
Arsen sudah memilih kembali ke apartemennya tidak menduga ternyata orang tuanya menyusul dirinya dari Italy, Padahal mereka sudah berjanji akhir tahun baru bakalan Bertemu Dengannya entah karena ada angin apa sampai kedua orang tuanya muncul seperti itu.
"Mami dan Daddy, Kapan kalian datang ke sini? Bukankah katanya Nanti akhir tahun, baru kita kumpul di sini makanya saat kalian datang aku tidak ada persiapan sama sekali? "tanya Arsen penasaran sedangkan Tuan Mario Valland terlihat hanya bisa memasang senyuman di wajahnya.
"Ya habisnya kamu selama ini tidak ada kabar sama sekali! Sudah begitu sudah punya calon istri kok malah tidak kasih kabar kepada Mami dan juga Daddy, Memangnya kamu tidak menganggap kami ini sebagai orang tua kamu lagi? "tanya Maria penasaran membuat Arsen mengerikan keningnya ketika mendengar perkataan dari Maminya tersebut.
Arsen tidak pernah mengatakan kepada orang tuanya kalau dirinya di sini punya calon istri, kalau sedang mengejar seseorang ya memang jelas tetapi itu tidak pernah IA katakan kepada siapapun kecuali para anak buahnya yang mengerjakan semuanya.
"Mami dengar dari mana kalau aku punya calon istri di sini, karena Aku selama ini kan tidak pernah ngomong dan juga kalau aku sudah punya calon istri yang pasti tidak mungkin dong diam saja tanpa menyuruh kalian untuk datang melamarnya? "jelas Arsen Ketus karena jika sampai kedua orang tuanya saat antusias Itu otomatis pasti hasil akhirnya dirinya bakalan tidak mendapatkan apapun.
"kamu lagi berusaha untuk mengejar dia dan juga katanya wanita yang kamu kejar itu punya suami? Apakah suaminya itu merupakan orang yang selalu Membuat kamu emosi dan juga merasa terkalahkan, dan juga akhirnya membuat Kamu mau tidak mau menetap di sini hanya untuk membalaskan kekalahan yang sudah kamu dapatkan pada pemilihan pengusaha muda itu? "tanya Maria memastikan dan Arsen memicingkan matanya karena heran ketika mendengar kedua orang tuanya tahu dengan jelas apa saja yang ia lakukan selama di negeri ini.
Arsen yakin ada yang tidak beres dengan para anak buahnya itu yang pastinya sudah membocorkan semua rahasianya, padahal seharusnya mereka selalu melakukan yang terbaik untuk Arsen dan juga Tidak sembarangan mengatakan sesuatu yang tidak masuk akal kepada kedua orang tuanya.
"Jangan bilang kalian sedang memasang mata-mata untuk selalu memantau pergerakanku, sampai-sampai apa yang tidak pernah aku katakan kalian tahu semuanya? "tanya Arsen dengan tatapan menyelidik membuat Mario langsung beraksi karena dirinya tidak suka kalau anaknya kasar kepada istrinya apalagi sampai menaikkan nada bicaranya lebih beberapa oktaf.
"kamu jangan pernah berbicara kasar dengan istriku biar bagaimanapun kamu itu adalah anak, Terserah mau status kamu seperti apa yang penting Intinya kamu harus dengarkan apa yang kami katakan! "tegas Mario membuat arsen menatap kesal ke arah Daddy itu.
"Yes I know she is your wife!"sahut Arsen tegas karena tanpa dijelaskan oleh Mario darinya tahu siapa Maria yang merupakan maminya itu atau bisa dibilang istri kedua dari Mario yang entah mengapa nama mereka itu hanya berbeda huruf belakangnya saja.
__ADS_1
"Astaga Kenapa kalian jadi berantem? Dan kamu Mario bisa tidak jaga bicara kamu terhadap anak sendiri, dia sudah pergi dari rumah selama bertahun-tahun Kenapa saat baru ketemu seperti ini kamu malah ngegas seperti itu?"ucap Maria menatap kesal ke arah suaminya itu sebab dirinya sangat menyayangi Arsen seperti anak kandungnya sendiri karena selama menikah dengan Mario mereka tidak punya anak sama sekali karena wanita itu yang mengalami masalah di rahimnya.
