Menjadi Yang Ke-3

Menjadi Yang Ke-3
Kevin Saputra


__ADS_3

Kevin yang mendengar perkataan Nina itu bukannya marah justru dirinya tambah semangat,sebab wanita yang seperti Aulia itu merupakan tipe wanita yang sopan dan juga tidak nakal.


Nina juga tahu kalau Kevin itu paling anti yang namanya patah semangat,sebab pria itu kalau sudah jatuh cinta bakal susah move on dan melupakan orang itu.


"Kamu mau ngapain disitu?" Tanya Nina ketika melihat Kevin yang malah berdiri di ujung tangga.


"Lagi menunggu pujaan hatiku turun dari atas, soalnya aku mau menjadi orang yang pertama yang melihat wajahnya setelah selesai mandi!" sahut Kevin santai.


"Ih kamu nggak jelas banget deh Vin! Seperti orang yang tidak punya pekerjaan sama sekali,jadi malah melakukan hal itu?" Ejek Nina.


"Bodoh amat!" Sahut Kevin.


Nina memilih untuk tidak ikut campur dengan urusan Kevin itu, karena nanti dibilang pria itu malah ngeyel dan maunya menang sendiri.


"Ya sudah terserah kamu saja tetapi Intinya jangan sampai kamu buat Aulia tidak betah ya ada di sini, soalnya dia itu orangnya paling tidak suka kalau kenyamanannya diganggu maka dari itu dari awal aku sudah waspada loh! "tegas Nina yang benar-benar ingin agar Kevin mendengarkan apa yang ia katakan itu.


Sebab biar bagaimanapun urusan Aulia merupakan tanggung jawabnya, jadi kalau ada orang yang membuat sahabatnya itu merasa tidak nyaman otomatis Ia juga bakalan ikut campur.


Aulia memang sebenarnya dari awal sudah merasa tidak nyaman dengan keberadaan Kevin di rumah itu, Apalagi tatapannya itu seperti tengah menyiratkan maksud terselubung tetapi apa itu dirinya juga tidak tahu sama sekali.


"kenapa ya Nina tidak mengusir sepupunya itu pergi dari sini, soalnya aku merasa tidak betah sama sekali kalau dia ada di sini matanya itu loh nakal sekali! "omel Aulia dalam hati.


Bukannya ingin Berlaku tidak sopan terhadap tuan rumah hanya saja kalau sikap Kevin yang seperti itu, jangankan Aulia orang lain juga pasti merasakan hal yang sama apalagi posisi Aulia saat ini yang pernah bermasalah dengan suaminya.


Aulia memilih untuk berlama-lama berada di dalam kamar daripada nanti kalau keluar bisa terjadi banyak drama, apalagi pekerjaannya dengan Rahayu tadi Bisa dibilang sudah setengah bagian selesai tinggal wanita itu membereskan saja yang tersisa.


Nina paham dengan sikap Aulia yang lama sekali berada dalam kamarnya, sebab selama ini setahunya Aulia kalau mandi itu tidak pernah lebih dari setengah jam.


"Sepertinya Aulia itu kecapean, makanya dia tidur. Jadi kamu pulang saja deh, nanti kapan-kapan baru datang lagi. Bukannya Kurang ajar nih, Tetapi kan daripada kamu menunggu tanpa kepastian sama sekali." ujar Nina yang ingin mengusir sepupunya itu secara halus.


Kevin tentu saja keberatan dengan saran yang diberikan oleh Nina tadi, sebab Percuma saja ia sudah menunggu dari tadi tetapi langsung patah semangat di tengah jalan seperti itu.


"Tidak masalah aku menunggu beberapa jam lamanya, karena menunggunya bertahun-tahun saja aku sanggup! Kamu jangan mengalihkan perhatianku, agar aku mau meninggalkan rumah ini dan dengan begitu aku tidak bisa berkenalan dengan dia! "sahut Kevin yang tetap pada pendiriannya membuat Nina angkat tangan soalnya ternyata pria itu memiliki kemauan yang begitu keras.


