
Rahayu akhirnya memilih untuk membawa Aulia pulang dan kebetulan semua belanjaan mereka sudah selesai, tinggal yang kurang-kurangnya tetapi intinya di rumah stoknya masih ada soalnya Ia juga tidak tega melihat keadaan Aulia saat ini.
wanita itu bahkan dari tadi hanya kerjaannya menulis sekitarnya takutnya jangan sampai ada orang yang sedang membuntutinya, padahal sebenarnya itu hanya perasaan Aulia saja karena semua orang yang ada di situ sibuk dengan urusan mereka masing-masing.
"kamu baik-baik saja kan? kalau memang merasa tidak nyaman lebih baik kita duduk di pinggir Cafe dan mengobrol, Siapa tahu dengan membagi beban pikiran kamu semuanya bisa menjadi lebih rileks dan juga kamu menjadi lebih nyaman? "tanya Rahayu memastikan.
Aulia hanya menggelengkan kepalanya karena ia sebenarnya tidak ingin merepotkan siapapun, sudah cukup keluarga Nina membantu dan juga memberikan tumpangan kepadanya jadi tidak perlu harus menceritakan masalahnya kepada mereka lagi kan?
" Aku baik-baik saja kok Tante, Nanti kalau aku memerlukan sesuatu pasti bakalan aku kasih tahu secara langsung!"ujar Aulia sambil tersenyum padahal Percayalah dirinya sedang kebingungan saat ini sampai-sampai sudah tidak dapat berpikir dengan jernih lagi.
keduanya sudah dalam perjalanan pulang menuju ke rumah dan tidak ada percakapan antara mereka berdua sama sekali, karena masing-masing sibuk dengan pemikiran sendiri terlebih lagi Aulia yang sudah tidak fokus dengan sekitarnya.
"Kenapa perasaan aku dari tadi itu tidak enak sama sekali, jangan-jangan pria itu sudah menemukan keberadaanku di tempat ini? Semoga saja itu semua benar-benar tidak terjadi sama sekali, soalnya aku tidak siap harus kembali kepadanya yang selalu saja memiliki sikap yang sangat kasar!"batin Aulia yang masih saja tetap menyembunyikan kecemasannya karena tidak ingin membuat Rahayu pun merasakan hal yang sama dengan apa yang ia rasakan saat ini.
Kevin dan Nina masih mengobrol santai ketika mobil milik Rahayu dan ditumpangi oleh Aulia masuk ke dalam halaman, Kevin langsung tersenyum ketika mendengar bunyi suara mobil Tantenya itu masuk ke dalam pertanda bahwa sudah saatnya dirinya bertemu dengan Aulia pada pandangan pertama.
Nina yang melihat wajah penasaran dari sepupunya itu hanya bisa tersenyum mengejek , karena menurutnya sikap Kevin itu sangat menyebalkan sekaligus sangat menggelikan.
"eh ingat ya nanti kalau bertemu Aulia kamu boleh tersenyum, kemudian boleh menyapanya Tetapi kalau untuk dipegang tidak boleh! karena Biar bagaimanapun statusnya sampai sekarang itu masih merupakan istri sahnya orang, jadi kalau kamu melakukan sesuatu hal Terus suaminya ngamuk itu merupakan tanggung jawabnya kamu karena aku tidak tahu apapun! "jelas Nina yang Seraya memberikan ultimatum keras kepada Kevin agar tidak melakukan hal-hal yang nanti merugikan pria itu.
kevin tetap sombong dan memasang tatapan santainya, karena menurutnya jika Aulia datang ke tempat itu dengan membawa suaminya yaitu tidak masalah.
Akan tetapi sekarang wanita itu datang sendirian tanpa membawa siapapun sebagai pendamping ataupun pengawalnya, ya Otomatis Kevin berhak dong kenalan kemudian ngobrol dekat Ya siapa tahu nyambung dengan begitu Aulia bisa menceraikan suaminya.
