Menjadi Yang Ke-3

Menjadi Yang Ke-3
Anak Sultan


__ADS_3

Nina tersenyum mengejek ke arah Arsen karena merasa lucu dengan Respon yang ditunjukkan oleh pria tersebut, karena menurutnya pria seperti itu enaknya itu dikerjain sampai puas sebab dengan melihat responnya ya itu merupakan sebuah kesenangan tersendiri baginya.


Arsen tidak tahu lagi harus merespon seperti apa sebab melihat wajah Nina membuat dirinya sedikit merasa was-was, ya Meskipun Ia merupakan orang yang tidak pernah takut dengan siapapun dan juga tidak pernah segan dengan segala situasi serta kondisi yang tidak mendukung namun Ia juga punya kelemahan.


titik kelemahannya itu diketahui oleh Perdana kusuma yaitu Papa dari Nina sendiri, jadi ketika ia mendengar tentang nama dari pria tersebut dirinya sedikit merasa was-was dan juga ada rasa kekhawatiran yang amat sangat takutnya jangan sampai Nina membongkar semua aibnya di hadapan semua orang.


"Jadi bagaimana Tuan ada kata-kata penghiburan yang ingin disampaikan kepadaku, mungkin dengan begitu aku bisa berbalas kasih atau mungkin menjadi orang yang lebih berbaik hati? "tanya Nina lagi sedangkan Arsen sudah digeret oleh Dimas keluar dari ruangan tersebut setelah pria itu sudah membereskan asisten dari arsen yaitu Savero.


Dimas menatap tidak suka ke arah Nina yang menurutnya terlalu tebar pesona dengan para pria-pria yang ada di sekelilingnya, meskipun terlihat jelas kalau sebenarnya Nina itu sedang mengejek Arsen hanya saja Dimas sepertinya merasa tidak suka ketika wanita itu lebih peduli dengan orang lain dibandingkan keberadaannya di tempat itu.


"Kamu itu kenapa sih dari tadi nyolot terus seolah-olah ingin sekali membawa pria ini untuk kamu bungkus bawa pulang ke Bandung, bisa tidak mulut kamu sebagai seorang wanita itu diam dan jangan terlalu banyak berbicara soalnya aku dari tadi yang mendengarkannya saja merasa bosan? "omel Dimas kesel padahal sebenarnya Percayalah ada api yang sedang membara Tetapi entah Apakah itu silakan diisi sendiri yang penting intinya hanya satu yaitu perasaan yang lebih sudah mulai muncul dari benak pria itu terhadap Nina.


Nina menatap tak kalah tajam ke arah Dimas sebab menurutnya pria itu terlalu banyak ikut campur dengan urusan pribadinya yang seharusnya orang-orang berkepentingan lah yang pantas melakukan hal itu, kalau saja Dimas sadar bahwa ia itu sebenarnya tidak ada hubungan apa-apa dengan Nina seharusnya bisa lebih paham dan juga mungkin tidak mengatakan sesuatu hal yang seperti sedang menandai kepemilikannya.


"Aku yang ngomong kenapa kamu yang sewot ya, kalau memang kamu mau ngomong ya sudah silakan saja jangan ikut campur urusan orang lain dong? Lagian ini mulut merupakan milikku hak ulayatku Jadi kalau misalnya aku mau berbicara dari pagi sampai pagi yang penting intinya tidak menyusahkan orang lain kan, kamu Jadi orang kok terlalu sibuk sekali dengan urusan orang lain seolah-olah yang boleh ngomong itu hanya kamu? "omel Nina yang tidak mau kalah.


Dimas hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar karena wanita seperti Nina itu memang susah sekali diatur, padahal dirinya tidak mau minta banyak hanyalah mendengarkan apa yang ia katakan Lalu setelah itu ya sudah tidak perlu harus meminta sesuatu yang terlalu berat dan tidak disanggupi oleh Nina nanti.


