Menjadi Yang Ke-3

Menjadi Yang Ke-3
Aulia Ngumpet


__ADS_3

Silvia masih saja berusaha mencerna perkataan Anggi barusan karena menurutnya Perkataan wanita itu rada-rada aneh seperti sedang mendapatkan kabar bakalan terjadi goncangan tsunami jadinya harus bersiap takut mati dalam hitungan detik jadinya sekarang mulai memikirkan hal-hal yang aneh-aneh.


"Kamu kenapa berlebihan seperti begitu seolah-olah hidup kamu bakalan berhenti saat ini juga dengan masalah yang tidak jelas itu, lain kali kalau merasa tidak bisa mendapatkan jalan keluarnya lebih baik nggak usah ngomong Nikmati saja pekerjaanmu karena itu merupakan hal yang penting saat ini!"jelas Silvia sebab menurutnya wajah Anggi yang penuh kekhawatiran itu sebenarnya terlalu berlebihan.


Anggi menarik tangan Silvia agar ikut dengannya Lalu setelah itu ia menunjukkan nama orang yang menempatkan kamar paling mewah di hotel itu, Anggi yang melihatnya itu berusaha untuk mengeja secara perlahan kira-kira dirinya yang salah baca atau memang tertera di situ sesuai dengan kenyataan.


"Aulia permata! Ini sepertinya namanya tidak asing deh tapi ketemunya di mana ya soalnya aku juga bingung, tapi ini memang aku sepertinya pernah dengar tetapi di mana dan kapan itu dia permasalahannya. "Silvia benar-benar sangat penasaran dengan nama yang ditunjukkan oleh Anggi membuat wanita itu menatap penuh tanda tanya ke arah sahabatnya berharap agar ada jawaban yang pas sesuai dengan keinginan.


Anggi mendengus kesal karena sepertinya sahabatnya itu masih belum saja peka dengan apa yang terjadi di hotel ini sampai-sampai masih harus bertanya ngalor ngidul kemana-mana, padahal intinya langsung saja yaitu dirinya pernah mendengar tetapi lupa dan juga tidak tahu Aulia Permata itu siapa habis Kan masalahnya bakalan langsung beres.


"Aulia Permata itu merupakan istrinya pak Bagas yang ketiga, dan Masalahnya dia itu sedang menginap di sini yang entah diketahui oleh Pak Bagas atau tidak! Asal kamu tahu saja ya dia sudah beberapa jam masuk ke dalam ruangan itu tetapi sampai sekarang tidak menelpon untuk meminta bantuan, Takutnya nanti kalau Pak Bagas tahu bahwa kita tidak melayani istrinya dengan baik urusannya kan bisa berapi Soalnya kamu tahu sendiri kan sikapnya Pak Bagas seperti apa?"tanya Anggi membuat Silvia membulatkan matanya sempurna karena tidak sadar dengan semua kode yang diberikan dari awal oleh sahabatnya barusan.


"Astaga kenapa kamu tidak ngomong dari tadi nanti kalau sudah seperti begini masalahnya bakalan lebih runyam, Ya sudah kamu ikut aku terus tunjukan kamarnya di mana biar semua aku yang handle mungkin dengan begitu dia tidak bakalan tenang saja dalam kamar?"Silvia yang sebagai manajer di hotel tersebut otomatis segala macam keperluan pelanggan atau hambatan yang dialami pasti harus dirinya yang bisa menghandle semuanya seperti yang terjadi pada Aulia saat ini.


Entah mengapa Aulia merasakan degupan jantungnya semakin kencang seperti bakalan terjadi suatu hal yang tidak diinginkan Tetapi entah apa itu ia saja bingung, wanita itu terlihat begitu sengsara berusaha memejamkan mata tetapi tidak berani dan memilih Hanya duduk di sofa saja supaya kalau saat nanti pegawai hotel meminta bayaran dirinya bakalan merincikan apa saja yang ia pakai.


sampai-sampai ketika merasakan buang air kecil dirinya tidak menyentuh apapun yang ada di dalam situ hanya cuma memakai toilet kemudian tisu Lalu setelah itu keluar, karena dirinya yang merupakan orang awam sangat tidak biasa diperlakukan seperti begitu Rasanya ada yang terganjal di dalam pikiran.


"Tok tok tok

__ADS_1


Aulia mengerutkan keningnya ketika mendengar ada ketukan dari luar Padahal di situ ada bel tinggal ditekan masalah pasti bakalan beres tetapi namanya lagi auto panik pasti tidak bakalan bisa berpikir dengan jernih, karena buktinya itu sedang terjadi kepada Silvia dan juga Anggi yang lebih memilih untuk mengetuk pintu daripada membunyikan bel yang jelas-jelas merupakan solusi yang paling praktis untuk mereka saat ini.


