
"Mas kamu kan baru datang di sini gimana kalau kita makan siang dulu sekalian kamu ngobrol sama papa biar lebih santai, soalnya tadi setahu aku Bibi masaknya banyak loh di belakang dan juga sayang kalau kamu pulang tanpa makan sedikit pun! "tawar Davina membuat Bagas menatap heran ke arah wanita itu sebab dari tadi sudah diabaikan oleh dirinya tetapi masih saja terlihat begitu semangat seolah-olah urat malunya sedang pergi ke mana begitu.
Dimas hanya tertawa dalam hati ketika melihat wajah tidak suka milik Bagas terhadap istrinya itu, namun mau bagaimana lagi tidak mungkin kan dirinya tertawa ngakak Saat ini apalagi wajah majikannya itu benar-benar tidak bersahabat.
"Kamu ini sebenarnya maunya apa sih? aku datang ke sini mau pengen ngobrol sama kedua orang tua kamu bukan mau disuruh minum apa pula disuruh makan seperti itu, jangan terlalu membuang-buang waktuku untuk sesuatu hal yang percuma karena waktuku itu sangat berharga bukan seperti kalian yang pengangguran yang taunya hanya menghabiskan uang orang lain saja?"omel Bagas membuat Davina menatap tak percaya ke arah suaminya itu yang memang dari tadi sudah dirinya sadari kalau Bagas benar-benar tidak menghiraukan keadaannya dan lebih parahnya lagi tidak menanyakan kabar Andara Seperti apa saat ini.
"Kamu ini sebenarnya Kenapa sih? jangan bilang kamu tidak ikhlas datang ke sini dan hanya terpaksa saja, kalau seperti begitu lebih baik tidak usah datang sekalian deh biar aku tetap di rumah orang tuaku sampai kamu sadar? aku itu capek lho sebagai istri harus disuruh mengalah terus-menerus hanya untuk membuat kamu mengerti dengan semuanya, tetapi apa yang aku dapatkan kamu seolah-olah tidak paham dan juga tidak ingin sama sekali kalau kita berdua itu saling berdekatan seperti dulu lagi. "ujar Davina dengan kata-katanya yang begitu meninggi membuat Bagas mengerutkan keningnya karena merasa heran kenapa sekarang jadi Davina yang marah-marah ya.
"Jadi ceritanya sekarang kamu mau marah-marah kepada saya berbuat seolah kamu ini adalah orang penting yang harus saya dengar saat ini, kalau seperti begitu ya memang dari awal saya sudah salah memutuskan untuk datang ke sini tetapi karena masalah antara kita berdua belum kelar makanya saya datang untuk menyelesaikannya tidak menunggu untuk sampai sebentar Ataupun besok! "tegas Bagas membuat Davina yang tadi marah-marah langsung mengurungkan niatnya karena ia melihat wajah Bagas saat ini benar-benar tidak bisa dibaca Apa maksud tujuan pria itu datang ke tempat ini dan juga kenapa ingin berbicara dengan kedua orang tuanya secara langsung.
"Ya terserah dari kamu mau ngomong apa sama kedua orang tuaku tetapi Intinya kalau itu merugikan ku maka aku tidak bakalan tinggal diam, Terserah mau kamu percaya atau tidak yang penting intinya tekadku sudah bulat dan kamu tidak boleh mengubah apapun itu! "Davina pun tidak kalah nyolot dari Bagas bahkan wanita itu sepertinya sudah tahu pun arah mana pembicaraan Bagas kali ini.
"Ya sudah tidak masalah apapun yang kamu inginkan Yang penting intinya Jangan pernah menyesali semua keputusan yang sudah aku dengarkan ya, karena kalau sampai kamu berubah pikiran resiko tanggung sendiri sebab seorang Bagas Sanjaya tidak pernah mengambil keputusan sampai dua kali untuk sebuah masalah. "ujar Bagas tegas.
Terlihat Hendra dan juga istrinya Aura sudah muncul menemui menantu mereka dengan senyum sumringah di wajahnya, karena merasa yakin apa yang mereka inginkan bakal menjadi kenyataan kalau sudah dibicarakan secara langsung kepada Bagas saat ini juga.
"Wah akhirnya menantu kami datang juga membuat Kami merasa yakin kalau sebenarnya anak kami adalah istri yang paling dicintai oleh kamu, Ayo silakan duduk nikmati hidangan yang ada karena untuk menentukan kesayangan di rumah ini kami bakalan memberikan jamuan yang terbaik dan tidak akan pernah dilupakan sehingga kamu lebih betah di sini dibandingkan bersama istri ketiga kamu itu. "Bagas benar-benar merasa tidak nyaman dengan perkataan yang dilontarkan oleh Aura barusan tadi karena menurutnya wanita tadi itu sengaja mengatakan semuanya karena ingin memancing emosinya sebab dengan dirinya salah berbicara maka dirinya pula yang akan dirugikan sebab Ia sangat hafal dengan kebiasaan dari keluarganya Davina yang maunya diuntungkan itu.
