
Budi tidak tahu harus berkata apa lagi ketika Ibu kos itu tidak beranjak dari tempatnya,sebab terlihat wanita itu sepertinya harus mendapatkan apa yang ia inginkan kalau tidak maka dirinya tidak beranjak sama sekali.
"Jadi gimana Mas,masa iya saya dari tadi hanya berdiri disini saja tanpa di berikan apapun? Enak saja situ tinggal disini tanpa bayar, padahal yang lain saja harus bayar!" Sinis wanita itu dengan nada bicaranya yang sangat menyebalkan.
Budi tidak tahu harus bersikap bagaimana lagi karena menurutnya masa iya dirinya harus mencuri hanya untuk mendapatkan uang,dan tidak mungkin harus wanita pemilik kos itu yang menjadi objek yang selanjutnya?
"Aduh Maaf Ibu,tapi saya benar-benar belum punya uang sama sekali saat ini! Jadi apa bisa kalau saya menunggak dulu selama beberapa hari, nanti sambil mau mencari jalan keluar yang terbaik dan juga harus mengambil uang di ATM terlebih dahulu!" Bujuk Budi dengan tatapan memelasnya berharap agar bisa di kasihani saat ini.
Wanita itu tentu saja tidak terima dengan apa yang diinginkan oleh Budi barusan,karena menurutnya itu hanya akal akalan saja untuk menunda sesuatu yang sebenarnya tidak ada kepastian sama sekali.
"kamu sedang berbohong kepada saya lagi seperti yang sudah-sudah, dan Menurut kamu saya bakalan percaya dengan apa yang kamu katakan itu? jangan terlalu berlebihan percaya diri bahwa semua orang Bisa kamu atur kehidupannya, dan juga kalau utang dia tetap hutang lagian itu kan rumahnya kamu sudah tinggali jadi seharusnya kamu bayar dong karena kamu tahu kan di dunia ini tidak ada yang gratis? "tanya wanita pemilik kos-kosan yang bernama Saodah tersebut.
Budi tidak tahu lagi harus bagaimana sebab dirinya sudah tidak mempunyai apapun lagi selain ponsel yang ia miliki saat ini, tetapi kalau tidak menjual benda tersebut dirinya tidak mungkin bisa membayar hutang mau tidak mau ia mengambil benda Pipih itu terlalu menawarkannya kepada Saodah.
"Saya punya ponsel yang baru beli Beberapa bulan yang lalu dengan harga 39 juta, kalau anda mau membelinya Ya sudah saya turunkan Jadi harganya 30 juta saja karena yang 9 juta itu ongkos potongan yang selama beberapa bulan terakhir ini saya gunakan! "tawar Budi yang terlihat begitu Sedih ketika satu-satunya benda berharga yang ia miliki selain mobil harus dirinya lelang karena sudah tidak mempunyai apapun untuk dipakai.
__ADS_1
Saodah tentu saja menolak hal itu karena menurutnya dengan ponsel Android berharga sejutaan saja ia sudah bisa memakai aplikasi apapun mulai dari media sosial sampai media pribadi, jadi itu merupakan sebuah kegilaan kalau sampai dirinya harus membeli ponsel yang disodorkan oleh Budi kepadanya.
"kamu kalau mau menawarkan sesuatu itu Usahakan harganya masuk akal sedikit dong, masa iya ponsel seharga 30 juta kamu tawarkan kepada saya Memangnya kamu pikir saya ada niatan untuk membelinya? Hei asal kamu tahu ya jiwa emak-emak itu tidak akan beli yang mahal jika terkesannya terlalu berlebihan, kecuali kalau kamu menawarkan Skin Care untuk saya ya Otomatis bakalan saya beli meskipun harganya ratusan juta sekalipun! " jelas Saodah penuh percaya diri tetapi membuat Budi benar-benar tidak yakin kalau wanita itu membeli Skin Care yang harganya bernilai fantastis karena buktinya sampai sekarang kulitnya saja model seperti itu tidak ada perubahan sedikitpun.
Budi menghembuskan nafasnya kasar ketika mendengar penolakan yang dilakukan oleh wanita bertubuh subur itu, karena dengan begitu ya Otomatis tidak ada lagi harapan dalam hidupnya selain pergi melelang barang tersebut di konter ponsel yang tentunya akan membeli barang tersebut dengan harga yang begitu miring.
"Ibu yakin tidak mau membeli barang ini kalau begitu saya turunkan deh jadi 25 juta saja ini sudah mentok loh tidak bisa tambah tidak bisa kurang lagi, Jadi kalau memang Ibu tidak mau ya sudah tidak apa-apa deh saya bakalan pergi menjual ke tempat lain tetapi asal Ibu tahu ya barang yang saya miliki ini benar-benar ori dan juga paling terbaik! "tidak masalah kan kalau Budi menjadi tukang jual obat dadakan soalnya hidupnya sekarang itu sudah seperti seorang calon gembel jadi otomatis harus pintar-pintar mengeluarkan bahasa agar apa yang diinginkan menjadi kenyataan dan juga dirinya tidak menjadi seorang yang tidak berguna serta tidak memiliki apapun.
"Ya ampun Astaga kamu dengar tidak apa yang saya katakan tadi Kalau apa yang kamu tawarkan itu sungguh sesuatu yang tidak bisa saya pikirkan dengan logika, jadi Saran saya lebih baik kamu pergi saja menjualnya ke tempat apa saja deh setelah itu baru kamu datang ke sini dan kasih uangnya soalnya saya tidak ingin menunggu lama lagi! "tegas Saodah lalu segera pergi dari situ membuat Budi hanya menghela nafasnya secara perlahan karena ternyata memang dirinya tidak pernah bisa hidup dengan tenang kalau tidak punya uang seperti saat ini.
