
Davina berlari menyusul suaminya karena ingin membahas kembali hubungan mereka yang tidak diinginkan untuk berpisah, dan juga tidak suka kalau Bagas mengambil keputusan tanpa bicara dulu dengannya dan juga tanpa memberitahukan Apa kesalahannya sampai-sampai pria itu melakukan ini semua dan berbuat seolah dirinya merupakan orang bodoh.
Biar bagaimanapun dirinya dan juga Bagas harus berbicara meluruskan masalah yang terjadi di antara mereka berdua, karena ia tidak percaya jika Bagas melakukan semua ini kepadanya dan lebih parahnya lagi memberikan talak tiga yang artinya mereka tidak akan mungkin bisa bersama lagi jika Davina tidak menikah dulu dengan orang lain setelah ini lalu bercerai dan merujuk kembali dengan pria itu.
"Mas Bagas sabar dulu Pokoknya kita harus ngomong sekarang juga, Apa maksud kamu mengatakan semua itu di hadapan Papa dan Mama tadi? Memangnya kamu ada niatan untuk meninggalkan aku begitu saja, Apa kamu tidak pernah pikir Bagaimana perasaan anak-anak Kalau tahu sampai kita berdua melakukan hal ini kepada mereka? kalau memang aku salah ya sudah kita ngomongnya baik-baik saja tidak perlu harus sampai segini ya apalagi tadi kamu sampainya menjatuhkan talak tiga kepadaku, Memangnya kamu tidak pernah memikirkan kalau aku merupakan wanita yang selama ini menemani kamu bertahun-tahun dan tidak pernah melakukan sesuatu hal yang tidak tidak? "tanya Davina tidak terima kalau sampai Bagas benar-benar ada niatan untuk melakukan semua itu kepadanya.
"Maaf nyonya Bisakah anda memahami keadaan Tuan Bagas saat ini kalau dirinya benar-benar sudah menjatuhkan talak 3 kepada anda dan dengan begitu kalian bukanlah suami istri lagi, lebih baik Tata hidup kamunya untuk semakin baik kedepannya dan juga lakukan hal yang positif agar tidak terlalu memikirkan masalah yang terjadi saat ini! "Bagas yang sudah masuk di dalam mobil tidak peduli lagi dengan apapun yang dikatakan oleh Dimas kepada Devina karena menurutnya sekarang jika Devina Ingin Bertemu Dengannya maka temui saja asistennya karena dirinya dan juga wanita itu sudah tidak ada urusan sama sekali kecuali tentang anak.
Davina menoleh ke arah Bagas yang sudah menutup kaca mobil membuat wanita itu segera mendorong tubuh Dimas agar menjauh, Lalu setelah berhasil karena Dimas yang lengah Davina pun berlari ke arah mobil bebas dan mengetuk kaca dari luar sebab dirinya tidak puas dengan segala yang terjadi saat ini.
__ADS_1
"kamu kok tega-teganya Ya mas membuat aku seperti begini, kita itu menikah bukan baru sehari doang atau baru setahun atau 2 tahun seperti kamu dan juga Safira tetapi ini sudah puluhan tahun ya masa iya kamu langsung melakukan ini tanpa bertanya dulu? "tanya Davina memelas tetapi Bagas memilih untuk tetap tidak peduli Yang penting intinya wanita itu tidak menjelek-jelekkan nama Aulia di hadapannya karena kalau sampai hal itu terjadi maka jangan salahkan kalau mau kasih bakalan bertindak kasar dan juga melakukan sesuatu yang tidak pernah dipikirkan oleh Davina sebelumnya yaitu yang sudah berani-beraninya menjelek-jelekan nama Aulia tepat di hadapannya padahal dirinya saja sedang berusaha mendapatkan hati wanita itu supaya mereka berdua bisa menjadi suami istri yang sesungguhnya di hadapan semua orang dan juga bisa menjalani rumah tangga yang seharusnya.
Davina yang merasa bahwa usahanya sia-sia langsung mengatakan sesuatu yang ia yakin bakalan membuat Bagas akan langsung mau berbicara dengannya, tidak masalah jika itu menyangkut orang lain yang penting intinya pria itu mau merespon apa yang ia katakan dan juga mau mendengarkan semua yang ia ungkapkan nantinya.