__ADS_1
"kalian sudah menunggu dari tadi ya, Atau kamu baru saja datang ke sini soalnya tadi Papa sama Mama juga ada urusan di belakang sebentar? "tanya Hendra memastikan karena sebenarnya pria itu bagaikan kerbau yang dicucuk hidungnya oleh istri sendiri sehingga tidak bisa melakukan apapun sebagai kepala keluarga.
"tidak masalah mau saya sudah sampai di sini lebih lebih dari beberapa jam yang penting intinya kalian bisa muncul di hadapan saya dan menyelesaikan semuanya, karena saya tidak punya banyak waktu untuk melakukan hal-hal yang tidak penting dan juga tidak punya banyak kata yang bisa dibicarakan soalnya semua sudah diatur dan tinggal saya ucapkan Tugas kalian hanya mendengarkannya saja tanpa membantah. "Bagas benar-benar tidak punya lagi rasa sopan santun terhadap orang tuanya Davina karena sudah hilang rasa sopan santun itu dengan perilaku mereka yang selalu menjelek-jelekan Aulia.
Hendra dan juga Aura saling pandang karena tidak percaya jika Menantunya bisa berbicara seperti itu kepada mereka, padahal selama ini Bagas memang irit berbicara Tetapi kalau untuk sekasar sekarang itu tidak pernah terjadi sama sekali selama pria itu berhubungan dengan Davina anak mereka.
"kamu hari ini kenapa berbicara seperti itu seolah-olah kami ini orang lain dan tidak pantas Kamu hargai sama sekali, ingat ya istri kamu itu merupakan anak kami jadi apapun yang kami katakan dan juga apapun yang kami perintahkan Harusnya kamu mengikuti semuanya tanpa membantah sedikitpun kan? "tanya Aura tidak terima membuat Bagas ingin sekali tertawa karena menurutnya wanita paruh baya itu terlalu percaya diri dengan segala sesuatu yang akan terjadi di dalam hidupnya saat ini.
"ah iya aku lupa kalau aku itu sebenarnya salah pilih istri yang sebenarnya punya keluarga yang tidak tahu diri dan juga tidak punya malu sama sekali, hobinya hanya membuat orang lain merasa emosi dan juga hobinya membuat diri sendiri kaya padahal aslinya tidak punya apapun yang bisa dibanggakan. "ujar Bagas Sambil tertawa tidak masalah dong kalau dirinya memancing keributan dulu sebab menurutnya mau bicara manis apapun orang yang seperti Diana dan juga keluarganya tidak akan pernah paham karena yang ada dalam pikiran mereka hanyalah Bagaimana menjadi orang kaya dan juga dihargai oleh orang-orang di sekitar mereka.
"Oh jadi Menurut kamu aku yang salah dengan membawa lebih dari satu wanita ke rumah menjadi istriku, sekarang pertanyaanku kira-kira kamu pernah susah ataupun mengeluh kelaparan dan tidak bisa belanja gara-gara kehadiran mereka di rumah atau tidak? kamu pernah tidak melakukan sesuatu di rumah ataupun di dalam hubungan kita yang bisa menguntungkan, tidak pernah kan yang ada itu kamu hanya fokus kepada diri kamu sendiri Bahkan anak-anak kamu saja tidak pernah kamu urus! "ujar Bagas dengan tatapan matanya yang nyalang membuat nyali Devina sedikit menciut karena menurut wanita itu Bagas kali ini benar-benar sangat menyeramkan.
"Ya ampun Bagas Kenapa kamu datang terus marah-marah kepada Devina seperti ini, ha kalau seperti begitu lebih baik telepon terus ngomong sama dia suruh pulang dan dengan begitu masalah kalian itu hanya diselesaikan antara kamu dengan dia saja kan? Ya Sudahlah tidak usah pikirkan lagi sekarang kalian baikan karena Papa Ada hal penting yang ingin dibicarakan kepada kamu, tolong kali ini didengarkan karena Biar bagaimanapun Anggap saja kami ini merupakan orang tua kandung kamu yang artinya bisa memberikan perintah kepada kamu dan itupun kamu tidak boleh menolaknya sama sekali. "ujar Hendra membuat Bagas menatap heran ke arahnya karena menurut pria itu jika Hendra sudah mengatakan hal-hal seperti tadi otomatis mereka pasti menginginkan sesuatu darinya.
"saya tidak akan pergi kemanapun di sudut rumah ini dan juga saya datang di sini atau akan tetap di sini sampai pulang, kalau ada yang ingin disampaikan katakan saja saya pasti bakalan mendengarkannya tetapi itu pun tergantung apa yang disampaikan itu merugikan saya atau tidak! "tegas Bagas membuat Hendra hanya bisa menghela nafasnya soalnya sepertinya keinginannya dengan Aura tadi pasti tidak akan pernah bisa terwujud mengingat sikap Bagas yang sangat datar dan juga sepertinya tidak ingin mendengar apapun yang mereka katakan.
