
Abizar yang dipaksa jogging terus-menerus oleh mamanya Karena Wanita itu ingin agar putranya memiliki body kuas yang keren melayangnya model-model luar negeri membuat pria itu memilih pergi ke cafenya pagi-pagi sekali, Ia bahkan tidak mati karena menurutnya kalau mandi terlalu lama alhasil bakal mendengar Mamanya itu mah ngoceh sepanjang waktu dan membuat kupingnya itu lama-lama minta Nas karena tidak mampu.
"loh Kamu mau ke mana pagi-pagi begini bukannya biasanya kamu bakalan molor dulu terus ke cafenya itu setelah orang makan siang, kenapa sekarang mendadak jadi rajin tiba-tiba seperti begitu Memangnya ada magnet menarik ya yang ada di sana sampai-sampai kamu seperti ini? "tanya Rita dengan tersenyum mengejek tetapi tidak dipedulikan oleh Abizar soalnya menurutnya setiap kali Ia menjelaskan segala sesuatunya kepada mamanya pasti bakalan bisalah Artikan dan alhasil Ia juga yang harus meluruskannya lagi..
"Aku pergi dulu ya! Nanti Mama urusin saja urusan dengan Papa, jangan mengurusi anak Mama yang sudah besar dan juga sudah bisa mencari calon istrinya sendiri! Nanti kalau sudah dapat terus wajahnya cantiknya seperti Miss Universe, Mama jangan terpanah apalagi merasa iri ya karena pilihan Abizar itu tidak akan pernah salah. "setelah mengatakan itu Abizar pun langsung pergi karena menurutnya dirinya yakin tadi sudah mengatakan hal yang membuat Rita begitu penasaran.
Rita mendengus kesal ketika mendengar kata-kata dari putranya barusan sebab menurutnya apa yang dikatakan oleh Abidzar tadi itu bukan sesuai dengan kenyataan hanya saja pria itu ingin mengelak dari segala macam pertanyaannya, padahal wanita itu ingin sekali tahu bagaimana perkembangan hubungan Abizar dan juga Aulia yang selama ini sepertinya tidak ada kemajuan karena hanya jalan di tempat mungkin karena anaknya itu terlalu loyo atau mungkin Aulia nya saja yang tidak peka dengan kode yang diberikan oleh Abizar.
"Ah terserah dia saja mau apa soalnya kalau setiap kali diajari untuk menembak cewek pasti jawabannya bahwa dia lebih tahu segala-galanya, biarkan dia mau berbicara apa terus melakukan apapun yang penting intinya hanya satu yaitu suatu saat aku harus punya menantu dan juga cucu! "omel Rita yang niat joggingnya pun sudah tidak jadi karena tidak ada temannya dan juga rencana itu mereka berdua yang merencanakan antara dirinya dan juga Abizar tetapi pria itu malah melipir pergi.
Abizar yang sudah sampai di cafenya hanya menatap nanar ke arah lampu yang masih menyala pertanda bahwa karyawannya pun satu pun belum ada yang nongol , namun mau bagaimana lagi dirinya sudah kepalang tanggung berada di situ ya mau tidak mau ya harus masuk saja entah nanti tidak tahu sudah bisa menghindar dari rumahnya.
Nina yang semalaman tidak tidur karena memikirkan Aulia memilih untuk pergi ke cafenya Abizar saja, ya jangan sampai di sana mungkin dirinya bisa mendapatkan sarapan yang berguna. Sebab tenaganya dari semalam itu seperti terkuras habis, karena memikirkan Kenapa bisa Aulia menikah dengan pria setampan itu tetapi Aulia malah terlihat sepertinya tidak suka.
"Ternyata Berpikir itu dalam keadaan lapar sepertinya tidak mendukung sama sekali karena otakku jadi ngeblank dan tidak tahu lagi harus bersikap apa, aku pergi saja deh di cafenya si cunguk itu jangan sampai dia sudah menyiapkan sarapan yang berguna! "gumam Nina monolog.
Karena jalanan masih sangat sepi akibat satu dua orang saja yang lewat karena itu masih pagi hari sekali kecuali orang-orang yang mengantarkan anak mereka sekolah, dirinya tidak membutuhkan waktu yang lama untuk sampai di Cafe yang terlihat masih Sunyi sepi dan senyap seolah-olah tidak ada kehidupan di dalam.
"Ini Cafe sepertinya belum dibuka tetapi itu kan mobilnya Abizar tidak mungkin dong dia ini malam tidur di sini, Lebih baik aku masuk saja soalnya kan itu tempat umum ya tidak mungkin dong dia menutup pintunya dari dalam! "ujar Nina yang tidak ingin menjadi gembel di luar Cafe Abizar karena dirinya tadi datang ke tempat itu dengan menggunakan taksi yang bersyukurnya pagi-pagi tersebut sudah bisa di order mungkin karena drivernya lagi begadang semalaman.
Abizar begitu terkejut ketika melihat Nina yang datang seperti itu, sebab dirinya sangat tidak nyaman berada di dekat wanita cerewet itu yang selalu saja segala sesuatu bakal menjadi permasalahan baginya.