"loh Kevin Kamu ngapain di situ? Bukannya kamu harus kembali ke cafe, masa iya bosnya tetapi malah keluyuran tidak jelas seperti itu bukannya mengawasi para pegawai? "tanya Rahayu yang baru muncul dari dapur dan merasa heran dengan keponakannya itu yang Malah berdiri di bawah tangga.

__ADS_1


"Aduh tante Please deh! Aku itu lagi berusaha mendapatkan jodoh, jadi seharusnya kalian itu mendukung apapun yang aku lakukan! Jangan membuat semangat Aku Patah ya kali ini, karena kalau sampai hal itu terjadi Biar deh aku jomblo seumur hidup! "sahut Kevin membuat Rahayu mengerutkan keningnya karena tidak mengerti dengan arah pemikiran dari keponakannya itu.


"Jadi ceritanya kamu sudah menunggu Aulia? Wah kalau begitu kejadiannya, biar saja deh Kamu jomblo seumur hidup pun Tante ikhlas! Daripada mengganggu jodohnya orang, lama-lama nanti lakinya datang ngamuk Siapa juga yang berani menghadapinya! "sahut Rahayu yang menolak mentah-mentah keinginan dari keponakannya Kevin karena menurutnya menjadi seorang pebinor itu bukanlah tipe dari keluarga Kusuma.


"ya makanya jangan sampai suaminya tahu dong usahakan mulut kita itu Diam tidak usah ngomong, kalau dia pergi tandanya mereka tidak cocok makanya aku sedang berusaha mencocokan diri dengan dia. "jelas Kevin.


Perdana yang baru saja sampai di rumah langsung masuk ke dalam sambil menenteng beberapa kantong bawaan, yang salah satunya merupakan titipan Nina yaitu bakso mercon kesukaan Aulia yang dibelinya di Jalan Angkasa.


"Halo semuanya Papa pulang! "ujar perdana sambil tersenyum membuat Rahayu langsung pergi menyambut suaminya sedangkan Nina mengambil barang belanjaan yang berada di tangan Papanya Itu.


"loh Kevin kamu juga ada di sini? "tanya Perdana penasaran.


"Biasa Om lagi berkunjung!"sahut Kevin karena tidak mungkin ia mengatakan maksud tujuannya kalau datang ke sini itu untuk mendekati Aulia karena bisa bahaya urusan nantinya jika sudah berhubungan dengan Perdana.


"Yah boleh berkunjung tetapi jangan terlalu sering soalnya Kamu kan punya pekerjaan, karena nanti kalau sering keluyuran di luar otomatis kamu sudah lebih enak di luar pekerjaan sudah tidak kamu pedulikan lagi. "jelas perdana membuat Nina memeletkan lidahnya Seraya mengejek sepupunya itu.


"Dia itu kan hobinya keluyuran Pah, Bahkan aku saja sampai bingung kenapa Om Andi mau memberikan bisnis kepadanya? Hidup itu harus seperti aku kalau memang belum sanggup menjalani tugas dan juga tanggung jawab lebih baik tidak usah, nanti kalau sudah merasa diri ada niatan untuk bekerja dan tidak ingin keluyuran baru boleh memegang tanggung jawab itu! "jelas Nina yang begitu percaya diri membuat Rahayu hanya menggelengkan kepalanya.


"Oh Kamu salah besar Hidup itu harus berjalan sama-sama yaitu menikmati masa muda dan juga melakukan pekerjaan, karena kalau hanya menikmati masa muda tanpa bekerja ya nanti kamu bakalan minta uangnya kepada siapa coba?"tanya Kevin yang tidak mau kalah karena kalau Nina bisa mengejeknya masa dirinya hanya bisa berdiam saja dan mendengarkan harga dirinya dijatuhkan.


