Menjadi Yang Ke-3

Menjadi Yang Ke-3
Memeriksanya Junior


__ADS_3

Bagas tidak mungkin membantah apa yang dikatakan oleh istrinya itu soalnya nanti pasti Aulia bakalan marah kepadanya seperti biasanya, Padahal di dalam hatinya ingin sekali ia melayangkan protes sebab Biar bagaimanapun semua pemikiran istrinya itu hanya akan memicu keributan di antara mereka berdua.


pria itu kini gantian mengusap pelan pipi istrinya itu sampai-sampai tidak peduli kalau saat ini ada Indira di dekat mereka, karena ia sangat menyayangi istrinya itu dibandingkan dirinya sendiri dan Percayalah perasaan itu baru muncul setelah bertemu dengan Aulia tidak seperti istri-istrinya yang lalu.


Aulia merasa risih dengan apa yang dilakukan oleh Bagas kepadanya namun tidak mungkin juga dirinya marah-marah di depan Indira, maka dari itu hanya sambil diam ia menatap tajam ke arah Bagas memberi isyarat agar pria itu menghentikan semua kegilaan yang dia lakukan saat ini sebelum kesabarannya habis.


"Kenapa marah-marah sih hobinya kamu, Padahal aku ini kan merupakan Suaminya kamu jadi otomatis bisa dong mau melakukan apapun yang aku inginkan? "tanya Bagas sambil menaik turunkan alisnya membuat Aulia mendengus kesal karena pria itu mau mesum tetapi tidak lihat tempat dan juga situasinya saat ini Jika ada Indira di tengah-tengah mereka yang otomatis pasti bakalan bertanya-tanya Sikap yang ditunjukkan oleh Bagas itu.


"Astaga Kamu ini kenapa sih selalu saja memancing keributan agar aku itu marah-marah kepada kamu dan alhasil Indira bakalan ikut terkontaminasi, jadi orang itu bisa tidak sadar situasi dan kondisi serta tidak mampu memalukan diri sendiri karena kamu itu sudah tua tidak pantas untuk melakukan hal-hal seperti itu lagi! "omel Aulia kesal tetapi Bagas tidak peduli sama sekali sedangkan Indira ikutan tertawa ketika melihat Papanya senang sekali menggoda Bundanya yang terlihat begitu sewot. Indira merasa begitu bahagia ketika melihat Papanya Itu selalu saja memperlakukan Aulia dengan baik, tidak sama seperti saat bersama dengan Davina ya memang karena sikap wanita itu yang terlalu kaku dan juga pemaksa.

__ADS_1


"Bunda itu cantik tapi kok hobinya marah-marah terus, padahal papa kan hanya bercanda saja? "nah tuh kan Bagas tersenyum penuh kemenangan ketika melihat Indira berpihak kepadanya sedangkan Aulia terlihat memasang wajah cemberutnya.


"bisa tidak kamu pergi keluar dari kamar ini sekarang kemudian lanjutkan saja pekerjaanmu yang sempat tertunda tadi karena menemani kami, agar mungkin dengan menghilangnya kamu pikiranku sedikit tenang tidak marah-marah terus dan juga aku capek untuk berdebat sama kamu Yang kalau sama wanita tidak ada kata mengalah!"sinis Aulia berharap agar suaminya itu paham kalau dirinya memang benar-benar sedang tidak ingin bercanda.


"Tapi mau gimana dong soalnya kalau aku tidak bercanda sama kamu terus aku bercandanya Sama siapa, Masa iya sama Indira yang jelas pasti tidak nyambung sama sekali?"ledek Bagas tetapi tidak dipedulikan oleh istrinya sebab menurutnya pria itu kalau lagi pengen ngomong biasanya nyerocos terus tidak berhenti Jadi kalau misalnya apa yang dia katakan terus kita ladeni ya alhasil tidak akan pernah selesai pembahasannya.


"ya memangnya aku peduli kalau kamu bercanda sama Indira atau siapapun itu? Lagian dia kan merupakan anak kamu jadi otomatis kamu harus mengajaknya bercanda agar hubungan kalian itu lebih dekat lagi, masa iya Ayah sama anak tapi kelihatannya kakunya minta ampun seolah-olah seperti orang lain yang jarang sekali bertemu. "omel Aulia Siapa suruh Bagas mengucapkan kata-kata yang salah dan alhasil istrinya Itu otomatis meladeninya.


