
Aulia mau tidak mau memilih untuk mengalah dan mengikuti apa yang diinginkan oleh Bagas yaitu pergi memeriksakan keadaan anak mereka, sekarang kehamilan Wanita itu sudah memasuki bulan kedua yang artinya masih harus mendapatkan pengawasan yang ekstra mengingat ini merupakan kehamilan pertama dan juga masih rentan dengan yang namanya keguguran.
Aulia sebenarnya tidak terlalu merasa tersiksa dengan kehamilan ini karena tidak ada yang namanya morning sickness tetapi justru dirinya membenci Bagas setiap kali pria itu berdekatan dengannya, alhasil selama beberapa bulan terakhir ini Aulia tidurnya bersama dengan Indira sedangkan Bagas ya biarkan tidur di sofa sedikitpun Tidak boleh menatap ke arahnya apalagi menyentuhnya sedikitpun.
kehamilan Aulia ini membuat Bagas kadang uring-uringan tidak jelas sehingga jika Dimas melakukan kesalahan maka pria itu bakalan langsung kena amukan darinya, efek karena tidak diberi jatah dari istrinya dan juga tidak bisa menatap wajah cantik Aulia yang semakin hari semakin cantik karena hormon kehamilannya yang begitu menggoda istilahnya.
hanya saja pria itu terkadang merasa bersyukur karena Aulia sepertinya menikmati masa-masa kehamilan, mulai dari rutin minum susu Hamil kemudian membaca buku tentang Parenting kemudian memberikan perhatian yang ekstra kepada Indira membuat dirinya begitu bahagia tidak seperti awal-awal menikah yang Aulia benar-benar sangat membencinya.
"kamu itu Jadi orang kok hanya bersiap pergi ke dokter setelah itu pergi ke kantor saja ribet amat sih persiapannya, mulai dari harus bawa mulai bawa cemilan lah dan apalah itu bahkan buah saja kamu bawa lama-lama itu kulkas kamu pikul sekalian!" omel Aulia ketika melihat suaminya yang lebih heboh dibandingkan dirinya Yang hanya membawa tas selempang ponsel dan juga dompet ya Sudah hanya itu saja tidak ada yang namanya alat make up dan apapun itu yang membuatnya ribet.
Bagas hanya menghembuskan nafasnya kasar karena tidak mungkin harus menjelaskan satu persatu kepada istrinya itu, karena ia mempersiapkan semuanya ini juga bukan untuk dirinya melainkan untuk Aulia Takutnya nanti di jalan jangan sampai Aulia pengen ngemil ya mereka Langsung makan makanan rumah saja Tidak perlu harus jajan di luar yang otomatis tidak higienis.
"ya ini semua kan untuk kamu supaya nanti kalau menginginkan sesuatu tinggal Anda tidak perlu harus cari lagi, aku kan selama ini kalau kamu lihat terlalu ribet yaitu artinya ada sangkut pautnya dengan kamu bukan dengan orang lain! "jelas Bagas membuat Aulia mencebikkan bibirnya Lagi Dan Lagi dirinya yang harus di kambing hitam kan atas apa yang dilakukan oleh Bagas padahal memang kenyataannya seperti begitu.
"lagi-lagi harus aku yang kamu bawa-bawa untuk semua yang kamu lakukan Padahal aku yakin kamu juga pasti nyomot sedikit, lebih baik itu Mulut dijaga jangan malah mengkambing hitamkan diriku padahal sebenarnya kamu yang paling alay di sini! "omel Aulia membuat Bagas hanya menggaruk kepalanya yang tak gatal karena begitulah Istrinya selalu auto maha benar.
__ADS_1
"Papa sama Bunda kalau berdebat terus lama-lama Indira bakalan telat loh, Terus tadi katanya pengen lihat adik bayi kalau seperti begini ya nanti besok pagi pun kita nggak bakalan Jalan lah! "Nah tuh kan Indira yang masih kecil saja merasa Jengah apalagi Dimas yang tiap hari harus melihat aksi kocak pasangan absurd itu yang Tiada hari tanpa berdebat seolah-olah jika mereka makan maka perdebatan itu adalah minumnya begitu pula kebalikannya.
"itu papa kamu yang dari tadi ngegas terus membuat kita tidak jadi jalan, seharusnya dia itu Diam tidak boleh ngomong karena kalau dia ngomong pasti bakalan hancur berantakan rencana yang kita susun! "Lagi dan lagi bagaslah yang harus disalahkan seolah-olah pria itulah yang membuat Biang Kerok dari segala macam permasalahan yang terjadi di dalam rumah tangganya mereka padahal Bukannya itu kebalikan karena Aulia saja yang selama ini terlalu sensitif dengan apa yang suaminya lakukan sampai-sampai Bagas ya Selalu Salah.
