Menjadi Yang Ke-3

Menjadi Yang Ke-3
Cemburu Tanda Cinta


__ADS_3

Abizar memang benar-benar tidak menyangka kalau candaan dari seorang Deni itu benar-benar kelewat batas, ya Meskipun tidak ada yang salah sih karena itu semata hanya bercanda doang hanya saja ketika membahas janda Entah mengapa pria itu rasa-rasanya seperti ada sebuah batu besar yang tengah mengintip Jalan pernapasannya.


"Astaga Abah kira-kira dong menyuruh anak bujang orang untuk menikah, masa iya ada banyak anak gadis yang berkeliaran di daerah sini tetapi Abah malah menjodohkan dia dengan janda sebelah? "ujar Santi membuat Abizar begitu bahagia karena ternyata ada yang akhirnya mau membantu dirinya dalam menghindari candaan Deni yang menurutnya akan membuat tidurnya tidak nyenyak selama seminggu full.


"Nah benar sekali apa yang Umi katakan tadi, kalau aku itu seorang bujang Ting Ting Ya harus dijodohkan dengan perawan Ting Ting! Hanya saja nih harus digaris bawahi loh kalau jandanya seperti Aulia, Aku ikhlas lahir batin tidak akan pernah mau mengeluh bahkan selalu tersenyum dan membuka gigiku lebar-lebar!"Abizar menimpali apa yang dikatakan oleh Santi tadi membuat semua orang di situ tertawa karena benar-benar merasa lucu dan juga sangat terhibur dan tidak ada kepura-puraan yang dilakukan oleh Abizar karena pria itu murni terlihat tulus dan sangat menyayangi Aulia apa adanya.


"Maaf ya sahabatku yang terhormat dan terkasih, aku itu tidak ada niatan untuk menikah dengan kamu karena ingin mematahkan pendapat semua orang bahwa seorang pria dan wanita tidak akan mungkin menjadi seorang sahabat sejati selamanya jika tanpa melibatkan perasaan di dalamnya!" jelas Aulia membuat Abizar mencebikkan bibirnya pertanda tidak terima dengan apa yang dikatakan oleh wanita itu.


"ya kalau begitu Aku tidak jadi deh menjadi sahabat kamu mendingan kita anggap saja saling kenal dan setelah itu seperti orang asing, daripada Kalau status sahabat membuat aku tidak bisa bersatu dengan kamu itu mau Percuma saja enaknya Nggak didapat yang ada patah hati seumur hidup. "tolak Abizar.


Abizar adalah seorang pria yang begitu tulus dan juga sangat menyayangi Aulia apa adanya tidak ada kepura-puraan di dalamnya apalagi ingin mencari perhatian, karena buktinya pria itu menghormati Aulia yang saat ini telah berstatus bagi istri orang hanya saja Bukankah Harapan itu harus selalu ada kalau misalnya Aulia menjadi janda Tidak ada salahnya kan kalau dirinya sudah melamar sebagai suaminya dari awal supaya bisa masuk perhitungan sebagai orang nomor satu yang masuk di dalam daftar Aulia untuk memilih calon suami yang baru?


pria itu bahkan rela menghadapi Bagas jika nantinya apa yang ia dan Aulia lakukan mengganggu pemikiran pria itu, sebab menurutnya Aulia tidak boleh menanggung sendiri ketika resiko mereka bertemu Itu dilarang keras oleh Bagas yang terlihat begitu cemburu kalau istrinya bertemu dan juga berbincang dengan pria lain yang bukan dirinya.


"Oh iya kamu ke sini tadi sudah ngomong belum sama suami kamu, soalnya itu orang sudah kayak manusia stress yang baru keluar dari rumah sakit jiwa datang ke sini tidak jelas kemudian perginya pun tanpa pamit sama sekali?" tanya Santi penasaran membuat Aulia mendengar kesal ketika orang yang tidak ingin Ia dengar dan juga ia sebut namanya malah sekarang menjadi bahan pertanyaan dari Umi nya sendiri.


"Astaga Umi, bisa tidak jangan membahas orang yang tidak ada di permukaan sini? Aku yang dengarnya jadi cemburu loh seolah-olah kehadiranku Tidak Dianggap sama sekali, dan mungkin sekarang pria itu pasti lagi keseleo batang lehernya soalnya batuk-batuk terus akibat namanya disebut oleh Umi!"belum lagi Aulia menjawab ternyata Abizar sudah mendahuluinya seperti yang sudah-sudah pria itu memang terlihat begitu tidak nyaman ketika ada pembahasan yang menyangkut soal Bagas.


