Menjadi Yang Ke-3

Menjadi Yang Ke-3
Ketakutan


__ADS_3

Davina sampai merasa Jengah sendiri ketika Panggilan kepada Safira itu tidak kunjung di gubris, seolah-olah wanita itu menganggap bahwa dirinya itu sebenarnya tidak penting sama sekali


"ini orang sebenarnya ada di mana sih sampai-sampai Mau dipanggil Bagaimana rupa pun tidak keluar sama sekali, Memangnya dia pikir aku sudah tidak punya pekerjaan lain lagi sampai-sampai harus berteriak terus memanggil dia? "omel Davina tidak suka karena sepertinya orang-orang semua sudah tertidur hanya saja pertanyaannya kenapa sampai Safira bisa tertidur di jam seperti ini soalnya kan kebiasaan wanita itu kelayapan meskipun kantong jebol sekalipun dirinya tidak akan pernah peduli akan hal itu.


"Astaga Safira bisa tidak kamu bangun sekarang aku mau ngomong nih, Jadi orang kok susah sekali sih setiap kali dibangunkan? mau masalah kamu beres atau tidak kalau dipanggil juga kerjaannya Hanya seperti begini saja, aku dari tadi di sini dipatok sama nyamuk tetap saja tidak berpaling masa iya kamu setega itu tetap saja memeluk bantal guling kamu yang jelas-jelas bukan manusia dan tidak bisa memberikan kehangatan! "omelda Vina kesal hanya saja semua orang juga rasa-rasanya tidak peduli dengan keberadaan mereka karena sekarang untuk lebih memilih diam.


Davina merasa tidak dihiraukan sama sekali memilih untuk pulang soalnya Buat apa juga berlama-lama di tempat itu Sedangkan kehadirannya sendiri saja tidak dihargai, maka dari itu kalau memang Safira tidak ada niatan untuk menerima kehadirannya ya balik lagi Terserah kepada wanita itu yang penting intinya Davina Sudah datang kemudian memanggilnya sampai keok tetapi sepertinya tanda-tanda kehidupan tidak ada sama sekali di tempat itu.


Safira saat ini keadaannya benar-benar sangat mengenaskan karena sedang dihukum oleh Savero, wanita itu terlihat hanya bisa memeluk kedua lututnya soalnya udara begitu menusuk dan dinding tempat itu benar-benar tidak bisa menghalangi segala sesuatu yang ingin masuk ke dalamnya.


wanita itu bahkan benar-benar mengutuki keadaan yang tengah ia alami saat ini karena tidak ada satu orang pun yang datang dan menawarkan tentang kebebasannya, karena yang ada Savero menjanjikan bahwa besok pagi barulah para anak buahnya yang datang mengunjungi Zafira.


mau menangis juga sama saja tidak ada yang bakalan mendengarkan tangisannya yang ada sampai suaranya hilang pun satu orang pun tidak akan pernah muncul, jadinya wanita itu memilih untuk diam kemudian tidak mengeluarkan satu suara pun jangan sampai nantinya ada penjahat ataupun binatang liar lainnya yang akan datang kemudian menghabisinya karena ia yang Terlalu ribut di tempat itu padahal sudah tahu bahwa hanya seorang diri.

__ADS_1


Savero kali ini tidur dengan tenang karena sudah berhasil menyingkirkan orang-orang yang bermaksud jahat dan juga bermaksud mengganggu keamanan serta kenyamanan majikannya itu, dirinya tidak peduli dengan apa yang nantinya bakalan terjadi kepada Safira sebab menurutnya itu adalah hutan belantara tempat dirinya biasa mengeksekusi orang jadi otomatis tidak ada satupun yang mampu melacak keberadaan wanita itu.


"Jadi wanita itu mau derajatnya lebih dari seorang pria, rasanya sangat tidak mungkin.Maka dari itu Nikmati saja keadaan kamu dan saya yakin kamu pasti akan menikmatinya pula, Soalnya di situ kan langsung menyatu dengan alam tidak perlu harus bekerja keras!"ujar Savero sambil tersenyum Devil jiwa psikopat pria itu muncul di permukaan seketika ketika tahu bahwa Safira kini tengah berulah.


Keesokan paginya semua orang sudah tertidur dalam damai karena merasa nyaman kemudian cuaca yang mendukung membuat mereka tidak ada niatan untuk bangun, Soalnya kalau melakukan aktivitas di tengah hujan seperti ini kan rasanya hanya mencari penyakit maka dari itu mereka tidak peduli dengan sekitarnya dan memilih untuk bersantai.


Deni dan juga Santi yang merupakan orang tua dari Aulia benar-benar sangat merindukan anak mereka itu sebab selama kejadian ketika Aulia bertengkar dengan Bagas dan pria itu membawa pulang anak mereka tidak sekalipun Aulia kembali ke rumah itu, padahal dari awal yang mereka inginkan yaitu malas dendam karena meninggalnya anak sulung Mereka kemudian harta kekayaan yang diambil oleh kedua orang tuanya Bagas tetapi rasa-rasanya hal itu sudah sangat mustahil.


"kamu kenapa seperti itu? sudah bertingkah seperti orang yang lagi memikirkan masalah sangat penting padahal negara mah biasa saja tidak perlu kamu pikirkan, karena sudah ada orang yang bakalan memikirkan hal itu? jadi lebih baik sekarang kamu atur kondisi kamu jangan sampai hanya karena masalah Aulia kamu bakalan jatuh sakit dan membuat anak itu kebingungan harus ngapain, tidak masalah kan kalau Aulia berbahagia dengan suaminya yang penting Intinya kita tidak boleh terlalu berlarut-larut dalam mengekang kebebasannya dan alhasil anak itu bakalan merasa tidak betah ketika bersama dengan kita nantinya ? " Deni berharap agar anaknya itu selalu bahagia maka dari itu Ketika istrinya terlalu memasang begitu banyak kecurigaan rasa-rasanya sangat tidak nyaman.


