Menjadi Yang Ke-3

Menjadi Yang Ke-3
Budi SanJaya


__ADS_3

Bagas memilih tidak merespon kedatangan Davina di rumahnya saat ini karena menurutnya wanita itu datang atas kemauannya Dimas, Maka kalau ingin mengobrol ya lebih nyambungnya dengan pria tersebut sebab otak mereka rada-rada nyeleneh..


pria itu memilih sibuk dengan ponselnya dan tidak peduli jika ada orang yang sedang memasuki rumah saat ini, sampai nanti jika Dimas memanggilnya barulah dirinya bakalan keluar dan juga bertemu dengan pria itu.


Dimas merasa heran ketika masuk ke dalam dan rumah dalam keadaan sunyi seperti tidak ada orang sama sekali, padahal setahunya sewaktu dirinya pergi masih ada bagus dan juga yang lainnya tetapi Ya begitulah kebiasaan orang kaya selalu sibuk dengan urusan pribadi masing-masing.


Davina pun merasakan hal yang sama seperti yang dirasakan oleh Dimas saat ini yaitu Kenapa pria itu menjemput dirinya tetapi saat datang malah tidak ada orang di rumah, seolah-olah saat ini ia Tengah dipermainkan dengan sesuatu hal yang sangat tidak pasti padahal dirinya juga punya kesibukan yang lain lagi.


"Loh ini orang Semuanya pada ke mana? Masa iya kita datang terus mereka semuanya sudah pergi, Kalau sudah seperti itu kenapa malah memanggilku seolah-olah hanya kalian saja punya urusan di luar sedangkan aku ini tidak memiliki kesibukan? "omel Davina yang tidak terima Ketika Harus dipermainkan seperti ini.


Dimas yakin kalau saat ini Bagas pasti Tengah berada di ruangan kerjanya makanya pria itu memilih untuk menyusul ke sana, dirinya ingin agar permasalahan kesalahpahaman antara Bagas dan juga semuanya bisa cepat berakhir ketika pria itu bertemu dengan mantan istrinya dan membawa sesuatu hal yang mungkin ingin mereka bahas.


"Kamu mau ke mana? Jangan bilang kamu juga mau nyelonong pergi begitu saja, dan membiarkan aku duduk Bengong di sini menunggu sesuatu yang tidak pasti karena kelakuan kalian semua? "tanya Davina lagi wanita itu seolah tidak sabaran ingin bertemu dengan Bagas.


"Apakah anda tidak bisa menunggu sehingga dari tadi mempersulit waktuku dengan harus menjawab pertanyaan yang tidak perlu untuk dijawab, bisa tidak jadi orang lebih bersabar sedikit tidak perlu memaksa kehendak seperti itu? "tanya Dimas kasar.


Devina mencelos tak percaya jika Akhirnya salah satu orang pesuruh suaminya itu berani bersikap kasar kepadanya tidak seperti dulu waktu dirinya masih berstatus sebagai istri sadari Bagas, pria itu kelihatan sekarang semakin berani dan juga sepertinya sudah tidak memiliki rasa hormat kepadanya dan menjadikan dirinya itu seperti orang lain yang tidak perlu harus disegani.


Belum lagi Devina menjawab apa yang dikatakan oleh Dimas ternyata dirinya sudah pergi meninggalkannya, Hal inilah yang paling tidak disukai oleh wanita itu merasa bahwa Dimas itu memang sudah tidak punya sopan santun sama sekali.


Tok tok tok


"Permisi tuan, ini saya ingin menyampaikan kalau saat ini nyonya Davina sedang menunggu Anda di ruang keluarga! Bisakah untuk bertemu dengannya sebentar karena sepertinya dia juga ada hal yang ingin berbicarakan, kalau begitu saya permisi dulu karena ada pekerjaan yang harus saya kerjakan saat ini juga!" pamit Dimas yang Tentu saja tidak ada niatan untuk menunggu sampai Bagas menjawab apa yang ia katakan sebelum menurutmu tidak ada kegunaannya juga kan kalau harus mendengar perkataan Bagas nantinya.