Arsen tersenyum mengejek ke arah Mario yang menurutnya merupakan tipe suami yang takut istri, karena buktinya saat Maria marah suaminya itu langsung terdiam padahal sebenarnya Mario itu hanya sedang tidak ingin berdebat karena kalau berdebat dengan istrinya otomatis wanita itu tidak akan pernah merendahkan ada bicaranya dan menghormati dirinya.
"kalau memang kamu sangat menyukai wanita itu Mami bakalan dukung apapun keputusan kamu, dan ingat keluarga Valannd itu merupakan keluarga yang tidak bisa dianggap remeh oleh siapapun! "tegas Maria dengan tatapan Devil nya sebab wanita itu terkenal dengan Arogan dan juga temperamennya yang sangat buruk.
Arsen menatap heran ke arah Maminya itu untuk memastikan Apakah yang dikatakan wanita itu benar-benar harus ia lakukan, padahal biasanya orang tua Pasti bakalan melarang kalau anaknya itu menjadi pengganggu rumah tangga orang lain.
"Mami yakin suruh aku mengejar Aulia dan merebutnya dari suaminya? Apa kalian tidak marah kalau Aulia itu sebenarnya adalah janda nantinya jika kami berhasil menikah, dan juga kalian tidak akan pernah mengungkit masa lalunya yang pernah menikah dengan pria yang sangat kita benci? "tanya Arsen memastikan.
Maria tersenyum mendengar pertanyaan dari putranya itu karena menurutnya Kebahagiaan dari Arsen itu merupakan sesuatu hal yang paling penting, uang bisa dicari materi itu sudah mereka miliki dengan berbagai macam perusahaan dan tabungan tetapi kebahagiaan Arsen itu yang harus mereka cari saat ini.
"Dia sepertinya sudah kembali ke sini tetapi kita tunggu saja nanti anak buahku akan memberi kabar, pokoknya kalau Mami bertemu dengan dia Aku percaya kalian bakalan cocok soalnya dia adalah wanita yang paling perfect yang pernah aku temui. "jelas Arsen penuh semangat ketika membahas soal Aulia.
"Apa kamu selalu saja seperti ini tergila-gila dengan orang yang berstatus janda, kalau jadi Daddy mah punya kekayaan yang banyak kemudian punya segala-galanya ngapain harus cari barang bekas ? "tanya Mario karena memang dirinya tidak suka jika anaknya itu melakukan sebuah hal yang gila hanya karena ingin membalaskan dendamnya dan juga karena ingin mendapatkan apapun yang ia mau.
Maria menatap tajam ke arah suaminya itu karena menurutnya sudah membuat Arsen patah semangat, wanita itu karena saking menyayangi putranya sampai-sampai mendukung apapun yang dilakukan oleh Arsen meskipun terkadang pemikiran pria itu sangat tidak masuk akal.
"Ya sudah Mami dan juga Daddy lebih baik beristirahat saja di dalam kamar soalnya aku juga mau mandi karena gerah tadi habis keluar melihat proyek, nanti kalau ada pemberitahuan terbaru dari para anak buah aku aku bakalan memberi kabar kepada kalian secepat mungkin. "setelah mengatakan hal itu Arsen pun memilih untuk pergi dari situ soalnya tatapan dadinya tadi itu sangat menyebalkan .
__ADS_1
Sepeninggal Arsen terlihat Mario memegang tangan istrinya itu berusaha agar membuat Maria kembali sadar, kalau dukungan yang selama ini Ia berikan kepada Arsen bisa membuat pria itu kelak menjadi orang yang tidak berguna di masa depan.
"Aku tahu kamu memang menyayangi dia seperti anak kamu sendiri, tetapi Bisakah kamu sadar kalau dukungan yang kamu berikan itu bisa membuat anak tersebut salah mengambil langkah dalam hidupnya!"jelas Mario mengemukakan pendapatnya berharap agar istrinya itu paham apa yang menjadi pemikirannya selama ini jika Maria terlalu memanjakan anak mereka.
