
Nella yang mendengar ada suara di dapur memilih untuk mengikuti ke arah Sumber suara itu dan dirinya sangat terkejut ketika yang ada di dapur itu ternyata Aulia, maka dari itu dirinya memilih menghampiri wanita itu yang terlihat seperti Tengah disibukan dengan sesuatu.
Namun sebelum itu dirinya menatap ke arah lantai atas memastikan Apakah Bagas masih ada di tempatnya atau tidak Dan ternyata anaknya itu sudah tidak ada, dirinya juga tidak ingin mau mencari tahu sebab Bagas sudah besar Jadi bisa menentukan pilihannya sendiri.
"Kamu belum tidur, Mama tadi itu pikir siapa di dapur terdengar grasak-grusuk ternyata itu kamu?"tanya Nella perlahan karena biar bagaimanapun dirinya sedang berusaha untuk dekat dengan menantu mudanya itu sebab terlihat bahwa Aulia itu orangnya sepertinya sangat tertutup.
Aulia menatap ke arah sumber suara sambil mengerutkan keningnya karena merasa heran bukannya orang kalau Sudah tua seperti inilah itu harus tidurnya lebih tempo tetapi kenapa malah menanyakan hal itu kepadanya, dirinya mah bebas mau tidur jam berapa saja soalnya sudah menjadi kebiasaannya selalu saja nongkrong satu puas baru setelah itu tidur.
"Ya aku belum tidur buktinya kan masih ada di sini, terus Tantenya belum tidur sekarang udah tengah hampir tengah malam loh?"tanya Aulia sambil mengerutkan.
__ADS_1
"Ya ampun jangan panggil Tante dong di mana-mana itu kalau sudah jadi menantu otomatis harus panggilnya Mama, Nanti kalau kita berdua jalan-jalan orang bakalan berpikir kalau kamu itu keponakan sedangkan Mama ini merupakan Tante kamu!"pinta Nella sebab Aulia itu menantunya bukan keponakannya jadi otomatis segala macam pandangannya dan juga panggilannya serta pola pikirnya harus dirubah Sebelum terlambat.
"Oh iya maaf! Aku tadi haus makanya turun buat cari minum setelah ini aku juga mau balik kok ke kamar lagi, Mama juga tidur gih udah malam nggak Baiklah buat kesehatan kalau terlalu begadang lama!"setelah mengatakan hal itu Aulia pun langsung pergi karena dirinya juga tidak ingin berlama-lama ngobrol dengan Nella karena yang ada topik pembicaraan bakalan habis dan suasana berubah jadi canggung ya kan percuma lagian itu sudah malam loh ngapain juga.
"Yah dia kok main pergi begitu saja Padahal aku masih pengen ngobrol, mungkin saja dia masih canggung sampai lebih memilih untuk menghindar tapi tidak masalah juga sih yang penting dia sedikit merespon perkataanku! "ujar Nella pelan walaupun terkesan ada nada kecewa di dalamnya tetapi tidak mungkin juga karena memaksakan diri.
Aulia yang sampai di depan pintu kamarnya merasa heran karena tidak ada Bagas di situ Padahal tadi jelas-jelas pria itu sedang tertidur, tetapi dirinya memilih untuk bodo amat Bukankah urusan pria itu mau tidur di mana saja lagian ini kan rumahnya jadi tidak ada yang bakalan melarangnya melakukan apapun.
Bagas yang belum tertidur merasa dengan jelas pergerakan yang ada di sampingnya itu membuat dirinya tersenyum karena ia yakin pasti Aulia belum menyadari keberadaannya, sebab jika Wanita itu sudah menyadari tidak mungkin responnya bakalan setenang itu kecuali kalau memang dirinya selama ini sudah terbiasa ditemani oleh berbagai macam jenis pria.
__ADS_1
"Apa aku agresif lebih dulu saja ya? Lagian dia kan sudah sah menjadi istriku jadi tidak perlu dong Harus pakai izin segala untuk menyentuhnya, akan tetapi kalau responnya auto berlebihan bisa mampus juga si Joni akibat Take Down?"gumam Bagas monolog tanaman Persetan juga sih biasanya di antara seorang pria dan seorang wanita di tengah-tengahnya itu adalah setan Nah saat itu lah yang sedang dialami oleh Bagas saat ini.
Aulia mengerutkan keningnya ketika merasa ada pergerakan di sampingnya membuat wanita itu segera menyalakan lampu yang ada di nakas di samping tempat tidur, bola matanya membulat sempurna karena tidak menyangka ternyata saat itu ada Bagas di sampingnya yang sedang tersenyum tanpa rasa bersalahnya.
"Kamu ngapain Di Sini? Lain kali kalau mau masuk ke dalam kamar orang lain Bilang dong atau harus minta izin begitu soalnya Ini kamarku otomatis segala sesuatu yang ada di sini harus melalui izinku, tidak peduli kamu itu suamiku atau bukan soalnya istri kamu kan bukan hanya satu saja jadi kamu harus ngomong kalau mau ke sini! "ujar Aulia tegas tetapi Bagas tidak peduli.
"Terus kamu mau membiarkan aku menunggu terus sampai harus kamu siap ya kalau begitu percuma kita menikah jika apa yang aku inginkan tidak bakalan aku dapatkan, orang tua kamu kan ahli agama pasti sadar dong Apa dosa ketika seorang istri tidak nurut sama suami dan apa yang kamu lakukan sekarang ini salah satunya?"tanya Bagas sambil tersenyum mengejek membuat Aulia tidak terima ketika orang tuanya harus dibawa-bawa.
"urusan kamu itu dengan aku bukan dengan orang tuaku ataupun dengan orang lain, Jadi kamu jangan banyak komentar ataupun menyalahkan mereka hanya dengan niat kotor kamu itu?"Aulia benar-benar kesal dengan sikap Bagas yang terlihat santai bahkan pria itu sepertinya tidak menyadari dengan kesalahan yang ia lakukan saat ini.
__ADS_1
Setelah mengatakan hal itu Aulia pun memilih tidur sambil memunggungi suaminya itu keduanya terlibat perang dingin tanpa ada yang mau berbicara lebih dahulu, Begitulah kalau saling meninggikan ego otomatis tidak akan pernah berhenti daripada sikap yang seperti begitu.