Menjadi Yang Ke-3

Menjadi Yang Ke-3
Tak Terima


__ADS_3

Mendengar nada protes dari Santi membuat Bagas Tentu saja tidak terima, karena biar bagaimanapun sekarang status Aulia adalah istrinya jadi dirinya lah yang berhak terhadap wanita itu.


"Saya memang tahu kalau Aulia itu merupakan anak kalian, tetapi sekarang dia merupakan istrinya saya, Jadi kalau mempertanyakan hal-hal tersebut Saya rasa tidak pada tempatnya ? "Bagas tidak peduli juga kedua orang tuanya Aulia itu tidak menghargai keberadaannya tetapi intinya Ia datang ke situ untuk mencari istrinya.


Deni dan juga Santi Saling pandang ketika mendengar perkataannya dilontarkan oleh menantu mereka itu, ternyata pria itu sudah mulai kelihatan kurang ajarnya sampai-sampai tidak menghargai mereka berdua yang jelas-jelas dan kecewa saat ini.


"Wah sekarang ternyata kamu tambah pintar ya menjadi seorang menantu? kamu itu kan seantero Negeri sudah tahu, kebiasaannya kamu sampai saat ini! Hanya saja kalau dengan orang mertuanya kamu yang lain tidak masalah kamu mau menunjukkan sikap keras kepala, tetapi saat ini kamu berada di kediaman kami yang jelas-jelas orang yang sudah melahirkan Aulia dan menjaganya selama ini!"Santi benar-benar tidak suka dengan sikap Bagas.


Setinggi apapun statusmu di dunia ini tetapi jika engkau sudah mengambil anak orang sebagai istrimu, maka statusmu tidak akan pernah berguna ketika sudah datang ke rumah dari orang tua istrimu itu.


Deni dari tadi berusaha untuk tetap tenang tidak tersulut emosinya, karena ingin melihat kira-kira sampai di mana Bagas menunjukkan sikap sombong nya itu.


namun jika nantinya bagus melakukan suatu hal yang terlalu berlebihan maka dirinya bakalan langsung bertindak, karena Biar bagaimanapun menantunya itu harus paham cara bertata krama ketika datang ke rumah orang lain.


"Saya datang ke sini itu dengan tujuan baik-baik yaitu mencari istri saya, kalau memang dia ada ya silakan katakan saja Tetapi kalau tidak ada ya sudah saya bakalan pulang! Saya tahu kalau Aulia itu merupakan anak anda tetapi tolong hargai juga status saya di sini!"Bagas sudah habis kesabarannya menghadapi sikap yang ditunjukkan oleh kedua orang tuanya Aulia yang rasa-rasanya sangat tidak menghargai iktikad baiknya untuk datang mengecek keberadaan Aulia.


Deni menarik kerah baju yang dipakai oleh Bagas kemudian berdiri menantang menantunya itu, karena menurutnya Bagas itu tidak punya sopan santun sama sekali bahkan tidak punya rasa malu ketika datang mencari anak orang yang ia sakiti dengan menunjukkan sikap Sombongnya.

__ADS_1


"Saya waktu itu menyerahkan anak Saya untuk kamu nikahi, karena saya yakin kamu pasti bisa menjaga dia dengan baik! Tetapi sepertinya keputusan saya itu salah, karena kamu orang yang tidak tahu diri sama sekali dan juga orang yang benar-benar tidak sadar kalau sudah melakukan kesalahan!"tegas Deni yang benar-benar sudah habis kesabarannya jika Bagas terus saja melakukan hal yang menyulut emosinya setiap waktu.


Bagas hanya terdiam ketika melihat Respon yang diberikan oleh Deni kepadanya, pria itu tidak ada niatan untuk melawan balik karena jika ia melakukan sesuatu yang tidak terduga otomatis hubungannya dengan Aulia bakalan berakhir saat itu juga.


"Anak saya itu bakalan pergi jika ada hal yang membuat dia tidak nyaman, dan kamu sendiri tahu kan kalau dia itu keras kepala dan susah sekali untuk diatur! Sekarang terletak tugas kamu sebagai suami kira-kira mampu tidak melakukan apapun yang ia inginkan, ya meskipun itu terkesan berlebihan Tetapi kan tidak selamanya segala sesuatu itu harus kamu lakukan dengan kekerasan?"Santi bukan membenarkan sikap Aulia yang terlalu keras kepala dan pembangkang tetapi menurutnya Jika seorang wanita keras kepala sang suami sebenarnya harus bisa menuntun istrinya itu kepada jalan yang benar bukan malah menyakitinya lagi.


Bagas benar-benar merasa bersalah karena dari tadi sudah datang ke situ dan bersikap tidak sopan, namun itu semata karena respon awal yang diberikan oleh orang tua Aulia yang benar-benar tidak sesuai dengan apa yang ia harapkan.