"eh mau kamu setuju atau tidak mau mendengarkan atau tidak yang penting intinya satu Kalau dia itu merupakan suaminya Aulia saat ini, jadi kalau kamu mau berteman dengan seorang wanita yang bersuami lebih baik kamu siap satu kali 24 jam ketika wanita tersebut harus membelah suaminya di setiap kali pembicaraan dengan kamu! "jelas Santi membuat abbiser memilih untuk diam soalnya memang benar sih yang dikatakan oleh wanita itu bahwa dirinya harus menerima risiko apapun ketika hatinya benar-benar merasa tidak baik setiap kali di dekat Aulia harus membahas soal kehadiran Bagas di tengah-tengah mereka.

__ADS_1


Aulia menghela nafasnya secara perlahan karena ketika menyebut nama Bagas otomatis ia mengingat apa yang dikatakan oleh Safira tadi, meskipun ya sebenarnya kalau dirinya Berada di posisi Safira akan melakukan hal yang sama hanya saja kalau menyalahkannya 100% rasanya sangat tidak mungkin.


sebab Biar bagaimanapun menikah dengan Bagas itu bukan merupakan pilihan bagi Aulia, jadi kalau menyalahkan dirinya tentang apa yang tidak ia kehendaki dari awal sepertinya salah tempat dan juga salah jalur karena itu seharusnya ditujukan untuk Bagas.


"ya Sebenarnya dia tahu kok kalau aku bakalan ke sini jadi percaya saja kalau sebentar lagi dia pasti bakalan menyusul, soalnya sudah tahu kan kebiasaan pria itu kalau tidak ada kerjaan di kantor pasti akan melakukan hal kegilaan yang tidak jelas! "jelas Aulia.


"Abah ingin membicarakan hal yang penting dengan kamu, saja sepertinya saat sekarang ini merupakan saat yang tidak tepat jadi nanti saja kalau kamu kembali ke sini baru kita akan berbicara secara lanjut!"jelas Deni yang dari tadi diam membuat Aulia menganggukkan kepalanya karena dirinya tahu ke arah mana Deni ingin membahas hal penting tersebut dengannya dan sekarang memang sangat tidak bisa karena ada amizar yang tidak mengerti apapun dan takutnya pria itu bakalan curiga dan membocorkan rahasia mereka.


ketika mereka sedang asyik berbincang terlihat sebuah mobil Mercedes Benz muncul dari arah depan dan lalu dia sangat hafal Siapa pemilik modul tersebut, karena mobil itu selalu ia lihat dan juga Bahkan ia bosan melihatnya berharap agar pemilik mobil itu tidak segera menemuinya Namun ternyata apa yang ia harapkan tidak sesuai dengan kenyataan.


Abizar mengerutkan keningnya ketika kenal dengan orang yang ada di depan mobil tersebut membuat pria itu sedikit waspada, Takutnya nanti Bagas bakalan menyalahkan Aulia karena sudah mau-maunya berjalan dengan pria lain selain dirinya.


Aulia pun melakukan hal yang sama yaitu menatap tidak suka ke arah Bagas yang tengah turun dari mobil sambil memakai kaca hitamnya, kalau wanita lain akan mengatakan bahwa Bagas itu merupakan titisan dewa Yunani yang begitu sempurna tanpa cacat dan celah Tetapi kalau bagi Aulia pria itu merupakan orang yang biasa saja tidak ada Spesialnya sama sekali.


"aku juga tidak habis pikir loh kok bisa-bisanya dia nyusul ke sini, Seharusnya kan dia tunggu di rumah saja atau bahkan lembur di kantor sekalipun Aku tidak masalah loh? "omel Aulia yang setengah berbisik.


Bagas yang melihat Aulia dan juga Abizar saling berisik membisik membuat pria itu jelas saja tidak terima sama sekali, maka dari itu ia langsung mengeluarkan intruksinya meskipun jaraknya dengan Aulia itu bisa dibilang masih sangat lumayan jauh lah kira-kira 10 meteran lebih.


"kamu bisa tidak menjauh dari istri saya kira-kira jaraknya 5 meter begitu, Soalnya Setiap kali saya melihat kamu dekat dengannya rasa-rasanya pemandangan yang indah bakalan langsung rusak akibat kehadiran kamu yang tidak diminta itu? "sarkas Bagas tajam membuat Abizar otomatis tidak terima dong karena dirinya yang selalu mengawal Aulia dari dulu sampai sekarang.