__ADS_1


Bagas juga ikut keluar untuk memastikan Apakah benar memang ada Davina di situ dan kalau memang ada ia harus segera menyelesaikan permasalahan antara mereka berdua, karena jika dibiarkan berlarut-larut ya Otomatis Davina bakalan bertingkah yang lebih aneh lagi dan alhasil orang-orang di sekitar Bagas bakalan dirugikan akibat kegilaan yang dilakukan oleh wanita tersebut.


"Wah akhirnya kamu keluar juga Mas! Aku pikir kamu tidak peduli lagi setelah tahu bahwa aku datang ke sini untuk bertemu dengan kamu lagi, maka dari itu


lain kali kalau istri datang itu setidaknya dihiraukan bukan malah dicuekin seperti itu! "Davina yang merajuk itu membuat Bagas menatap heran ke arahnya Karena Wanita itu seolah-olah melupakan status mereka saat ini.


"Dimas, kamu sudah mengingatkan kembali apa yang harus dibicarakan oleh wanita ini kepadaku? Soalnya wanita ini tadi datang dan berbicara sangat percaya diri kepadaku seolah-olah ada hubungan kami yang belum terselesaikan, dan itu merupakan urusan kamu agar membuat dia sadar kalau sebenarnya dia itu merupakan orang asing di sini hanya saja pembicaraan kami yang belum selesai!"Davina terhanyak mendengar ketegasan yang dilontarkan oleh Bagas untuknya tersebut menyiratkan kalau memang dirinya itu sudah tidak ada hubungan dengan Bagas dan juga namanya pun tidak ada di dalam pikiran pria itu untuk saat ini.


"Saya sudah sampaikan kepadanya tetapi anda tahu sendiri kan kebiasaan wanita itu pasti tidak akan pernah sadar dengan apa yang akan kita sampaikan nantinya, Jadi silakan Anda yang melanjutkannya saja karena saya merasa bahwa anda lebih punya hak dan juga kewajiban untuk mengingatkan hal tersebut karena bukan saya yang punya hubungan dengan Davina melainkan anda sendiri yaitu Tuan Bagas. "tegas Dimas yang sudah tidak ingin terlalu ikut campur di dalam kehidupan rumah tangganya Bagas yang jelas-jelas bukan merupakan ranahnya untuk masuk ke dalam hal itu karena pekerjaannya hanya sebatas profesionalitas di kantor dan juga bertemu dengan klien dari majikannya.


"Ya sudah baiklah kamu boleh pergi tapi ingat jangan pernah sedikit menjauh Karena saya juga punya sesuatu untuk kamu yang harus kita bahas, dan untuk kamu Silakan duduk Jangan bertingkah terlalu banyak dan dengarkan apa yang akan saya katakan nantinya dan usahakan untuk selalu mengingat di dalam memori kamu sampai selama-lamanya. "tegas Bagas terhadap Davina dengan Tatapan yang mengintimidasi membuat wanita itu sedikit bergidik ngeri karena setahunya kalau Bagas sudah bersikap seperti begitu berarti ada hal yang tidak pas di dalam otaknya dan juga ada hal yang membuat pria itu merasa tidak suka sama sekali.


"Dari awal aku sudah mengatakan untuk tetap menjadi wanita yang penurut dan juga tidak banyak bertingkah jika tidak ingin posisi kamu tergeser dari rumah ini, tetapi sepertinya ancamanku itu tidak kalian hiraukan makanya aku sudah menceraikan Safira dan mengira kamu akan tetap menjadi istri yang penurut seperti dulu tetapi ternyata salah sebab kamu semakin menjadi dan juga sangat susah untuk diatur! Meskipun aku tahu kalau lupa kesalahan ya ada padaku juga ya itu tidak pernah memikirkan perasaan kalian sebagai seorang wanita, sebab dengan Teganya membawa seorang istri baru lagi di rumah ini tetapi yang kalian sadari kalau dia berbeda dengan kalian!"Bagas menjeda perkataannya ingin melihat ekspresi Davina Apakah paham dengan yang ia katakan atau malah ingin sekali melayangan protes tetapi ternyata Devina sepertinya sedang mencerna apa yang ia katakan itu dengan ekspresi yang sulit untuk diartikan namun tidak masalah selagi wanita itu tidak membantahnya sama sekali..