"Oke karena kamu tidak mau ikut ke ruang makan jadi Papa bakalan ngomong di sini, kalau Papa ingin kamu menyuntikkan dana untuk perusahaan yang bakalan Papa bangun supaya bisa berkembang pesat seperti miliknya kamu!"perkataan Hendra itu bukan seperti seseorang yang ingin minta tolong melainkan terdengar seperti memberikan perintah kepada Bagas agar langsung melaksanakannya tidak perlu harus berpikir lagi.
__ADS_1
Bagas mengerutkan keningnya mendengar permintaan dari Hendra tadi seolah-olah dirinya merupakan pencetak uang jadi kapan saja diinginkan tinggal diambil, mereka itu bahkan tidak punya rasa malu sama sekali meminta sesuatu yang sepertinya sudah terlalu berlebihan selama Bagas dan juga Davina menikah.
"Kalau mau minta uang kepada saya rasanya sudah sangat terlalu berlebihan, soalnya biaya hidup anak Anda selama berbulan-bulan itu bukan sedikit dan juga saya sudah memberikan modal untuk showroom itu pun harganya bukan hanya satu atau dua miliar! Belum lagi butik istri anda yang inginnya mewah seperti kalangan kelas atas padahal itu baru dirintis dari bawah, itu pun memakai uang saya masa iya sekarang kalian ingin membangun perusahaan harus saya lagi Yang mendanai? Memangnya uangnya selama ini dikasih larinya ke mana sampai-sampai tidak bisa dipakai buat modal padahal harusnya orang kalau ingin maju tidak boleh berfoya-foya dulu harus rajin menabung biar keinginan bisa tercapai? "Bagas benar-benar tidak ingin lagi tertipu dengan siapapun.
Hendra dan juga Aura Saling pandang karena tidak menyangka jika Bagas bakalan mempertanyakan semua penghasilan usaha yang mereka jalani, karena sejatinya keuntungan dari showroom dan juga butik serta usaha yang lain itu keduanya pakai untuk berfoya-foya dan juga Pelesiran ke luar negeri serta membeli barang-barang mahal dan juga branded.
Davina Tentu saja tidak terima ketika melihat orang tuanya di pojokan seperti itu, karena baginya berkas itu sama dengan dirinya ya jadi kesulitan yang dihadapi oleh orang tuanya otomatis Bagas harus bisa menutupinya entah setuju atau tidak.
"kamu ini apa-apaan sih Mas, Kenapa harus menanyakan semua pemasukan dan juga pengeluarannya Mama sama Papa? Jika tidak ada niatan untuk membantu Ya sudah jangan nyolot seperti itu dong, lagian aku masih istrinya kamu jadi otomatis uangnya kamu ya uang aku juga Jadi kalau misalnya orang tua Aku mau minta Kamu mesti kasih dong!"Davina Tentu saja tidak terima jika Bagas melupakan statusnya sebagai istri dari pria itu saat ini sebab seharusnya Bagas bisa adil dan memberikan apapun yang diinginkan oleh kedua orang tuanya.
"sekarang pertanyaannya kamu pernah tidak memakai uang yang aku kasih untuk kamu buat kebutuhan rumah dan juga kebutuhan kita berdua, itu tidak pernah kan karena kamu menganggap bahwa itu uangnya kamu Ya sudah kalau begitu pakai saja uang itu untuk digunakan oleh orang tua kamu karena nilai yang aku transfer ke rekening kamu itu sangat fantastis loh! "tegas Bagas membuat Davina bungkam karena memang benar selama ini Bagas memberikan dirinya itu selalu lebih dan pria itu juga melarang tidak usah dipakai untuk kebutuhan rumah dan lainnya tetapi hanya khusus untuk kebutuhan pribadinya saja.
"Kamu jangan sombong ya terhadap anak kami, karena kamu bisa maju seperti sekarang itu berkat Davina jadi jangan terlalu percaya diri!"teriak Aura tidak terima.
"saya Ceraikan kamu Davina binti Hendra, saya Ceraikan kamu Davina binti Hendra, saya Ceraikan kamu Devina binti Hendra dengan talak 3 mulai dari sekarang kita bukan suami istri lagi dan tidak akan pernah menjadi suami istri di kehidupan mendatang! Jika ada yang merasa keberatan tunggu saja di pengadilan dan juga jangan lupakan untuk mengirim surat pengajuan gugatan cerai ke rumah, karena dengan senang hati saya bakalan menandatangani berkas tersebut agar kita berdua cepat selesai!"setelah mengatakan hal itu Bagas pun segera pergi dari situ menyisakan tuan rumah yang berdiri bengong dan tidak percaya dengan apa yang mereka lihat dan juga dengar barusan.
"kamu talak 3 aku, Mas?" teriak Davina tak terima tapi Bagas tetap tak peduli.
__ADS_1