__ADS_1
"Halo pak bos Selamat pagi, cie rajin sekali loh pagi-pagi sudah datang terus menyiapkan segala sesuatunya! "sapa Nina langsung duduk di salah satu meja yang tersedia di situ sambil menatap ke arah Abizar dengan tersenyum mengejek.
"Oh jelas harus rajin soalnya sebagai seorang pria yang nantinya bakalan bertanggung jawab dalam kehidupan seorang wanita harus mulai dari sekarang itu bisa membuat diri menjadi mapan, tetapi yang penting intinya pria mapan sepertiku harus mencari wanita yang benar-benar berkelas kemudian setiap kali memandangnya itu merasa begitu nyaman yang penting intinya itu semua kriteria tidak ada pada kamu ! "Dina memutar bola matanya malas sebab menurutnya Abizar itu terlalu berlebihan dalam menyikapinya padahal dirinya juga tidak ada doyan sedikitpun terhadap pria itu ya jelas-jelas setiap kali ngomong pasti kata-kata pedas aja yang keluar dari mulutnya Padahal dia itu memakai celana dan tidak memakai rok kenapa mulutnya sudah seperti wanita-wanita yang suka memakai gaun.
"Aku juga sebenarnya punya kriteria yang paling tinggi istilahnya high class lah untuk mencari suamiku nantinya, yang penting Intinya satu yaitu suamiku tuh orangnya berani kemudian apa yang ia rasakan bakalan langsung ya Katakan tidak dipendam akhirnya diambil orang!"Nina tahu sebenarnya kalau Abizar itu sangat menyukai Aulia hanya karena kebodohan pria itu akibat terlalu memendam Gengsi ya alhasil sekarang Aulia direbut orang baru terlihat rasa penyesalannya itu.
"Tidak usah kamu menyindirku karena aku sadar diri kalau itu semua kata-kata yang kamu tunjukkan tadi itu hanya untuk ku saja, tapi asal kamu tahu saja ya pokoknya aku bakalan merebut Aulia dari tangan siapapun sampai titik darah penghabisan meskipun keluarga Sanjaya itu susah untuk ditaklukan!"semangat Abidzar itu begitu menggebu-gebu tetapi Percayalah Nina hanya menggelengkan kepala karena tidak percaya Jika seorang Abizar bakalan mengajak Bagas berantem karena suami Aulia itu setahunya badannya sangat kekar dan kalau berkelahi dengan abisar bakalan dianggapnya Hanya seperti remahan rengginang doang.
"kamu punya makan Tidak soalnya aku lapar nih? "tanya Nina to the point membuat Abizar kekeh sebab dirinya pemilik tempat itu tidak punya skill memasak hanya menjalankan cafe dengan modal nekat.
"kamu itu lebih baik tidak usah jadi wanita saja deh saya pikir, soalnya masa iya tinggal buatkan sarapan Kamu di rumah saja Tidak bisa nanti suami kamu mau dikasih makan apa memangnya cinta bisa bikin kenyang? "tanya Abizar dengan wajahnya yang terlihat begitu menyebalkan di matanya Nina.
"yah kalau kami menikah karena cinta tahi ayam pun bisa berubah jadi coklat Kok tidak masalah jadinya kan, kalau memang sudah merasa lapar tinggal delivery order saja Apa susahnya sih segala sesuatu sekarang tuh dipermudahkan dengan kecanggihan segala macam teknologi jadi jangan berbuat seolah menjadi kaum yang paling kudet!"jelas Nina santai.
"Ya aku kan pikir kalau pagi-pagi begini kalian sudah mau masak makanya aku mau datang Numpang Makan Tetapi kalau tahunya seperti begini ya lebih baik dari bobok cantik, ya sudah kamu Tolong pesankan aku makanan soalnya aku lemas bestie tidak bisa pegang ponsel lagi!"Nina mengatakan semua itu karena dirinya sedang sibuk memainkan game online andalannya maka dari itu Iya yang menyuruh Abizar yang memesan makanan dari luar tetapi Percayalah pria itu benar-benar kebingungan.
Bagaimana tidak bingung karena Nina itu sekarang berada di cafe yang jelas-jelas merupakan tempat untuk orang makan, kalau memang merasa lapar ya sebenarnya wanita itu tinggal menuju ke dapur dan meracik segala sesuatu sesuai dengan keinginannya kenapa malah menyuruhnya mengorder makanan?
"Ada bahan makanan di dapur semuanya lengkap tinggal kamu mau masak apa terserah, daripada pesan makanan lebih baik kamu mau masak karena lebih higienis dan juga bisa porsi yang banyak karena aku juga ingin makan! "perintah Abidzar membuat Nina mendengus kesal.
"Ih kamu pikir aku ini salah satu koki terbaik di dunia sampai-sampai bisa memasak makanan yang seperti kamu inginkan, orang aku ceplokin telur saja kebanyakan gosong masa iya mau menggoreng sesuatu dalam jumlah yang lumayan banyak? "tanya Nina sambil memasang wajah cemberutnya karena menurut pikirannya dirinya datang ke cafenya Abizar sepertinya tidak bisa memberikan solusi yang terbaik untuk kehidupannya yang ada dirinya bakal menahan lapar pagi ini dengan tidak ada yang bisa memberikan solusi terbaik.