Maria yang mendengar kata-kata protes dari suaminya itu mendadak menjadi tidak terima dong, karena menurutnya suaminya itu harus sadar kalau ia sudah menerima Arsen di kehidupan rumah tangga mereka Maka dari itu apapun perhatian yang ia berikan seharusnya pria itu menghormatinya.
"Kamu bukannya berterima kasih karena aku sudah perhatian kepada anak kamu tetapi kamu malah mengatakan hal itu kepadaku, seolah-olah di sini aku yang salah terlalu menyayangi dia dan juga mengikuti apapun yang ia inginkan Padahal aku hanya ingin menunjukkan kalau ibu tiri juga bisa merupakan seorang yang sangat perhatian dan juga penuh kasih sayang! "jelas Maria dengan nada sungut nya.
"Terserah kamu saja mau berbicara apapun yang penting intinya aku sudah mengingatkan kalau dukungan yang kamu berikan kepada Arsen itu salah, dan kalau sampai nanti istri dari wanita itu tidak bakalan tinggal diam dan akan melakukan sesuatu kepada perusahaan kamu juga yang bakalan tanggung jawab karena aku tidak ingin ikut campur. "tegas Mario lalu memilih untuk masuk ke dalam kamar yang biasa dirinya dan juga istrinya gunakan ketika mereka sedang datang mengunjungi Arsen seperti saat ini.
Maria menatap kesal ke arah punggung suaminya yang setiap kali dirinya membantu Arsen mengikuti kemauan anaknya itu pasti bakalan selalu salah di matanya, padahal Maria tidak punya hak di sini untuk menolak apapun yang diinginkan oleh arsen karena ia hanyalah seorang ibu sambung yang kalau memiliki sikap egois otomatis hubungannya dengan Arsen tidak akan pernah akur.
"Seharusnya kamu bersyukur papa karena punya istri sepertiku yang sangat perhatian dengan anak kamu, coba saja kalau aku menjadi orang lain mana mau melakukan hal Semua ini karena tidak menguntungkan sama sekali. "batin Maria dan memilih untuk pergi ke dapur mengecek Apakah persediaan makanan di dalam kulkas masih ada atau tidak.
Arsen yang sudah selesai mandi menata barang ke arah ponselnya ketika ada beberapa panggilan yang tak terjawab berasal dari anak buahnya, yang ia tugaskan untuk menyelidiki keberadaan Aulia dan juga suaminya dan juga Apakah mereka sudah kembali dari Bandung atau belum.
"jangan sampai mereka sudah mendapatkan kabar terbaru dari calon istriku? Wah kalau seperti ini maka bisa dipastikan aku bakalan dapat dukungan penuh dari mami dan juga Daddy untuk bisa mendapatkan dia, yang penting intinya dia harus menjadi milikku kalau urusan suaminya itu gampang diatur karena dia tidak mungkin punya kekuatan juga untuk melawan perusahaan sebesar milikku ini!"batin Arsen begitu antusias kalau sampai dirinya berhasil mengalahkan Bagas nantinya.
"Kalian tadi menghubungiku Memangnya ada apa? Dari awal kan sudah kukatakan Kalau tidak ada kabar terbaru dari Aulia lebih baik kalian tidak usah menghubungiku sama sekali, soalnya waktu itu bukan hanya mendengarkan celotehan tidak jelas kalian itu dan hanya tidak membawa perubahan sama sekali! "omel Arsen di seberang membuat anak buahnya itu hanya menghela nafasnya kasar karena mereka juga Mana berani menelpon Arsen jika tidak ada sesuatu hal yang penting.
__ADS_1
"Maaf tuan kami hanya memberi kabar kalau sebenarnya Nyonya Aulia sudah sampai di kediamannya Tuan Bagas dengan selamat, Kalau anda ingin kami bertindak maka akan kami lakukan sekarang karena sepertinya di kediaman Tuan Bagas ini tidak ada penjagaan sama sekali. "jelas pemimpin dari para anak buahnya Arsen.