"kalian ini kenapa sih setiap kali bertemu pasti layaknya Tom and Jerry tidak pernah habis masalahnya, kamu panggil teman kamu itu supaya datang menikmati bakso mercon yang tadi kamu pesan soalnya kayaknya sudah dingin Karena perjalanan jauh tinggal dipanaskan saja! "perintah Perdana.


"Oke Sip Pah, bakalan kulakukan dengan sepenuh hati dan setulus jiwa! petik dua sahut Nina antusias tetapi Kevin langsung menariknya.


"Biar aku saja yang memanggilnya kamu Panaskan saja baksonya, daripada aku disini tidak ada pekerjaan sama sekali lebih baik kan kamu melakukan pekerjaan aku juga! "tawar Kevin yang sebenarnya modus.


Nina mencebikan bibirnya pertanda protes dengan saran yang diberikan oleh Kevin tadi, karena menurutnya sepupunya itu pasti bakalan menggunakan Kesempatan Dalam kesempitan untuk mendekati Aulia.


"sepertinya tidak perlu soalnya nanti kami berdua yang bakalan membereskan makanan ini, Lalu setelah itu kami makan bareng-bareng jadi kamu tidak usah membohong tenaga lebih baik pulang saja! "tolak Nina lalu segera berlari ke arah kamarnya untuk memanggil Aulia.


Bersyukur pintu tidak dikunci Aulia padahal seharusnya wanita itu sedikit waspada karena ada Kevin di situ, namun pria itu juga sepertinya tidak mungkin melakukan hal yang tidak tidak ketika ada Nina dan juga Rahayu bersama dengan dia di rumah itu.


Nina tersenyum ketika melihat Aulia sekarang sedang berbaring di atas ranjang sambil memainkan ponselnya, yang ia yakini diberi pengaturan mode pesawat agar tidak ada yang bisa menghubunginya .


"Betah ada di kamarnya, jangan bilang lagi ngehindarin Kevin ya soalnya pria itu songong banget deh? "tanya Nina Sambil tertawa karena dirinya bisa membayangkan Bagaimana Aulia yang bergidik ngeri ketika melihat Kevin terlalu agresif.

__ADS_1


"Kamu sudah tahu malah nanya? Aku saja sampai kebingungan Kapan dianya Pulang biar aku juga keluar dari kamar ini, soalnya tidak enak sama kedua orang tua kamu kalau aku harus terus ada di dalam sini ! "sungut Aulia.


"coba tebak aku lagi bawa apa nih, kalau memang kamu penikmat sejatinya pasti kamu bakalan mencium dengan jelas aroma yang dikeluarkan? "ujar Nina sambil mengangkat kantong bawaannya itu tinggi-tinggi membuat Aulia langsung begitu antusias karena mengenali dari bungkusan luarnya.


"Ya ampun Astaga ini siapa sih yang bawa? Perasaan kita tidak kemana-mana kemudian bakso ini kan hanya di Jakarta saja, kok bisa sampai di Bandung Memangnya dia bisa jalan sendiri Apa? " tanya Aulia yang begitu bahagia karena biasanya dirinya kalau ada masalah selalu saja memakan makanan itu sambil memberikan cabe yang sangat banyak.


"Ya anggap saja kalau kita itu punya pintu ke mana saja miliknya Doraemon, karena Buktinya ini semua sudah ada di depan mata tinggal dinikmati saja kan? "sahut Nina yang ketularan bahagia.


"Ih beneran deh kamu jujur ini sebenarnya siapa sih yang bawa?"tanya Aulia lagi memastikan.


Nina tidak mungkin berbohong ketika melihat sahabatnya itu sudah dalam mode yang serius, sebenarnya Ia juga takut nanti Aulia bakalan memarahinya karena sudah meminta sesuatu kepada Papanya tanpa bilang dulu.


"Sebenarnya saat aku tahu kalau Papa mau pulang, makanya aku pesan suruh dia beli makanan ini saja. Maaf ya tidak sempat memberitahukan kepada kamu, soalnya kan selama ini kamu kalau mood-nya lagi rusak pasti hobinya yang begituan! "jelas Nina yang merasa tersalah karena ia tahu bahwa sekarang Aulia Pasti sangat tidak enak hati dengan Papanya.