"ayo kita semua pulang tidak usah lama-lama di sini soalnya sepertinya sangat sudah tidak layak karena dari tadi sudah menjadi bahan tontonan semua orang, maaf tuan dan juga Nyonya jika kalian masih berada di sini silakan tetapi saya ingin menyeret wanita ini agar segera pergi dari sini! "setelah mengatakan hal itu tanpa banyak berbicara Dimas pun langsung menarik tangani Nah agar segera ikut dengannya karena sudah cukup wanita itu bertingkah terlalu banyak dan juga merebut perhatian semua orang.

__ADS_1


padahal yang diinginkan oleh Dimas tidak terlalu banyak hanya ingin mendapatkan seorang wanita yang penurut kemudian tidak banyak tingkah Ya intinya seperti itu, tetapi kalau memang kejadiannya harus seperti ini ya mau bisa apa mau berkomentar pun rasanya tidak bisa karena dirinya dan Nina tidak memiliki hubungan dekat sama sekali.


"Gimana sayang mau pulang atau di sini dulu, soalnya sepertinya benar yang dikatakan oleh Dimas tadi Kalau sebaiknya kita pulang dan beristirahat tidak usah terlalu lama berada di luar rumah."jelas Bagas karena istrinya itu sedang dalam keadaan hamil ya Otomatis perlu istirahat dan juga perlu melakukan sesuatu yang berguna daripada hanya menyaksikan dirinya dipandang oleh semua orang dengan Tatapan yang penuh tanya.


"Ya sudah Mas kalau begitu kita pulang saja soalnya aku juga capek pengen banget istirahat, dan untuk kamu Abi silakan lah ya lanjutkan layani tamu kamu semuanya soalnya kasihan loh mereka dari tadi itu ingin ke sini buat makan bukan buat melihat tontonan yang tidak menyegarkan! "Kini semua orang sudah pergi meninggalkan Cafe miliknya Abizar sedangkan pria tersebut hanya bisa menggelengkan kepalanya karena Lagi Dan Lagi Aulia lebih memilih bersama dengan suaminya.


Dimas sudah membawa Nina pergi menggunakan mobilnya sedangkan Bagas menelpon sopir pribadinya untuk datang menjemput dirinya dan juga Aulia, karena waktu masih ada kejadian itu Bagas sudah menelpon ya Makanya sekarang mobilnya itu sudah terparkir sempurna menunggu kedatangan Tuan nya untuk segera pulang ke rumah.


Arsen kini dibawa ke pasar satpam yang ada di tempat itu untuk dimintai keterangan Lalu setelah itu tinggal menunggu perintah dari Bagas mau melakukan apa terhadap pria tersebut, Ya maksudnya bukan mereka tidak bisa mengambil keputusan hanya saja sepertinya mereka memang harus melakukan hal itu karena mengingat kekuasaan Bagas yang tidak bermain-main di dalam kehidupannya.


"sebenarnya Apa motif Anda melakukan semua ini, Padahal anda tahu sendiri kan kalau wanita tadi itu merupakan istri dari tuan Bagas Sanjaya? ya Meskipun saya tahu kalau istri orang itu sebenarnya lebih menggoda dibandingkan milik sendiri, hanya saja kalau untuk orang lain Ya tidak masalah tetapi kalau untuk Tuan Bagas Saya rasa Anda terlalu nekat dan juga tidak punya kekuatan sama sekali! "ujar satpam tersebut sambil menggelengkan kepalanya karena tidak percaya ternyata di dunia ini masih banyak stok orang-orang nekat.


Arsen mendengus kesal ketika mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh satpam itu karena menurutnya sudah sangat mengusik ketenangannya dan juga membuat dirinya merasa emosi, karena menurutnya orang-orang tersebut itu adalah sampah tidak seharusnya terlalu banyak ikut campur urusan pribadinya dan lebih baik seharusnya mereka itu diam.