"Ya maksudnya kalau memang kamu tidak ada kegiatan besok, bagaimana kalau aku menemani kamu untuk pergi mengecek Bagas Junior? Soalnya dari awal kita sepertinya belum memastikan keadaannya sama sekali dan seolah-olah lupa akan keberadaannya, padahal kesempatan ini Ditunggu oleh semua orang tua yang ada di dunia kan yang tidak semuanya bisa merasakannya? "jelas Bagas.

__ADS_1


Aulia Bukannya tidak mau mengikuti saran yang diberikan oleh Bagas itu hanya saja takutnya Jangan sampai tidak sesuai dengan ekspektasi pria tersebut, yang nantinya pasti bakalan berakhir kecewa lagi seperti biasanya dan mungkin bakalan ada Aulia yang lain karena sikap Bagas yang ingin agar kemauannya itu selalu dituruti.


"Aku bukannya tidak mau mengikuti yang kamu inginkan hanya saja bagaimana Respon yang akan kamu berikan kalau tahu bahwa anak ini tidak sesuai dengan yang diharapkan, Aku tidak ingin berakhir seperti istri kamu yang lain yang selalu memberikan sesuatu yang berbeda dengan keinginan kamu dan alhasil kamu meninggalkan mereka layaknya onggokan sampah! "jelas Aulia yang selalu ingin berpikir rasional di dunia ini tidak ada yang namanya manis terus pasti ada nano-nanonya seperti terkadang suaminya bersikap manis ketika merasa bahwa apa yang dia inginkan itu bakalan terjadi namun kenyataannya jika tidak seperti itu mereka pasti bakalan kecewa dan mulai merespon dengan sesuatu hal yang sangat tidak pernah diduga sebelumnya.


"aku sudah ngomong dari awal dan semua ini tidak pernah aku bicarakan dengan para Istriku yang lain seperti saat aku mengatakannya kepada kamu, kalau aku bakalan menerima apapun yang ada pada kamu saat ini dan juga tidak akan pernah menuntut harus sesuai dengan yang kuinginkan karena terkadang jika kita terlalu menginginkan hal itu terlalu berlebihan alhasil Jangan harap dia bakalan datang yang ada kita bakalan kecewa setiap saat. "jelas Bagas yang menurut Aulia kesadarannya itu sepertinya sudah sangat terlambat datangnya.


"kemarin-kemarin kamu ke mana saja jadi hari ini baru sadar kalau Sebenarnya apa yang kamu pikirkan itu sangat Salah sekali, coba saja kalau kamu dewasa seperti begini ya itu artinya istri kamu pasti bakalan Masih betah di samping kamu dan tidak akan pernah meninggalkan kamu seperti saat ini kan? "Aulia bukannya harus bersyukur di tengah keterpurukan dari wanita lain semua menurutnya Ia juga wanita mereka Ya otomatis harus bisa saling mendukung dan juga merasakan kesedihan yang dialami oleh wanita yang lain.


"Aku bukan tidak menghargai mereka hanya saja mungkin jodohnya Kami sampai di sini saja tidak ada lanjutannya lagi, Jadi kalau aku memaksakan diri sepertinya terlalu berlebihan dan alhasil ya hubungan kami tetap seperti begini saja saling menjauh kemudian saling tidak menghargai satu sama lain Dan juga mungkin pasti ada hati yang akan selalu tersakiti setiap saat! "jelas Bagas berharap agar Aulia paham kalau dirinya juga sebenarnya tidak ingin menjalani kehidupan yang seperti ini yang akhirnya membuat ia harus menyandang status duda dalam waktu sebulan itu dua orang istri sekaligus yang ia Ceraikan.

__ADS_1


Padahal di luaran sana jangankan bercerai orang menikah saja susahnya minta ampun Apalagi kalau tidak mempunyai apapun yang bisa dibanggakan, percaya lawan kita sekarang itu memasang standar yang begitu tinggi jika pria tidak punya apapun jangan harap mereka bakalan mau hidup susah soalnya cinta tidak akan membuat perut kenyang.


__ADS_2