"ya kita lihat saja ke depannya Seperti apa, kalau memang kami berdoa nyambung dan dianya juga suka kamu sebagai orang asing tidak berhak untuk melarang! "Nina mendengus kesal ketika mendengar jawaban yang diberikan oleh Kevin kepadanya itu.
Rahayu dan Aulia sudah keluar dari mobil sambil menenteng barang belanjaan yang lumayan banyak, karena wanita itu jika sudah sampai ke pasar dan melihat berbagai macam barang dagangan pasti langsung kalap sampai belanjanya pun tidak sadar diri jika kebutuhannya sebenarnya hanya sedikit saja.
"kamu kalau kesusahan bawahnya biar nanti Tante panggilkan Kevin saja ke sini, soalnya itu mobilnya Dia otomatis orangnya pasti ada di dalam rumah? "tanya Rahayu tidak tega ketika melihat Aulia kesusahan ketika kedua tangan wanita itu dipenuhi oleh kantong belanjaan.
"Aku bisa kok Tante tenang saja! Lagian tugasnya belanja itu kan seorang wanita masa iya setelah sampai langsung menyuruh orang lain untuk mengangkatnya, kecuali memang terlalu banyak dan kita tidak bisa membawanya sama sekali yaitu Artinya kita memang harus meminta tolong kepada orang rumah! "jelas Aulia soalnya dirinya sangat tidak enak hati ketika sudah menumpang makan menumpang tidur malah bersikap seperti seorang Nyonya besar.
Rahayu tersenyum ketika mendengar jawaban dari Aulia tadi, wanita itu begitu bahagia ketika anak satu-satunya mereka bergaul dengan wanita sebaik Aulia.
__ADS_1
(Aulia Permata)
Kevin terpaku ketika melihat sosok yang sedang berjalan bersama dengan Rahayu itu, wajah wanita itu di luar dari ekspektasinya bahkan bisa dibilang sangat sempurna sebagai ciptaan Tuhan.
pria itu bahkan sampai tidak berkedip akibat terlalu serius menatap ke arah Aulia yang sangat tersenyum ke arah mereka berdua, sedangkan Nina ingin sekali mencontoh kedua mata sepupunya itu agak stop bersikap lebay dan juga malu-maluin seperti itu.
"Woi matanya itu dijaga Kan aku sudah bilang itu istrinya orang sampai saat ini, masa iya kamu yang masih muda mau jadi pebinor? "bisik Nina tetapi Kevin malah menggeser wajah sepupunya itu agar segera menjauh karena dirinya masih fokus pada ciptaan Tuhan Yang Maha Sempurna.
"kamu sudah dari tadi di sini Kevin? "tanya Rahayu memastikan.
"aku lagi nungguin Bidadari Surga Tante! "jawaban yang diberikan Kevin itu sungguh sangat lari jauh sekali.
"Bidadari Surga Di mana ? "tanya Rahayu penasaran.
Nina memilih untuk menarik tangan sahabatnya itu agar keduanya pergi ke dapur menyusun barang belanjaan, soalnya jika berlama-lama di situ sepertinya Kevin bakalan rusaknya entah Aulia membawa mantra apa sampai pria itu bertingkah sangat aneh.
Aulia menatap heran ke arah Nina yang sikapnya berubah seperti itu, pasalnya Ada yang salah dengan dirinya sampai Nina malah membawanya menuju ke dapur padahal Ia belum sempat menyapa sepupu wanita itu.
"kamu baik-baik saja kan? Masa iya kamu langsung menarik aku ke sini, Padahal aku belum sempat loh menyapa sepupu kamu itu?" tanya Aulia penasaran.
keduanya pun asik menyusun belanja di dalam kulkas kemudian Aulia bertugas untuk memilih bahan-bahan masakan yang akan dipakai nanti, keduanya asik bercengkrama sampai-sampai melupakan kalau saat ini Kevin tengah mengintip kegiatan mereka terkhusus kegiatan Aulia.
