Menjadi Yang Ke-3

Menjadi Yang Ke-3
Astaga


__ADS_3

Deni Bukannya ingin malas tahu dengan keadaan Aulia saat ini hanya saja Ia juga tidak bisa berbuat banyak, ya Meskipun bisa dibilang dirinya merupakan seorang jawara di kampung tetapi saat ini ada dua orang wanita yang harus ia jaga kalau misalnya melindungi diri sendiri tidak masalah.


"Umi itu sebenarnya yakin kalau misalnya para penjahat itu tidak mungkin sekarang ada di dalam soalnya mereka mana mau menunggu kematian yang datang menjemput, apalagi kejadiannya ini sepertinya sudah beberapa jam yang lalu soalnya dilihat dari kondisi para korban itu kan sudah mulai berubah bentuk wajahnya jadi otomatis memang kejadiannya Sudah dari tadi! "Santi itu rasanya belum puas jika belum memastikan keberadaan Aulia secara langsung hanya saja terlihat dari kemauan Deni dan juga Nila membuat wanita itu mengurungkan niatnya Soalnya biar bagaimanapun ia hanya seorang wanita tidak mungkin bisa menjaga diri kalau berhubungan dengan seorang pria maka dari itu dirinya lebih memilih untuk diam dan tenang meskipun perasaannya sedang tidak baik-baik saja.


Nila benar-benar cemas mengingat keberadaan menantunya itu karena selama dua hari ini dia tidak berada di tempat karena saking sibuknya jadwal di luar rumah, maka dari itu untuk kejadian yang sebenarnya dan juga Aulia sedang bersama siapa di dalam situ dirinya memang tidak tahu sama sekali.


"Nah itu satpamnya sudah sadar semoga saja mereka bisa tahu kejadiannya sebenarnya Dengan begitu kita harus menunggu titik terang yang pasti, Entah ini mungkin benar-benar kejadian atau tidak yang penting Intinya kita harus positif thinking dan selalu berpikir bahwa semua usaha kita akan berjalan dengan mulus! "terlihat Santi begitu antusias ketika kedua satpam tersebut sudah mulai menggerakkan anggota tubuhnya dan juga sepertinya mereka akan sadar sebentar lagi.


Satpam itu merupakan saksi yang ada di tempat ketika kejadian namun mereka juga tidak tahu apakah keduanya sudah dalam posisi seperti itu saat para penjahat masuk ke rumah atau tidak, tetapi intinya mereka harus memastikan secara langsung Bukankah pembuktian itu lebih baik daripada hanya menerka-nerka tanpa sesuatu yang jelas?


"Pak tolong sadar kemudian duduk secara perlahan karena kami harus menanyakan sesuatu dan tolong jangan cengeng seperti itu, ini semua membuat kami bingung dan harus melakukan apa Jadi tolong kooperatif sedikit dan juga jangan membuat Kami mati penasaran! "Santi tidak peduli dengan keberadaan Nella di situ padahal yang seharusnya berbicara seperti itu adalah wanita tersebut tetapi menurutnya ini semua menyangkut anaknya kalau Nella sih bersyukur batas dalam keadaan baik-baik saja tetapi Aulia sampai sekarang ponselnya pun tidak bisa dihubungi sama sekali.


"Kok semuanya kumpul di sini? terus kami Kok bisa ada di lantai sini, perasaan tadi kami duduk ngobrol di atas kursi sambil menatap ke arah gerbang? ya melakukan tugas seperti biasanya Tidak ada yang berubah karena semua berjalan Ya seperti kemarin-kemarin, Memangnya ini ada apa Nyonya sampai rame-rame seperti ini padahal tidak ada kejadian yang serius kan yang terjadi selama kami tidak sadarkan diri? "Tanya satpam tersebut yang terpaksa harus profesional meskipun Percayalah ia masih sedikit merasa pusing mungkin karena efek obat bius yang masih terpengaruh di dalam tubuhnya tetapi Biar bagaimanapun ia tidak boleh lengah.

__ADS_1


"kalian berdua tadi itu kami temukan pingsan di sini dan tidak sadarkan diri sama sekali maka dari itu kami berusaha untuk membangunkan kalian, untuk lebih jelasnya nanti tunggu Bagas pulang soalnya Bodyguard yang disiapkan oleh Bagas itu sepertinya sudah tergeletak entah masih bernyawa atau tidak tetapi intinya kami tidak berani mendekat sama sekali! "jelas Nella membuatku 2 satpam itu benar-benar terkejut karena tidak percaya apa yang mereka alami hari ini ternyata sudah membawa dampak yang sangat buruk dan juga bisa dibilang nanti bagaimana Respon yang akan diberikan oleh Bagas kalau sampai pria itu pulang dan mengetahui keadaan rumahnya seperti ini.


"Ya Tuhan, kok bisa? Astaga kamu bakalan langsung memastikannya saja soalnya takut jangan sampai Tuan Bagas pulang dan mengetahui keadaannya seperti ini kamu akan disalahkan lagi, tetapi Percayalah maunya kami berani sumpah demi keluarga kami kalau semua ini kami tidak tahu sama sekali kejadiannya seperti apa!" jelas mereka berdua karena benar-benar merasa ketakutan padahal sebenarnya kalau bisa dibilang mereka juga merupakan korban.


"Tidak perlu karena lebih baik kalian tunggu saja di sini dan kita tunggu sampai Bagas datang setelah itu bakalan memastikan sama-sama, Jangan melakukan gerakan tambahan jika tidak ingin kalian nanti bakalan disalahkan!" tolak Deni tegas.