__ADS_1
"Astaga kalau kamu seperti begitu Itu artinya selama ini kamu hanya numpang hidup doang dong tidak ada kegunaannya sama sekali? Wah ternyata memang aku sangat bersyukur karena cintaku ini selalu mentok kepada Aulia, yang merupakan seorang wanita yang serba bisa segala-galanya dan juga tidak menjadi benalu di kehidupan orang lain! "ujar Abizar sambil menatap ke arah Nina dengan tersenyumannya wanita seperti itu harus dibikin mentalnya sedikit turun supaya jangan terlalu percaya diri.
"ya sama saja meskipun sekarang kamu jatuh cinta atau bisa dibilang cinta mati sama Aulia hidup kamu tetap bakalan seperti begini terus, soalnya Mana bisa kamu menang kalau melawan suaminya yang jagoan seperti itu yang ada kamu bakalan keok di hadapan asistennya sebelum menghadap Tuannya! "ledek Nina yang terlihat santai saja seolah beban hidup dirinya itu memang tidak pernah ada dari dulu sampai sekarang.
Abizar memilih untuk masuk ke dalam ruangannya dan Mengunci pintu dari dalam karena ia harus mandi Takutnya jangan sampai wanita yang tidak punya urat malu seperti Nina itu bakalan langsung nyelonong masuk, mereka memang bersahabat tetapi tidak Sedekat Itu juga kalau dirinya dengan Aulia sih tidak masalah karena dirinya juga menyimpan rasa terhadap wanita itu Jadi kalau Aulia melihatnya dalam keadaan bugil itu malah sebuah bonus baginya.
Nina mendengus kesal ketika melihat Abizar meninggalkannya seperti itu seolah dirinya itu hanya patung tidak perlu dianggap tinggal dilihat hanya dipajang doang setelah itu ya sudah biarkan saja, karena sepertinya Abizar juga tidak rasa nyaman dengan kehadirannya entah apa yang dirinya bahwa sampai pria itu merasa risih.
"Woi Abizar pria tidak berguna Gue pulang dulu ya soalnya datang ke sini sama saja hanya membuat darah tinggiku kumat dan juga kolesterolku naik karena tidak dikasih makan, nanti aku bakalan datang lagi entah kapan yang penting intinya bakalan aku ajak dengan Aulia setelah itu aku bakalan membuat kamu merasa panas karena merasa tidak dihargai!"teriak Nina dengan suara yang menggelegar membuat Abizar yang berada dalam kamar mandi hanya menggelengkan kepalanya karena tidak menyangka ada wanita yang sebar-bar itu hidup di jagat raya ini.
"Pergi saja Sejauh Mungkin Bila perlu tidak usah kembali lagi dan jangan mengganggu kehidupan Auliaku, lama-lama melihat kamu juga bisa membuat dia menjadi stres apalagi hidupnya sekarang juga sudah stres dengan orang-orang di sekitarnya!"sahut Abizar pelan dan tentu saja suaranya itu tidak didengar oleh Nina.
...****************...
Di kediamannya Bagas Sanjaya terlihat Aulia dengan langkah malasnya menuju ke meja makan, Sebab di sana tatapan semua orang itu manis-manis dan biasa saja tetapi berbeda dengan tatapan Safira yang seolah-olah ketika dirinya datang itu membuat pasokan oksigen wanita itu menjadi kurang.
"Pagi Bundaku yang paling cantik, tadi itu Indira mau panggil Bunda bangun tapi takutnya mengganggu! Terus Papa suruh jangan ganggu Bunda ya sudah Indira bangun saja sendirian, Soalnya kalau tidur dekat sama bunda dan juga Papa itu rasanya benar-benar nyaman apalagi pelukan Bunda sungguh sangat hangat! "uji Indira yang benar-benar merasa bahagia ketika semalam dirinya tidur di dekat Aulia.
Devina terlihat biasa saja karena menurutnya ketika Aulia menerima keberadaan putrinya itu merupakan sebuah hal yang bagus karena dengan begitu mereka bisa sama-sama mengurus anaknya, yang jelas merupakan anak Aulia juga karena itu merupakan darah dagingnya Bagas.
Safira yang tadi hendak menyendokan nasi ke piringnya Bagas mendadak jadi kesal apalagi terlihat pria itu malah menarik piring dari tangannya dan menyodorkan kepada Aulia, tersirat kalau Bagas ingin Aulia yang melayaninya bukan Safira maka dari itu wanita itu menatap sinis ke arah Aulia yang menurutnya sudah merebut posisinya dari kehidupan Bagas.
__ADS_1
"kamu bisa kah mengambilkan makanan untukku?"tanya Bagas sambil tersenyum membuat Aulia menghembuskan nafasnya kasar karena tadi dilihatnya pria itu menolak Safira melayaninya padahal jelas-jelas akhirnya berhak dong mengurusnya karena Biar bagaimanapun wanita itu merupakan istrinya juga.