di depan umum bukan tidak masalah jika nantinya mereka bakalan menjadi bahan gunjingan yang berikutnya.
"Dengan ibu Aulia permata?"Tanya Dokter tersebut memastikan dirinya memang mengenali Bagas dengan begitu baik karena Ia merupakan salah satu pemegang saham terbesar di rumah sakit itu hanya saja baru kali ini dirinya bertemu dengan istri ketiganya dari Bagas maka dari itu jangan salahkan Jika ia terlihat bingung sebab wanita itu masih muda.
"Ya benar sekali dengan saya sendiri!"sahut Aulia sambil memasang tatapannya yang tidak menyenangkan ketika Bagas selalu melipir ke arahnya Padahal hal yang ia harapkan adalah pria itu duduk di luar dengan tenang tanpa harus ikut masuk ke dalam.
__ADS_1
"Ya sudah kalau begitu Silakan naik ke atas supaya kita bisa melakukan pemeriksaan, untuk Tuan Bagas nya silakan ikut Duduk di samping Nyonya supaya bisa memastikan keadaan anak Anda secara langsung!"tawar dokter tersebut membuat Bagas tersenyum penuh kemenangan dan juga begitu bahagia karena akhirnya apa yang dia inginkan bakalan menjadi kenyataan saat ini juga.