"Maafkan saya Abah dan juga Umi! Oleh karena saya tadi terlihat begitu tidak sopan dengan mengatakan kata-kata kasar kepada kalian, tetapi Percayalah sayangnya ingin bertemu dengan istri saya dan tidak punya keinginan yang lain lagi selain itu! "ujar Bagas lirih hilang sudah wajah Sombongnya tadi bahkan berganti sekarang ini hanyalah baca penyesalan yang amat sangat terlihat jelas.


Santi menahan Bagas agar tidak boleh beranjak dari tempatnya sedikitpun bahkan dari tadi mereka pun tidak menyuruh menantunya itu untuk duduk, karena menurut Santi masalah dengan Bagas itu tidak akan pernah kelar jika pria itu hanya dibiarkan pergi begitu saja Lalu setelah itu melakukan kesalahan dan kembali lagi dan memohon maaf seperti begitu.


"Ini sudah kejadian yang kedua kalinya kamu menyakiti Aulia, dan kamu datang mencarinya ke sini seolah-olah kamu tidak punya rasa takut sama sekali! Besok lusa tolong jangan sampai Kejadian ini yang terjadi untuk ketiga kalinya, Karena kamu tahu sendiri kan kalau kesabaran seorang manusia itu hanya satu sampai dua untuk kata ketiga kalinya tidak akan pernah ada?"tegas Santi yang benar-benar sebagai seorang ibu sangat merasa kecewa karena Percayalah ketika dirinya membesarkan Aulia itu butuh pengorbanan yang sangat ekstra dan hanya orang-orang sabar yang bisa melakukannya meskipun akhirnya mereka lebih menginginkan harta duniawi dan mengorbankan kebahagiaan anak itu.


Bagas pergi dengan tertunduk lesu karena sepertinya ia yakin kepercayaan Deni dan juga Santi terhadap dirinya semakin menipis, karena buktinya mereka seolah-olah sudah tidak menghargainya lagi Dan menganggap kehadirannya sama sekali.


Dimas menatap penuh kasihan ke arah majikannya itu, kalau berada di posisi Bagas sepertinya Dimas tidak berani menemui mertuanya setelah melakukan kesalahan seperti yang dilakukan oleh Bagas itu.

__ADS_1


"Dimas, Tolong jangan bertanya apapun karena sumpah demi Dewa Neptunus Saya tidak punya jawaban untuk kamu saat ini! Tolong bawa saya pergi kemanapun yang penting Intinya jangan bawa saya pulang ke rumah, karena pikiran saya kali ini benar-benar sudah tidak pada tempatnya lagi seperti mengambang di permukaan tidak ingin kembali lagi! "perintah Bagas yang sudah tidak tahu lagi harus bagaimana menyikapi masalah rumah tangganya.


Aulia yang saat ini berada di pasar bersama dengan Rahayu, Entah mengapa jantungnya itu merasa berdebar-debar seolah-olah namanya sering disebut oleh seseorang.


Wanita itu bahkan berkali-kali menatap ke arah sekitar takutnya Jangan sampai ada yang mengikutinya, tetapi sepertinya tidak soalnya semua orang pada sibuk dengan urusan mereka masing-masing.


Rahayu yang menyadari kegelisahan Aulia memegang tangan wanita itu, ingin memastikan Apakah Aulia merasa tidak nyaman berada di pasar maka sebaiknya mereka akan pulang saat itu juga.


"Kamu kenapa dari tadi tante perhatikan celingak celinguk seperti sedang mencari sesuatu? Kalau ada yang kamu inginkan Bilang saja supaya nanti kita bakalan cari sama-sama, tetapi kalau kamu memang ingin pulang ya sudah kita bakalan pulang sekarang juga! "ujar Rahayu yang memang tidak tega ketika melihat wajah Aulia yang sangat tidak tenang itu.


"Aku baik-baik saja kok Tante, hanya saja kok aku merasa dari tadi seperti ada yang mengikutiku?"jelas Aulia membuat Rahayu pun menatap ke arah sekitarnya ingin membenarkan apa yang dikatakan oleh Aulia.


"Tapi Tante perhatikan sepertinya tidak ada deh soalnya semua orang pada sibuk dengan urusan masing-masing, mungkin hanya perasaan kamu kali saja ya karena baru melihat orang sebanyak ini di tempat yang penuh keramaian Dan Kamu sepertinya belum terbiasa?" Tanya Rahayu penasaran.


"Aku sudah biasa loh pergi ke pasar bersama dengan Abidzar waktu dulu masih kerja di cafe untuk membeli bahan-bahan yang sudah habis, jadi kalau sudah bertemu dengan orang banyak di tengah keramaian aku tidak pernah ada masalah Tetapi entah kali ini mengapa rasanya sangat tidak nyaman?"jelas Aulia yang benar-benar sangat tidak nyaman dengan apa yang terjadi saat ini.


Rahayu mencoba untuk bersikap Tetap tenang tidak panik karena kalau dirinya juga ikutan panik otomatis Aulia bakalan merasakan yang sama, hanya saja Terkadang ia berpikir sebenarnya siapa sih Suaminya Aulia wanita itu ke manapun terlihat sangat khawatir dan juga berpikir yang aneh-aneh.

__ADS_1


__ADS_2