Rahayu yang kebetulan sudah selesai mandi langsung menyusul ke arah dapur hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah keponakannya itu, bagaimana tidak saat ini Kevin ketahuan sedang mengintip istrinya orang Padahal jelas-jelas itu sangat dilarang oleh hukum maupun agama.
"eh mata itu dijaga! Nanti kalau suaminya lihat bisa bahaya kamu, apalagi pria yang tulangnya lentur kayak kamu Memangnya bisa melawan suaminya?" ejek Rahayu.
"Tante itu harusnya mendukung keponakan sendiri! Bukannya malah membuat patah semangat seperti itu, lagi yang dia sekarang kan tidak ada bareng suaminya Ngapain juga aku mesti takut bakalan dihajar babak belur? "tanya Kevin tidak terima.
"Wah kamu Untung juga Tante tidak punya nomornya suaminya Aulia, kalau ada sudah Tante telepon saat ini juga terus datang menghajar kamu dulu baru dia kembali lagi ! "ujar Rahayu membuat Kevin mencebikkan bibirnya karena menurutnya Tantenya itu sangat tidak mendukung keponakannya sama sekali.
"Hai Lagi sibuk ya? Kebetulan aku lagi lowong nih mau dibantuin tidak, Tenang saja aku ini paham kok bagian dapur jadi pasti tidak akan menyusahkan kamu? "tawar Kevin membuat Aulia yang sedang memotong sayur menatap heran ke arah pria tersebut.
"Sepertinya tidak perlu deh soalnya sebentar lagi Tante Rahayu juga pasti bantuin karena, lebih baik kamu duduk saja di sana soalnya tidak baik kalau wanita yang duduk terus pria yang kerja!"tolak Aulia secara halus karena biar bagaimanapun Kevin itu merupakan keponakan kandungnya Rahayu maka dari itu ia harus bersikap sopan.
"Wah calon istri idaman nih! "Puji Kevin bukannya membuat Aulia yang melayang yang ada wanita itu memutar bola matanya malas.
__ADS_1
"Kevin satu kali lagi kamu ngomong aneh seperti begitu Tante bakalan lakban mulut kamu, sudah dibilang dari tadi kok sepertinya tidak dengar sama sekali apa yang dikatakan oleh orang tua? "ujar Rahayu yang kebetulan baru nimbrung yang di tempat itu.
Kevin hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal kemudian memasang tatapan cengengesannya karena merasa lucu ketika gombalannya diketahui oleh Tantenya.
"Ah Tante orang lagi usaha juga kok harusnya didukung lah, jangan membuat mentalku jadi turun seperti itu dong ! "Kevin merajuk tetapi bukannya membuat Rahayu menjadi Kasihan yang ada wanita itu malah bertambah kesal dengan keponakannya.
"Ya gimana mau jadi seorang suami kalau baru dinasehati seperti itu saja wajahnya sudah seperti mau menangis, kamu itu kalau seperti begitu terus lama-lama nanti Tante bakalan masukan kamu menjadi seorang tentara saja!"ancam Rahayu yang jengah ketika dirinya memarahi keponakannya pasti begitulah Respon yang akan diberikan oleh Kevin.
"Ya habisnya tante tidak mendukung sama sekali ketika keponakan sendiri lagi berusaha, Saya tidak hanya Tante itu kasih kata-kata penghiburan yang begitu enak didengar dengan begitu kan aku bisa tambah semangat !" sahut Kevin tidak mau kalah.
"Eh kamu kalau ke sini terus ngobrol saja nanti kapan kita bakalan makan coba? Sebentar lagi pasti Papa bakalan sampai soalnya kan jarak Jakarta dan Bandung tidak terlalu jauh, Jadi sebelum Papaku kelaparan lebih baik kamu pulang saja deh Soalnya kami terlalu sibuk dengan berdebat dengan Kamu akhirnya lupa tujuan awal. "usir Nina padahal sebenarnya itu tidak dari dalam lubuk hatinya yang paling dalam.