"Loh kok malah Papa lagi yang disalahkan? Bukankah kamu sayang yang dari tadi hobinya marah-marah Padahal aku melakukan semua ini hanya untuk menyenangkan kamu dan tidak ingin kalian kelaparan, kalau kamu tidak mau makan Ya tidak masalah tetapi Kasihan juniorku yang di dalam itu pasti dia bakalan meringis dan marah-marah karena tahu Papanya kaya tetapi tidak mampu memberi makan mamanya! "Bagas pun tidak mau kalah karena dari tadi dirinya mengalah maka sekarang tidak akan pernah lagi karena Indira sudah tambah personel dengan Aulia ya Otomatis kalau dua lawan satu Sejak kapan dirinya bakal menang.
"cih hobi sekali memamerkan kekayaan kamu yang sebenarnya tidak pernah membuat orang lain merasa nyaman dan terkadang hanya membuat kamu tidak bisa istirahat dengan benar, tetapi itu sih merupakan resiko dari kamu Siapa suruh punya istri banyak ya sekarang menuntut Maunya harus punya anak banyak juga siap-siap saja itu tulang pinggang kamu bakalan penyok akibat seharian duduk di atas kursi memeriksa berkas-berkas yang entah apa isinya! "ejek Aulia santai seolah-olah derita yang dialami oleh Bagas itu merupakan sebuah kesenangan tersendiri membuat pria itu merasa gemas dengan apa yang dikatakan oleh istrinya sebab tidak pernah disaring dulu entah Bagas bakalan tersinggung atau tidak.
"Ya kalau misalnya aku tidak bekerja keras, Memangnya menurut kamu kita bakalan duduk di mobil ini dengan tenang? Pastinya kita hanya punya motor itu juga kalau beruntung, kalau tidak ya pasti bakalan berjubel di dalam angkot jadi Harusnya kamu bersyukur apa yang kita punya saat ini bukan malah mendoakan yang tidak tidak kepada suami sendiri!" Bagas bukannya marah Tetapi hanya memberi saran dan juga pendapat agar istrinya itu harus lebih bersyukur dengan apa yang sudah diterimanya saat ini tidak perlu harus mengeluh apalagi mendoakan yang buruk-buruk tentang rumah tangga mereka yang mulai dibangun dengan atas dasar pemaksaan.
"kapan Aku mendoakan hal yang buruk-buruk tentang rumah tangga kita tetapi memang iya sih Soalnya kan kamu itu menyebalkan, Memangnya wanita mana yang ikhlas menghabiskan sisa hidupnya dengan pria yang aneh bin ajaib seperti kamu itu!"Aulia sengaja memancing emosinya Bagas karena dirinya benar-benar ingin melihat kira-kira sampai di mana sih Batas kesabaran pria itu ketika menghadapi wanita sepertinya yang jelas-jelas kalau setiap kali berbicara pasti tidak akan pernah puas sampai lawan bicaranya itu yang mengalah sendiri.
"nah memang harus seperti ini yaitu kamu mengalah tidak boleh ikut campur apapun yang menjadi urusanku dan juga satu lagi kamu itu sebaiknya pedulikan juga keadaan anak kamu yang lain, daripada seperti yang barusan saja terjadi yaitu antara datang marah-marah tidak jelas dan menganggapku seperti orang yang tidak punya harga diri sama sekali! "omel Aulia karena menurutnya apapun yang batas lakukan jika tidak bisa bertanggung jawab terhadap anak antara dirinya dan juga Davina ya akhirnya pasti nanti Aulia yang kenapa-napa karena anak itu terlihat sangat membencinya seolah-olah apa yang Bagas miliki itu sudah diambil habis oleh Aulia Sehingga Andara tidak mendapatkan apapun.
Bagas tersenyum mendengar penuturan yang dilontarkan oleh istrinya itu karena dirinya yakin pasti Aulia tidak terima dengan cara Andara beberapa saat yang lalu, yaitu datang dan mengamuk tidak jelas serta mempermasalahkannya seolah-olah Aulia lah Orang yang bertanggung jawab atas apa yang terjadi saat ini di dalam kehidupan mereka.
__ADS_1
"sebagai seorang istri yang jelas-jelas kamu harus membantu Apapun yang terjadi kepada suami kamu supaya orang-orang di sekitar tahu bahwa Kamulah sebenarnya istri yang aku pilih, kalau kamu mengeluh dan juga tidak terima dengan semua yang aku katakan rasa-rasanya aku sebagai seorang suami tidak ada artinya sama sekali di mata kamu! "jelas Bagas dan memang seperti itu kenyataannya yang ia harapkan sebenarnya tidak muluk-muluk amat karena dalam pikirannya hanya satu yaitu berharap agar Aulia lebih menghargainya dan juga tidak terkesan berlebihan dalam melakukan sesuatu yang akhirnya berimbas buruk kepada pernikahan mereka berdua yang bisa dibilang baru seumur jagung.
