
Dokter tersebut memilih mengikuti apa yang dikatakan oleh Dimas kepadanya sebab wajah asisten dari Bagas tersebut memang sangat sangat tidak bisa diajak kompromi, dan dirinya pun tidak bisa melakukan apapun karena nantinya akan membuat pekerjaannya terbengkalai.
Memiliki gelar yang begitu tinggi dan juga ijazah yang begitu tinggi pula tidak menjamin seseorang tersebut bisa mendapat pekerjaan dengan begitu mudah, dan itulah yang dipikirkan oleh Dokter tersebut karena mencari pekerjaan di era modern seperti ini yang begitu banyak saingannya sangat susah dan bisa dibilang kalau sedang rezeki ya bisa mendapatkannya dengan begitu cepat.
"Mari saya antar menuju ke kamarnya Nyonya Aulia, dan ingat kalau sampai di sana jangan pernah berkomentar atau menanyakan apa yang kamu lihat? "perkataan Dimas itu sebenarnya sangat tidak masuk akal bagi dokter tersebut karena Bagaimana caranya dirinya memeriksa pasien tanpa menanyakan kronologi Kejadian yang sesungguhnya.
Sesampainya di sana terlihat Bagas sedang serius mengusap kepala Aulia yang dari tadi tidak berhenti mengeluarkan darah karena terkena pas di salah satu saraf yang berada di otaknya, pria itu memasang wajah cemasnya dan berharap agar Aulia segera sadar dan mengatakan kira-kira wanita itu merasa kesakitan di bagian tubuhnya yang mana.
"Kamu Kenapa jalannya ke sini lama sekali? Awas aja kalau sampai Istriku kenapa-napa, kamu yang bakalan tanggung jawab semuanya. Karena saya menggaji kamu untuk melakukan dan juga mengerjakan sesuatu dengan begitu cepat, sehingga tidak membuat saya yang rugi! "tegas Bagas emosi.
__ADS_1
Dokter itu hanya bisa menundukkan kepalanya tidak berani membantah apapun yang dikatakan oleh Bagas tadi, karena sebenarnya dirinya juga sudah buru-buru datang ke tempat ini tetapi ya seperti itu selalu saja yang berkuasa lebih menang dan apapun yang dilakukan oleh bawahan pasti akan selalu salah.
"Maafkan saya tuan! "sahut Dokter tersebut tidak berani lagi memperpanjang perkataannya karena itu sama saja dengan dirinya memancing singa yang sedang tertidur.
"Kamu sudah selesai kan urusan dengan wanita kurang ajar itu, yang berani-beraninya membuat istriku sampai celaka seperti ini? Kalau belum lebih baik lakukan saja, atau kamu yang bakalan saya buat celaka seperti yang dialami oleh Aulia saat ini! "tegas Bagas dengan Tatapan yang nyalang.
"Baiklah Tuan saya bakalan melakukan Seperti yang anda inginkan, kalau begitu saya permisi dulu nanti kalau Dokter tersebut sudah selesai baru tinggal panggil saya saja di lantai bawah! "jelas Dimas lalu segera turun ke bawah menemui Davina yang tengah terduduk di samping Nela yang terlihat begitu tidak menyukai kehadiran mantan menantunya itu.
"Ya kenapa harus aku sendiri yang disalahkan? Bukankah dia yang masuk ke dalam kehidupan Rumah tanggaku sampai-sampai aku harus menjadi wanita sekasar ini, jadi tolong dong jangan permasalahkan hal ini hanya kepadaku saja sekali-kali tegurlah menantu kalian itu supaya dia juga sadar diri dan juga tidak belagu? "ujar Devina tidak mau kalah karena menurutnya untuk apa harus berdiam diri dan melihat semua yang dilakukan oleh Aulia sedangkan dirinya harus tersingkirkan dari rumah itu.
__ADS_1
Nella Tentu saja tidak terima dengan jawaban yang diberikan oleh Davina kepadanya, sebab menurutnya Davina itu seolah-olah tidak mengakui kesalahan yang sudah ia lakukan dan sepertinya membenarkan kalau Aulia celaka seperti itu merupakan sesuatu yang bagus.
"Saya harap anda segera angkat kaki dari sini kalau memang tidak ingin menerima amukan dari tuan Bagas nantinya kalau sampai tahu bahwa Nyonya Aulia kenapa-napa, dan saya juga tidak perlu harus mengulang lagi perkataan saya kali ini karena menurut saya Nyonya itu merupakan seseorang yang lebih tahu dan juga lebih paham!"ujar Dimas dengan tatapan mengintimidasi.
Davina menatap tajam ke arah Dimas karena merasa tidak terima pria itu sudah mengusir dirinya padahal jelas-jelas Dimas itu bukanlah siapa-siapa dan hanya pesuruhnya Bagas saja, seharusnya pria itu lebih menghormatinya yang jelas-jelas merupakan Nyonya dari Bagas Sanjaya dari awal pria itu sukses.
"Kamu berani sama saya, kamu mau menantang saya yang merupakan Nyonya di sini? "tanya Davina.
Dimas tertawa mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Davina barusan, karena menurutnya wanita itu sepertinya belum bangun dari tidurnya sampai-sampai melupakan apa yang dikatakan oleh Bagas di rumah orang tuanya Davina tadi.
__ADS_1
"Nanti saya bakalan pergi mengambil CCTV di kediaman orang tuanya anda dan kemudian memutar ulang biar Anda tahu di mana saat Tuan Bagas mengucapkan perceraian, mungkin dengan begitu ingatan Anda yang sudah sedikit memudar akan kembali segar dan tidak perlu harus ada yang namanya pengulangan? "tanya Dimas membuat Davina mendengus kesal lalu menarik koper yang sudah dirinya isi barang-barang berharga lalu segera pergi dari situ tetapi Nella menahannya karena menurutnya apapun yang diambil oleh Davina harus melalui pengetahuan dari Bagas tidak bisa sembarang saja pergi begitu saja karena ini semua juga termasuk barangnya Bagas sebab pria itu yang mengeluarkan uang.