"nah tuh kan mereka sudah datang menagih biaya semuanya ini, Syukur aku tidak menyentuh apapun yang ada ternyata kewaspadaanku memang benar-benar menjadi kenyataan!"gumam Aulia yang sedikit bernapas lega meskipun rada was-was dan bahkan lebih parahnya lagi entah Sudah berapa kali wanita itu berulang kali menghitung jumlah lembaran berwarna merah di dalam dompetnya.


"uangku sisa 2 juta seperti begini kira-kira pas tidak ya buat membayar sofa yang tadi aku duduki, kalau sampai mereka mau minta lebih aku bakalan melaporkan kepada Komnas HAM karena sudah termaksud di dalam pemerasan secara tidak langsung ? "gerutu Aulia.


Ceklek


Silvia dan juga Anggi hanya menundukkan kepala ketika melihat Aulia sudah membukakan pintu untuk mereka berbeda dengan Aulia yang malah menatap heran ke arah manusia yang ada di hadapannya kini, Bagaimana tidak mereka yang mengganggu ketenangannya kenapa malah sekarang terlihat seperti malas tahu dan hanya melihat ke arah bawah seolah-olah jari kaki mereka melepas dari tempatnya.


"Permisi mbak mbaknya kenapa malah menatap ke arah bawah saja? Apa ada yang bisa saya bantu atau mungkin Kalian mau masuk ke dalam untuk mengecek keadaan, Ya silakan saja saya tidak akan keberatan kok soalnya Kebetulan saya juga tidak menyentuh apapun yang ada di dalam situ Jadi kalau melihat dia tidak masalah kalau saya memang benar-benar tidak melakukan hal-hal yang aneh! "ajak Aulia membuat kedua manusia itu hanya bisa saling tatap dan kebingungan dengan kata-kata Aulia yang benar-benar ambigu.


"Iya saya tahu kalian datang ke sini kan untuk memastikan apa kira-kira saya menikmati tidak kamar yang kalian berikan barusan dan juga ada perubahan tidak dengan peletak barang-barang yang ada di sini, mungkin dengan begitu kalian bisa menentukan seberapa besar biaya yang harus saya keluarkan selama beberapa jam berada di tempat ini! "Anggi dan juga Silvia hanya bisa saling tatap Soalnya dari tadi perkataan Nyonya dari Tuan mereka itu sungguh-sungguh sangat aneh.


"kamu yakin kalau dia ini istrinya pak Bagas? kenapa sikapnya sudah seperti orang yang kesusahan seperti begitu ya, Jangan sampai karena kamu mengira nama yang sama malah memberikan semua fasilitas kepada orang yang salah nanti Hotel dirugikan Terus siapa yang mau tanggung jawab? "bisik Silvia memastikan.


"aku yakin kok kalau wanita ini namanya Aulia Permata sesuai dengan identitas diberikan dan Setahuku Aulia Permata itu merupakan istri ketiganya Pak Bagas, ya kalau kamu tidak percaya tanyakan saja kepada dia pasti dia bakalan mengaku kalau memang dia merupakan istrinya! "sahut Anggi tidak mau kalah.


"Permisi Nyonya Apa boleh saya bertanya sedikit saja dan maaf ini sedikit privasi Tetapi kalau anda tidak keberatan ya mungkin bisa membantu kami untuk pekerjaan, nanti kalau anda tidak nyaman sebelum dan sesudahnya Saya minta maaf sama sekali karena tidak ada maksud apapun untuk mempertanyakan semua ini kepada Anda! "ujar Silvia penuh permohonan membuat Aulia lebih tambah kebingungan lagi sebab tingkah kedua karyawan hotel tersebut sangat aneh kepadanya.

__ADS_1


"ya kalau kalian mau bertanya silakan saja Soalnya dari tadi kan saya sudah memberikan kesempatan kepada kalian tetapi sepertinya tidak ada yang paham dengan kesempatan saya berikan itu, Jadi sekarang kalau mau bertanya ya sudah silakan sok atuh Saya juga tidak keberatan kok karena memang itu merupakan sebuah tugas saya sebagai seorang pelanggan di tempat ini! "perintah Aulia sambil tersenyum hilang sudah kegundahan hatinya tadi karena wajah nya yang Baby Face itu ya buat sesantai mungkin sebab takutnya orang tahu bahwa dirinya sebenarnya sedang harap-harap cemas.


"Kalau boleh tahu apakah anda sudah menikah? Dan juga Siapa suami anda mungkin kami mengenalnya di sini, dan tolong Nyonya Jangan berbohong karena ini semua demi kelangsungan karir kami untuk kedepannya?"tanya Silvia yang terlihat lebih berani dibandingkan Anggi yang sedikit-sedikit takut ketika berhadapan orang yang derajatnya lebih tinggi darinya.