Santi mendengkur kesal mendengar perintah yang diberikan oleh suaminya itu sudah seperti seseorang yang tidak punya hati nurani sama sekali sampai-sampai berbahagia di atas penderitaan orang lain, ya Meskipun sebenarnya kalau di jujur Aulia lebih berbahagia bersama dengan suaminya dibandingkan dengan mereka yang jelas-jelas merupakan keluarga yang Toxic karena lebih mementingkan kehidupan masing-masing dibandingkan kehidupan bersama.


"Abah itu kalau ngomongnya Enak tidak pernah memikirkan anak sendiri, dia itu memang bukan merupakan darah daging kita tetapi setidaknya Jangan dong membiarkan dia harus menikah dengan orang lain! anak itu sebenarnya masih pengen bebas kemudian masih ingin bekerja di cafenya Abizar tetapi karena kelakuannya Abah membuat dia memilih untuk mengikuti saja apa yang kita katakan, padahal seharusnya Abah itu tahu kalau tipe anak penurut seperti Aulia itu nantinya bisa diinjak-injak oleh orang lain dan Umi tidak rela kalau hal itu terjadi! "ujar Sinta lirih karena Sumpah demi apapun dirinya sangat tidak ikhlas ketika Aulia kenapa-napa dan juga harus dimiliki oleh suaminya yang menurut Sinta itu mata keranjang dan juga tidak bisa setia kepada satu wanita saja selalu saja meminta lebih dan juga lebih serta tidak merasa puas dengan apa yang dia miliki.

__ADS_1


"Ya sabar saja toh Umi, Bukankah semua manusia itu butuh proses kalau memang sekarang dia bekerja juga pasti bakal memberikan kepada kita? Lagian kalau memang Umi tidak nyaman kita bakalan ngomong sama dia untuk berhenti menyelidiki semuanya dan perencanaan untuk balas dendam, apalagi sekarang kan dia juga lagi dalam keadaan hamil masa iya kita tega membiarkan dia bekerja keras di rumah itu hanya untuk mendapatkan apa yang kita inginkan dan juga membuat dia nanti kalau ketahuan sama Bagas bisa ribet urusannya!"dari awal Memang mereka ingin mengatakan kepada Aulia kalau tidak usah namanya balas dendam lagi Tetapi hanya saja karena terlalu sibuk dengan masalah yang menimpa antara mereka berdua alhasil sepasang suami istri itu tidak bisa mengatakan apa yang ingin mereka katakan kepada anak mereka itu.


"Aku berharap anak itu selalu bahagia tidak pernah menderita apalagi ada air mata di pipinya karena selama ini kita tidak memberikan dia apapun, malah yang ada dia bekerja keras untuk mengurus dirinya sendiri kemudian membantu keluarga kita dan kenapa sekarang bukannya membiarkan dia bebas menentukan pilihannya kita malah mengatur semuanya ini serasa-rasa kalau hidupnya itu memang harus mendengarkan apa yang kita katakan? "Santi terlihat begitu menyesali tindakan mereka yang dengan sengaja memaksa Aulia agar menikah dengan Bagas.


Deni hanya menggelengkan kepalanya ketika mendengar penjelasan yang dilontarkan oleh istrinya karena memang menurutnya wanita itu lebih memakai perasaan dibandingkan logika, sekarang logikanya itu kayak begini misalnya kalau Aulia tidak berbahagia dengan Bagas Ya tentu saja dia bakalan kabur atau mengajukan gugatan cerai lah masa iya dia memilih untuk bertahan dan juga tidak pernah mengatakan tentang permasalahan mereka kepada kedua orang tuanya?


anak meskipun sudah menikah sekalipun kalau memang mereka tidak merasa nyaman dengan hubungan yang dijalani suatu saat pasti bakalan mengeluh, hanya saja terletak pada Respon yang diberikan oleh orang tua terkadang lebih memojokkan satu sisi Dan menganggap sisi yang lain itu benar Nah itu dia permasalahannya.


padahal curhatan anak itu sebenarnya hanya ingin didengar karena mungkin ketika ia ingin berbicara kepada pasangannya tetapi karena merasa tidak nyambung ya alhasil orang-orang sekelilingnya yang bakalan menjadi tempat untuk ngomong, di situlah Peran kita sebagai orang tua diperlukan yaitu tidak hanya memihak sebelah ataupun menyalahkan yang lainnya karena harusnya solusi yang terbaik yang harus kita berikan.


"besok kita bakalan pergi menemui anak kamu itu dan memastikan keadaannya di sana Jadi tolong jangan Banyak mengeluh untuk saat ini soalnya pusing bagi yang mendengarkannya, kamu ngomong doang sih enak tetapi kita yang memikirkannya sumpah bakalan membuat Abah bisa gila jadinya! "sahur Deni menjanjikan sesuatu kepada istrinya itu soalnya kalau diam saja rasa-rasanya Santi bakalan meledak sewaktu-waktu.


"nah memang harus seperti ini dong ya itu mengunjungi anak sendiri kemudian memastikan keadaannya Seperti apa bukan hanya duduk dan menonton doang, anak itu meskipun sudah besar tetapi sebagai orang tua harus selalu memperhatikan mereka Meskipun tidak turun secara langsung. "jelas Santi sambil tersenyum mengejek ke arah suaminya itu yang selalu saja memilih untuk mencari aman kemudian sibuk dengan urusan perguruannya itu sampai-sampai entah Sudah berapa banyak orang yang berhasil keluar dari situ.

__ADS_1


__ADS_2