"statusku dan juga Safira sudah jelas Kalau kami merupakan mantan suami istri, dan ternyata kamu juga ingin mendapatkan status seperti Safira makanya aku memberikan kamu langsung tanpa tedeng Aling yaitu TALAK TIGA! Dengan begitu ya Otomatis kamu sudah tidak punya hak lagi memberikan perintah kepadaku atau sibuk dengan semua urusan yang akan aku lakukan nantinya, dan juga satu lagi bahwa kamu tidak pantas menyakiti Aulia karena dia merupakan satu-satunya istriku saat ini dan aku tidak ingin dia Sampai kenapa-napa karena sekarang sedang mengandung anak kami!"perkataan Bagas itu dirasakan begitu menyengsarakan telinga dan juga pikiran Davina sebab tidak percaya Jika ternyata Aulia sudah berbadan dua seperti itu dan juga ia dan Safira sudah tergeser dengan kedatangan anak baru itu yang tidak pernah mereka pikirkan sebelumnya sebab yang ada dalam pikiran mereka kalau posisi mereka bakalan selalu aman dan tidak akan pernah tergeser sedikitpun.


"Tidak ada yang berniat untuk membuang kalian dan juga tidak ada yang berniat untuk tidak menghargai kalian, hanya saja untuk apa mempertahankan hubungan yang sudah tidak sehat dan juga tidak ada yang saling menghargai satu dan yang lain? kalau tetap memaksakan diri untuk selalu bersama aku yakin kalian pasti tidak akan merasa senang dan juga merasa iri satu dan yang lain, maka dari itu aku ingin memberikan kebebasan kepada kalian supaya bisa menjalankan hidup dengan orang yang tepat dan orangnya itu aku rasa Bukan Diriku untuk sekarang Kini Dan Nanti! "Bagas lebih melunak kali ini nada Bicaranya tidak sekasar tadi sebab Ia juga sadar bahwa semuanya ini yang sangat bersalah diantara dirinya dan juga para istrinya ya adalah dirinya sendiri yang sudah egois dan juga tidak pernah memikirkan perasaan mereka.


"tapi kan tidak perlu harus dengan cara begini kan saya tidaknya kita coba untuk berbicara dulu dan kalau memang sudah tidak bisa barulah Mungkin ambil keputusan, tetapi aku benar-benar terkejut masa iya kamu datang ke rumah secara tiba-tiba dan menceraikan aku tepat di hadapan orang tuaku?" ujar Davina pasrah.


Bagas tidak bisa lagi menjawab apapun yang dikatakan oleh istrinya Sebab semua sudah terlanjur terjadi dan menurutnya ini merupakan langkah yang terbaik yang harus ia ambil, toh biasanya kesedihan itu hanya terjadi di bulan-bulan pertama setelah itu pasti bisa melanjutkan hidup dengan baik.


...****************...

__ADS_1


Budi Sanjaya, kini tengah termenung sendirian tidak tahu lagi harus bersikap bagaimana menghadapi pelitnya kehidupan ini ketika dirinya secara langsung menyatakan tidak suka dengan sikap keponakannya sendiri.


Pria itu menjadi pengangguran dan tidak bekerja sedikitpun karena memang dari awal ia menolak ditawarkan bekerja di perusahaan Bagas, sebab menurutnya kalau sampai dirinya melakukan hal itu sama saja dengan mempermalukan diri sendiri sebab seharusnya sebagai keponakan Bagas memberikan kesempatan yang lebih tua untuk menunjukkan kebolehan mereka dalam berbisnis.