"semenjak ada wanita itu kamu berubah tidak mau lagi menghargai aku sebagai istri kamu dan juga tidak pernah mau peduli dengan anak-anak kamu serta yang lainnya, Memangnya kamu tidak sadar Hal apa yang sudah membuat dia mau menikah dengan pria beristirahat seperti kamu padahal jelas-jelaskan sana masih banyak anak-anak muda yang bisa diandalkan untuk menjaga hidupnya agar tetap Sejahtera? "pertanyaan Davina itu sontak membuat Bagas menatap ke arahnya karena memang benar-benar merasa tidak percaya.
"Jadi menurut kamu Aku tidak tahu apapun menyangkut istriku sendiri dan hanya kamu saja yang lebih mengetahuinya, Jadi sekarang kamu datang untuk menghasutku agar mencurigai istriku sendiri? Percuma uang yang aku miliki kalau sampai menyelidiki istri sendiri pun tidak bisa, jelas-jelas dulu Kamu sudah tahu kan kebiasaanku seperti apa? "ujar Bagas sambil tersenyum mengejek karena memang seperti begitulah keadaannya jadi tidak perlu lagi dirinya harus mencari tahu ketika ada orang yang mengatakan seperti Davina itu sebab dirinya memang sudah mengetahuinya dari awal.
Bagas menutup ke arah asistennya itu seolah menyiratkan bahwa sekarang dirinya menyuruh Dimas untuk segera masuk ke mobil dan mereka berdua harus segera pergi dari situ, sebelum nanti kewarasannya Davina hilang dan wanita itu bakalan melakukan sesuatu yang mereka dan juga sangat tidak masuk akal.
__ADS_1
"kami harus pergi sekarang Dan kalau bisa anda tidak perlu mengganggu ketenangannya Tuan Bagas, nanti tinggal tunggu saja perkembangan terbaru dari Anda dan tolong usahakan seperti apa yang saya katakan tadi yaitu melakukan sesuatu hal yang positif!"Dimas pun berlalu pergi dari situ membawa kembali batas ke rumah padahal sekarang itu belum jamnya pulang kantor tetapi begitulah seorang pemimpin mah mana bisa ditegur oleh para bawahannya yang ada mereka yang pakai yang balik Ditunggu oleh pria tersebut karena memang kebiasaannya seperti begitu.
Tulisannya acak kadul ngalor ngidul kemana-mana maklum Ngantuk Bro!😴😴
"kita kembali saja ke rumah kalau soal pekerjaan di sana nanti kamu yang bakalan menyelesaikannya soalnya saya ingin bertemu dengan istriku, jangan banyak berkomentar kalau kamu berkomentar terlalu banyak itu sama saja membuat kamu yang capek sendiri tetapi aku tidak ada niatan untuk mengikutinya!" Bagas mengatakan hal tersebut padahal Dimas saja tidak ada niatan untuk membantah apa yang dikatakannya.
Devina kembali ke rumah dengan perasaan yang begitu hancur apalagi Sesampainya di sana orang tuanya itu tidak ada niatan memasang tatapan bersalah ataupun merasa kasihan dengan anak mereka, karena yang ada Aura marah-marah sebab dengan kepergian Bagas dan juga jatuhnya Talak kepada anak mereka otomatis mereka tidak akan pernah bisa meminta tolong kepada Bagas lagi baik dalam keadaan finansial maupun sebagainya.
"Apakah kamu sudah berhasil membujuk dia supaya membatalkan apa yang sudah dikatakannya tadi, soalnya kamu tahu sendiri kan kalau Papa kamu itu benar-benar membutuhkan suntikan dana dari dia supaya perusahaannya diimpikannya bisa dibangun saat sekarang atau bisa dibilang dalam waktu dekat? "tanya Aura penasaran tetapi Devina tidak pada niatan untuk menggugurkan apa yang ditanyakan oleh wanita yang sudah melahirkan yaitu sebab menurutnya seharusnya mereka itu tidak pernah membahas sesuatu hal yang sangat tidak penting.
__ADS_1
Melihat Davina yang melipur pergi seperti itu ya Otomatis Aura tidak bakalan terima, dan dirinya langsung mengejar anaknya itu karena ada pembahasan yang harus mereka bahas dan ini merupakan masa depan mereka.
"kamu itu kalau dipanggil oleh orang tua setidak respon lah, meskipun hati kamu sedang tidak baik baik saja! Makanya jadi wanita itu harus punya komitmen dan juga harga diri supaya tidak asal diperlakukan seperti tadi, Kalau sudah seperti begini Menurut kamu apa yang akan kita dapatkan dari Bagas kalau bukan hanya rasa malu dan juga tidak pernah dihargai oleh orang lain karena status kita yang sudah Dan juga tidak akan ada yang peduli!" omel Aura.