
Dimas tidak mungkin menolak apa yang dikatakan oleh tuannya itu meskipun terkadang sangat tidak masuk akal dan juga tidak dimengerti oleh Nalar, tetapi kalau hanya diam di tempat tidak menjalankan perintah pria itu yang ada bakalan terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan.
Bagas dari tadi menatap tanpa berdosa ke arah asistennya yang belum pergi juga ke atap gedung itu, padahal sebenarnya pria itu mungkin karena sakit ngeblanknya sampai tidak sadar kalau anda itu menuju ke arah atap harus menggunakan lift yang saat ini berada di dekat mereka.
"Kenapa masih disini?" Tanya Bagas sinis.
Dimas menggaruk kepala nya yang tak gatal sebab sangat merasa tak masuk akal dengan permintaan Tuan nya itu,padahal seharusnya ia sedikit mengerti kalau sekarang pukul setengah tiga pagi dan tidak mungkin Dimas sendirian di atas Atap hotel.
"Nanti saja Ya Tuan! Soalnya pasti dia kalau mau datang pasti lewat sini,biar sekalian kita kesana saja dan juga tidak menunggu terlalu lama!" jelas Dimas membuat Bagas memilih hanya cuek dan tidak peduli dengan apapun.
__ADS_1
Andra yang kebetulan biji matanya masih melek sempurna akhirnya langsung pergi ke tempat yang disebutkan oleh Dimas tadi, meskipun pria itu sempat bersungut-sungut karena kesenangannya harus terganggu tetapi mau bagaimana lagi ketika bos besar yang menyuruhnya.
"Begini amat ya jadi bawahan, sampai-sampai saat tidur pun diganggu padahal sudah jam kecil begini?" Batin Andra.
"Beb, urusan kita belum selesai loh masa iya kamu langsung pergi meninggalkanku dalam keadaan seperti begini? Memangnya manusia penting seperti apa sih yang membuat kamu rela meninggalkan kesenangan kita, baru saja foreplay belum menuju ke tahapan selanjutnya?"tanya wanita yang merupakan teman kencan Andra malam ini.
Ketika dirinya sudah posisi berada di dalam lobby hotel yang merasa terkejut ketika melihat Dimas dan juga Bagas memasang tatapan tajam mereka ke arahnya, membuat Andra tersenyum kikuk soalnya kebingungan harus merespon Seperti apa agar kedua orang itu paham jika malam seperti begini biasanya gerakan orang itu sangat lelet.
"saya belum terlambat kan? "tanya Andra pelan tetapi percayalah membuat Bagas ingin sekali melempar pegawainya itu ke atas atap saat ini juga.
__ADS_1
"Menurut kamu saya tidak punya pekerjaan lagi selain menunggu kamu yang gerakannya sudah seperti siput, jadi pria kau tidak berguna sekali hanya membuat malu kaum yang seharusnya memakai celana bukan memakai gaun!" sinis Bagas sedangkan Dimas tersenyum penuh kemenangan ketika melihat salah satu teman seperjuangannya itu akhirnya merasakan apa yang ia rasakan selama ini.
"Nah itu baru benar, Akhirnya sekarang kamu bisa merasakan secara langsung! "batin Dimas yang ingin sekali tertawa tetapi ditahannya karena sekarang ada Bagas di antara mereka.
"Ya sudah Jangan tunggu lama lagi Cepat kita pergi dari sini segera, Dan saya harap sebelum pagi kita harus sudah sampai di sana karena kalau sampai terlambat kamu yang bakalan tanggung jawab! "tegas Bagas membuat Andra bergidik ngeri karena Lagi Dan Lagi Ia yang harus bekerja keras.
"Nanti kamu jangan lupa kasih tahu kepada Jero, untuk segera melacak keberadaan teman Aulia yaitu Nina karena aku yakin istriku sekarang menghilang pasti mengikuti wanita yang tidak jelas itu! "perintah Bagas membuat Dimas hanya bisa menghela nafasnya kasar pada hal tadi mereka sempat menunggu Andra setidaknya kalau pria itu ngomong dari awal pasti ia bakalan bertindak sedari tadi dan mereka pergi langsung mendapatkan kepastian.
"Rasain kamu Siapa suruh tadi menertawakanku dalam hati, karena asal kamu tahu saja ya kita semua sudah punya bagiannya masing-masing tapi tinggal menunggu tanggal mainnya saja!" ejek Andra Terhadap Dimas.
__ADS_1