Satpam tersebut hanya tertawa mendengar apa yang dilontarkan oleh pria kaya yang ada di hadapannya ini, miskin ya memang dirinya miskin maka dari itu memilih bekerja sebagai satpam Tetapi kalau harga diri Percayalah harga dirinya itu sangat kaya dan tidak mungkin dibeli oleh siapapun.


"Saya memang miskin karena dilihat dari pekerjaan dan tidak punya apa-apa dilihat dari penampilan, tetapi Percayalah hati saya itu sudah terbungkus rapi dengan yang namanya kejujuran dan juga kesetiaan serta tanggung jawab! bungkusan itu tidak akan pernah lepas dari tempatnya Karena itu adalah komitmen saya yaitu menjaga kepercayaan orang lain, kalau memang Anda merasa tidak nyaman silahkan saja lakukan Apapun yang menjadi versinya anda sendiri tetapi versinya saya tetap seperti ini tidak akan pernah tergantikan! "tegas pria tersebut ya Meskipun pekerjaannya hanyalah seorang satpam Tetapi kalau dikerjakan dengan tekun dan juga merasa nyaman dengan pekerjaan itu sendiri otomatis pekerjaan itu pasti bakalan membuat kehidupanmu berubah karena dia yang akan mendatangkan rezeki tanpa terduga.


Arsen yang kebiasaannya selalu marah-marah dan memberikan perintah ya Otomatis tidak terima ketika apa yang ia perintahkan tidak didengarkan oleh satpam itu, maka dari itu ia memilih untuk fokus pada ponselnya memberi kabar kepada para anak buahnya agar segera datang dan membawanya pergi dari sini karena ia sudah merasa bosan.

__ADS_1


"Jadi bagaimana Apa kamu memang benar-benar sudah bercerai dari Mas Bagas, Bukankah kamu itu istri pertamanya dan juga sudah memberikan Dia anak kenapa sekarang dia malah menceraikan kamu?" tanya Safira yang kebetulan hari ini janjian dengan Davina bertemu di salah satu restoran.


kedua mantan istri dari Bagas itu terlihat begitu nyaman berbicara satu sama lain seolah-olah dulu mereka bukanlah musuh, serta bukanlah orang-orang yang berusaha merebut perhatian dari suami sendiri.


Davina menghela nafasnya secara perlahan ketika mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Safira itu, Percayalah antara ingin mendengarkan atau memilih untuk diam itulah yang saat ini tengah ia rasakan dan juga merasa sangat tidak percaya diri sama sekali.


"ya kami bercerai bahkan lebih parahnya lagi dalam waktu 2 minggu saja masih batas langsung bisa membuat aku menandatangani semuanya, dan sekarang aku merupakan seorang janda sama seperti kamu kan statusnya janda atau oleh karena perbuatan satu orang pria ? "jelas Davina dan terlihat begitu frustasi.


"kamu sekarang tinggal di mana? Kalau aku sih lebih memilih untuk kos-kosan soalnya biayanya lebih terjangkau dan juga simpanan aku di bank juga tidak seberapa, mau bagaimana lagi dulu aku pikirkan tidak pernah bercerai dari Mas Bagas makanya setiap kali uang transferan yang masuk pasti bakalan aku foya-foya di luar sana!" ujar Safira yang merotupi kebodohan dari masa lalu karena bisa-bisanya menghambur-hamburkan uang berapa 100 juta dalam waktu 1 minggu saja dan ternyata sekarang ia malah menjadi gembel.


Devina tertawa karena dirinya sangat tahu bagaimana dulu sikapnya Safira ketika baru saja mendapatkan transferan dari Bagas, pasti wanita itu bakalan berhari-hari tidak pulang ke rumah guna untuk menghabiskan uang dengan para brondong kesayangannya kemudian menyewa satu klub hanya untuk membuat orang lain party.


