Menjadi Yang Ke-3

Menjadi Yang Ke-3
Bertemu Arsen


__ADS_3

Safira jelas saja marah ketika ada orang lain yang menyebut soal Budi karena menurutnya pria itulah yang bertanggung jawab dengan apa yang menimpanya saat ini, jadi ketika ada yang secara tidak langsung menyebut dirinya ya Otomatis membuat Safira merasa emosi.


Davina tahu bagaimana dulu Safira berhubungan dengan Budi karena apapun yang dilakukan oleh wanita itu Davina Sudah selalu memantaunya, ya bukan karena ingin menjadi seorang stalker melainkan hanya ingin berjaga-jaga jika suatu saat Safira menyerangnya dengan segala apa yang ia lakukan di luar maka dirinya juga punya senjata untuk melawan Safira balik.


"Bukankah waktu itu kamu sangat mencintai yang namanya Budi Sanjaya itu, kenapa sekarang kamu jadi berubah pikiran seperti itu seolah-olah dia merupakan orang yang tidak penting lagi di dalam kehidupan kamu? Terus waktu itu kamu rela membangkang dari Bagas hanya karena ingin mendapatkan pamannya, kenapa sekarang kamu berubah pikiran seperti itu seolah-olah dia itu merupakan manusia yang tidak penting lagi dalam kehidupan kamu? "tanya Davina Sambil tertawa mengejek karena memang ia merasa lucu dengan apa yang dikatakan oleh Safira itu kalau sebenarnya Budi adalah orang yang tidak penting di dalam kehidupannya untuk saat ini.


"Aku tidak ingin membahas manusia satu itu lagi lebih baik sekarang kita pulang karena aku juga sedang melakukan pekerjaan, ini Kebetulan masuknya malam jadi tidak bisa terlalu berlama-lama di sini nanti takutnya aku dipecat karena kamu tahu sendiri kan Kalau mencari pekerjaan di ibukota itu bukan sesuatu perkara yang mudah?" jelas Safira.

__ADS_1


Ketika dirinya dan juga Davina pergi dari situ ia melihat ada arsen di pos satpam dan dilihat dari penampilannya Sepertinya arsen itu bukanlah pria miskin, maka dari itu ia memilih untuk mendekatinya Ya siapa tahu bisa mendapatkan pengganti Bagas dengan begitu dirinya tidak perlu bekerja keras lagi.


"Davina kamu kalau mau pulang pulang saja deh soalnya aku masih punya urusan penting yang tidak bisa ditinggalkan, pokoknya aku doakan semoga kamu selalu bahagia dan juga aku bisa menyusul kamu punya rumah sendiri! "ujar Safira sambil tersenyum sambil berjalan meninggalkan Davina Soalnya kalau Davina bisa bertemu dengan Arsen juga ya Otomatis posisinya bakalan terancam.


"Hai ganteng Kenapa sih kamu ada di sini, lagi ada masalah sama orang-orang di sini terus lagi butuh bantuan? "tanya Safira dengan tatapan matanya yang begitu centil membuat Arsen menatap heran ke arahnya karena menurutnya wanita itu terlalu sok kenal dan juga sok dekat dengannya sampai-sampai tidak punya malu sama sekali untuk mengatakan semuanya ini.


"loh kamu kok malah menjawabku seperti itu bukannya kamu harus senang karena Akhirnya ada yang punya teman ngobrol dengan kamu, Karena aku tahu kamu benar-benar membutuhkan bantuan kan sekarang? "tanya Safira lagi Tangannya sudah berusaha mengusaha pelan bahu Arsen seolah-olah menyiratkan kalau dirinya peduli dengan masalah pria itu.

__ADS_1


"kamu...


"Nyonya Safira, Kalau boleh tahu ada urusan apa ya Anda berada di sini? Bukankah anda itu merupakan mantan istri dari Tuhan Bagas jadi rasanya kalau ke tempat ini sudah tidak pantas sama sekali, Saya takut nantinya Tuan Bagas bakalan marah-marah karena sudah mengijinkan anda berada di sekitar sini! "perkataan satpam itu membuat arsen membulatkan matanya sempurna karena ternyata wanita yang menggodanya ini merupakan Mantan istrinya Bagas.


"kamu mantan istrinya Bagas? Terus menurut kamu aku bakalan tergoda dengan sesuatu barang yang sudah dibuang oleh pria itu, dari hadapanku atau aku bakalan membuat kamu benar-benar tidak bisa lagi melihat matahari keesokan harinya!"sarkas Arsen kasar membuat Safira bergidik ngeri karena kalau Bagas marah ya biasa saja tetapi kenapa pria yang ada di hadapannya ini sangat menakutkan.


"tapi kan dia merupakan masa lalu yang aku miliki Dan aku harapnya kamu merupakan masa depanku, jangan menolakku seperti itu dong karena membuat aku sakit hati!"bujuk Safira lagi bahkan kali ini dengan tatapan matanya yang rasa-rasanya ingin menelanjangi diri sendiri membuat Arsen Jengah dan memberikan kode kepada satpam itu agar bisa mengusir wanita itu dari hadapannya karena tipe wanita seperti itu membuat dirinya merasa tidak nyaman.

__ADS_1


__ADS_2