Aulia mengerutkan keningnya ketika mendengar pertanyaan dari Silvia barusan sebab menurutnya kedatangannya untuk menginap di tempat ini tidak ada sangkut paut dengan suaminya, tetapi kenapa mereka malah kepo tentang soal pribadinya namun sebenarnya tidak ada salahnya juga kan karena tadi itu sebelum memberikan pertanyaan Wanita itu sudah meminta maaf lebih dahulu.


"sebenarnya saya sudah menikah maka dari itu kalau kalian bertanya kenapa saya mau menginap sendirian di sini karena memang saya ingin menikmati waktu sendirian sembari relaksasi sejenak, maka dari itu saya memilih hotel yang biasa saja tetapi sepertinya perkiraan saya salah ternyata hotel ini merupakan hotel berbintang yang dipakai buat artis-artis papan atas menginap! "jelas Aulia Sambil tertawa sedangkan Anggi dan juga Silvia hanya meringis.


"Apa boleh tahu juga kalau sebenarnya suami anda itu merupakan Tuan Bagas Sanjaya, karena nama anda sangat persis dengan nama istrinya pak Bagas maka dari itu kami datang untuk menanyakan semua ini? "kali ini Anggi sudah lebih berani untuk bertanya sebab menurutnya Ketika dilihat secara baik sebenarnya Aulia itu tidak ketus-ketus amat Karena Wanita itu selalu menyesuaikan dengan tindakan orang terlebih dahulu kepadanya.


"Iya memang benar Nama saya Aulia permata dan kartu identitas yang saya berikan itu memang miliknya saya terus Bagas Sanjaya juga merupakan suami saya, memangnya ada apa sih dengan dia bukannya kan dia tidak ada di sini Jadi kenapa kalian seperti orang yang sedang ketakutan?"tanya Aulia heran dengan orang-orang yang baru saja ia jumpai itu terlihat begitu ketakutan Tetapi entah apa yang mereka takuti sampai-sampai maju salah mundur pun salah.


"Nah itu dia permasalahannya Soalnya kami dari tadi itu merasa was-was selama Nyonya datang ke sini belum sedikitpun meminta bantuan kepada karyawan hotel Untuk mengantarkan makanan ataupun cemilan, padahal hotel ini merupakan miliknya pak Bagas jadi otomatis Nyonya juga termasuk di dalamnya jadinya kami tidak enak hati kalau Nyonya hanya tiduran tanpa dilayani apapun!"Aulia membulatkan matanya sempurna karena tidak percaya tempat dirinya menginap ini merupakan tempatnya Bagas kalau begitu untuk apa ia harus kabur jika akhirnya kembali juga mendapat ke arah pria itu.


Aulia berusaha untuk tetap tenang tidak terintimidasi ataupun terlihat begitu cemas karena takutnya mereka bakalan melaporkan kepada Bagas, karena jika sampai hal itu terjadi ya percuma dirinya memilih untuk kabur jika Akhirnya bisa tertangkap lagi lebih baik dari yang memilih untuk bertemu dengan Abizar saja kan.


"Yang memegang nama untuk hotel ini adalah dia bukan aku jadi semua milik ini merupakan miliknya dia tidak ada sangkut-pautnya denganku, jadi lebih baik kalian jangan merespon yang berlebihan seperti begitu Bisakah membiarkan aku istirahat dengan tenang setelah itu aku bakalan pergi kalau sudah sore!"tolak Aulia yang memang benar-benar tidak ingin mendapatkan apapun fasilitas yang dimiliki oleh Bagas karena Biar bagaimanapun yang lebih berhak itu adalah Davina dan juga Safira yang sudah lama menemani pria itu bukan dirinya yang hanya bisa dibilang baru kemarin saja masuk ke dalam kehidupan Bagas otomatis tidak bisa menjadi yang utama dan prioritas.


Anggi dan juga Silvia Saling pandang karena tidak menyangka bahwa Nyonya ketiganya mereka ini memang paling terbaik sebab terlihat tidak suka memamerkan harta kekayaan milik suaminya lebih memilih untuk menikmati apa yang ia punya, sebab buktinya tadi saat Aulia datang ke situ dirinya merasa bahwa tempat ini bukan miliknya Bagas makanya ia mengira ini adalah hotel bintang 3 seperti biasanya ternyata Perkiraannya itu salah.

__ADS_1


"Aku minta kalian jangan melaporkan kepada Tuan kalian soal aku yang menginap di tempat ini, karena jika sampai kalian melakukan hal itu maka bisa dipastikan besok kalian akan langsung berhenti untuk dipekerjakan sebagai karyawan di sini!"ancam Aulia seolah-olah dirinya mempunyai kuasa padahal itu hanya akal kaleng-kaleng hanya saja.


__ADS_2