"Kenapa sebagai wanita kamu tidak pernah memperhitungkan hal itu dari awal, kalau tahu bahwa akhirnya pernikahan dengan orang kaya itu tidak akan pernah ada yang namanya keabadian? Kalau aku sih sudah mewaspadainya dari awal Makanya sekarang mau diceraikan seperti apapun tidak terlalu tersiksa juga, karena buktinya aku bisa memberi makan anak-anakku kemudian sekarang lagi mengusahakan untuk cari apartemen Soalnya di rumah juga Sama saja tidak cocok dengan mama! "Davina merasa tidak ada salahnya dong kalau berbagi rahasia dengan Safira karena mereka berdua juga jelas-jelas sudah tidak punya hubungan kekeluargaan lagi dan hubungan kekeluargaan itu pun terjadi karena ada Bagas di tengah-tengah mereka.


"kamu mah enak punya perhitungan untuk masa depan, kalau aku hari ini dapat uang ya hari ini juga bakalan usahakan aku habiskan! sudah begitu sekarang kalau mau minta tolong sama orang-orang yang dulu pernah kita tolong rasanya itu merupakan sebuah hal yang sangat mustahil, pasti mereka banyak alasannya yaitu tidak mengenal Kita lah kemudian mereka juga lagi punya banyak tunggakan lah pokoknya ada saja deh beribu alasan yang penting intinya tidak bisa memberikan kita pinjaman!"jelas Safira.


Anak Sultan Ya seperti Nina itu lahir dengan keluarga kaya raya mau ingin apapun tidak masalah yang penting intinya ada kemauan, Lalu setelah itu mau mendapatkan apapun juga tidak perlu harus menunggu menabung selama berbulan-bulan karena saat itu ia inginkan sesuatu pasti saat itu juga bakalan didapatkan.


"anak kamu mah enak kalau susah sama kamu pasti bakalan bisa meminta sama Papanya, dan hal itu kamu juga pasti bisa dong merasakannya soalnya kan mereka tinggal dengan kamu? nah seperti aku ini jangankan punya anak OTW menuju ada anak pun susahnya minta ampun, Jadi kalau ditanya bilang aku kapan bakalan Bahagia seperti anak-anak orang kaya yang lain maka jawabannya tunggu sampai kucing itu ada tanduknya dulu. "ujar Safira kebodohan yang ia lakukan selama hidupnya dan juga nasib yang tidak pernah mendukung dirinya seolah-olah ia itu terlahir hanya mendapatkan kesedihan saja kenikmatan duniawi itu hanya sesaat.

__ADS_1


"Terus itu simpanan favorit kamu si Budi tersayang kenapa tidak minta tolong kepada dia saja, Bukankah selama ini dia selalu mendukung kamu kalau sampai bercerai dari Bagas dan katanya dia yang bakalan menikahi kamu? jadi sekarang aku rasa sih merupakan kesempatan yang bagus untuk mencari seseorang yang bisa bertanggung jawab dengan kehidupan kamu, terserahlah kalau mereka mau bilang kita sebagai wanita murahan yang penting intinya gaya hidup kita bisa menjamin kehidupan kita menjadi lebih baik lagi. "saran Davina Ya tentu saja membuat Safira mendengus tidak suka karena menurutnya gara-gara si Budi Itu yang membuat dirinya sekarang sudah seperti gembel.


"bisa tidak jangan kamu sebut manusia tidak berguna itu, karena asal kamu tahu saja ya dia sekarang itu sudah menghilang seolah Ditelan Bumi dan juga tidak ada kabarnya sama sekali. Aku menyesal dulu mau saja mengikuti apa yang menjadi keinginan dari pria itu, dan sekarang di saat aku kesusahan jangankan menanyakan hal itu muncul di hadapanku saja tidak pernah sama sekali!"ujar Safira yang benar-benar emosi ketika mengingat kebiasaan dari kekasih gelapnya itu waktu dirinya masih resmi belum bercerai dari Bagas.


__ADS_2