Hanya saja ia ingin membuat agar sepupunya itu menghentikan kegilaannya dengan mencoba mendekati Aulia.
"wanita model seperti kamu mah mana mampu lama-lama berada di dapur, tuh model seperti bidadari surgaku dari tadi tidak beranjak loh dari sana! "ujar Kevin begitu percaya diri.
"Ih percaya diri sekali kalau dia bakalan mau sama kamu! Kalau memang dia itu udah niatan sama kamu pasti dari tadi dia bakalan merespon ke arah kamu, atau Ya setidaknya menatap kamu barang Sedetik 2 detik gitu Tapi kan sampai sekarang tidak terjadi. " ledek karena menurutnya itu terlihat terlalu percaya diri.
"kalian itu maunya apa sih? Tadi waktu aku mengajak teman kamu itu ngobrol, Tante Rahayu malah memarahiku? Sekarang aku sedang mengaguminya dari caraku yang lumayan jauh, Kamu seolah tidak terima?"protes Kevin membuat Nina ingin sekali tertawa.
Aulia dari tadi sebenarnya merasa risih ketika ia melakukan sesuatu dan ada orang yang sedang memperhatikannya tanpa berkedip ataupun berpindah posisi, dirinya mengutuki sikap Nina yang seharusnya mengusir Sepertinya itu akan segera pergi karena memang Aulia benar-benar merasa tidak nyaman bukan karena memikirkan Bagas tetapi memang itu murni berasal dari dirinya.
"Ya sudah karena Tante sudah selesai mandi biarkan semua ini Tante yang lanjutkan, kamu pergi ke kamar dan bersihkan diri kamu soalnya tadi kan baru dari pasar di sana ada debu dan juga banyak orang takutnya ada penyakit yang menempel di pakaian kamu! "perintah Rahayu .
"Tapi nanti kalau Om Perdana pulang terus semuanya belum selesai kan kasihan dia, soalnya sudah jalan jauh-jauh tetapi orang di rumah rasanya tidak menghargai usaha dan juga kerja kerasnya di luar sana? "tanya Aulia yang benar-benar tidak enak hati kalau sampai Rahayu mengerjakan semua pekerjaan rumah sendiri.
"sudah kamu tenang saja karena suami Tante itu orangnya tidak ribet kok, kalau memang semuanya belum masak ya dia pasti bakalan menunggu! "jelas Rahayu membuat Aulia pun mengikuti saran yang diberikan oleh wanita itu karena memang dirinya dari tadi itu merasa tidak nyaman hanya sungkan meninggalkan Rahayu sendirian.
Kevin yang melihat Aulia sedang berjalan menuju ke kamarnya langsung berlari mendekati wanita itu, karena Percuma saja kalau mereka belum berkenalan sama sekali sedangkan dirinya dari tadi sudah menunggu di tempat itu.
"kita bisa kenalan? "tanda Kevin penasaran membuat Aulia menoleh ke arah sumber suara yang tepat berada di belakangnya.
"Namaku Aulia salam kenal kalau begitu aku permisi dulu ya! "dengan secepat kilat Aulia mengatakan semua itu dan langsung masuk ke dalam kamar membuat Kevin berdiri menatap tak percaya ke arah pintu yang sudah dikunci dari dalam itu.
Nina ingin sekali tertawa melihat wajah keheranan milik dari sepupunya itu, karena memang kebiasaan Aulia seperti itu tidak suka berbasa-basi.
__ADS_1
"Sudahlah jangan memasang tatapan kaget seperti itu, karena memang Aulia itu seperti yang kamu lihat saat ini! jadi jangan pernah berharap lebih jika tidak ingin dia memasang tatakan cueknya, itu juga tergantung dari kamu mau mengikuti saran yang aku sampaikan atau tidak?" jelas Nina karena Biar bagaimanapun ia tahu Kevin benar-benar kecewa karena tidak dapat berkenalan secara baik dengan Aulia.