
Arsen merasa tidak nyaman ketika harus bertemu dengan wanita seperti Safira itu apalagi wanita tersebut merupakan Mantan istrinya Bagas, menurut pikiran Arsen masa iya dirinya harus menampung barang bekas dari Rival abadinya itu padahal jelas-jelas yang ia inginkan hanyalah Aulia yang meskipun pengertiannya bakalan tetap sama saja karena Aulia juga merupakan istrinya Bagas.
Safira adalah wanita yang tidak pernah mengenal yang namanya patah semangat apalagi ketika hidupnya sudah berubah menjadi gembel seperti itu, kalaupun harus menjatuhkan harga dirinya tidak masalah yang penting hasil yang ia dapatkan itu setimpal dengan apa yang ia lakukan mungkin dengan begitu dirinya bakal merasa puas.
meskipun terkadang banyak yang ia temui yaitu penolakan yang mereka lakukan soalnya mereka sangat tidak berani memungut sesuatu yang sudah ditinggalkan oleh Bagas Sanjaya, karena mengingat segala macam kekuatan yang dimiliki oleh pria itu kemudian sikapnya yang sangat otoriter terkadang membuat orang-orang di sekitarnya itu merasa segan untuk melakukan sesuatu yang mungkin tidak disukai oleh bagas.
Bagas meninggalkan Safira karena memang sudah tidak merasa nyaman dan juga sudah merasa bahwa hubungan keduanya sudah tidak sehat lagi untuk dipertahankan, jadi otomatis Semua orang pasti tentunya merasa was-was takutnya jangan sampai ketika mereka memperjuangkan Safira yang ada Bagas malah membuat mereka tidak bisa berkutik lagi.
__ADS_1
"Kamu kenapa dari tadi kok aku lihat sepertinya tidak suka ketika aku menyebut nama Mas Bagas, padahal dia kan orang di masa laluku yang otomatis tidak perlu kamu permasalahkan?"tanya Safira heran tetapi mau bagaimana lagi Arsen sudah pada pendiriannya dan juga merasa wanita seperti Safira itu tidak ada bagus-bagus amat Jadi untuk apa harus diperjuangkannya sampai-sampai menurunkan Ibunya dan jangan sampai mungkin suatu saat nanti bahwa Bagas bakalan menertawakannya karena sudah bisa-bisa hanya menampung sesuatu yang sudah tidak ingin dipertahankan oleh dirinya lagi.
Arsen dari tadi sudah memberikan kode kepada satpam itu agar segera mengenyahkan Safira dari hadapannya tetapi sepertinya pria tua itu tidak paham dengan kode yang ia berikan, karena terbukti sekarang saat malah tersebut malah menjadi pendengar yang setia tentang kegilaan yang sedang direncanakan oleh Safira.
"Bapak kalau masih mau bertahan untuk kerja di sini Tolong lakukan sesuatu yang membuat saya sebagai pengunjung juga merasa nyaman, tetapi dengan membiarkan wanita ini bertahan di sini itu artinya anda tidak menghargai privasi dan juga keamanan serta kenyamanan yang saya inginkan? wanita seperti begini seharusnya dilarang kan untuk datang ke sini seperti yang Bapak katakan tadi kalau sebenarnya Bagas itu sangat tidak mengijinkan dia masuk di area pusat perbelanjaan ini, tapi kenapa sekarang malah membiarkan dia itu cerewet dan juga ngomongnya tidak pernah berhenti sampai-sampai membuat kedua kuping saya ini sudah tidak berfungsi dengan benar? "tanya Arsen yang sudah tidak ingin lagi berbasa-basi ataupun mengucapkan sesuatu hal yang menurutnya bisa membuat orang lain paham karena itu sangat lama akan diingat lebih baik langsung to the point saja otomatis segala sesuatunya bakalan langsung beres.
"Maaf Pak saya minta maaf tetapi anda dilarang meninggalkan tempat ini sebelum ada perintah lanjutan dari Tuan Bagas, tolong hargai pekerjaan saya dan juga tolong hargai semua pengunjung yang ada di sini karena Biar bagaimanapun Anda bukanlah satu-satunya pengunjung di tempat ini?"satpam tersebut jelas saja merasa takut kalau nanti pekerjaannya bakalan hancur berantakan akibat Apa yang dilakukan oleh Arsen itu tetapi pria itu rasanya sudah sangat tidak peduli Ketika Harus ada Safira di sekitarnya.
__ADS_1
"saya bakalan bayar denda ataupun pinalti berapapun yang diinginkan Tetapi kalau anda tidak mengusir wanita ini ya maka saya yang bakalan pergi, silakan katakan saja kepada majikan kamu itu kalau saya bakalan mendatangi dia di kantor ataupun di rumahnya tetapi untuk tetap bertahan di sini dan melihat wajah-wajah orang-orang yang sangat menyebalkan itu tidak akan pernah saya lakukan sampai kapanpun! "setelah mengatakan hal itu Arsen pun pergi karena kebetulan Savero juga baru muncul Entah dari mana intinya penampilan pria itu hancur berantakan seperti baru saja terjadi perang dunia dengan binatang buas di luaran sana.
"Apakah masalah anda sudah beres Tuan kalau memang belum lebih baik kita selesaikan dulu supaya besok lusa kita tidak perlu harus mengurusnya kembali, tapi kalau memang sudah beres ya sudah kita bakalan Langsung kembali Soalnya tadi sudah ada telepon dari nyonya besar di Kanada Kalau Anda diwajibkan harus pulang saat ini juga karena ada sesuatu hal penting yang ingin mereka sampaikan secara langsung tidak perlu harus diwakilkan oleh saya? "tawar Savero tentu saja Arsen menggelengkan kepalanya soalnya untuk apa ya perlu lama-lama berada di tempat itu bukan ke segala macam urusannya sudah selesai dan juga Aulia sedang tidak ada di tempat Jadi kalau misalnya menunggu itu sama saja memberikan dirinya sebagai santapan enak dari nyamuk nakal yang berkeliaran di manapun.
"sudah tidak ada lagi dan juga kalaupun masih ada biarkan saja biar pria itu datang dan mencari saya supaya kami berdua bisa berbicara tentang statusnya Aulia saat ini, Jadi kalau memang satpam itu ingin melarang kamu Lumpuhkan saja biar dia juga stop membuat keributan di sini karena saya masih punya urusan penting. "Biarkan saja orang lain mengatakan kalau dirinya merupakan generasi yang jahat dan juga kejam tetapi mau bagaimana lagi ketika pola pikir anak-anak di dunia ini semakin diasah semakin bego kelihatannya.
Savero hanya mengangguk pasrah ketika penolakan yang dilakukan oleh tuannya itu Sedangkan terlihat Safira benar-benar memasang tatapan kecewanya ketika kehadirannya Tidak Dianggap sama sekali, padahal masih suka membahas sesuatu yang tidak penting terhadap pria tersebut Namun sepertinya Ia memang tidak ada harganya sama sekali karena terbukti Arsen malah menyebut nama Aulia yang jelas-jelas wanita yang sudah merebut kasih sayang Bagas untuknya sebagai seorang istri.
__ADS_1