Hanya saja ia bisa apa ketika almarhum kakaknya meninggal semua harta warisan diberikan kepada anak mereka satu-satunya yaitu Bagas, dan dirinya yang notabene hanya merupakan seorang adik yang tidak mungkin mendapatkan semua itu sebab bukanlah menjadi milik nya.


Belum lagi ajakannya bekerja sama dengan Arsen gagal total sebab pria itu terlihat maunya melakukannya sendirian hanya demi ingin mendapatkan istri ketiganya Bagas, padahal seharusnya Arsen mendukungnya dengan begitu dirinya bisa kuat dalam finansial dan juga partner menghancurkan Bagas secara langsung di balik Arsen.


Safira pun selama ini selalu saja menghubunginya membuat gerak pria itu benar-benar tidak bebas sama sekali dan seolah-olah dibatasi, karena takutnya ketika dirinya keluyuran ke sana kemari ternyata bertemu dengan Safira dan wanita itu meminta pertanggungjawaban yang jelas-jelas tidak ingin dilakukannya.


Budi sengaja mendekati Safira ketika masih menjadi istri Bagas agar bisa mengetahui titik kelemahan pria itu, Namun sepertinya Bagas memang tidak terlalu dekat hubungannya dengan Safira sampai-sampai wanita itu tidak pernah memberikan informasi yang jelas kepadanya.


"Ah aku kalau terus begini lama-lama bisa mati kelaparan sebab tidak mempunyai apapun yang bisa kugunakan untuk membeli makanan, Kenapa juga nasib keponakan itu semakin di depan sedangkan aku makin Nelangsa seperti ini? "batin Budi stres karena tidak mungkin juga ia menghubungi kakak iparnya yaitu Nella untuk meminta bantuan karena Biar bagaimanapun Nella itu merupakan Mama dari Bagas jadi apapun yang ia lakukan pasti akan meminta persetujuan dari Putra nya itu.


meskipun pernah Ketika suatu saat bertemu dengan Nella wanita itu menawarkan bantuan tetapi karena masih merasa Gengsi ya Budi menolaknya mentah-mentah, barulah sekarang ia menyesali kenapa dulu sampai melakukan hal itu padahal sekarang dirinya benar-benar tidak mempunyai apapun lagi


Tok tok tok


Budi mengeratkan keningnya ketika mendengar pintu kontrakan kecilnya itu diketuk dari luar, padahal tidak mengenal satu orang pun di kawasan tersebut maka dari itu ketika ada yang bertamu itu merupakan sebuah pertanyaan yang begitu besar di dalam benaknya.


Ketika membuka pintu ya benar-benar merasa terkejut sebab yang datang merupakan pemilik dari kos-kosannya tempat dirinya tinggal, wanita bertubuh subur itu Tengah mata tajam ke arahnya karena dirinya yang sudah menunggak membayar uang kos-kosannya selama beberapa bulan dan hanya tinggal memberikan janji.


"sudah tahu kan kenapa saya ada di sini, jadi Tolong ya jangan mengelak lagi atau kalau tidak segera angkat kaki dari sini soalnya masih banyak orang loh yang mengantri untuk bisa tinggal di tempat ini! "ujar wanita tersebut dengan memberikan tatapan tajamnya terhadap Budi.

__ADS_1


"Bisakah bersabar beberapa hari lagi soalnya saya belum sempat pergi mengambil uang di ATM, Nanti kalau saya sudah pergi baru bakalan memberikan kepada anda bila perlu sampai dengan lebih-lebihnya sekalian. "wanita itu bukannya senang ketika dijanjikan hal tersebut yang ada malah merasa kesal


"kalau sudah tidak mempunyai apapun lebih baik jangan membanggakan diri karena janji yang Anda berikan ini sudah lebih dari 10 kali, dan saya juga sudah capek harus bolak-balik dengan sesuatu hal yang tidak pasti seperti saat Anda menjanjikan itu kepada saya!" Sarkas Wanita yang tidak berpijak dari tempatnya sebab apa yang ia inginkan belum didapatkan.


__ADS_2