__ADS_1


"nah tuh kan baru sampai beberapa detik saja cerewetnya sudah keluar di permukaan, Bagaimana kalau dia sudah sampai lebih dulu dari kita bisa habis kuping kita akan terlepas dari tempatnya ketika mendengar ocehannya yang tidak jelas itu! "cicit Abizar pelan yang masih bisa didengar oleh Aulia membuat wanita itu hanya bisa mengangkat kedua bahunya pertanda bahwa kedatangan Bagas di tempat ini tidak pernah IA harapkan Dan juga tidak pernah IA nantikan sama sekali.


"kamu yang baru Bertemu Dengannya beberapa detik saja sudah merasa sengsara Apalagi aku yang siang malam harus melihat wajah menyebalkan itu, Percayalah duniaku bakalan langsung runtuh akibat dia yang tidak punya perasaan dan juga hobi sekali membuat orang lain emosi! "jelas Aulia yang ikutan kesal.


"ayo sini Duduk soalnya kan tidak enak kamu datang ke rumah ini karena merupakan menantu kami, jadi kalau kami tidak menyuruh kamu duduk itu sama saja kami menginginkan agar kamu bercerai dengan Aulia saat ini juga! "Deni sengaja menyindir hal tersebut agar Bagas sadar kalau pria itu berani macam-macam kepada Aulia lagi makan jangan salahkan jika dirinya yang bakalan membantu anaknya untuk membuat cerai Bagas di pengadilan agama dengan begitu pria itu akan sadar.


"Terima kasih atas perhatiannya Abah, tetapi tolong ya dirawat perkataannya tadi karena biar pun kalian menggugat cerai aku tetap tidak akan pernah mengabulkannya sedikitpun! "jelas Bagas yang santai seolah ancaman Dini tadi tidak terlalu berat dibaginya sebab sekarang hidup itu hanya mengandalkan uang segala sesuatu jadi beres yang salah Jadi benar yang benar tetap benar dan yang benar bisa jadi salah.


Aulia dan Abizar yang tadi saling ledek-meledek langsung memilih untuk bungkam tidak ada niatan untuk melanjutkan obrolannya mereka tadi, soalnya pasti nanti Bagas akan ikut menimpali dan apa yang ia katakan hanya akan membuat orang lain di situ merasa emosi.


Netra Aulia menatap tajam ke arah asisten suaminya yaitu Dimas yang dari tadi tidak berani menatap ke arahnya sama sekali, soalnya Dimas ketika tanpa sengaja melihat ke arah Aulia tampak wanita itu Tengah menatap tajam ke arahnya seolah-olah menyiratkan kalau dirinya sangat tidak menyukai keberadaan pria itu di sini.


"kamu pasti tidak percaya kan dengan apa yang saya katakan kepada kamu tadi Makanya kamu mengajak majikan kamu ini untuk datang, Memangnya kamu pikir saya ini wanita yang tukang bohong dan selalu saja mengambil kesempatan dalam kesempitan yang ada? "tanya Aulia sinis padahal sebenarnya pertanyaan itu Ia ajukan kepada Bagas hanya saja kali ini tidak masalah dong kalau Dimas yang menjadi kambing hitamnya.


Dimas mendapatkan pertanyaan dari Aulia itu tentu saja tidak tahu lagi harus bersikap bagaimana, kalau ia mengatakan semua ini adalah ide Bagas untuk datang ke tempat ini pasti nanti dirinya bakalan disalahkan.


soalnya di sini itu dia merupakan bawahan jadi apapun yang dikatakan oleh majikannya harus bisa rahasiakan kalau itu untuk kepentingan bersama, meski terkadang dirinya yang kena sasaran amukan dari orang-orang yang sengaja ia bohongi itu hanya untuk demi membuat Bagas tetap selamat dan tidak ikut ambil bagian di dalam masalah yang tengah ia hadapi.


"Iya Nyonya anda benar sekali karena saya merasa tidak yakin makanya saya mengajak Tuan Bagas untuk datang ke tempat ini, tetapi sepertinya apa yang Anda katakan ini benar semua karena buktinya Saya melihat anda di tempat ini dalam keadaan sehat walafiat tanpa kekurangan apapun! "jelas Dimas sambil memaksakan senyuman di wajahnya meskipun hatinya benar-benar merasa emosi terhadap sikap Bagas yang tenang seolah-olah tidak ada niatan meluruskan segala macam kesalahan pahaman yang ada di dalam benak Aulia saat ini.

__ADS_1


"Iya benar sekali sayang, Padahal tadi itu aku masih mau bekerjanya dia saja yang memaksa untuk melihat kamu di sini Takutnya nanti kamu berbohong. "nah tuh kan Bagas juga ikut mengambil hitamkan Dimas sehingga membuat pria itu benar-benar tidak percaya dengan apa yang ia dengar dan apa yang ia lihat.


__ADS_2