Akhirnya semua orang dalam keadaan kebingungan dan juga tidak tahu lagi harus bersikap bagaimana, tetapi bersyukurlah Penantian mereka hanya berlangsung selama beberapa menit saja soalnya orang yang ditunggu sudah datang dalam keadaan wajah yang begitu cemas dan juga tidak menyapa semua orang yang ada di situ karena lebih memilih untuk masuk ke dalam rumah.


Deg


"Aulia, Kamu di mana sayang? kalau kamu lagi bersembunyi tolong keluarlah Karena sekarang aku ada di sini ya Otomatis kamu aman, Tolong jangan membuatku panik seperti ini karena Sumpah aku benar-benar tidak tahu harus melakukan apa jika tanpa kamu! "teriak Bagas frustasi karena dari tadi ia berteriak bagaimanapun Aulia tidak keluar ataupun menemuinya serta menyatakan bahwa dirinya baik-baik saja jadi otomatis Bagas tidak perlu harus cemas berlebihan seperti itu.


semua orang pun ikutan masuk dan juga untuk memastikan keadaan dalam rumah yang benar-benar seperti tidak terjadi apapun, Hanya perbedaannya adalah keadaan para Bodyguard itu yang sudah tidak sadarkan diri dan juga tidak ada bukti pengrusakan sama sekali seperti ada para penjahat yang masuk dan juga seperti Ada perlawanan di tempat itu.

__ADS_1


Bahkan makanan yang tadi disiapkan oleh Aulia dan juga Nina di dapur terlihat Masih pada tempatnya serta adonan kue yang anda mereka buat dan masih di dalam mixer, membuat Santi benar-benar lemas karena ia tahu resep kue yang sedang dibuat oleh Aulia itu adalah berasal darinya karena ia yang mengajarkan anaknya itu supaya besok lusa kalau menikah bakalan memberikan sesuatu yang enak untuk suaminya.


"Oh Tuhan tidak Aulia, kamu di mana Nak Tolong kembali karena Umi tidak tahu lagi harus bagaimana tanpa kamu! "ujar Santi lirih bahkan kali ini sudah duduk di bawah lantai sambil menangis karena ia benar-benar tidak kuat lagi kalau harus kehilangan anaknya itu.


Rahayu pun merasakan hal yang sama bahkan kakinya pun terasa begitu lemas sehingga membuat Perdana suaminya langsung menarik istrinya itu agar duduk di kursi yang disediakan di meja makan tersebut, wanita itu yakin kalau anaknya ada apa-apa soalnya tidak mungkin Nina pergi tanpa Aulia seperti ini dan juga ponsel Mereka pun tidak bisa dihubungi sama sekali.


Bagas yang sedang mencoba menghubungi Aulia terdengar ada nada dering konser istrinya di belakang kamar dan Ketika dilihat ternyata benda persegi itu berada di atas meja rias, membuat pria itu ingin menangis tetapi ditahan saja karena benar-benar tidak tahu lagi harus bersikap bagaimana sehingga membuat dirinya hanya bisa menangis.


Nella yang merasa cemas dengan keadaan putranya memilih untuk menyusun putranya itu ke dalam kamar dan Sesampainya di sana terlihat Bagas sedang memeluk ponsel milik istrinya dan, membuat Nella langsung mendekat kepada putranya itu dan coba ingin memberikan saran yang terbaik agar Bagas tidak terpuruk seperti ini dan akhirnya bakalan menyesali suatu saat nanti.


"kamu tidak boleh seperti begini karena kamu harus tetap fokus dan pikiran kamu harus tetap baik-baik saja agar bisa segera melakukan gerakan yang cepat untuk mengetahui keberadaan Aulia, takutnya jangan sampai kamu terlambat dan ternyata istri kamu itu sedang berada di tangan orang yang tidak tepat saat ini dan juga nanti mungkin jangan sampai mereka memang sengaja menculiknya dan membawanya lebih jauh lagi! "ujar Nella membuat Bagas langsung keluar dari kamar dan ingin bertemu dengan Dimas secara langsung soalnya mereka harus segera mengecek kamera membalas di rumah itu untuk memastikan kira-kira manusia brengsek apa yang sudah masuk ke situ.


"Dimas kamu ikut saya ke ruangan kerja supaya kita bisa mengecek kamera pengawas sekarang juga, dan untuk yang lain tetap tenang Jangan membuat gerakan tambahan atau pikiran saya bakalan tambah habis! "Bagas sudah panik dan akhirnya tidak tahu lagi harus menghormati orang seperti apa sedangkan perdana jelas saja tidak terima karena ia juga harus ikut campur mengurus semuanya sebab Biar bagaimanapun putrinya juga ikut terlibat di dalamnya.

__ADS_1


"Maaf Tuan Bagas lebih baik bawa laptop Anda ke sani sekarang juga dan kita pastikan sama-sama Siapa sebenarnya yang sudah masuk ke dalam sini, karena saya juga harus bergerak Soalnya putri saya juga terkena imbasnya dari semua masalah ini dan saya mohon Anda tolong jangan menolak hal itu karena saya juga sedang tidak bercanda! "ujar Perdana tegas membuat Bagas memberikan kode kepada Dimas agar segera mengambil laptop di dalam kamarnya dan membawa kemeja makan tersebut supaya mereka semua bisa melihat Sebenarnya apa yang telah terjadi setelah mereka pergi dari rumah.


"maaf semuanya saya terlalu panik jadinya tidak bisa berpikir dengan baik, juga Maafkan kata-kata saya tadi yang sebenarnya tidak sopan karena imbas dari semua kejadian ini! "ujar Bagas Tidak enak hati karena Biar bagaimanapun mereka semua yang ada dalam ruangan itu adalah orang-orang yang lebih tua darinya.


__ADS_2