"Astaga Nina Kamu ini sudah mempermalukan aku loh! Lain kali itu ngomong dulu jangan nanya asal nyeplak seperti begitu, kalau kamu sih tidak masalah tetapi akunya loh sudah numpang makan sudah numpang tidur malah menyusahkan lagi. "ujar Aulia kesal.


"Ya sudah tidak masalah karena buktinya Papa saja biasa saja tidak mempermasalahkan hal ini, Anggap saja ini merupakan rezeki kamu jadi jangan Banyak mengeluh karena ini makanan loh kita tidak boleh menolaknya karena nanti sayang mubazir! "bujuk Nina agar Aulia tidak terlalu berlebihan responnya.


"Ya sudah kalau begitu ayo kita turun ke bawah terus bertemu dengan orang tua kamu, aku benar-benar sangat tidak enak hati hari ini dan juga merasa seperti seorang yang hanya bisa menyusahkan hidup orang lain. "ajak Aulia dengan wajahnya yang sangat tidak bersahabat dan Nina tahu kalau sahabatnya itu memang sedang kesal kepadanya.


"Aulia jangan marah dong! Oke aku tahu aku salah karena melakukan sesuatu tidak bilang-bilang dulu, tetapi Sumpah aku tidak ada niatan yang lain selain membuat kamu senang dan juga kembali tersenyum tidak Murung terus. "bujuk Nina yang wajahnya tadi begitu antusias kini berubah menjadi sendu karena sangat merasa bersalah kepada Aulia.


"Iya tidak apa-apa aku hanya kaget saja dan juga merasa tidak enak hati, nanti aku bakalan meminta maaf secara langsung deh kepada orang tua kamu biar mereka tidak berpikiran yang aneh-aneh. "Aulia memaksakan senyuman di wajahnya karena memang Nina tidak ada salah sebab maksud dan tujuannya itu sangat baik.


Aulia yang lebih dahulu membuka pintu kamar merasa heran ketika melihat Kevin yang berada di ujung tangga, dengan tatapan pria itu selalu mengarah kepada kamarnya Nina seperti sedang menunggu sesuatu.


"itu sepupu kamu ngapain coba berdiri di situ seperti satpam yang tidak punya pekerjaan, lain kali bilang dia saja gantikan satpam soalnya dia lebih cocok. "bisik Aulia membuat keduanya tertawa.


"Halo Cantik akhirnya kamu muncul juga! kamu kalau habis mandi wajahnya begitu kinclong, aku saja sampai begitu terpesona dan juga tidak percaya jika ada makhluk Tuhan yang paling sempurna di hadapanku saat ini!"Nina memutar bola matanya malas ketika mendengar gombalan yang diberikan oleh Kevin yang menurutnya sudah sangat basi dan selalu ia dengar di berbagai macam program televisi karena mungkin mereka sudah tidak punya lagi yang namanya kata-kata yang bisa untuk dibanggakan.


"Eh kamu kalau mau membaca puisi jangan di depanku ataupun di depan semua orang soalnya bawaannya pengen mual terus! Sana pergi menjauh Jangan menghalangi jalan kami Memangnya kamu pikir aku sama dia ini badannya kecil, jadi kamu malah berdiri palang di tengah seperti itu! "usir Nina kesal.


"Aulia yang biasa saja kenapa kamu Yang marah-marah? Atau jangan bilang kalau kamu itu sebenarnya lagi Iri kepada kami berdua yang merupakan pasangan romantis, sedangkan kamu tidak punya siapa-siapa yang untuk digandeng dibawa kemanapun? "ejek Kevin.


"Halo selamat sore om! "Sapa Aulia sambil mencium taksim tangan Perdana yang sudah ia anggap seperti orang tuanya sendiri karena Biar bagaimanapun orang tuanya Nina yaitu orang tuanya juga.

__ADS_1


__ADS_2