Bagas yang sudah selesai urusannya dengan Davina memilih untuk tidak peduli dengan wanita itu meskipun dari tadi Davina merengek agar dirinya bisa mengantarkan nya pulang, karena menurutnya antara mereka berdua sudah selesai jadi tidak perlu harus memberikan perhatian secara berlebihan dan juga tidak perlu menunjukkan kepedulian yang akhirnya membuat Aulia salah paham.
"Mas Bagas itu kenapa sih baru saja bercerai beberapa hari kok sudah melupakanku begitu saja, padahal hanya minta mengantarkanku pulang bukan meminta untuk kami berdua nginep di hotel kan? "gerutu Devina sepanjang perjalanan karena menunggu taksi pun tidak ada satupun yang nongol.
Aulia kali ini merasa hidupnya begitu tenang karena tidak ada Bagas yang berkeliaran di sekitarnya, menurutnya pria itu ternyata sepertinya sadar diri kalau Aulia menolak mendapatkan perhatian dari Bagas dan juga kepedulian dari pria itu apalagi harus nongol setiap saat.
__ADS_1
"hidup itu kalau tanpa pria pengganggu seperti dia rasanya begitu tenang dan juga adem serta nyaman, Coba kalau dia nongol barang sedikit saja rasa-rasanya pasokan oksigen ku semakin berkurang soalnya dia kan kalau bernafas boros. "omel Aulia yang nyerocos sendirian sampai-sampai tidak sadar kalau saat ini Bagas Tengah menatap heran ke arahnya.
"kamu baik-baik saja kan sedang tidak dalam usaha untuk menjadi orang yang tidak waras, Soalnya dari tadi itu tingkah kamu sudah ngalahin orang stress yang berkeliaran di mana-mana itu loh?"pertanyaan Bagas itu sebenarnya sebuah pertanyaan yang biasa saja ingin mencairkan suasana tetapi karena Aulianya yang sensitif ya Otomatis tidak terima Jika dikatai seperti itu.
"entah kamu percaya atau tidak tetapi aku bakal menjadi orang paling Waras di bumi ini, tetapi kewarasanku tuh bakalan hilang kalau kamu nongol jadi bisa tidak kamu sadar diri untuk jangan terlalu tebar pesona di hadapanku? "omel Aulia kesal ya Otomatis membuat Bagas tidak percaya dong Masa Iya istrinya itu malah sepertinya tidak ingin berdekatan dengannya mana ada peraturan dalam rumah tangga seperti itu saling jauh-jauhan.
"Aku tanpamu itu rasanya pasokan oksigenku itu hanya beberapa mili saja makanya pengen selalu dekat dengan sumbernya langsung, hanya kamunya saja yang merasa risih dengan kehadiranku padahal sebenarnya tidak ada salahnya sama sekali loh ? "Bagas jelas merasa nyaman dengan keberadaan istrinya tetapi pertanyaan itu terletak pada Aulia kira-kira merasa nyaman tidak berdekatan dengan Bagas.
"Oke baik karena hari ini aku tidak mau ribut dengan siapapun dan juga kapanpun serta di manapun, jadi aku mohon kerja samanya ya Pak suami supaya mungkin rumah ini bisa mendapatkan ketenangan walau beberapa jam saja lamanya! Soalnya kalau ada kamu itu sepertinya kupingku bakalan meledak karena ngomong terus padahal aku saja tidak ada niatan loh untuk menimpali apa yang kamu katakan, atau kamu sedang pendalaman karakter gitu biar bisa berubah jadi bunglon ke manapun kamu mau misalnya kalau orang lagi berantem ya kamu juga ikutan kemudian orangnya lagi kalem ya kamu juga seperti itu pokoknya tidak jelas dia selalu saja mengikuti apa yang orang lakukan sampai-sampai tidak punya pendirian sendiri." Nah tuh kan pembahasannya sudah lari kemana-mana Padahal tadi itu Bagas ngomongnya benar.
fix peraturan yang dibuat oleh wanita yaitu wanita itu selalu benar kemudian jika suatu saat wanita itu salah yang balik lagi ke peraturan nomor 1 yaitu tetap selalu benar, jadi lebih baik Bagas mengakui saja apa yang dikatakan oleh istrinya itu daripada dirinya membantah yang ada mereka berdua bakalan cekcok sepanjang waktu dan ada habisnya sama sekali.
"Ya sudah aku tidak akan mempermasalahkan apapun yang akan kamu katakan nantinya dan selalu berkata bahwa kamu itu yang paling benar dari semua yang ada, tetapi intinya tolong ya setiap kali aku ngobrol dan juga pengen begituan kamunya kasih dong jangan malah ya jual mahal seperti biasanya?"waduh ini membuat Aulia jadi kebingungan Kenapa otak suaminya itu selalu rada-rada miring ya ketika berduaan dengannya.
"Dasar orang aneh kitanya bahas soal masalah apa dianya malah nyambung di bagian mananya, hidup kamu itu hobinya hanya gituan saja pantasan punya istri lebih dari satu soalnya kan hobi main kuda-kudaan?"tuduhan yang diberikan oleh Aulia Ya jelas saja Bagas tidak terima dong Sejak kapan dirinya memiliki istri lebih dari satu buktinya sekarang saja di dalam rumah tersebut hanya ada Aulia sebagai istrinya.
__ADS_1
"Maaf Nyonya sepertinya otak anda sedang bermasalah saat ini soalnya tuduhan yang dilontarkan itu sebenarnya sangat tidak masuk akal sama sekali, jadi jangan membahas sesuatu yang nanti akhirnya bukan akunya yang bakalan bermasalah tetapi kamu sendirinya!" tolak Bagas.