Aulia memilih untuk pasrah Soalnya kalau berbicara dengan Bagas rasanya itu Hanya mengundang emosinya agar segera muncul di permukaan Lalu setelah itu mereka berdua bakalan bertengkar saat itu juga, padahal yang ada di dalam pikiran Aulia sekarang itu bagaimana caranya agar suaminya itu paham Jika ia hanya ingin yang terbaik untuk dirinya sendiri dan juga tidak ingin membuat orang lain malah salah paham dengan kehadirannya.
Indira dan Dimas hanyalah menjadi pendengar dan juga penonton yang setia yang penting intinya kedua orang itu tidak saling adu urat ya semuanya masih aman terkendali, entah mau membela yang mana dan menyalahkan yang mana mereka tidak punya hak untuk melakukan itu maka dari itu memilih dia merupakan solusi yang terbaik yang harus diambil karena jika tidak ingin mendapatkan penyesalan nantinya yang berujung pada sesuatu yang sangat tidak mengenakkan Soalnya bukan rahasia umum lagi kalau Bagas itu menyimpan dendam.
Bagas dengan tetap setia menggenggam tangan istrinya ketika mereka sampai di rumah sakit, apalagi ketika melihat istrinya menjadi bulan-bulanan tatapan tidak suka semua wanita yang ada di situ seolah-olah hari ini Aulia pergi dengan membawa suami mereka.
Aulia Kenapa tidak ingin keluar dari rumah dan memilih rumah merupakan zona ternyaman baginya ya Karena begini akhirnya jika dirinya nekat, yaitu Semua orang pasti menyalahkannya dan tidak sedikit sumpah serapah serta kata-kata menjijikan yang Aulia bahkan tidak pernah ia lakukan selama ini.
"Anggap saja mereka itu tidak ada di dalam pandangan mata kita dengan begitu mereka bakalan bosan sendiri, tetapi kalau kamu terpengaruh ya hasil akhirnya kamu juga yang bakalan dirugikan karena nantinya ada pemberitaan yang tidak tidak yang terjadi dan kamu akan selalu disudutkan seperti ini! "bisik Bagas memberikan penguatan kepada Aulia sebab Biar bagaimanapun istrinya itu sedang hamil dia tidak ingin ada tekanan yang begitu berarti dan alhasil istrinya itu yang bakalan kenapa-napa serta orang lain bakalan tertawa bahagia dengan apa yang terjadi di antara mereka.
Aulia menghembuskan nafasnya berkali-kali dan juga merasa bersyukur karena tadi sebelum mereka ke dokter sempat mengantar Indira ke sekolah lebih dahulu, dengan begitu anaknya itu tidak bakalan melihat apa yang terjadi saat ini serta membuat orang lain akan tambah salah paham dan berpikir yang tidak tidak.
"cantik sih iya tidak ada yang bisa menampik soal itu tetapi kalau cantik-cantik murahan ya sama saja bohong, masa iya menjual tampang demi mendapatkan apapun kalau seperti begitu kita harus berjaga-jaga dong jangan sampai suami kita diembat juga! "sinis salah satu wanita yang kebetulan juga sedang memeriksakan kondisi kehamilannya membuat Bagas menghafalkan tangannya emosi sebab suami Mana yang bakalan ikhlas ketika istrinya dikatakan seperti itu padahal selama ini Aulia jangankan memeras hartanya uang saja belum pernah Ia berikan karena Aulia selalu menolak.
__ADS_1
Dimas yang kupingnya rasa-rasanya sudah pegal memilih untuk mendekati ibu hamil tersebut sambil tersenyum manis ke arahnya, membuat wanita itu juga ikutan tersenyum soalnya Siapa sih yang tidak suka ketika lihat tampang yang begitu keren Tengah tersenyum eksklusif itu rasa-rasanya seperti mendapatkan Durian Runtuh.
"ibu yang cantik yang perutnya sedang buncit sebentar lagi mau meledak tolong ya jaga kata-katanya itu sebaik mungkin, karena belum tentu yang anda lihat itu bakalan sesuai dengan kenyataan jika Anda belum memastikan kebenarannya terlebih dahulu! Oh iya Satu lagi kalau sampai Anda menghina Nyonya saya dengan kata-kata kurang ajar seperti tadi, jangan menyesal Jika di rumah Anda tidak akan bisa membeli beras karena suami anda itu bakalan saya buat sebagai seorang pengangguran yang tidak punya pekerjaan apapun sehingga jangankan beli beras itu beli lipstik menornya saja pun tidak akan pernah bisa! "ujar Dimas pelan tapi pasti tetapi sangat menusuk pendengaran siapa saja membuat Bagas dan aulianya menggelengkan kepalanya ternyata keinginan bertemu dengan Junior mereka harus dipenuhi dengan berbagai rintangan antara nanti bagaimana besok kalau sudah melihat Junior nanti kira-kira nama mereka viral bahkan ditulis caption menggunakan kata apa dirinya saja tidak tahu sama sekali karena Aulia berpikir mungkin karmanya karena mau menikah dan juga menjadi yang ketiga.